Anda di halaman 1dari 144

KAB.

TOBA SAMOSIR

MANGAPUL PARDEDE,SKM
WASOR KUSTA
DINAS KESEHATAN KAB.TOBASA
Nasib penderita kusta
(Dahulu dan Sekarang )
KUSTA adalah penyakit menular
yang disebabkan oleh kuman
Cara Penularan : Mycobacterium leprae yang
-manusia merupakan satu sa terutama menyerang saraf tepi,
tu nya sumber penularan. kulit dan organ tubuh lain kecuali
susunan saraf pusat.
-Penularan terjadi dari
penderita kusta yang tidak
diobati ke orang lain melalui MASA INKUBASI :
pernafasan atau kontak kulit
yang lama. 2 – 5 TAHUN BISA KURANG
ATAU LEBIH
GEJALA-GEJALA PENYAKIT
KUSTA
Gejala awal :
• Pada awalnya penderita tdk merasa
terganggu, hanya terdapat adanya
kelainan kulit berupa bercak putih seperti
panu ataupun bercak kemerahan.
Kelainan kulit ini :
• Kulit mengkilap /kurang rasa atau hilang
rasa
• Bercak tidak gatal, tdk berkeringat atau tdk
berambut.
KUSTA adalah penyakit menular
yang disebabkan oleh kuman
Cara Penularan : Mycobacterium leprae yang
-manusia merupakan satu sa terutama menyerang saraf tepi,
tu nya sumber penularan. kulit dan organ tubuh lain kecuali
susunan saraf pusat.
-Penularan terjadi dari
penderita kusta yang tidak
diobati ke orang lain melalui MASA INKUBASI :
pernafasan atau kontak kulit
yang lama. 2 – 5 TAHUN BISA KURANG
ATAU LEBIH
100 ORANG YANG TERPAPAR :

- 95 ORANG KEBAL
- 5 ORANG SAKIT
* 3 ORANG SEMBUH
DNG SENDIRINYA
* 2 ORANG SAKIT..
INFEKSI KUSTA
KEKEBALAN
HUMORAL
Masy BCG
Tetangga (+)
Perilaku Kel
-Gizi
-Higiene
&
Sanitasi
-Sos-Ek
MDT
(+)

KEKEBALAN 2 minggu pengob.


SELULAR (-) menular
SISTEMATIKA
PEMERIKSAAN
• Syarat Pemeriksaan :
Pencahayaan, privasi, sistematis
• Anamnesis
• Pemeriksaan :
• - Periksa bercak ( 3 D ) : dipandang menyelu
ruh dan lengkap (dari kepala sampai telapak
kaki) dan kalau bercak kurang jelas :
diterawang
Tes mati rasa pada bercak ditemukan(diraba )
- Palpasi saraf
- Pemeriksaan fungsi saraf .
CARDINAL SIGN

PENEBALAN
KELAINAN BTA POSITIF
SARAF DG
KULIT YG
GANGGUAN FS
MATI RASA

KUSTA
TYPE MB :
- BERCAK > 5
TYPE PB : - PENEBALAN SARAF
- BERCAK < 5 DG GGUAN FS > 1
- PENEBALAN SARAF DG - BTA POSITIF
GGUAN FS HANYA 1
- BTA NEGATIF
DIAGNOSIS PENYAKIT KUSTA DITEGAKKAN
JIKA SESEORANG MEMPUNYAI SATU ATAU
LEBIH TANDA UTAMA ( CARDINAL SIGN )
KUSTA YANG DITEMUKAN PADA WAKTU
PEMERIKSAAN KLINIS.
LETAK SYARAF TEPI YANG
BERHUBUNGAN DENGAN KUSTA

N. Facialis N. Auricularis magnus

N. Medianus N. Radialis

N. Ulnaris

N. Peroneus Communis
N. Tibialis Posterior
FUNGSI NORMAL SARAF
Fungsi
Saraf Motorik Sensorik Otonom
Facialis Mempersarafi Mempersarafi
kelopak mata agar kelenjar keringat,
bisa menutup kelenjar minyak dan
Ulnaris Mempersarafi jari Rasa raba telapak pembuluh darah
tangan ke 4 dan ke tangan : separuh jari
5 ke 4 (jari manis) & ke 5
(jari kelingking)
Medianus Mempersarafi jari Rasa raba telapak
ibu jari, telunjuk tangan bagian ibu jari,
dan jari tengah jari ke 2, 3, dan
separuh jari ke 4.
Radialis Kekuatan
pergelangan tangan
Peroneus Kekuatan
pergelangan Kaki
Tibialis Mempersarafi jari- Rasa raba telapak kaki
posterior jari kaki
TYPE PB TYPE MB
-MDT - PB : -MDT – MB :
•DEWASA : DEWASA
Dosis bulanan : RIFAMPISIN Dosis bulanan : RIFAMPISIN 600
600 DDS 100 mg
DDS 100 mg. LAMPRENE 300
Dosis harian : DDS 100 mg mg
Dosis harian :LAMPRENE 50
ANAK : sesuai tabel. DDS 100 MG
ANAK : sesuai tabel
-JUMLAH : 6 BLISTER -JUMLAH : 12 BLISTER.
-WAKTU : 6 – 9 BULAN -WAKTU : 12 – 18 BULAN
REAKSI

