Anda di halaman 1dari 34

BUDAYA MINAHASA

BUDAYA MALUKU
Andiriani Pardede
Chairul Manurung
Ilham
Jessica Debora Sihite
Ranggi Sihombing
Siti Aisyah
KEBUDAYAAN MINAHASA
• Letak Geografis
Minahasa yang berada di Propinsi Sulawesi Utara
yang beribukota Manado dan mempunyai luas daerah ±
6.000 km² yang berbatasan dengan:
• Sebelah Barat : Propinsi Gorontalo
• Sebelah Utara : Kepulauan Filipina
• Sebelah Timur : Propinsi Maluku
• Sebelah Selatan : Propinsi Maluku
• Orang Minahasa memiliki kulit yang „merah jambu‟,
yang merupakan campuran kuning dari orang-orang
Mongol dan kemerah-merahan dari orang-orang
Eropa, terutama Spanyol, Portugis dan Belanda.
• Penduduk Minahasa dapat dibagi ke dalam delapan
kelompok subetnik, yaitu Tounsea, Toumbulu,
Tountembuan, Toulour, Tounsawang, Pasan Ratahan,
Ponosukan Belang, dan Bantik
• Minahasa berasal dari kata “Minaesa” yang berarti
persatuan.
• Pada waktu penjajahan Belanda, Tanah Minahasa
dijuluki sebagai “De Twaalfde Provintie van
Nederland‟.
• Sistem Budaya
• Burung manguni sebagai simbol daerah Minahasa
melambangkan kebajikan dan kearifan.
• Falsafah orang Minahasa adalah “Si tou timou tumou
tou” artinya Manusia hidup untuk menghidupi manusia
dan “Si Tou Timou Toua” artinya Pemimpin harus dapat
menerapkan pola kepemimpinan sayang menyayangi,
baik hati dan saling mengingat kepada sesama
manusia.
• Bahasa Malayu Manado adalah bahasa umum yang
dipergunakan dalam komunikasi antar penduduk
minahasa.
• Sistem Organisasi Sosial
a. Sistem Pemerintahan
• Sejak dahulu di Minahasa tidak terdapat kerajaan
atau tidak mengangkat raja sebagai kepala
pemerintahan. Yang ada adalah:
1) Walian: pemimpin agama serta dukun
2) Tona‟as: orang keras, ahli bidang pertanian,
kewanuaan, mereka yang dipilih menjadi kepala walak
3) Teterusan: penglima perang
4) Potuasan: penasehat
• Kepala pemerintahan adalah kepala keluarga yang
gelarnya adalah Paedon Pati‟an yang sekarang
dikenal dengan sebutan Hukum Tua.
• Sistem kemasyarakatan
• Awu dan Taranak
Keluarga batih (rumah tangga) disebut awu
• Bangsal
Dari perkawinan terbentuklah keluarga besar yang
meliputi beberapa bangsal.
• Taranak, Roong/Wanua, Walak
Kompleks bangsal penduduk yang berhubungan
kekeluargaan disebut Tarakan. Kompleks bangsal yang
terbentuk akibat perkawinan antar anggota taranak
disebut Ro’ong atau wanua.
• Walak dan Pakasa’an
Walak mengandung dua pengertian yakni
serombongan penduduk secabang keturunan dan
wilayah yang didiami rombongan penduduk secabang
keturunan. Penggabungan beberapa walak yang punya
ikatan keluarga dan dialek bahasa membentuk satu
pakasa’an.
• Paesa in Deken
Paesa in Deken berarti tempat mempersatukan
pendapat.
• Kawanua
Kawanua, diartikan sebagai penduduk negeri atau
wanua yang bersatu atau „Mina-Esa‟ (Orang
Minahasa).
• Sistem Teknologi
Peralatan teknologi tradisional, berupa:
a. Alat-alat produksi, termasuk produksi makanan
b. Alat-alat transportasi
c. Peralatan perang:
1. Senjata: pedang yang melebar di bagian ujungnya
dan disebut santi
2. Baju perang dari kulit sapi atau anoa yang disebut
wa’teng
3. Topi dengan hiasan bulu dan paruh burung enggang
4. Perisai kayu yang disebut kelung
d. wadah berupa peti kayu
e. alat-alat menyalakan api
f. teknologi pembuatan pakaian berupa cidako dan
beberapa bentuk motif hias kain tenun yang dinamakan
motif tolai (ekor ikan), yang melingkar seperti ujung
tanaman merambat atau taring babi rusa
g. perumahan (rumah panjang yang disebut Wale
Wangko).

