Anda di halaman 1dari 89

ASSALAMU ALAIKUM WR. WB.

DAN
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA

M.K. Kimia Anorganik Dasar


(Zat Padat dan Cair)
Pertemuan Pekan 9

DR. Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si


SOAL PREE TEST KIMIA ANORGANIK DASAR
1. Jelaskan dengan singkat istilah berikut : Atom, Unsur,
Orbital, Bilangan Kuantum, Partikel, Valensi, Elektron
valensi, pasangan elektron bebas, Senyawa amfoter,
Metaloid, Hibridisasi, Ikatan ionik, Ikatan kovalen, Ikatan
Hidrogen, Mol, Molaritas, molalitas, Normalitas, ppm dan
Formalitas.
2. Buatlah konfigurasi elektron dari : 4Be, 8O, 16(O2),
17 Cl, 26 Fe, 2 (H 2 ), 15 (N2 )-,
29 Cu +, dan
17 (F 2 )+.

3. Jelaskan perbedaan kekuatan asam dan basa senyawa


berikut: HBr dan HF, H2SO4 dan H2CO3, HNO3 dan H2SO4,
NH4+ & (CH3)NH3+, NH3 & (CH3)NH2, Ca(OH)2 & KOH,
ClCH2COOH & CH3COOH & CH3CH2COOH & Cl2CHCOOH,
CH3CH2OH dan C6H5OH.
Kontrak Perkuliahan
 Terlambat 15 menit tidak boleh masuk.
 Kehadiran minimal 80% (= 6,4 x = 7 x)
 Kegiatan non akademik tdk boleh
mengganggu perkuliahan.
 Memakai baju kemeja.
 Pakai sepatu.
 HP harus off.
 Tidak ada pengulangan ujian.
 Tidak boleh merokok saat mengikuti
kuliah.
PENILAIAN
 Ujian : 50 %.
 Tugas : 25 %.
 Keaktifan, Soft Skill, dll : 25 %.

Catatan :
1. Tugas dikumpul tepat waktu ke Dosen.
2. Soft Skill : Nilai moral, etika, dll.
Literatur Kimia Anorganik Dasar
 Semua literatur Kimia Anorganik Dasar (Basic
Anorganic Chemistry) dan Kimia Umum (General
Chemistry).
 Buku wajib :
1. Dasar-Dasar Kimia Anorganik (Muh. Sjahrul)
2. Kimia Anorganik (Albert Cotton).
 Buku Penunjang:
1. General and Inorganik Chemistry (P. J. Durrant)
2. Kimia Dasar (Petrucci, Suminar) 2 JILID
3. Kimia Dasar dan Larutan (Hiskiah Ahmad)
4. Prinsip-2 Kesetimbangan Kimia (Kenneth Denbigh).
5. Padatan Oksida Logam (Ismunandar), dll.
KARAKTERISTIK ZAT
1. PADAT: Zat berwujud padat, terbentuk oleh
ikatan (ionik, logam, koordinasi dan kovalen),
energinya ditentukan oleh energi vibrasi sehingga
pergerakan partikel tidak bebas, kestabilannya
lebih besar dari Zat cair, dll.
2. CAIR: Zat berwujud cair, terbentuk oleh
ikatan (ionik, hidrogen, koordinasi, kovalen, Van
der Walls), energinya ditentukan oleh energi
translasi sehingga pergerakan partikel lebih
bebas, kestabilan lebih kecil dari zat padat, dll.
Tugas (PR) Zat Padat dan Zat Cair
Soal: Carilah karakteristik zat padat dan zat cair,
perbedaan dan persamaan antara zat padat
dan zat cair.
Catatan:
1) Cantumkan literature yang anda pakai:
- BUKU TEKS, - JURNAL, ATAU DARI
- LITERATUR LAIN DI INTERNET (Cantumkan
alamat URL-nya serta tanggal aksesnya?.
2) Sertakan beberapa contoh molekul lengkap
dengan gambar struktur molekulnya.
TERIMA KASIH

SELAMAT BELAJAR

DOSEN : DR. Syahruddin Kasim, S.Si. M.Si.


ASSALAMU ALAIKUM WR. WB.
DAN
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA

Kimia Anorganik Dasar


Pertemuan Pekan 10

DR. Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si


Cara menyatakan Konsentrasi Zat Padat dan Zat Cair

1. Persen: %b/b, %b/v, %v/b, %v/v.


2. Molar: M  Berat zat terlarut
massa molekul zat terlarut  x volume larutan
berat zat terlarut
N 
3. Normal: (massa ekivalen zat terlarut) x (volume larutan)

4. Molal: Molal  molalitas 


berat zat terlarut
(massa molekul zat terlarut) x (Kg pelarut)
mol A
Fraksi mol zat A  X A 
5. Fraksi Mol: jumlah mol semua komponen

6. Formal : Mol Formula/ltr Larutan


Mol Formula = Massa/Massa molekul formula (m/MMF)
MMF = Massa molekul x jumlah formula zat dlm larutan.
7. ppm: mg zat terlar ut
ppm 
1.000.000 mgram larutan
SOAL KIMIA ANORGANIK DASAR
1. Hitunglah M dan N, jika 10 g Ca(OH)2
dilarutkan dalam 250 mL H2O.
Diketahui: MM Ca(OH)2 = 74 g/mol.

