Anda di halaman 1dari 35

LAPORAN KASUS

RETENSIO PLASENTA EC MIOMA


UTERI

Oleh
Ahmad Marzuki Rifki Hanafi, S.Ked
NIM. I4A011001
Pembimbing :
dr. Hardian Sauqi, SpOG – (K)FER

Bagian Ilmu/SMF Obstetri dan Ginekologi


FK UNLAM/RSUD ULIN BANJARMASIN
Juli, 2016
Pendahuluan
Retensio plasenta adalah tertahannya atau
belum lahir plasenta hingga atau melebihi
waktu 30 menit setelah bayi lahir.

Penyebab ada 3 faktor


1. Faktor maternal
2. Faktor Uterus
3. Faktor plasenta

Faktor uterus----Mioma uterus


Definisi Mioma Uteri

neoplasma jinak yang berasal dari otot uterus


dan jaringan ikat pada organa genitalia
feminima
Epidemiologi
• Banyak ditemukan pada:
– Wanita usia produktif
– Nulipara

• Jarang pada:
– Sebelum Menarke
– Setelah menopause
Klasifikasi
Faktor Risiko
Usia

Kehamilan Mioma Paritas

R/
Keluarga
Gejala Klinis

• PUD/AUB

• Terasa ada benjolan


• Nyeri perut

• Efek penekanan
• Gangguan BAK dan BAB
Laporan Kasus
Identitas Pasien

• Nama : Ny. F
• Umur : 33 tahun
• Agama : Islam
• Suku : Banjar
• Pendidikan : SD
• Pekerjaan : Ibu rumah tangga
• MRS tanggal : 28 Mei 2016
Anamnesis

KU: Keluar ciri

• Pasien merupakan rujukan RS RaZa dengan diagnosis


Retensio plasenta + mioma uterus.
• Pasien awalnya hamil 8 bulan dan mengeluhkan keluar
ciri persalinan 3 hari SMRS
• Pasien kemudian dibawa ke bidan. Hasil pemeriksaan
denyut jantung bayi pasien sudah tidak ada dan posisi
sungsang. Kemudian dirujuk ke RS RaZa
Kondisi DI RS Ratu Zalecha
• Bayi pasien sudah berhasil dilahirkan dalam
keadaan meninggal. Kemudian plasenta tidak
lahir > 30 menit sehingga dilakukan manual
plasenta.
• Manual plasenta gagal karena terhalang benjolan.
Setelah itu dilakukan USG dan dikatakan terdapat
mioma besar menutupi jalan lahir.
• Pasien kemudian dirujuk ke rumah sakit Ulin
untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.
RPD RPK

• Keluhan • Keluhan
Serupa (-) serupa (-)
• Hipertensi (-) • Hamil di luar
• Diabetes kandungan (-)
Mellitus (-) • Hipertensi (-)
Riwayat Haid

•Menarche umur 12 tahun,


siklus haid 28 hari, lama haid
5-7 hari, tidak ada keluhan
selama haid.
•Keluhan saat haid : (-)
Riwayat Perkawinan
• Pasien menikah 1 kali selama 4 tahun

Riwayat Obstetri
• 2016/IUFD/hamil ini

Riwayat Pemakaian Kontrasepsi


• Pil KB

Riwayat Antenatal Care


• Pasien memeriksakan jarang kandungannya
• USG (-)
Pemeriksaan Fisik

• Kesadaran : Compos Mentis

• Tanda Vital
Tekanan Darah = 100/70 mmHg
Respirasi = 20 kali/menit
Nadi = 80 kali/menit
Suhu = 36,8o C
• Paru :
•I = Bentuk simetris
P = Fremitus raba simetris
Thorax P
A
= Sonor
= Suara napas vesikuler,
ronkhi (-/-), wheezing (-/-)

•I = distensi (-)
•A = bising usus normal
Abdomen •P = timpani
•P = defans muscular (-)
• Mata cekung (-/-)
• Edema palpebra (-/-)

K/L • konjungtiva pucat (-/-),


• sklera ikterik (-/-),
• diameter pupil 3 mm/3 mm,
• refleks cahaya +/+, pupil isokor.

