Anda di halaman 1dari 30

Disampaikan oleh:

Dr. Rusipah, MKes – WHO EPI


Pada Pelatihan SO Surveilans AFP -
PD3I,
Jakarta, 1 Maret 2013

Investigation-AFP 2013, 1
Satu Kasus AFP adalah KLB

Segera dilaporkan dan dilacak

Investigation-AFP 2013, 2
Kasus AFP yang dilaporkan dan dilacak:

Tahun lalu Tahun ini

01 Jan 31 Des

31 Mei

1. Kelumpuhan terjadi dalam tahun ini


2. Sebelum bulan Mei: Kasus yang
kelumpuhannya terjadi tahun lalu
Investigation-AFP 2013, 3
Tujuan pelacakan kasus AFP

1.Memastikan kebenaran kasus AFP.


2.Mengumpulkan data epidemiologis
(FP1).
3.Mengumpulkan spesimenkonfirmasi
Lab.
4.Mencari kasus tambahan.
5.Memastikan residual paralysis.
Investigation-AFP 2013, 4
TIM PELACAK KASUS AFP

 Surveilans Kabupaten/Kota
 surveilans puskesmas /dokter
puskesmas/RS
 Petugas propinsi (bila dibutuhkan)

Investigation-AFP 2013, 5
Tim pelacak AFP harus memiliki
pengetahuan dan keterampilan
:

1.Identifikasi kasus AFP


2.Pemberian nomor EPID.
3.Pengumpulan spesimen dan tatalaksana
kasus.
4.Cara-cara sederhana untuk
mengurangi/mencegah kecacatan akibat
kelumpuhan.
Investigation-AFP 2013, 6
PROSEDUR PELACAKAN
KASUS AFP

¤ Mengisi FP1
¤ Mengumpulkan 2 spesimen tinja
¤ Menjelaskan kepada orang tua
cara perawatan sederhana dan
pentingnya rehabilitasi medik
mencegah/mengurangi
kecacatan.
Investigation-AFP 2013, 7
Prosedur Pelacakan Kasus AFP, Lanjutan

¤ Upayakan setiap kasus mendapat


perawatan tenaga medis
¤ Mencari kasus tambahan, melalui:
orang tua, toma, kader, guru dll
¤ Melakukan Follow up 60 hr, apabila
spesimen tidak adekuat atau hasil
lab positif virus polio vaksin.

Investigation-AFP 2013, 8
NOMOR
EPIDEMIOLOGI

Investigation-AFP 2013, 9
PEMBERIAN NOMOR EPID:
Nomor kode yang khas bagi setiap
penderita AFP

Tujuan, untuk:
1. Untuk kepentingan KU dan
pengelolaan spesimen
2. Menghubungkan antar data (klinis,
Epid, demografi dan lab)
3. Mengetahui sebaran ks AFP
4. Menghindari duplikasi RR

Investigation-AFP 2013, 10
Pemberian No-Epid
Oleh DinKes Kab/Kota yang membawahi tempat
tinggal kasus 1 bulan sebelum lumpuh
Bila penderita dirawat di luar wilayah domisili,
maka DinKes Kab/Kota LUAR WILAYAH
tersebut HARUS informasikan dan
koordinasikan dengan kab/kota domisili
kasus.
Bila nomor EPID belum bisa ditentukan saat
spesimen dikirim ke lab, FP1 TETAP HARUS
dikirim tanpa nomor EPID
Investigation-AFP 2013, 11
Pemberian No-Epid, Lanjutan

Kab/kota domisili kasus bertanggung jawab


memberikan nomor EPID yang BENAR dan
memberitahu propinsi, lab dan pusat dalam
waktu 72 jam sejak pengiriman spesimen ke
lab.
Daftar nomor EPID HARUS disimpan di
kab/kota domisili kasus.
Bila nomor EPID sudah digunakan atau
salah diberikan, nomor tersebut TIDAK
BOLEH digunakan lagi.
Investigation-AFP 2013, 12
TATA CARA PEMBERIAN NOMOR EPID
Kasus AFP
PP DD TT NNN