2. Hitunglah M,N,m dan F, jika 15 mL


H2CO3 dilarutkan hingga volume
larutannya 250 mL H2O, Diketahui:
ρ(H CO ) 1,2 g/ml= dan
2 3
ρ(H O) = 1 g/ml.
2
Sifat Koligatif Larutan
 Penaikan tekanan uap, penurunan titik didih
dan penaikan titik beku, Mengapa bukan ini.
 1. Penurunan Tekanan Uap
ΔP = Po – P P = XB . Po
P = XA . Po dan XA = 1 - XB
 2. Penaikan Titik Didih
Tb = Kb x m dan Tb = 100 + Tb
 3. Penurunan Titik Beku
Tf = Kf x m dan Tf = 0 - Tf
 4. Tekanan Osmosis
V = nRT  = n RT/V = CRT
Konsep dan Prilaku Osmosis
Osmosis: Secara umum adalah kondisi yang
terjadi pada zat cair dimana suatu zat atau bahan
dengan zat atau bahan lain yang ada
didalamnya dibatasi oleh suatu bidang batas
sehingga menyebabkan adanya perbedaan
tekanan (tekanan osmosis) diantara keduanya.
Penyebabnya ada 2: dari dalam atau dari luar.
1) Dari dalam: Perubahan molekul komponen zat
cair, pengaruh perkembangan sel, dll.
2) Dari luar: Masuknya berbagai macam zat baik
cair, padat maupun gas, termasuk zat hidup.
Sifat koligatif Larutan Elektrolit
 ΔTb = Kb x m x i ΔTf = Kf x m x I
 Tb = 100 + Tb Tf = 0 - Tf
 π = CRT x i i = 1 + (n – 1)α
Dimana
n = Jumlah ion dalam larutan
α = Derajat ionisasi
R = Tetapan Gas (0,0821 L.atm.mol-1.oK-1)
C = Konsentrasi Larutan
i = Faktor vant Hoff utk larutan elektrolit.
m = Molalitas larutan
T = Suhu Mutlak (oK)
Kb & Kf = Tetapan penaikan ttk didih & penurunan ttk beku.
ΔTb & ΔTf = Penaikan ttk didih & penurunan ttk beku.
Komposisi Kimia Air Susu
Sapi
1. Karbohidrat disakarida/laktosa =
4,9%
2. Lemak = 3,9%
3. Protein = 3,5%
4. Abu = 0,7%
5. Air = 83,5%
6. Kapur = 0,16%
7. Asam Phosfat = 0,19%
Komposisi Kimia Air Susu
CAP ENAK = 120 kkal
1. Karbohidrat = 7%
2. Lemak = 6%
3. Protein = 2%
4. Na = 2%
5. Air = 80,5%
6. K = 2%
7. Vit. A, B1, D3, Ca dan P = 0,5%
Komposisi Kimia Air Susu
CAP ENAK (Cokelat) = 120 kkal
1. Karbohidrat = 7%
2. Lemak = 5%
3. Protein = 2%
4. Na = 1%
5. Air = 82,38%
6. K = 1%
7. Kolesterol = 1%
8. Vit. A, B1, D3, Ca, P dan Fe= 0,62%
Komposisi Kimia Susu Omela

1. Karbohidrat = 41g/370g
2. Lemak = 5,5g/370g
3. Protein = 1g/370g
4. Natrium = 0,02g/370g
5. Kalium = 0,09g/370g
6. Sisanya Air = 87%
7. Energi = 120 kkal.
ENERGI DALAM RESPIRASI SEL
RESPIRASI SEL (sel eukariotik)
C6H12O6 + 6O2 6CO2 + 6H2O + Energi + Rsd
 Catatan Energi = 686 kkal/mol Glukosa.
Komposisi Lemak
Trigliserida
1. Lemak Biji Cokelat : P
O
S

O
2. Lemak Babi : P
S

Sifat khasnya : Atom C posisi β sulit


dihidrolisis namun pada posisi lain
mudah melalui enzim lipasse dalam
pangkreas pada pH 8,5 dan suhu 37oC.
TERIMA KASIH

SELAMAT BELAJAR

DOSEN : DR. Syahruddin Kasim, S.Si. M.Si.


ASSALAMU ALAIKUM WR. WB.
DAN
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA

Kimia Anorganik Dasar


Pertemuan Pekan 11

DR. Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si


Contoh Reaksi (Dijawab)
1. Mg(OH)2 = … 12. HPO42- = …
2. H2CO3 = … 13. HCO3- = …
3. NH3 = … 14. OH- = …
4. NH4+ = … 15. H3O+ = …
5. NH2- = … 16. Al(OH)2+ = …
6. HClO4 = … 17. CH3COOH = …
7. CH3COO- = … 18. SO2 = …
8. SOCl2 = … 19. (NH4)2SO3 = …
9. Cr(NH3)6Cl3 = … 20. CO2 = …
10. K3Fe(CN)6 = … 21. KO2 = …
11. [Co(NH3)6]3+ = … 22. [Fe(CN)6]3- = …
Contoh Reaksi (Dijawab, Kls A)
1. Mg(OH)2 = … 12. HPO42- = …
2. H2CO3 = … 13. HCO3- = …
3. NH3 = … 14. OH- = …
4. NH4+ = … 15. H3O+ = …
5. NH2- = … 16. Al(OH)2+ = …
6. HClO4 = … 17. CH3COOH = …
7. CH3COO- = … 18. SO2 = …
8. SOCl2 = … 19. (NH4)2SO3 = …
9. Cr(NH3)6Cl3 = … 20. CO2 = …
10. K3Fe(CN)6 = … 21. KO2 = …
11. [Co(NH3)6]3+ = … 22. [Fe(CN)6]3- = …
Contoh Reaksi (Dijawab, Kls B)
1. Mg(OH)2 = … 12. HPO42- = …
2. H2CO3 = … 13. HCO3- = …
3. NH3 = … 14. OH- = …
4. NH4+ = … 15. H3O+ = …
5. NH2- = … 16. Al(OH)2+ = …
6. HClO4 = … 17. CH3COOH = …
7. CH3COO- = … 18. SO2 = …
8. SOCl2 = … 19. (NH4)2SO3 = …
9. Cr(NH3)6Cl3 = … 20. CO2 = …
10. K3Fe(CN)6 = … 21. KO2 = …
11. [Co(NH3)6]3+ = … 22. [Fe(CN)6]3- = …
Contoh Reaksi (Jawaban)
1. Mg(OH)2 = B 12. HPO42- = A/B
2. H2CO3 = A 13. HCO3- = A
3. NH3 = B 14. OH- = B
4. NH4+ = A 15. H3O+ = A
5. NH2- = B 16. Al(OH)2+ = A/B
6. HClO4 = A 17. CH3COOH =A
7. CH3COO- = B 18. SO2 = A
8. SOCl2 = A 19. (NH4)2SO3 = B
9. Cr(NH3)6Cl3 = A 20. CO2 = A
10. K3Fe(CN)6 = A 21. KO2 = A
11. [Co(NH3)6]3+ = A 22. [Fe(CN)6]3- = B
KIMIA ASAM BASA
 Asam,Basa dan Garam
 Reaksi Asam Basa
 Elektrolit dan Non-Elektrolit
 Dissosiasi dan atau ionisasi
 Ionisasi Air
 Kekuatan Asam dan Basa (pH dan pOH)
 Netralisasi.
Konsep Asam Basa
 1. Arhenius (tahun 1890)
Asam : Zat yang dalam air melepaskan H+
Basa : Zat yang dalam air melepaskan OH-
 2. Brounsted-Lowrey (Protonik) tahun 1923

