Anda di halaman 1dari 37

ISLAM

&
GLOBALISASI BUDAYA

1. Galuh try. 125524054


2. M. Habib a. 125524201
3. Ahmad zadit t. 125524211
Pendahuluan
Globalisasi merupak sesuatu yang tak akan terlepas oleh perkembangan
dunia saat ini. Masyarakat seluruh dunia bergantung pada aspek
kehidupan dari mulai budaya, ekonomi, maupun politik. Budaya global
ditantai oleh integrasi budaya lokal kedalam tatanan global.

Posisi umat islam


1. Dibidang politik : maraknya aksi demonstrasi yang berujung pada
penuntutan reformasi dan revolusi yang sebenarnya itu semua tidak lepas
dari skenario barat yang bertujuan untuk menjadikan boneka yang dapat
memberikan kekuasaan terhadap negara barat dengan cara mimilih
pemimpin yang dapat berpelukan dengan negara barat.
2. Dibidang ekologis : yaitu bencana alam yang diakibatkan oleh
industri negara maju yang mengakibatkan polusi terhadap keadaan
alamnya sendiri.
3. Dibidang ekonomi : penguasaan perekonomian global oleh negara-
negara maju terhadap negaar-negara miskin. Dengan memberikan suatu
solusi tetntang pengolahan SDA yang akhirnya membuat negara tersebut
bergantung oleh negara maju (negara barat), dan juga karena adanya
masalah hutang-hutang negara miskin tersebut.
Apa itu Globalisasi ?
BIPOLARISME KONSEP GLOBALISASI
(Bipolarisme = 2 Kutub)

KUTUB KUTUB
INTERDEPENDENSI DEPENDENSI
(John Naisbitt, David Ricardo) (Peter Druckker, Cohen,
Giddens)
Globalization
(Pandangan Kutub Interdependensi)

 Globalization is the process of increasing interdependence


among countries and their citizens in all aspect.
(Globalisasi adalah proses peningkatan hubungan yang saling
bergantung antar negara dan warga negara dalam segala aspek)

 Economic globalization is the process of increasing economic


interdependence among countries and their citizens.
(Globalisasi ekonomi adalah proses peningkatan saling
kebergantungan ekonomi antar negara dan antar warga negara)
A BEAUTIFUL IMAGE ……!
(Suatu gambaran yang indah…….!)

Benarkah indah? Harmonis?


Prof. V. Lodge dalam bukunya “the impact of Globalization (1996) justru
berpandangan negatif, globalisasi digambarkan sbg:

"... a process forced by global flows of people, information, trade and


capital. It is accelerated by technology, which is driven by only a few
hundred multinational corporations and may be harmful to the
environment. There in lies the conundrum of whether it is wise to leave
globalization in the hands of these few corporations, or might it not make
more sense to seek greater involvement from the global community”.

1. Dunia dikendalikan oleh beberapa perusahaan multinasional


2. Tersirat suatu kebohongan permainan kata, yang tampaknya
bijaksana, sehingga keberadaannya diterima setiap orang, agar
dunia rela dalam genggaman beberapa perusahaan
The Real Phenomenon
(Fenomena Nyata)

Globalisasi akan menciptakan


“KEBERGANTUNGAN” (dependensi)
Bukan “SALING KEBERGANTUNGAN”
(interdependensi), bahwa “yang kuat
justru akan menindas dan mencengkeram
yang lemah”
PESIMISME KUTUB DEPENDENSI

Globalization Dimensions:
Global capitalist economy & diminishing
political power of nation-state governments
(Right-wingers)
(Terjadinya Ekonomi Kapitalis Global &
Penurunan power pemerintahan negara)

Social relations- “stretching” (Giddens)


(Interaksi Sosial Yang Semakin Melebar)

Culture – a sense of “global consciousness”


(Robertson)
(Kebudayaan – suatu perasaan kesadaran
global)
1) Globalization of Economics
The rise of neo-capitalism (neo-liberalism)
(Bangkitnya kapitalisme baru)

2) Globalization of Politics
The end of the nation-state
(Berakhirnya negara kebangsaan)

