Anda di halaman 1dari 16

RISIKO DEMENSIA DAN KEMATIAN DI

KOMUNITAS LAKI-LAKI TUA DENGAN


GANGGUAN BIPOLAR
Disusun oleh :
Arum Kusuma Wardani 1102011047
Dewi Handayani 1102011076
Laila Mayangsari 1102011139
M. Syarif Mas’ud 1102011167
Prasaundra Triantoni 1102011207

Pembimbing :
Dr. Suponco Eddi W, Sp.KJ, MARS
• Bipolar dikaitkan dengan terjadinya penurunan kognitif, namun ada konfirmasi
Latar bahwa sampel yang didapat kurang.
belakang

• Meneliti risiko dementia dan kematian pada pasien dewasa dengan gangguan
Tujuan bipolar.

• Metode cohort study dari 37.768 laki-laki dengan usia rata-rata 65-85 tahun.
Metode Hasil penelitian ini menilai hasil primer (Dementia) dan sekunder (kematian).

• Gangguan bipolar dikaitkan dengan peningkatan HR dementia (HR:2,30 95%


CI 1,80-2,94). Bipolar juga dihubungkan dengan terjadinya peningkatan
Hasil kematian (HR 1,51 95% CI 1,28-1,77).

Kesimpul • Gangguan bipolar meningkatkan risiko terjadinya dementia dan kematian dini.
an
Kumpulan bukti selama dekade terakhir telah menimbulkan pertanyaan
tentang pengertian secara umum bahwa gangguan bipolar tidak berbahaya.

Mora dan koleganya 28 orang dewasa gangguan bipolar dan 26 orang sehat
(rata-rata umur 41 tahun) follow up 6 tahun pasien gangguan bipolar
dalam periode euthymic mengalami penurunan yang signifikan dalam fungsi,
kecepatan dan memori verbal dibandingkan dengan pasien yang sehat.
Studi dari taiwan: gangguan bipolar meningkatkan kemungkinan 4 x lipat
terjadinya dementia.
Orang dewasa gangguan bipolar meninggal lebih cepat dan hal yang sama
terjadi pada pasien bipolar yang mencapai usia lebih tua.

Tujuan: mengetahui risiko demensia dan kematian diantara komunitas orang


dewasa yang lebih tua.
Metode
Desain Penelitian
The Health in Men Study (HIMS): studi kohort menggunakan sampel
komunitas laki-laki australia barat yang dimulai th 1996-2009.

Partisipan

Laki-laki australia barat usia 65-85 tahun:


• Awal: 49.801 (laki laki yang hidup di bagian perth metropolitan
pada tahun 1995).
• Dieksklusi: 1.893 meninggal dari awal penelitian, 9.482 tinggal di
luar kota perth, 407 terdiagnosis demensia, 305 lebih muda dari 65
tahun.
• 37.768 (1996)
Hasil: demensia dan kematian
Diagnosis demensia dicatat di Western Australia Data Linkage System
(WALDS). Kode diagnostik dan penyebab kematianmengikuti
ICD.
Paparan pada awal penelitian: gangguan bipolar
Tanggal episode yang pertama dari gangguan bipolar adalah sama
dengan tanggal kontak yang pertama dengan pelayanan kesehatan

Langkah-langkah Penelitian lainnya


Variabel lain termasuk tanggal lahir, gangguan pengguna alkohol.
WALDS cukup akurat untuk mendiagnosa gangguan mental yang
berat.
Metode statistik

• Paket statistik Stata/IC 14,0 untuk memperkirakan prevalensi


gangguan jiwa berat (Confidence Interval 95% (CI 95%).
• Regresi Cox untuk memperkirakan rasio hazard (HR dan 95%
CI) demensia dan kematian terkait dengan gangguan bipolar.
Hasil

13% dari peserta (n = 4.925)


menderita demensia, yang terlihat
pada 65 dari 256 orang dengan
gangguan bipolar.

HR dari demensia, tinggi pada


laki laki dengan gangguan
Gangguan bipolar dikaitkan
bipolar (< 5 tahun) dan ( ≥15
dengan semakin tingginya usia
tahun ) dibandingkan dengan
yang menyebabkan demensia.
peserta tanpa gangguan
bipolar.
Diskusi
Diagnosis kelainan bipolar dihubungkan dengan peningkatan 2x resiko
demensia > 13 tahun dan peningkatan mortalitas 50%.

Laki-laki kelainan bipolar <5 tahun dan >15 tahun beresiko mengalami
kematian akibat bunuh diri, kecelakaan, pneumonia/influenza, dan penyakit
saluran cerna lebih sering terjadi pada laki-laki tua dibandingkan dengan tanpa
kelainan bipolar.

Penyebab kematian beragam tergantung dari usia onset dan durasi kelainan
bipolar, kelainan otak lebih sering diantara laki-laki dengan riwayat kelainan
bipolar <5 tahun atau dengan onset penyakit pada usia 70an atau setelahnya.
Kekuatan dan keterbatasan
kekuatan keterbatasan
Diagnosis kelainan bipolar
Memiliki kelayakan penggunaan tergantung pada data
paparan dan data hasil akhir. administrasi yang hanya ada
pada tahun 1966.
Diagnosis demensia tergantung
dari data WADLS.
Bias

Dibatasi untuk laki-laki dan


tidak jelas apakah temuan ini
akan sama-sama berlaku untuk
wanita.
Interpretasi

Orang penyakit bipolar kehilangan sebagian volume otak


pada bagian medial-temporal korteks dalam waktu lebih
dari 4 tahun.

Penderita bipolar yang mendapat terapi litium


memiliki resiko terkena dementia yang lebih rendah.

Kesimpulannya, penelitian ini menunjukan penderita


gangguan bipolar memiliki resiko dementia yang lebih
tinggi dan mengalami kematian yang lebih cepat.
APAKAH PENELITIAN TERSEBUT VALID ?
Petunjuk primer
1. Apakah terdapat sampel yang presentatif, terdefinisi jelas, dan berada pada
kondisi yang sama dalam perjalanan penyakitnya.
2. Apakah follow up cukup lama dan lengkap ?
 Petunjuk sekunder
1. Apakah kriteria outcome yang digunakan objektif dan tanpa bias ?
2. Bila ditemukan subgrup dengan prognosis yang beda, apakah dilakukan
adjusment untuk faktor-faktor prognostik yang penting.
APA HASILNYA ?
1. Bagaimana gambaran outcome menurut waktu ?
2. Seberapa tepat perkiraan prognosis ?