Asam : Ion/molekul yg memberi proton (H+)


Basa : Ion/molekul yg menerima proton (H+)
 3. Lewis

Asam :Spesies penerima pasangan elektron


Basa : Spesies pemberi pasangan elektron
 4. Sistim oksida Lux dan Flood

Asam :Spesies donor ion oksida


Basa : Spesies akseptor ion oksida
Konsep Asam Basa
 4. Cady dan Elsey (Sistem Pelarut)
Asam : Zat terlarut yang terdissosiasi melalui reaksi dlm
pelarut tertentu melepaskan kation karakteristik dari
pelarut.
Basa : Zat terlarut yang terdissosiasi melalui reaksi dlm
pelarut tertentu melepaskan anion karakteristik dari
pelarut.
 5. Usanovich (Rx pd senyawa kompleks = Lambat)

Asam : Spesies yg mampu memberikan kation untuk


bergabung dengan anion atau elektron atau
menetralkan basa untuk menghasilkan garam.
Basa : Spesies yg mampu memberikan anion atau elektron
untuk bergabung dengan kation menetralkan asam
untuk menghasilkan garam.
Contoh Reaksi (Soal)
1. Mg(OH)2 + H2O → MgOH+H2O + OH-
2. H2CO3 + H2O → HCO3- + H3O+
3. NH3 + H2O → NH4+ + OH-
4. H2O + H2O → H3O+ + OH-
5. NH3 + NH3 → NH4+ + NH2-
6. H3OCl + NaOH → NaCl + 2H2O
7. NH4Cl + NaNH2 → NaCl + 2NH3
8. SOCl2 + (NH4)2SO3 → (NH4)2Cl + 2SO2
9. CrCl3 + 6NH3 → Cr(NH3)6Cl3
10. FeCl3 + 6KCN → Fe(CN)6K3 + 3KCl
11. [Co(NH3)6]3+ + 6H3O+ →[Co(H2O)6]3+ + 6NH4+
Contoh Reaksi (Jawaban)
1. Mg(OH)2 + H2O → MgOH+H2O + OH-
2. H2CO3 + H2O → HCO3- + H3O+
3. NH3 + H2O → NH4+ + OH-
4. H2O + H2O → H3O+ + OH-
5. NH3 + NH3 → NH4+ + NH2-
6. H3OCl + NaOH → NaCl + 2H2O
7. NH4Cl + NaNH2 → NaCl + 2NH3
8. SOCl2 + (NH4)2SO3 → (NH4)2Cl + 2SO2
9. CrCl3 + 6NH3 → Cr(NH3)6Cl3
10. FeCl3 + 6KCN → Fe(CN)6K3 + 3KCl
11. [Co(NH3)6]3+ + 6H3O+ →[Co(H2O)6]3+ + 6NH4+
Contoh Reaksi (Soal)
1. 2PbO + PbS → 3Pb + SO2
2. HClO4 + CH3COOH → ClO4- + CH3COOH2+
3. PbI2 + 2KNH2 → PbNH + 2KI + NH3
4. HgCl2 + 2NH3 → HgNH2Cl + NH4Cl
5. HNO3 + 2H2SO4 → NO2+ + H3O+ + 2HSO4-
6. BF3 + 2HF → H2F+ + BF4-
7. NH4Cl + CH3CN → CH3Cl + NH4CN
8. SO3 + H2O → H2SO4
9. CaO + H2O → Ca(OH)2
10. CaO + SO3 → CaSO4
11. NH3 + CO(NH2)2 → NH4+ + CONH2NH-
Contoh Reaksi (Jawaban)
1. 2PbO + PbS → 3Pb + SO2
2. HClO4 + CH3COOH → ClO4- + CH3COOH2+
3. PbI2 + 2KNH2 → PbNH + 2KI + NH3
4. HgCl2 + 2NH3 → HgNH2Cl + NH4Cl
5. HNO3 + 2H2SO4 → NO2+ + H3O+ + 2HSO4-
6. BF3 + 2HF → H2F+ + BF4-
7. NH4Cl + CH3CN → CH3Cl + NH4CN
8. SO3 + H2O → H2SO4
9. CaO + H2O → Ca(OH)2
10. CaO + SO3 → CaSO4
11. NH3 + CO(NH2)2 → NH4+ + CONH2NH-
Kekuatan Asam Basa
 Kekuatan Asam Basa Tergantung pada :
1. Kemampuan ionisasi.
2. Ukuran ion dan jarak ikatan.
3. Besar muatan.
4. Bilangan oksidasi.
5. Pengaruh efek elektronik.
6. Nilai konsentrasi.
7. Delokalisasi elektron.
8. Tetapan kesetimbangan.
9. Jenis atom pusat dan ligan.
TERIMA KASIH

SELAMAT BELAJAR

DOSEN : DR. Syahruddin kasim, M.Si.


ASSALAMU ALAIKUM WR. WB.
DAN
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA

Kimia Anorganik Dasar


Pertemuan Pekan 12

DR. Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si


Kekuatan Asam Basa
 Kekuatan Asam Basa Tergantung pada :
1. Kemampuan ionisasi.
2. Ukuran ion dan jarak ikatan.
3. Besar muatan.
4. Bilangan oksidasi.
5. Pengaruh efek elektronik.
6. Nilai konsentrasi.
7. Delokalisasi elektron.
8. Tetapan kesetimbangan.
9. Jenis atom pusat dan ligan.
1. Kemampuan ionisasi : Semakin mudah
terionisasi, maka semakin kuat sifat asam
atau basa zat ybs.

2. Ukuran atau jarak ikatan : Semakin panjang


jarak ikatan semakin mudah melepaskan
karakter asam atau basanya, maka sifat
asam atau basanya semakin kuat.