3) Globalization of Social Relations


The stretching of social relations
(Longgarnya hubungan sosial antar bangsa)

4) Globalization of Culture
Homogenization: Cultural imperialism
(Homogenisasi: Imperialisme Kebudayaan)
Nation-state IS losing power
(Negara Kebangsaan mengalami penurunan kekuasaan)

Economically:
1) power of MNC (Kekuasaan Korporat Internasional)
2) forces of world market (Kekuatan Pasar Dunia)
Politically:
1) International bodies and law (Persekutuan & Hukum
Internasional)
e.g. United Nations, European Union
Culturally:
1) Cultural influences from all over world (Pengaruh Kebudayaan
dari segala penjuru dunia)
2) Trans-national media – public opinion (Media trans-nasional &
Opini Publik)
HEGEMONI KAPITALIS BARAT
TERHADAP NEGARA LEMAH
Negara Periperal

INDUSTRI INDUSTRI
HULU HILIR

(Dependensi)

REZIM KAPITALIS PUBLIK


GLOBAL CULTURE
INDUSTRIAL INTEREST POP CULTURE
(Kepentingan Industri) (Kebudayaan Pop)

MARKET PENETRATION
(Menembus Pasar)
INCIDIOUS LIFE STYLE
MISSION CHANGE
(Misi Tersembunyi) Perubahan Gaya Hidup
EFEK GLOBALISASI
PADA SEKOLAH

Bringing the outside world into


classrooms
FAKTA DIBALIK ISSUE
DRUGS, VIOLENCE, AND CRIME:
THE SPECIFIC ISSUES
• Pharmacological violence — acts of violence committed while
under the influence of a particular drug.
• Kekerasan Farmakologi - tindakan kekerasan yang dilakukan
sementara di bawah pengaruh obat tertentu

• Economically compulsive violence — acts of violence that are


committed by the drug abuser to secure money to buy drugs
• Kekerasan ekonomi kompulsif - tindakan kekerasan yang dilakukan
oleh pelaku narkoba untuk mengamankan uang untuk membeli obat

• Systemic violence — acts of violence committed by aggressive


behaviors within a network of illicit drug trafficking and
distribution
• Kekerasan sistemik - tindakan kekerasan yang dilakukan oleh perilaku
agresif dalam jaringan perdagangan obat-obatan terlarang dan
distribusi
MISI TERSELUBUNG
GLOBALISASI DIBALIK
GERAKAN ISLAM LIBERAL

Drs. Mowo Purwito R., Dipl.HRD., S.Th, MAR

(Muhammad Yusuf Muttaqin)


Blow Up Islam Liberal di
Indonesia
 Buku: “Islamic Liberalism” (Chicago, 1988)
karangan Leonard Binder
 Buku: “Liberal Islam: A Source Book (Oxford,
1998) Karangan Charles Kurzman (Diterbitkan
juga oleh paramadina, Juni 2001)
 Disertasi: “Gagasan Islam Liberal di Indonesia”
dari Greg Barton, Monash University (Diterbitkan
Paramadina, April 1999)
ASAL MULA ISTILAH
 Pencetus “Ali Asghar Fyzee” (Intelektual
Muslim India). Ada 2 istilah yang dipakai:
Islam Liberal dan Islam Protestan
 Dipopulerkan oleh Charles Kurzman
Gagasan Awal
 Islam bukan agama Ortodok
 Sehingga Islam harus kompatibel dengan
perkembangan jaman
 Maka, Islam harus berorientasi masa depan
bukan masa silam
Pengaruh Historikal Liberalisasi
Agama
 Konsep Albert Hourani tentang periode
liberalisasi (liberal age) th. 1798-1939
mendeskripsikan makna liberal secara dualistik
(makna ganda):
1. Liberalisasi kaum muslim dari
kolonialisme (dekolonialism)
2. Liberalisasi kaum muslim dari cara berpikir
yang menghambat kemajuannya
(modernism)
Muhammad Abduh
Sang Liberalis Islam
- Muhammad Abduh (1849-1905) disebut sebagai
sang liberalis. Bahkan Hasan Hanafi (Intelektual
Mesir) menyetarakan Abduh dengan Hegel
- Menurut Hasan Hanafi, Ada 2 musuh utama
liberalisme: (1) Konservatisme dan (2)
Fundamentalisme
- Kedua musuh tersebut menghambat
perkembangan Islam sebagai Agama yang
Dinamis-Progresif
Landasan Penafsiran JIL
1. Membuka pintu Ijtihad seluas-luasnya, karena Islam agama
progresif baik dlm masalah muamalat (interaksi sosial), ubudiyyat
(ritual) maupun ilahiyyat (teologi)
2. Mengutamakan semangat religio-etik, bukan sekedar literal teks
dari Qur’an dan hadist
3. Mempercayai kebenaran relatif karena adanya ruang dan waktu
4. Memihak pada kaum minoritas dan marginal (pengaruh teologi
pembebasan Gustavo Guiterez)
5. Meyakini Kebebasan Beragama
6. Memisahkan Otoritas Duniawi dengan Ukhrawi (Otoritas
Keagamaan dan Politik)
Doktrin Islam Liberal
 Dekontruksi Penafsiran Al-Qur’an &
Hadist
 Desakralisasi Tradisi Ulama
 Humanisme Al-Qur’an
 Penafsiran Interdisipliner
Pengaruh Studi
Hermeneutika
(Ilmu Tafsir Alkitab/Injil)