Terdiri dari 9 digit, sebagai berikut:

Digit ke I – II : kode propinsi


Digit ke III – IV : kode kabupaten/kota
Digit ke V – VI : tahun kelumpuhan
Digit ke VII – IX : kode penderita
Kode penderita dimulai dengan nomor 001 pada
setiap tahun
Contoh:
040111001: 04 01 13 001
Kasus AFP nomor urut 1 tahun 2013 dari Kota
Padang, Propinsi Sumatera Barat Investigation-AFP 2013, 13
TATA CARA PEMBERIAN NOMOR EPID
Kontak Kasus AFP

Nomor EPID Kontak adalah: Nomor EPID Hot Case didahului


dengan “C” dan nomor urut kontak

Contoh:
kontak Hot Case dari Kasus nomor urut 1 tahun 2013
Kota Padang, Propinsi Sumatera barat

1. C1/040113001
2. C2/040113001
3. C3/040113001
4. C4/040113001
5. C5/040113001
Investigation-AFP 2013, 14
Investigation-AFP 2013, 15
Laporan Dari:
Diisi siapa yang melaporkan penemuan kasus AFP
ke kabupaten/kota, pilihannya:

1. RS: …………….
2. Puskesmas …………
3. Dokter praktek …………..
4. Lainnya ……………..

Investigation-AFP 2013, 16
Tanggal Laporan diterima:
• Diisi tanggal diterima laporan kasus AFP oleh kab/kota.
• Puskesmas atau RS yang menemukan harus segera
melaporkan ke kab/kota dalam wkt 24 jam pertama

Tanggal dilakukan Pelacakan:


• Diisi tanggal kasus AFP mulai dilakukan pelacakan
• Pelacakan harus dilakukan segera dalam waktu 48 jam
setelah laporan diterima

Investigation-AFP 2013, 17
I. Identitas Penderita

Nama Penderita : diisi lengkap dan jelas


Jenis kelamin : L atau P
Tanggal lahir/Umur : …th dan …bulan
Alamat : diisi lengkap dan jelas
Kelurahan/desa dan kecamatan: diisi jelas dan
lengkap
Nama orang tua : diisi lengkap dan jelas

Investigation-AFP 2013, 18
II. Riwayat Sakit (1)

Tanggal mulai sakit:


• diisi tanggal mulai merasakan
gejala/keluhan yang berhubungan
dengan kelumpuhan, seperti nyeri,
kesemutan, rasa tebal/kebal.

Investigation-AFP 2013, 19
II. Riwayat Sakit (2)

Tanggal mulai lumpuh:


• diisi tanggal mulai terjadi kelumpuhan
(kekuatan otot menurun menjadi kurang
dari 5).

Tanggal meninggal:
• apabila penderita meninggal sebelum
dilakukan pengumpulan 2 spesimen.

Investigation-AFP 2013, 20
II. Riwayat Sakit (3)

Sebelum dilaporkan, Apakah penderita berobat


ke Unit pelayanan lain? (1)

Tidak,
• Bila sebelumnya tidak pernah berobat kemanapun
(kecuali ke tempat pelayanan pelapor)

Ya,
• Bila pernah berobat ke Unit pelayanan kesehatan lain
(formal/informal) sebelum berobat ke Unit pelayanan
pelapor  lanjutkan pertanyaan selanjutnya….

Investigation-AFP 2013, 21
II. Riwayat Sakit (4)

Sebelum dilaporkan, Apakah penderita berobat


ke Unit pelayanan lain? - YA
Nama Unit Pelayanan:
• diisi nama unit pelayanan sebelumnya secara lengkap
dan jelas.
Tanggal berobat:
• diisi tanggal berobat ke unit pelayanan sebelumnya.
Diagnosis:
• diisi diagnosis/nama penyakit yang ditentukan oleh unit
pelayanan sebelumnya.
No. rekam medik:
• diisi nomor rekam medik yang diberikan oleh unit
pelayanan sebelumnya.
Investigation-AFP 2013, 22
II. Riwayat Sakit (5)

Apakah kelumpuhan sifatnya akut (1-14 hari)?