3. Bilangan oksidasi : Semakin besar bilangan


oksidasi semakin lemah sifat atau karakter
asam atau basa zat tersebut.
4. Muatan : Semakin besar muatan, maka
energi ikatan semakin kecil akibatnya
jarak ikatan semakin berkurang sehingga
sifat asam atau basanya semakin lemah.
5. Pengaruh epek elektronik : Semakin besar
kekuatan menarik elektron dan atau sifat
elektronegatifitasnya, maka sipat asamnya
semakin kuat, tentu sifat basanya semakin
lemah.
6. Nilai Konsentrasi : Semakin besar
konsentrasi asam atau basa ybs, maka
sifat asam atau basanya semakin kuat pula.
7. Delokalisasi elektron : Semakin terdistribusi
elektron, maka anion semakin stabil (bentuk
ion lebih disukai) sehingga semakin kuat
sifat asamnya dan untuk basa sebaliknya yg
terdistribusi adalah muatan positif.
8. Tetapan kesetimbangan : Semakin besar nilai
tetapan kesetimbangan, maka sipat asamnya atau
basanya semakin kuat.
9. Jenis atom pusat dan ligan : Logam alkali,
alkali tanah dan yg bermuatan besar, maka
lebih senang berikatan dengan ligan (basa) yg
kepolarannya kecil, disebut asam atau basa
“keras”, dan logam transisi dan valensi rendah
lebih senang pada ligan (basa) yg lebih polar, dan
disebut sebagai asam atau basa “lunak”.
TUGAS (PR)

Soal: Cari pasangan asam atau basa (keras


dan lunak) untuk ligan dengan atom
pusat dalam suatu senyawa kompleks,
disertai pengelompokannya.
Catatan: Buat dalam bentuk tabel.
Ionisasi Air Murni
 Reaksi : H2O H+ + OH-
 konstanta kesetimbangan : [H  ] [OH- ]
K
[H 2O]

 Konsentrasi air murni pada 25 oC : 55,4 mol/L (PV = nRT)


K . [H2O] = [H+] . [OH-] = Kw
K . (55,4) = Kw = [H+] . [OH-] = 1 x 10-14
 Derajat ionisasi air (α) pada 250C = 1,81 x 10-9
 [H2O] = 55,4 mol/L
 [H3O+] = [OH-]
= [H3O+] = [OH-] = 1,81 x 10-9 x 55,4 mol/L
= [H3O+] = [OH-] = 1,00 x 10-7 mol/L
= (1,00 x 10-7) . (1,00 x 10-7) = (1,00 x 10-14)
 Jadi diperoleh : pKw = pH + pOH = 14
Asam dan Basa Kuat
 Asam Kuat :
[H+] = Konsentrasi Zat yg bersangkutan
Contoh : HCl 0,01 M , maka
pH = -log [H+]
= -log 0,01 = 2

 Basa Kuat :
[OH-] = Konsentrasi zat yg bersangkutan
Contoh : NaOH 0,01 M, maka
pOH = -log [OH-]
= -log 0,01 = 2
Jadi pH = 14 – pOH
= 14 – 2 = 12
Kesetimbangan Asam Lemah
 Reaksi HA + H2O H3O+ + A-
 (1-)c c c
[H 3O  ][A  ]
 Kesetimbangannya : K
[HA] [H 2 O]
[H 3 O][A  ] α c x α c α 2c 2 α 2c
K [H 2 O]  Ka  Ka   
[HA] (1  α) c (1  α)c (1  α)

 Bila α kecil, maka 1- α = 1, jadi : (Jk 1- α tetep ?)


Ka Ka dan Ka. x c 2
Ka   c 
 α    
 
2
[H O ]   c   Ka x c
2
3
c c c

 pH = - log [H3O+] = ½ pKa – ½ log c


Kesetimbangan Basa
Lemah
 Reaksi A- + H2O HA + OH-
 (1-)c c c
[HA] [OH  ]
 Kesetimbangannya : K
[A  ][H 2 O]
[HA] [OH  ] αc .αc  2c
K [H 2O]  Kb  Kb  Kb 
[A  ] (1 - α) c (1   )
 Bila α kecil, maka 1- α = 1, jadi : (Jk 1- α tetep ?)
Kb dan Kb Kb x c 2
 [OH ]   c  c
-
  Kb x c
c c c

 pH = 14 - pOH
 pOH = -log [OH- ] = ½ pKb – ½ log c
Soal pH dan α (Dijawab)
1. NH4+ 0,002 M 30 ml berapakah pH dan α -nya jika
diketahui Kb = 1,8 x 10-5 dan jika ditambah NaOH
0,001 M 40 ml berapa pula pH-nya ?.

2. CH3COONa 0,004 M, Ka = 1,8 x 10-5 maka


berapakah pH dan α –nya?. , jika ditambahkan
CH3COOH 0,005 M hitung lagi pH-nya ?.

3. NH3 0,04 M 30 ml , berapakah pH dan α -nya jika


diketahui Kb = 1,8 x 10-5 , dan jika ditambah HCl
0,05 M 20 ml, berapa pula pH-nya ?.

4. NH3 0,035 M, berapakah pH-nya jika ditambahkan


NH4Cl 0,020 M, diketahui Ka = 1,8 x 10-5 .
TERIMA KASIH

SELAMAT BELAJAR

DOSEN : Syahruddin kasim


ASSALAMU ALAIKUM WR. WB.
DAN
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA

Kimia Anorganik Dasar


Pertemuan Pekan 13

DR. Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si


Bagaimana dengan Buffer
Asam
 Reaksi : HA + H2O H3O+ + A-
 Kesetimbangannya : [H O 
 ] [A 
]
K 3 [H O][A ]
K [ H2O ]  Ka 3
[HA]
[HA] [H 2 O]

 [HA] [ A ]
 log [H 3O ]   log Ka  log 
  log Ka  log
[A ] [HA ]

 Jadi diperoleh : [A - ]
pH  pKa  log
[HA]
 Bagaimana jk rx-nya :
A- + H2O HA + OH- ≈ pakai Kh
Bagaimana dengan Buffer Basa
 Reaksi : A- + H2O HA + OH-
 Kesetimbangannya : K [H 2 O]  Kb 
[HA] [OH  ]
[A  ]

[A 
] lalu  [A  ]

[OH ]  Kb  log [OH ]   log Kb  log
[HA] [HA]
 
 Jadi pOH  pKb  log [A ] dan pH  14  pKb  log [A ]
[HA] [HA]

 Bagaimana jk rx-nya :
HB+ + H2O B + H3O+ ≈ pakai Kh
Hidrolisis Garam Basa
 Reaksi : KCN  K+ + CN-
 Yang terhidrolisis : CN- + H2O HCN + OH-
 Nilai K :
[HCN] [OH  ]

[HCN] [OH ]
K K [H 2 O]  K h 
[CN  ] [H2 O] [CN  ]
 Dari asam lemahnya (HCN), reaksi :  
[ H ] [ CN ]
HCN H + CN , diperoleh nilai :
+ - Ka 
[HCN]
 