DEKONSTRUKSI
PENAFSIRAN AL-QUR’AN
& HADIST
Poin-Poin Dekonstruksi
1. Kategorisasi Ayat AL-Qur’an & Hadist (seperti
yang dilakukan dlm metode Hermeneutika)
Ayat Absolut --------- Ayat Situasional
2. Kontekstualisasi Ayat Qur’an & Hadist
Textual ----------------- Contextual
Asbabun Nuzul
Asbabul Wurud
Re-interpretasi

PAST >< PRESENT >< FUTURE


Poin-Poin Dekonstruksi
3. Humanisme Al-Qur’an & Hadist
- HAM (Human Rights)
- Feminisme (Kesetaraan Gender)
4. Penafsiran Multidisipliner
- Antropologi - Sosiologi
- Fenomenologi - dll

Monodisipliner Multidisipliner
ASAS PENALARAN DALAM
PENAFSIRAN QUR’AN-
HADIST
 Reasoning Process Authority
(Otoritas Proses Penalaran)
 Metode Dialektika
(Bernalar secara dialektika, seperti pola
hegelian)
Doktrin Pluralisme Agama
1. Relativisme

Eksklusif Pluralisme
Islam satu-satunya Islam salah satu
kebenaran kebenaran

2. Tasamuh Universal (Kebersamaan Universal)


Kebersamaan Kebersamaan
Sosial Ritual
PERSOALAN
INTERNAL UMAT
ISLAM
Fanatisme buta (blind fanatism)

Agama X Agama Y
Efek latent

Teori Integrasi Robert Merton


Efek manifest
Masalah Kemiskinan Umat yang belum ditangani secara serius
Perlunya bentuk dakwah seperti protestan: Penginjilan Konvensional
(Conventional Gospel) dan Penginjilan Sosial (Social Gospel)  yang kemudian
berkembang menjadi proyek Pemberdayaan Masyarakat (Community
Development)
Mengapa Kebangkitan Islam
masih dalam Tataran
Kesemarakan Belaka
(splendor)
(slogan, atribut, asesoris) ?

Belum menjadi Konfigurasi Nyata


(the real configuration)
Karena masih ada gap (kesenjangan)
antara

Apa yang Apa yang


seharusnya dengan terjadi
(das sollen) (das sein)

Islamic Values Secularism


INDIKASI
Educational Entertainment
1. Religiousity Religiousity
(Pengajaran) (Hiburan)
Spiritualitas
2.
Life style Obligation

(Gaya Hidup) (Kewajiban)


RELIGION
NEED WANT

Eskapisme (Pelarian)
SEKIAN DAN TERIMA KASIH