Reaksi kusta adalah episode akut pada


perjalanan penyakit Kusta, sebagai akibat dari
perubahan sistem kekebalan tubuh.
Dapat timbul sebelum, selama dan sesudah
pengobatan.
Ditandai dengan peradangan akut pada kulit,
saraf , organ lain dan bisa disertai gangguan
keadaan umum.

TIPE I : TIPE II :
ME KEKEBALAN ME KEKEBALAN
SELULER HUMORAL
Reaksi kusta Tipe 1 = Reaksi Reversal

saraf kulit
Sistem Kekebalan Tubuh kuman kusta
Body’s immune system
(Respons seluler)

“perang”
serang !! peradanga
n

Kulit merah,
bengkak, panas
nyeri tekan dan
ggn fungsi saraf.
REAKSI RINGAN :
1. BEROBAT JALAN , ISTIRAHAT
DIRUMAH
2. BERI ANALGETIK ANTIPIRETIK
3. CARI FAKTOR PENCETUS
4. MDT DITERUSKAN

REAKSI BERAT :
1. ISTIRAHAT / IMMOBILISASI.
2. PEMBERIAN ANALGETIK ANTIPIRETIK
3. CARI FAKTOR PENCETUS
4. MDT DITERUSKAN DENGAN DOSIS SAMA
5. PEMBERIAN OBAT ANTI REAKSI
APA YANG HARUS DILAKUKAN?

3. Penanggung jawab tatalaksana reaksi kusta haruslah


dokter, krn:
– Penanganan harus holisik
– Deteksi dan tangani faktor pencetus
– Mewaspadai kontra indikasi dan efek samping prednison

4. Prednison hanya diberikan bila:


a. Reaksi Berat
b. Tidak ada kontra indikasi
c. Pasien dan keluarga kooperatif
d. Terjamin ketersediaannya
PERMASALAHAN 1

TIDAK TERDETEKSI
tidak di obati
cacat
masalah sosial

Karena
a. Petugas tidak tahu dan tidak menyadari
b. Pemeriksaan fungsi saraf (POD) tidak adekuat
c. Kehilangan kontak krn default atau sudah RFT
PERMASALAHAN 2
TERDETEKSI TETAPI TIDAK DIOBATI DGN
ADEKUAT:
Reaksi kronis/berulang
ketergantungan Prednison
meninggal
cacat .......
penanganan sulit dan mahal
Lanjutan…

• Stigma masyarakat dan pet. Kesehatan


terhadap kusta masih tinggi.
• Kemampuan dan ketrampilan pet.
Pusk.dlm POD Pemeriksaan fungsi
syaraf dalam penanganan reaksi kusta
masih kurang.
APA YANG HARUS DILAKUKAN?

DETEKSI REAKSI
a. Semua UPK yang melayani pengobatan
kusta harus menyadari adanya resiko
reaksi kusta
b. “Tidak ada pelayanan pengobatan
kusta tanpa pemeriksaan POD”
c. Pasien tdk datang : harus dikunjungi
RFT dgn resiko : Semi aktif surveilens
MASALAH KUSTA

1. Masalah medis
Mengobati penderita,
mencegah dan menangani cacat

2. Masalah Sosial Ekonomi.


Sebagian besar pend golongan
ekonomi lemah. Adanya cacat
memperburuk ekonomi karena
kehilangan pekerjaan.
Dari KUSTA ke KEMISKINAN

KERUSAKAN
SYARAF

BERCAK
CACAT
MATI RASA
MENETAP
PENCATATAN PROGRAM
KUSTA DI PUSKESMAS
1. Kartu penderita, form Pencatatan
Pencegahan cacat (POD), form evaluasi
pemberian prednison.

2. dan form MDT.