 Kh = [HCN] [OH ] x [H ]  [HCN] x [OH ] [H ] 
  1
x Kw 
Kw
[CN  ]   
[H ] [CN ] [H ] Ka Ka

 Dari K dan Kh, diperoleh : [OH-]2 = Kh x [CN-]


dan Kh = Kw/Ka
 pOH = ½pKw - ½pKa - ½log[CN-] dari pH= 14 – pOH
shg : pH = ½ pKw + ½ pKa + ½ log [CN-]
Hidrolisis Garam Asam
 Reaksi :NH4Cl  NH4+ + Cl-
 Yang terhidrolisis : NH4+ + H2O NH4OH + H+
 Bentuk K : [ NH 4 OH] [H  ] [ NH 4 OH] [H  ]
K K [H 2 O]  Kh 
[ NH 4 ] [H 2 O] [ NH 4 ]

 Dari basa lemahnya (NH4OH ), reaksi :


NH4OH NH4+ + OH-, diperoleh nilai :
[ NH 4 OH] [H  ] [OH  ] [OH  ] [H  ] Kw
[NH 4 OH]
Kh  x   
x 
[ NH 4 ] 
[OH ] [NH 4 ] [OH ] 1 Kb

 Dari K & Kh diperoleh : [H+]2 = Kh x [NH4+]


dan Kh = Kw/Kb
 pH= ½ pKw – ½ pKb – ½ log [NH4+]
Hidrolisis Garam (Asam dan Basa)-nya Lemah
 Reaksi : NH4CN NH4+ + CN-
 NH4+ + CN- + H2O NH4OH + HCN
(1-α) c (1-α) c αc α c (Pd Kesetimbangan)
 Bentuk Kesetimbangannya : K
[NH 4 OH] [HCN]
  [NH 4 ] [CN  ] [H 2 O]
Kw [NH 4 OH] [HCN] [H ][OH ]
Kh  Kh  x
Ka x Kb [NH 4 ] [CN  ] [H  ][OH  ]
 Kh  αcxαc
 α2
nilai α = Kw
(1 - α)c x (1 - α)c Ka x Kb
 Jika kita gunakan reaksi : CN- + H2O HCN + OH-
 Maka diperoleh :  [Basa] c
[OH ]  Kb x  Kb x  Kb x 
[Garam] (1  )c


[OH ]  Kb x
Kw

Kw Kb pOH = ½(pKw+pKb-pKa)
Ka x Kb Ka pH = 14 - pOH
TERIMA KASIH

SELAMAT BELAJAR

 DR. Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si.


ASSALAMU ALAIKUM WR. WB.
DAN
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA

Kimia Anorganik Dasar


Pertemuan Pekan 14

DR. Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si.


Beberapa Pertanyaan ?.
 Bagaimana hubungan tetapan kesetimbangan
reaksi kimia dengan :
1. Konsentrasi
2. Tekanan
3. Energi bebas Gibbs
4. Potensial reaksi sel
5. Reaksi tak terdissosiasi sempurna
6. Kecepatan reaksi
7. Energi aktifasi reaksi
8. Padatan dan larutan
1. Konsentrasi
Reaksi : aA + bB cC + dD
Kesetimbangan : K 
C  D 
c d

Aa Bb
2. Tekanan (Reaksi aA bB)
b b
b  n B RT   nB 
P    
Kp  B
a
Kp   V
 n A RT
 

a
 V  RT b a
 nA 
a

P A

 V


 
V 

3. Energi Bebas Gibbs


ΔG = ΔGo + RT ln K , dimana ΔG = 0
pada kesetimbangan, dan – nFEsel = ΔG
4. Potensial Reaksi Sel
Reaksi : A2+ + B C + D2+
Kesetimbangan :
c
0,0591 [C] [D]d
E  E  sel log o
sel a
n [ A] [B] b
5. Reaksi Tak Terdissosiasi Sempurna
Mg(OH)2 + H2O MgOH+H2O + OH- K1
MgOH+ + H2O Mg2+H2O + OH- K2
Rx total : Mg(OH)2 +2H2O Mg2+2H2O +2OH-
Ktotal = K1 x K2
6. Kecepatan Reaksi (Setimbang, V1 = V2)
k1
Pb(NO3)2 + 2HCl k2 PbCl2 + 2HNO3
V1 = k1.[PbCl2].[HNO3]2 V2 = k2.[Pb(NO3)2].[HCl]2
7. Energi Aktivasi Reaksi
Energi aktivasi = Energi minimum yg harus
dimiliki oleh suatu reaksi agar dapat bereaksi
menjadi produk (Ea). Jk reaksi aA + bB P
maka : V = k [A]a [B]b dimana nilai k adalah
tetapan kecepatan reaksi, yaitu k = A.e-Ea/RT
 Ea 1
log k  log A  . 
2,303.R T

Soal : Dari reaksi CH3I(g)+ HI(g) CH4(g)+ I2(g)


pada 200oC, nilai k1 = 1,32 x 10-2 mol.L-1.det-1 ,
hitunglah energi aktifasi reaksinya apabila
tetapan Arheniusnya (A = 2,7 x 1013).
8. Padatan dan Larutan
Hubungan kesetimbangan ini disebut juga Ksp.
Ksp adalah : Jumlah mol endapan yang larut
dalam 1 liter pelarut.
Ksp dpt juga disebut sebagai : Angka yg
menunjukkan hasil kali ion-ion yg terdapat
dalam larutan jenuh.
Kesetimbangan akan tercapai : Jika hasil
kali kelarutan ion-ion dalam larutan = Ksp,
namun jika Ksp > hasil kali ion-ion dalam larutan
maka tidak terbentuk endapan dalam larutan
kecuali sebaliknya.
Kesetimbangan dalam Mahluk Hidup 1
Kesetimbangan Baru (x terdifusi)
Kons.I Komp.I Komp.II Kons.II
 Keadaan Awal
Kons.I Komp.I Komp.II Kons.II C1+ x Na+ Na+ C2 - x
C1 Na+ Na+ C2 C1 R- - -
C1 R- Cl- C2 x Cl- Cl- C2 - x
 Jika x Molar adalah konsentrasi zat yang berdifusi,
maka pada kesetimbangan :
Na1+ .Cl-1 = Na2+ .Cl-2, maka: (C1+ x) . x = (C2- x).(C2-
x)
Jadi C1x + x2 = (C2)2 – 2C2x + x2
x . (C1 + 2C2) = (C2) ,sehingga x = C2 2
2 X = 2
(C ) 2

C + 2C
Kesetimbangan dalam Mahluk Hidup 2
 Keadaan Kesetimbangan
Kons.I Komp.I Komp.II Kons.II
 Keadaan awal
C1 - z Na+ Na+ z
Kons.I Komp.I Komp.II Kons.II
y Cl- Cl- C-y
C1 Na+ K+ C2 x K+ K+ C-x
C1 R- Cl- C2 C1 R- - -

 x, y, & z = Ion-ion K+, Cl-, & Na+ yg berdifusi.