• Jantung :

Thorax •I
P
P
A
= Iktus tidak terlihat
= Thrill tidak teraba
= Tidak ada pembesaran jantung
= S1 dan S2 tunggal
• Atas : Akral hangat (+/+),
edema (-/-), gerak normal,
nyeri gerak (-/-)
Ekstremitas
• Bawah: Akral hangat (+/+),
edema (-/-), gerak normal,
nyeri gerak (-/-)
Pemeriksaan Khusus Obstetrik dan
Ginekologi

1. Inspeksi : Tampak perut membuncit setinggi pusat


2. Palpasi : Teraba masa (+) Keras (+) licin (+) batas
tegas(+) mobile (+)Nyeri tekan (-)

3. Pemeriksaan Dalam : Tidak dilakukan


PEMERIKSAAN NILAI NILAI RUJUKAN SATUAN
Hemoglobin 12.8 14.0-18,0 g/dl
Leukosit 16.7 4,0-10,5 ribu/ul
Eritrosit 4.30 3.90-5.50 juta/ul
Hematokrit 29,4 37-47 vol%
Trombosit 252 150-450 ribu/ul
Pemeriksaan
RDW/CV 17,8 11,5-14,7 %
Penunjang MCV 76,2 80.0-97.0 Fl
MCH 23,8 27.0-32.0 Pg
MCHC 31,2 32.0-38.0 %
Hasil Lab FUNGSI HATI

(28/05/16) Biliruubin total


Bilirubin direk
0,66
0,45
0,20-1,20
0,00-0,40
Mg/dl
Mg/dl
Bilirubin indirek 0,21 0,20-0,60 Mg/dl
SGOT 34 0-46 U/I
SGPT 20 0-45 U/l
Protein total 6,1 6,2-8,0 Mg/dL
Hasil PT 11,4 9,9 – 13,5 Detik
INR 0,9 - -
Control normal PT 11,4 - -
Hasil APTT 26,5 22,2 – 37,0 Detik
USG RS Ratu Zalecha
USG RS Ulin
Diagnosis

Retensio Plasenta ec Mioma uteri


Tatalaksana

Pasien kemudian dilakukan kuretase pada


tanggal 29 Mei 2016.
Namun peralatan kuret tidak bisa mencapai sisa
plasenta

Pro Histerektomi
Inf. RL: D5 (2:1)/24 jam
Inj.Asam Traneksamat 3x1amp
Inj.Ceftriaxone 2x1vial
Inj.Vit C 3x1amp
Inj.Alinamin F 3x1amp
Inj,Ketorolac 3x1amp
Pembahasan
Pembahasan
(Anamnesis)
KASUS
Post partum --- plasenta tidak Tanda-Tanda Retensio
lahir dalam waktu > 30 menit Plasenta
Perdarahan (+)

sesuai

TEORI
-dikatakan Retensio Plasenta, jika plasenta tidak lahir > 30 menit
setelah bayi lahir.
- Keluhan : perdarahan pervaginam
Pembahasan
(Anamnesis)
KASUS
Teraba Benjolan di perut
semakin lama makin Susp Mioma
membesar sejak 1 tahun.
Namun tidak ada nyeri

sesuai

TEORI
-Klinis: mengeluhkan benjolan di perut dengan atau tanpa gejala
-gejala:
+ nyeri (jika ada gangguan sirkulasi)
+ Perdarahan pervagina
+Efek Penekanan : gangguan BAK dan BAB
Pembahasan
(Faktor Risiko)

Mioma paling sering terjadi


pada wanita usia 35-45.
Usia Produktif
jarang pada usia sebelum
menarke
Pembahasan
(Faktor Risiko)

Berdasarkan penelitian
Mioma uterus lebih sering
Nulipara terjadi pada wanita yang tidak
punya anak atau hanya 1
anak.
Pembahasan
(Pemeriksaan Fisik)

Palpasi:
Teraba massa padat uk 7x6cm
Konsistensi padat Tumor jinak Uterus
Batas tegas
Permukaan licin
Mobile
Nyeri tekan (-) sesuai

TEORI

-Mioma Uterus
Penunjang
• USG
• - tidak ada penebalan dinding endometrium
• - Terdapat mioma uterus dan sisa plasenta
yang mengalami kalsifikasi
Pembahasan
(Tatalaksana)

Retensio plasenta ec Mioma Uterus


pada kasus direncanakan untuk
histerektomi.

terapi yang diberikan pada pasien


adalah injeksi alinamin F 3x1, injeksi
ceftriaxon 2x1, injeksi ketorolac 3x1,
injeksi vitamin C 3x1, dan injeksi asam
traneksamat 3x1.
Penutup
• Telah dilaporkan sebuah kasus Ny.F dengan diagnosis P1A0 Post
partum + retensio plasenta e.c mioma uteri. Diagnosis ditegakkan
berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, follow up dan
pemeriksaan penunjang. Penatalaksanaan yang dilakukan pada
pasien adalah operasi histerektomi via poli kandungan. Terapi
yang diberikan post operasi yaitu injeksi alinamin F 3x1, injeksi
ceftriaxon 2x1, injeksi ketorolac 3x1, injeksi vitamin C 3x1, dan
injeksi asam traneksamat 3x1.
• Pasien dirawat selama 3 hari terhitung dari tanggal 28 Mei 2016
sampai dengan 1 Juni 2016 di Ruang Cempaka RSUD Ulin
Banjarmasin. Pasien diperbolehkan pulang atas izin dokter.
Terima Kasih