• Sistem Religi
• Dalam mitologi orang Minahasa dahulu mengenal
banyak dewa. Dewa oleh penduduk disebut empung
atau opo, dan untuk dewa yang tertinggi disebut Opo
Wailan Wangko yang dianggap sebagai pencipta
seluruh alam dengan isinya.
• Dewa yang penting sesudah dewa tertinggi adalah
Karema.
• Konsepsi jiwa dan roh dalam budaya minahasa
disebut katotouan.
• Bentuk peninggalan :
1. Batu batu Megalit
2. Waruga
3. Watu Tumotowa
4. Lesung Batu
5. Watu Pinawetengan
6. Altar Batu, Batu Dakon dan Arca Menhir
• Agama resmi orang Minahasa adalah Protestan,
Katholik, dan Islam.
• Mula-mula Suku Minahasa jika mengubur orang
sebelum ditanam dibungkus dengan daun woka
(sejenis janur) kemudian Agama Kristen
mengharuskan mayat dikubur di dalam tanah.

• Kesenian
• Rumah adat
Rumah adat Minahasa adalah rumah panggung yang
terdiri dari dua tangga di depan rumah.
• Pakaian Adat
• Upacara Pernikahan
1. Upacara Perkawinan
a. Acara “Posanan‟ (Pingitan) yang dahulu dilakukan
sebulan sebelum pernikahan sekarang hanya sehari,
pada saat ”Malam Gagaren‟ atau malam muda-mudi.
b. Acara mandi di pancuran tidak dilakukan lagi, diganti
mandi adat “Lumelea‟ (menginjak batu) dan “Bacoho‟
karena dilakukan di kamar mandi di rumah calon
pengantin.
2. Tempat Upacara Perkawinan
Dapat dilakukan di rumah pengantin pria (di
Langowan-Toutemboan), atau di rumah pengantin wanita
(Tomohon-Tombulu).
3. Pakaian dalam upacara perkawinan
• Pengantin wanita mengenakan busana yang terdiri
dari baju kebaya warna putih dan kain sarong
bersulam warna putih dengan sulaman sisik ikan dan
memakai sanggul, mahkota (kronci), kalung leher
(kelana), kalung mutiara (simban), anting dan gelang.
• Pengantin pria mengenakan busana baju jas tertutup
(busana batutu, berlengan panjang, tanpa kerah dan
saku) atau terbuka, celana panjang, selendang
pinggang dan topi (porong).
Rumah Panggung suku Minahasa
• Alat musik
1. Kolintang, Instrumen ini semuanya terbuat dari kayu
dan disebut mawenang.
2. Musik Bambu, Pemain sebanyak kurang lebih 40
orang. Jenisnya adalah:
a) Musik Bambu Melulu: seluruh instrumen terbuat
dari bambu
b) Musik Bambu Klarinet: sebagian terbuat dari
bambu, sebagian dari bia (kerang)
c) Musik Bambu Seng: beberapa instrumen terbuat
dari bambu
d) Musik Bia: instrumen terbuat dari bia.
• Kolintang

• Alat Musik Bia

• Musik Bambu Melulu


• Tarian adat
1. Tari Maengket
2. Tari Tumentenden
3. Tari Kabasaran
4. Tari Lens
5. Tari Katrili

• Lagu daerah
“O ina Ni Keke, Oh Minahasa”
• Wisata Kuliner
1. Makanan:
a) Bubur Manado
b) Ayam Rica – Rica
c) Biakolobi

• Ayam Rica - Rica

• Bubur Manado
2. Minuman
a. Saguer; nira, yaitu cairan putih yang keluar dari
mayang pohon enau.
b. Cap Tikus; jenis cairan beralkohol rata-rata 40 % yang
dihasilkan melalui penyulingan saguer.
• Tenun Ikat
Budaya Maluku
• Letak Geografis
Propinsi Maluku dengan ibukota Ambon, terletak di
antara 3º Lintang Utara – 8.30º Lintang Selatan, dan 125º
-135º Bujur Timur. Dengan :
• Sebelah Utara : Lautan Pasifik
• Sebelah Timur : Propinsi Papua
• Sebelah Selatan : Negara Timor Leste dan Australia
• Sebelah Barat : Propinsi Sulawesi Tenggara dan
Sulawesi Tengah
• Propinsi Maluku dikatakan sebagai propinsi seribu
pulau.
• Sistem Budaya
1. Pela
Pela adalah mata rantai penghubung yang terkuat
antara masyarakat Muslim dan masyarakat Kristen.
• Jenis-jenis Pela :
a. Pela Keras (atau Pela Minum Darah, Pela Tuni , Pela
Batukarang)
b. Pela Lunak ( Pela Tempat Sirih)
c. Pela Ade Kaka (Pela Gandong)
d. Panas Pela

2. Patasiwa dan Patalim


Organisasi Patasiwa dan Patalima merupakan suatu
organisasi untuk menghimpun kekuatan politik dan dulu
merupakan suatu organisasi kemiliteran.