 Agar muatan larutan tetap netral, maka x = y + z
 Persamaan : (Na1+ + K1+) . Cl1- = (Na2+ + K2+) . Cl2–

 Syarat lain adalah : x = C2 - y y= (C2)2


C1 + 2C2
Kesetimbangan dalam Mahluk Hidup 3

 Keadaan Awal  Keadaan Kesetimbangan


Kons.I Komp.I Komp.II Kons.II Kons.I Komp.I Komp.II Kons.II

C1 - z Na+ Na+ z
C1 Na+ Mg+ C2
y Cl- Cl- C-y
C1 R- Cl- C2
x Mg2+ Mg2+ C-x
C1 R- - -
 x, y, & z = Ion-ion Mg+, Cl-, & Na+ yg berdifusi.
 Agar muatan larutan tetap netral, maka 2x = y + z
 Persamaan: (Na1+ + Mg12+).Cl1- = (Na2+ + Mg22+).Cl2–
 Syarat lain adalah : x = 2(C2 – y) y = 3(C2)2 (C1+ 4C2)
Soal Lanjutan

1. Berapakah pH dan pOH 250 ml


CH3COOH 1,5 M, dan berapakah NaOH
yg harus ditambahkan agar supaya
larutan mempunyai pH 8,4 (Ka = 1,8 x
10-5).
2. Apakah akan terbentuk endapan jika
dicampurkan antara CaCl2 500 ml
0,014 M dengan Na2SO4 0,25 M 250
ml, jika diketahui Ksp CaSO4 = 2 x 10-4
Contoh soal No. 4
Soal : Apakah akan terbentuk endapan jika
dicampurkan antara CaCl2 500 ml 0,014 M
dengan Na2SO4 0,25 M 250 ml, jika diketahui
Ksp CaSO4 = 2 x 10-4
Jawab : Hitung terlebih dulu Ca2+ dalam CaCl2
lalu SO42- dalam Na2SO4 kemudian hitung lagi
kedua ion tersebut setelah dicampurkan, lalu
perkalikan dan bandingkan hasilnya dengan
Ksp.
Keterangan :
Jika Hasil kali ion-ion dalam larutan < dari Ksp,
maka endapan tidak akan terbentuk.
Beberapa Pertanyaaan ?.
1. Apakah yg dimaksud dengan asam super?.
2. Apakah yg dimaksud dengan air raja?.
3. Mengapa asam sulfat bukan oksidator yg kuat
namun merupakan dehidrator yg sangat kuat?.
4. Buatlah reaksi kesetimbangan yg dapat terjadi pada
asam sulfat dan asam nitrat, dan apa bedanya
dengan reaksi kesetimbangan autoionisasi?.
5. Mengapa HF dalam air tergolong asam lemah
sedangkan dalam bentuk cair HF adalah asam kuat?.
Jawaban Pertanyaan!.
1. Air Raja : Larutan yg terdiri atas HCl dan HNO3 dengan
perbandingan 3 : 1 (artinya larutan tersebut mengandung
Cl2 dan ClNO), bagaimana jk di + H2SO4 larutan apa ?.
2. Asam Super : Larutan asam yg memiliki pH lebih kecil dari
nol yg sesuai dengan persamaan Hammet
Ho = pKBH+ - log [HB+]/[B] , dimana B = Basa
asam sulfat murni, asam hidro fluorat (HF) murni, asam
fluoro sulfit, dll (dapat mengalami rx autoionisasi).
3. Sebab Oksidator kuat akan mudah mengalmi reduksi
sementara asam sulfat dengan S sebagai atom pusat sulit
tereduksi karena S telah mengembangkan valensinya dari 2
menjadi 6. Jadi dlm bentuk asam sulfat, S telah teroksidasi
maksimal dan stabil. Merupakan dehidrator
yg sangat kuat sebab bentuknya yg diol membuat
molekulnya tidak
stabil sehingga sangat mudah melepaskan H+ untuk
mengubah bentuk
diol menjadi bentuk yg stabil (bentuk oksida, ion atau
garam).
Jawaban Pertanyaan
4. Buat sendiri rx kesetimbangannya,
autoionisasi = rx kesetimbangan dengan
sesama zat bukan dengan pelarut !.
5. Jika HF dalam air, sulit melepaskan ion H+ oleh
karena kuatnya ikatan HF dimana jarak
iatannya sangat pendek (elektronegatifitas F
sangat tinggi yg akan menarik dan mengikat H
sangat kuat sehingga sulit diionisasikan)
Reaksi H2O + HF → H3O+ + F- (Reaksi sulit
terjadi), sementara untuk HF cair (HF 100 %)
wujud cair, adalah asam kuat sebab mudah
melepaskan H+ dan F- melalui reaksi :
2HF → H2F+ + F- ,lalu F- bereaksi lagi dgn
HF membentuk HF2- , H2F3- , dst.
Soal Lanjutan
1. Asam karbonat 3,5 g dalam 2 liter air pada STP,
memiliki konsentrasi CO32- sebesar (Diketahui pH
larutan = 5, Ka1= 4,2 x 10-7 dan Ka2 = 5,2 x 10-11).
2. Dari rx : NiSO4.6H2O(s) NiSO4(s)+ 6H2O(g)
memiliki nilai Kp = 1 x 10-14 pada 25oC,
berapakah nilai Kc dan ΔGo ?.
3. Berapakah pH dan pOH 500 ml CH3COONa 1M, dan
berapakah gram HCl yg harus ditambahkan agar
larutannya mempunyai pH 4,74 (Kb = 5,6 x 10-10).
4. Berapakah pH dan pOH 250 ml CH3COOH 1,5 M,
dan berapakah NaOH yg harus ditambahkan
agar supaya larutan mempunyai pH 8,4 (Ka =
1,8 x 10-5).
SOAL LANJUTAN TAMBAHAN

 1. Untuk reaksi 2NO2 N2O4 , pd suhu 270C


dan tekanan 1 atm, 20% N2O4 terdissosiasi
menjadi NO2.
a. Hitunglah harga tetapan
kesetimbangannya
b. Berapa persen dissosiasi pada 270C dan
tekanan 0,1 atm.
TERIMA KASIH

SELAMAT BELAJAR

DR. Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si.


