Anda di halaman 1dari 28

KATARAK KONGENITAL

Nur Aisyah Sudarmin Amin


1
Pembimbing :
dr. Neneng. H, Sp.M
Bagian Ilmu Penyakit Mata
RSUD UNDATA Palu
2

BAB I PENDAHULUAN
3 Katarak adalah keadaan dimana lensa menjadi keruh akibat
hidrasi cairan lensa/denaturasi protein

Katarak kongenital bisa disebabkan oleh : galaktosemia,,


rubella kongenital, sindroma down (trisomi 21), trisomi 13, dll

insidensi dari katarak kongenital dan infantil tertinggi pada


tahun pertama kehidupan, yaitu 2,49 per 10.000 anak

katarak ekstraksi melalui pembedahan, yang diikuti dengan


pemasangan lensa intraokuler.
4

BAB II TINJAUAN PUSTAKA


5 ANATOMI LENSA

Vaughan DG, 2000.


6 EMBRIOLOGI LENSA

www.emedicaltextbook.com
7 Fungsi Lensa

 Fungsi utama lensa adalah memfokuskan berkas


cahaya ke retina atau disebut akomodasi.
 Supaya hal ini dapat dicapai, maka daya refraksinya
harus diubah-ubah sesuai dengan sinar yang datang
sejajar atau divergen
8 FISIOLOGI LENSA
Pemeliharaan keseimbangan air
dan kation lensa
Epitel Lensa : Situs transport
Aktif
Teori pompa kebocoran

Akomodasi
9

KATARAK KONGENITAL
10
DEFINISI

kekeruhan lensa yang didapatkan sejak lahir


dan terjadi akibat gangguan perkembangan
embrio intrauterine.

Sebuah katarak disebut kongenital bila ada


saat lahir, atau dikenal juga sebagai “infantile
cataract” jika berkembang pada usia 6 bulan
setelah lahir.
11
ETIOLOGI

Familiar IDIOPATIK

TORCH

SYNDROM METABOLIK
12
Klasifikasi
Katarak kongenital digolongkan:

Kapsulolenti Katarak
kular lentikular
13 KLASIFIKASI
Katarak polaris anterior

Johns J.K . American Academy of Opthalmology.


Lens and Cataract., 2016-2017.
14 KLASIFIKASI
Katarak polaris Posterior

Johns J.K . American Academy of Opthalmology.


Lens and Cataract., 2016-2017.
15 KLASIFIKASI
Katarak Stelata

Johns J.K . American Academy of Opthalmology.


Lens and Cataract., 2016-2017.
16 KLASIFIKASI
Katarak Zonularis atau Lamelaris

Johns J.K . American Academy of Opthalmology.


Lens and Cataract., 2016-2017.
17 KLASIFIKASI
Katarak kongenital Totalis

Johns J.K . American Academy of Opthalmology.


Lens and Cataract., 2016-2017.
18 KLASIFIKASI
Katarak Membranasea

Johns J.K . American Academy of Opthalmology.


Lens and Cataract., 2016-2017.
19 GEJALA KLINIS

Leukokoria
Nistagmus
Strabismus
Fotofobia
Riwayat katarak congenital, riwayat prematuritas, infeksi
maternal dan pemakaian obat-obatan selama kehamilan
20 DIAGNOSIS
Anamnesis
Fungsi Visual
Pemeriksaan Okular: Slit Lamp, Funduskopi,
USG
Pemeriksaan Lainnya, seperti :
pemeriksaan gula darah, galaktokinase
dalam darah, pemeriksaan TORCH, Analisis
kromosom
21
Differensial Diagnosis

Retinoblastoma
22 PENATALAKSANAAN

PRINSIP:
•Setelah diketemukan katarak maka
harus dicari faktor penyebab,
•Dilakukan pembedahan untuk
membersihkan lintasan sinar dari
kekeruhan
23 PENATALAKSANAAN
Disisi lensa
• Indikasi
• Bayi usia <1thn
• Pada pemeriksaan Fundus tidak terlihat

Ekstraksi linier
• Indikasi
• Usia 1-35 tahun
• Kekeruhan bersifat lunak
KOMPLIKASI
24

Glaucoma

strabismus

Ambliopia

Kehilangan
penglihatan
25 PROGNOSIS

Prognosis visus age of onset, jenis, tindakan operasi

>> buruk : katarak kongenital unilateral


>> baik : katarak kongenital bilateral inkomplit
26 KESIMPULAN

 Katarak kongenital adalah katarak yang mulai terjadi sebelum atau


segera setelah lahir dan bayi berusia kurang dari 1 tahun.
 Katarak yang luas dan padat dapat menimbulkan leukoria (pupil yang
putih), hal ini dapat dilihat oleh orang-orang di sekitarnya.
 Katarak kongenital unilateral yang diameternya lebih dari 2 mm akan
mengakibatkan ambliopia permanen jika tidak ditatalaksana sampai
usia 2 bulan.
 Pemeriksaan dilatasi fundus direkomendasikan untuk pemeriksaan kasus
katarak unilateral dan bilateral.
27

 Prinsip terapi katarak kongenital adalah setelah diketemukan katarak maka


harus dicari faktor penyebab, apakah galaktosemia, rubella, toksoplasmosis,
dan lain-lain.
 Prognosis visus tergantung dari jenis katarak (unilateral/bilateral, total/parsial),
ada tidaknya kelainan mata yang menyertai katarak, tindakan operasi (waktu,
teknik, komplikasi) dan rehabilitasi tajam penglihatan pasca operasi.
28