Anda di halaman 1dari 9

DEFINISI PROSES KONFIRMASI

Konfirmasi adalah proses pemerolehan


dan penilaian suatu komunikasi
langsung dari pihak ketiga sebagai
jawaban atas suatu permintaan
informasi tentang unsur tertentu yang
berdampak terhadap asersi laporan
keuangan.
HUBUNGAN PROSEDUR
KONFIRMASI DENGAN PENAKSIRAN
RISIKO OLEH AUDIT
• konfirmasi dilaksanakan untuk memperoleh bukti dari
pihak ketiga mengenai asersi laporan keuangan yang
dibuat oleh manajemen
• semakin besar risiko bawaan dan risiko pengendalian yg
ditetapkan, membuat auditor harus memiliki bukti audit
yg cukup untuk meyakinkan asersi laporan keuangan.
• melalui konfirmasi, auditor menetapkan apakah bukti yg
diperoleh dari konfirmasi mengurangi risiko audit dengan
asersi pada tingkat rendah yg dapat diterima
• jika auditor berkesimpulan bahwa bukti yg diperoleh
dari konfirmasi saja tidak memadai, prosedur tambahan
harus dilaksanakan.
Pendesainan Permintaan
Konfirmasi
Permintaan konfirmasi harus didesain sesuai
dengan tujuan audit tertentu. Jadi, pada
waktu mendesain permintaan konfirmasi,
auditor mempertimbangkan asersi dan
faktor-faktor yg kemungkinan berdampak
terhadap keandalan konfirmasi
Bentuk Permintaan Konfirmasi

Konfirmasi Positif

KONFIRMASI

Konfirmasi Negatif
Pengalaman Sebelumnya

Pada proses konfirmasi, auditor


sebaiknya melihat pengalaman pada
tahun lalu
Pelaksanaan Prosedur Konfirmasi

Selama pelaksanaan prosedur


konfirmasi, auditor harus mengawasi
permintaan konfirmasi dan jawabannya.
Prosedur Alternatif
Penghilangan prosedur alternatif dapat dilakukan jika :
a. Auditor tidak mengidentifikasi adanya faktor-
faktor kualitatif yg tidak biasa atau adanya
karakteristik sistematik yg berangkutan dengan
informasi yg diperoleh jawabannya
b. Jika pengujian terhadap jumlah lebih saji, jawaban
yg tidak diterima secara keseluruhan, tidak akan
berdampak terhadap keputusan auditor mengenai
apakah laporan keuangan salah saji secara
material.
Penilaian Terhadap Hasil
Prosedur Konfirmasi
Dalam melaksanakan penilaian, auditor
harus mempertimbangkan :
a. Keandalan konfirmasi dan prosedur
alternatif
b. Sifat penyimpangan
c. Bukti yg dihasilkan dari prosedur lain
d. Apakah bukti tambahan diperlukan
Konfirmasi Piutang Usaha
Proses Konfirmasi piutang usaha tidak akan dilakukan jika terdapat
kondisi sbb :
a. Piutang usaha merupakan jumlah yang tidak material dalam
laporan keuangan
b. Penggunaan konfirmasi akan tidak efektif.
c. Gabungan tingkat risiko bawaan dan risiko pengendalian
taksiran sedemikian rendah, dan tingkat risiko taksiran
tersebut, bersamaan dengan bukti yang diharapkan untuk
diperoleh dari prosedur analitik atau pengujian substantif
rinci, adalah cukup untuk mengurangi risiko audit ke tingkat
yang cukup rendah untuk asersi laporan keuangan yang
bersangkutan