ASSALAMU ALAIKUM WR. WB.
DAN
SALAM SEJAHTERA UNTUK KITA SEMUA

Kimia Anorganik Dasar


Pertemuan Pekan 15

DR. Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si


KIMIA INTI
Kimia Inti adalah Bagian Ilmu kimia yang
mempelajari Radioaktivitas dari unsur-unsur
yang bersifat radioaktif.
Unsur-unsur radioaktif adalah unsur-unsur
yang dapat menghasilkan radiasi dgn energi
tinggi,pada waktu terjadi perubahan pada inti
atomnya.
Radioaktivitas yg dimaksud adalah hal-hal
yang menyangkut perubahan inti atom yg
berlangsung secara spontan. Atom yg demikian
disebut atom yang bersifat radioaktif.
Penemuan Awal
1832, Michael Faraday Menemukan sinar katoda.
1876, E. Goldstein menemukan muatan positif pada sinar katoda
dalam tabung katoda.
1895, Wilhelm K. Rontgen menemukan sinar x yg digunakan
dalam bidang kedokteran.
1897, J.J. Thomson menemukan muatan negatif dalam sinar
katoda.
Sinar katoda yg ditemukan oleh E. Goldstein tersebut apabila
mengenai logam tertentu, misalnya : Tungstan, platina,
uranium, dll, akan memancarkan sinar radiasi secara terus
menerus yang dikenal dengan sinar X. Logam-logamnya
disebut anti katoda.
Sifat sinar katoda berbeda dengan sinar X sbb : Sinar X berupa
gelombang elektromagnetik dgn frekuensi tinggi, tidak
dibelokkan oleh medan magnet, dapat memfluoresensikan
bahan yg dilapisi dgn BaPt(CN)4.
Manfaat Penemuan Awal
Para ahli mulai meneliti lebih intensif tentang Batuan,
terutama uranium sebab uranium dapat mengalami
fluoresensi jika dikenai sinar matahari, pelopornya
adalah H. Becquerel.
Pertanyaan yg muncul dari H. Becquerel adalah :
Apakah sinar Fluoresensi itu sama dengan sinar X ?.
Kesimpulannya : Radiasi disebabkan oleh mineral atau
batuan itu sendiri setelah ditemukan adanya
radioaktifitas pada mineral dalam batuan yang
mengandung uranium.
Penemuan pendukung adalah oleh Pirre dan Marie
Curie yg berhasil mengisolasi unsur radium, thorium
dan Actinium dalam mineral yg mengandung uranium.
Karakteristik Pembelahan Inti Atom
Suatu atom memiliki inti mengandung nukleon yg
dikenal sebagai proton dan neutron yg terikat
secara bersama-sama dengan jari-jari pada inti atom
sangat kecil yaitu sekitar 10-14cm, dimana massa
suatu atom terpusat dalam intinya oleh karena itu
kerapatan atom sangat tinggi mendekati 1013g/cm3.
Nukleon hanya dapat bergerak dalam inti atom,
apabila massa inti bertambah, maka gaya tolak antar
proton bertambah lebih cepat dibanding gaya tariknya
dengan nukleon lain.
Cara yang harus dilakukan untuk mengurangi
gaya tolak ini adalah mengalami pembelahan inti
atom menjadi dua, tiga, … dst (peluruhan radioaktif).
Karakteristik Pembelahan Inti Atom
Untuk membuat suatu inti agar stabil, maka caranya :
1. Rasio antara jumlah proton dan neutron.
-Paling stabil jika n/p = 1 , Z = 1-20
-Jika Z > 20, maka kemungkinan n > p untuk
mengimbangi gaya tolak antar proton dan maksimum
rasio n/p = 1,6 jika lebih inti akan mengalami fission,
supaya stabil inti akan melepaskan n dan e.
- Jika Z > 20 tetapi n < p, maka supaya stabil inti akan
memancarkan β+ dan p serta menangkap e.
- Jika Z > 83 supaya stabil n dan p dipancarkan secara
bersamaan berbentuk partikel alfa (α).
2. Besarnya tenaga ikat yg dimiliki.
Semakin besar energi ikat (EI) inti maka inti semakin
stabil, EI = Energi partikel – Energi inti terukur .
EI sebanding dgn : Massa yg hilang (MH).
MH = M. Sbl Rx – M. Ssdh Rx. (1 sma = 931 Mev.)
Jenis-Jenis Pancaran Radiasi
1. Sinar α = Sebuah partikel yg dibelokkan oleh
kutub negatif (partikel tsb bermuatan positif
= inti helium) dan berasal dari inti yg
dipancarkan berbentuk sinar radioaktif
dengan kecepatan 0,01 x kec. Cahaya.
2. Sinar β = Partikel yg kecepatannya mendekati
kecepatan cahaya dan dibelokkan oleh kutub
positif (partikelnya bermuatan negatif).
3. Sinar γ = Suatu partikel yg berbentuk
getaran-getaran elektromagnetik (sama dgn
cahaya biasa), dipancarkan pada saat nukleon
yg tereksitasi kembali ke tingkat energi lebih
rendah, tidak bermassa maupun bermuatan.
Jenis-Jenis Peluruhan
Selain peluruhan α, β, γ, juga terdapat reaksi peluruhan
dengan melepaskan β+, n, peluruhan dengan
penangkapan e dan pembelahan spontan pada inti
berat/besar.
Perbedaan mendasar proses radioaktif dengan reaksi
kimia biasa yaitu :
1. Melepaskan pancara sinar radioaktif.
2. Prosesnya irreversibel.
3. Terbentuk unsur baru.
4. Kecepatan reaksinya tidak bergantung pada suhu,
tekanan, bentuk unsur atau persenyawaan, dll.
5. Melepaskan energi yg besar dan memiliki waktu
paruh.
Jenis nuklida : Stabil, radioaktif, radioaktif
sekunder & stabil terinduksi jadi radioaktif.
Pengelompokan nuklida
1. Isotop : 3
He
4
He
2 1 2 2