Ya, bila mulai dari gejala nyeri/kesemutan/rasa tebal/kebal
sampai terjadi kelumpuhan maksimal membutuhkan waktu 1
– 14 hari
Tidak, tapi > 14 hari  STOP LACAK

Apakah kelumpuhan sifatnya layuh (flaccid)?


Ya, bila kelumpuhan bersifat lunglai, lemas atau layuh, atau
terjadi penurunan tonus otot.
Tidak, bila kelumpuhan bersifat kaku  STOP LACAK

Investigation-AFP 2013, 23
II. Riwayat Sakit (6)

Apakah kelumpuhan disebabkan ruda paksa/trauma?


Ya, bila ada ruda paksa/trauma yang berakibat kelumpuhan,
seperti: trauma kepala, trauma tulang belakang, tulang
retak/patah.  STOP LACAK
Tidak, bila tidak didahului trauma yang berakibat kelumpuhan.

Bila kelumpuhan akut, layuh, tidak disebabkan


rudapaksa, lanjutkan pelacakan dan berikan
NOMOR EPID berdasarkan tempat tinggal
penderita 1 bulan sebelum lumpuh.

Investigation-AFP 2013, 24
III. Gejala dan Tanda

Apakah penderita demam sebelum lumpuh? Ya atau tidak


Ya, masih ada kemungkinan polio
Tidak, pasti bukan polio

Sebutkan anggota gerak yang mengalami kelumpuhan


disertai atau tidak dengan gangguan rasa raba, pada:
• Tungkai kanan,
• Tungkai kiri,
• Lengan kanan
• Lengan kiri
Bila terjadi kelumpuhan pada anggota tubuh lainnya,
sebutkan lokasinya.

Investigation-AFP 2013, 25
IV. Riwayat Kontak:
Dalam satu bulan sebelum sakit, apakah penderita
pernah bepergian?
Ya, sebutkan lokasi dan tanggal
 Untuk memperkirakan adanya kemungkinan tertular
dari daerah resiko tinggi
Tidak/tidak tahu.

Dalam satu bulan sebelum sakit, apakah penderita


pernah berkunjung ke rumah anak yang baru
mendapat imunisasi polio?
Ya, sebutkan lokasi dan tanggal
 Untuk memperkirakan adanya kemungkinan
terpapar virus vaksin polio yang menyebabkan VAPP
Tidak/tidak tahu.

Investigation-AFP 2013, 26
V. Status Imunisasi Polio:

Imunisasi Rutin PIN, Mop-up, ORI, BIAS Polio

Jumlah dosis
Harus diisi
Sumber Informasi: Catatan atau
Ingatan Responden

Tanggal imunisasi polio yang paling akhir: ??

Informasi jumlah dosis imunisasi polio sangat penting


sebagai bahan pertimbangan Kelompok Kerja Ahli
dalam mengklasifikasikan kasus AFP
Investigation-AFP 2013, 27
VI. Pengumpulan spesimen
Kapan tanggal pengumpulan spesimen 1
dan 2
Kapan tanggal pengiriman spesimen 1 dan 2
oleh kabupaten/kota ke propinsi atau
langsung ke laboratorium
Kapan tanggal pengiriman spesimen 1 dan 2
oleh propinsi ke laboratorium
Bila Tak diambil spesimen, alasan: ??? HARUS DIISI

Perhatikan TANGGAL PENGUMPULAN


spesimen 1 dan 2 TIDAK BOLEH mendahului
tanggal PELAPORAN atau PELACAKAN
Investigation-AFP 2013, 28
Petugas pelacak:
(Koordinator tim pelacak dari kab/kota)
Nama :
Tanda tangan :

Hasil Pemeriksaan :
Diagnosis:
(Causative/penyebab lumpuh) ditulis secara jelas

Nama DSA /DSS/DRM/ Dr /Pemeriksa lain:


Diisi jelas dan lengkap

No. Telp./ HP:


(untuk kepentingan konfirmasi/klarifikasi)

Tanda tangan:
Investigation-AFP 2013, 29
Investigation-AFP 2013, 30