Anda di halaman 1dari 18

PENGOLAHAN LIMBAH INDUSTRI PANGAN NANAS

KELOMPOK 3

- MUHAMMAD SYAUQI ROBBANI (2016340051)


- ALISA PUTRI UTAMI SYUKUR (2016340008)
- FIFI DWI UTAMI (2016340011)
- FYEA ANGGRA PANGESTI (2016340020)
- NUR AFNI OKTAFIA (2016340047)
- NURNIDHAINI MARSIDA (2016340099)
- ASSYIFA NURUL IZZATI (2016340113)
- ADIAN ADHA WIJAYANTI (2016340121)
LIMBAH ?

NANAS ?

LIMBAH NANAS?
Limbah  sisa dari suatu proses usaha yang
mengandung bahan berbahaya atau beracun karena
sifat, konsentrasi, jumlahnya dapat membahayakan
lingkungan dan kesehatan, serta kelangsungan hidup
manusia dan makhluk hidup lainnya.
LIMBAH

JENIS SUMBER

BENTUK

- ORGANIK - AIR LIMBAH - DOMESTIK


- ANORGANIK - LIMBAH PADAT - NON DOMESTIK
- LIMBAH GAS
Buah Nanas

Nanas kaya akan vitamin A dan C yang bersifat antioksidan. Selain itu
juga mengandung kalsium, fosfor, magnesium, mangan, zat besi,
thiamin, natrium, kalium, gula buah (sukrosa), serta enzim bromelain,
suatu enzim protese yang bekerja sebagai pemecah protein. Nanas juga
mengandung cukup banyak serat.
Mahkota Buah

Buah

Bunga

Akar

Daun

Batang
Limbah pada nanas biasanya berupa :
- Air Limbah
- Limbah padat

Bagaimana cara pengelolaan limbah industri pangan


nanas?
PT. Great Giant Pineapple

PT Great Giant Pineapple pertama kali didirikan pada tanggal 14 Mei 1979 secara yuridis formal
dengan Akte Notaris No. 48. PT Great Giant Pineapple berdiri melalui beberapa tahapan.
Tahun 1979 PT Great Giant Pineapple memulai penanaman nanas. Nanas yang ditanam adalah
jenis smoot cayenne (nanas tanpa duri). Pada tahun 1983-1984 PT Great Giant Pinepple
memulai pembangunan pabrik dan memulai ekspor perdana kalengan sebanyak 4 kontainer
pada tahun 1984. Saat ini PT Great Giant pinepple memiliki luas kurang lebih 32.200 ha dengan
luas efektif penanaman 25.595 ha.
Air Limbah pada nanas
Limbah Cair Nanas dengan kandungan bahan organik
tinggi tidak mampu diuraikan oleh bakteri diperairan atau sungai secara
alami, karena volume dan kadar limbah yang tinggi, serta jumlah dan
jenis bakteri yang tidak memadai di perairan, untuk itu kualitas LCN
harus memenuhi standar baku mutu untuk emisinya.
Salah satu teknologi pengolahan air limbah yang aman dan
berwawasan lingkungan adalah menggunakan bakteri yang berpotensi
pengurai.
Air Limbah nanas

Fermentasi

Isolat Bakteri
+ Biogas
Bahan Organik
dari nanas

Bahan Bakar
Industri
Limbah padat pada nanas
(pada kulit dan bonggol)

Fermentasi
Limbah padat pada nanas
(pada Daun dan Batang)

Fermentasi

Hasil fermentasi
+
Kotoran sapi

Pupuk untuk tanah


perkebunan nanas
Produk Samping

- Concentrate dari ekstraksi inti/core buah (tidak dikalengkan) diolah menjadi produk
Pineapple Juice Concentrate/PJC.

- Kulit buah diolah menjadi Clarified Pineapple Concentrate/CPC.

Hasil samping yang berupa PJC dan CPC di ekspor oleh PT. Great Giant
Pinaepple dan sehingga menghasilkan keuntungan tambahan bagi perusahaan.
Kesimpulan dari pengolahan limbah industri nanas di PT.
Great Giant Pinaepple :
Saat ini PT. GGP menempatkan pola 30%:40%:50%,
yaitu penurunan penggunaan bahan bakar fosil 30% dan
menggantinya dengan energi terbarukan; mengurangi
penggunaan pupuk anorganik sebesar 40%, dan
meningkatkan produk dan kualitas 50%. Secara keseluruhan
PT GGP telah menempatkan limbah bukan masalah, tetapi
sumberdaya yang memiliki nilai ekonomi dan produk ramah
lingkungan.
Dibidang kuliner, tenyata limbah nanas bisa dimanfaatkan
menjadi Nata De Pine.
Nata merupakan produk fermentasi dengan bantuan bakteri
Acetobacter xylinum. Dilihat dari namanya, bakteri ini termasuk
kelompok bakteri asam asetat.
Jika ditumbuhkan di media cair yang mengandung gula, bakteri
ini akan menghasilkan asam cuka atau asam asetat dan padatan putih
yang terapung di permukaan media cair tersebut. Lapisan putih itulah
yang dikenal sebagai nata. Pada dasarnya produksi nata dengan media
sari buah nenas telah banyak dilakukan yakni dikenal sebagai nata de
pina
Dan selain untuk Nata De Pine, limbah dari
nanas pun bisa digunakan untuk alat saji makanan
dan minuman.
Salah satu Emerging Teknologi di PT. GGP
• a.Integrated Solid Waste Management (zero solid waste): limbah padat yang
dihasilkan pabrik nanas dan pabrik tapioka dimanfaatkan untuk pakan sapi, dan
kotoran sapinya diproses menjadi kompos untuk pupuk organik di kebun nanas.

• b.Waste to Energy pembangunan Biogas Plant (UASB) untuk mengolah limbah cair
dari pabrik tapioka dan pabrik nanas dalam rangka mengurangi polutannya dan
menghasilkan biogas

• c. Mengurangi penggunaan air bawah tanah untuk irigasi dan mengembangkan


serta menggantikannya dengan water reservoir

• d. Renewable energy biogas yang dihasilkan dari pengolahan limbah cair pabrik
tapioka dan pabrik nanas untuk menggantikan 100% bahan bakar fosil berupa
residu/HFO di pabrik tapioka dan 7–8% batubara di Cogen Plant
Terima Kasih