• Sistem Sosial
1. Organisasi dalam masyarakat, yaitu :
a. Jojaro: organisasi kemasyarakatan yang terdiri dari
pemuda-pemudi dewasa yang belum kawin
b. Ngurare: organisasi pemuda-pemuda yang belum
kawin yang membantu jojaro dan mengawasi
pembayaran tuntutan mereka.
c. Muhabet: organisasi yang mengurusi kegiatan yang
berkaitan dengan Kematian
2. Gotong Royong
Gotong royong merupakan bentuk kerjasama, misalnya
membuat gereja, masjid, balieu, atau tempat tinggalyang
dilakukan oleh para penduduk suku asal dengan para
pendatang.

• Unsur Kebudayaan
1. Bahasa
• Bahasa sehari-hari adalah bahasa nasional, Bahasa
Indonesia dalam dialek Melayu-Ambon.
• Terdapat bahasa-bahasa daerah asli Maluku yang
disebut dengan “Bahasa Tana‟ yang merupakan bahasa
Ibu orang Maluku.
2. Perkawinan
Perkawinan pada suku Maluku bersifat exogami,
yaitu seseorang harus kawin dengan orang di luar
klennya. Macam macam perkawinan :
a. Kawin Minta : Kawin minta terjadi bila seorang
pemuda telah menemukan seorang gadis yang akan
dijadikan isterinya, maka ia akan memberitahukan hal itu
kepada orangtuanya.
b. Kawin Lari atau Lari Bini : Sistem ini lazim dilakukan
karena orang Ambon umumnya lebih suka menempuh
jalan pendek, untuk meghindari prosedur perundingan
dan upacara.
c. Kawin Masuk atau Kawin Manua: Pada perkawinan ini
pengantin laki-laki tinggal di rumah keluarga wanita.
• Organisasi desa
• Kedudukan Raja hanya merupakan jabatan adat saja,
sedangkan pemerintahan desa yang sungguh-sungguh
dilakukan oleh para kepala soa secara bergilir,
biasanya dua orang untuk dua sampai enam bulan.
• Nama saniri juga bisa dipakai untuk dewan-dewan
pemerintahan desa yang lebih luas sifatnya.
• Beberapa saniri atau pejabat tradisional di suku ini;
a. Tuan tanah: seorang yang ahli dalam bidang
pertanahan dan kependudukan
b. Kapitan: seorang yang ahli dalam peperangan
c. Kewang: seorang yang bertugas menjaga hutan
d. Marinyo: seorang yang bertugas menyampaikan berita
dan pengumuman.
• Sistem Religi
Mayoritas penduduk Maluku memeluk agama Kristen
Protestan (40%), Islam (35%), di samping agama Katholik
(15%), dan lainnya (10%), namun masih nampak sisa
kepercayaan lama.

• Kesenian
a. Rumah Adat
Rumah adat suku maluku disebut baileo,
berarti balai yang berfungsi sebagai tempat
penyimpanan benda suci, tempat upacara adat,
tempat warga berkumpul membahas masalah.
b. Makanan
1. Makanan Adat
• Jaha atau Pali-pali dan Dada (Kukusan)
2. Makanan Khas
a.Sagu
b. Sambal Colo-colo

• Jaha atau Pali-pali


• Seni Tari
a. Tarian Sulureka-reka
b. Tari Cakalele Bulu Ayam : Tari perang oleh laki-laki.
c. Tari Bulu Ayam : oleh wanita
d. Tari Tifa: Dari Maluku Tenggara.
e. Tari Bulu (Bambu) Gila: Dari Maluku Tengah
f. Tari Lolaya.
g. Tari Tebe-tebe: Dari Timor.
h. Tari Sajojo: Dari Irian.
i. Tari Poco-poco: Dari Ambon.
j. Tari Debus
• Alat Musik
Tifa (sejenis Gendang) dan Totobuang.
• Busana Tradisional