2. Isobar : 130
Te
130
Xe
52 68 54 66

3. Isoton : 31
P
32
S
15 16 16 16

4. Isomer : 17
F
18
F
9 8 9 9 (PR = buat 3)
Deret Radioaktif 90Th 92U 94Pu

a. Thorium 232Th (4n) α Pb β α Tl β


Th α Ra β Ac β Th α Ra α Rn α Po β At α Bi β Po α Pb
b. Uranium 238U (4n + 2)
Np β Pu α α Pb β α Tl β
U α Th β Pa β U α Th α Ra α Rn α Ra β At α Bi β Po α Ra β Bi
c. Aktinium (4n + 3) pakai 239U Pb α Po β
U β Np β Pu α U α Th β Pa α Ac β Th α Ra α Rn α Po β Pbαα Bi β Po
α Fr β Tl β Pb α
d. Neptunium 241Pu (4n + 1) β Po α

Pu β Am α Np α Pa β U α Th α Ra β Ac α Fr α At α Bi α Tl β Pb
Uβ Bi β
Soal Latihan Kimia Inti
1. Hitunglah orde reaksi dan tetapan kecepatan reaksi
peluruhan Bi dari senyawa BiCl3, jika diketahui
konsentrasi setelah 2 jam 9,5 M, setelah 8 jam 8,5 M
dan setelah 17 jam 5 M, konsentrasi awal 11 M.
2. Jika X mg isotop radioaktif 238U disimpan, setelah 19
bulan tersisa 11,87 mg, setelah 36 bulan tersisa 9,35
mg dan setelah 54 bulan tersisa 7,91 mg. Berapakah
tetapan kecepatan peluruhannya, berapakah
konsentrasi 238U mula-mula, dan agar 238U tersisa 1,25
mg berapa lamakah waktu yang dibutuhkan?.
2. Jika 10 mg isotop radioaktif 222Rn disimpan, setelah
berapa lamakah disimpan agar 222Rn tersisa 2,85 mg,
apabila kemiringan grafik ln 222Rn dan t (hari)
peluruhannya 10,33750873.
Reaksi Pada Unsur Radioaktif
Unsur radioaktif mengikuti reaksi
peluruhan yang sama dengan reaksi
orde satu (V = k [A] x , x = 1 ).
Persamaan rx orde satu :
ln Nt = ln No - k.t , jadi menyerupai
persamaan garis lurus dengan
tetapan kecepatan peluruhannya
adalah tg α .
n
Pers. : n x t1/2 = (1/2) bagian yg
tersisa.
Pembuktian Reaksi Orde Satu
 k .A
Reaksi : A  P dA
Laju reaksi, v  
1
 
dt
 Persamaan Lajunya :
 Hubungan antara k, dA, dan dt adalah :
-dA/A = k . dt , diintegrasikan : A
dA
t
   k  dt
 Dijabarkan : - lnA = k . t + C, Ao
A to
pada saat t = 0  C = - lnA0
- lnA = k . t – lnA0 lnA0
lnA0 - lnA = k . t ln A

lnA = lnA0 – k . t

Secara grafik reaksi orde SATU


Digambarkan sebagai berikut : α
Waktu (t)
Waktu Paruh (t1/2) dan Dimensi
Tetapan Kecepatan Peluruhan (k)
 t1/2 Orde satu (ln 2 = 2,303 log 2)
2,303 log 2 0,693
t 12  
k k
 Dimensi k
1 bilangan

waktu menit atau det ik
Reaksi radioaktif lain
1. Reaksi Fisi (reaksi pembelahan inti umumnya inti
berat menjadi 2 bagian yg hampir sama dengan
memancarkan sinar radioaktif).
Rx. 235U + n 121Mo + 113Sn + 2n

2. Reaksi Fusi (reaksi penggabungan dua inti atom


ringan menghasilkan inti atom yg lebih besar dengan
memancarkan sinar radioaktif dan energi yg sangat
besar).
Rx. 2H + 2H 4He + n + Energi

3. Reaksi Transmutasi inti (reaksi dimana inti atom


ditembak dengan partikel dasar atau dengan inti
atom ringan sehingga terbentuk inti atom yang baru.
Rx. 14N + 4He 17O + 1P
Penggunaan Radioisotop
1. Riset ilmiah bidang Kimia (ex, rx zat dlm jaringan),
Fisika (ex, proses penyerapan energi) dan Biologi (ex,
gangguan generatif).
2. Kedokteran (teknik trace utk diagnosa, ex, Ca dan Sr
dalam tulang, As dan Cu dalam otak, Fe dan Cr untuk
darah K untuk otot, Co untuk tumor dan I utk kelenjar
gondok).
3. Oseanografi (H dan O untuk aliran air, I untuk aliran
minyak tanah).
4. Tumbuh-Tumbuhan dan Hewan (C dan O untuk
proses fotosintesis N, P, K, Cl, S untuk pemupukan).
5. Industri (Pengujian bahan tanpa merusak hanya
dengan penyinaran).
Soal Latihan (PR)
1. Suatu fosil binatang ditemukan mempunyai
keaktifan 14C = 2,7 dis/mnt, perkirakanlah umur
fosil tersebut, jika keaktifan jenis 14C = 15,3
dis/mnt dan t1/2 14C= 5668 tahun.
2. Suatu contoh Rn memiliki perubahan aktifitas
pada 26 Mei adalah 10.000 dis/dtk berapakah
aktifitasnya pada 28 Mei jika t1/2 Rn = 3,8 hari.
3. Berapakah liter gasolin C8H18 yg harus dibakar agar dapat
menghasilkan energi sebesar energi reaksi fusi 11H
dengan massa 0,0255 g, dikt. C = 3 x 108 m/det
ΔHf(C8H18) = -208 Kj/mol, ΔHf(CO2) = -394 Kj/mol,
ΔHf(H2O) = -286 Kj/mol dan ρ(C8H18) = 0,703 g/L.
4. Berapakah tenaga ikat pernukleon (Mev) dan energi yg
dihasilkan (Kj) untuk 26Fe56 bila massa atomnya 55,9349
g/mol, dikt. Massa p = 1,007277g/mol, e = 0,000586
g/mol, n = 1,008665 g/mol, dan C = 2,99 x 108 m/det.
TERIMA KASIH
Wassalam

SELAMAT BELAJAR dalam rangka


ujian pekan depan

DOSEN : DR. Syahruddin Kasim, S.Si, M.Si.