3. Register monitoring(Kohort PB & MB)


CONTOH FORMAT
PENCATATAN PROGRAM KUSTA
DI PUSKESMAS
PEMERIKSAAN POD
TIPE PB MINIMAL
ADA 3 KALI
PEMERIKSAAN

PEMERIKSAAN POD
TIPE MB MINIMAL
ADA 5 KALI
PEMERIKSAAN
PENDERITA BARU KUSTA PENDERITA BARU KUSTA
No KAB./KOTA TAHIUN NO KAB./KOTA TAHUN
2011 2012 2013 2011 2012 2013
1 MEDAN 31 21 21 20 MADINA 4 0 2
2 PEMATANG SIANTAR 0 2 3 21 HUMBANGHASUNDUTAN 1 1 1
3 TANJUNG BALAI 5 3 4 22 PAK-PAK BHARAT 0 0 0
4 BINJAI 4 2 2 23 NIAS SELATAN 0 4 2
5 TEBING TINGGI 0 0 1 24 SERDANG BEDAGAI 2 6 4
6 SIBOLGA 4 4 8 25 SAMOSIR 1 3 1
7 PADANGSIDIMPUAN 0 1 0 26 BATU BARA 9 10 12
8 DELISERDANG 3 6 6 27 PADANG LAWAS 14 14 8
9 LANGKAT 0 3 2 28 PADANGLAWAS UTARA 6 9 10
10 KARO 1 2 1 29 LABUHAN BATU UTARA 15 14 7
11 SIMALUNGUN 5 5 6 30 LABUHANBATU SELATAN 4 6 7
12 ASAHAN 10 23 24 31 GUNUNGSITOLI 1 0 4
13 LABUHAN BATU 13 8 5 32 NIAS BARAT 1 0 3
14 TAPANULI UTARA 1 7 2 33 NIAS UTARA 0 0 0
15 TAPANULI TENGAH 6 2 4 34 RSK.LAUSIMOMO 0 3 3
16 TAPANULI SELATAN 6 1 0 35 RSK.HUTASALEM 0 0 0
17 NIAS 0 0 2 36 RSK.BELIDAHAN 0 0 0
18 DAIRI 1 1 0 37 RSK.SICANANG 16 14 11
19 TOBASA 2 1 3 38 RSUP.HAM 7 5 10
GANGGUAN FUNGSI SYARAF TEPI

SENSORIK MOTORIK OTONOM

ANESTHESI / KELEMAHAN
MATI RASA GG KEL MINYAK,
OTOT KERINGAT,CIRC
DARAH
TANGAN CORNEA JARI, TANGAN,
REFLEK
KAKI MATA KAKI LEMAH /
KEDIP (-)
MATIRASA MATIRASA LUMPUH
KULIT KERING /
PECAH-PECAH
LAGOPTH TANGAN/KAKI
LUKA INFEKSI ALMUS KITING,
BENGKOK
LUKA/ULCUS
INFEKSI
BUTA
MUTILASI /
ABSORBSI MUTILASI /
ABSORBSI INFEKSI
BUTA
PERAWATAN DIRI
PRINSIP
3 M:
• 1. Memeriksa
• 2. Melindungi
• 3. Merawat - RGO
MEMERIKSA
MELINDUNGI
MEMERIKSA : DG CERMIN
UTK LIHAT MATA MERAH

MERAWAT

MELINDUNGI :
- DARI ANGIN, DEBU, SINAR
MATAHARI,
-WAKTU TIDUR TUTUP MATA
DENGAN KAIN BERSIH
PERAWATAN TANGAN

MATI RASA : JARI TANGAN BENGKOK


• PRINSIP : • PRINSIP :
* RENDAM, GOSOK , OLES RENDAM, GOSOK, OLES
• LINDUNGI DARI BENDA LATIHAN LURUSKAN
TAJAM DAN TEKANAN
DENGAN PAKAI ALAS / JARI TANGAN LEMAH
SARUNG TANGAN KALAU • PRINSIP :
BEKERJA. RENDAM , GOSOK , OLES
LATIHAN
MATI RASA ADA LUKA
• PRINSIP :
RENDAM ,GOSOK , OLES
BALUT LUKA.
RENDAM, GOSOK, OLES
2 CARA

PASIF
LATIHAN AKTIF

- MEMPERKUAT OTOT
RENDAM, GOSOK, OLES
RENDAM, BERSIHKAN GOSOK

TUTUP LUKA
MENGISTIRAHATKAN
PASIF

AKTIF
HASIL

Dec 2004 April 2005


H
A
S
I
L
RR - PROGRAM
PENCATATAN
Form-2 Pencatatan di Puskesmas
 Kartu penderita, form Pencatatan
Pencegahan cacat, form evaluasi
pemberian prednison
 Register monitoring PB & MB
PELAPORAN
• Puskesmas mengirim Format register kohort
penderita ke kabupaten, setiap 3 bulan.
• Wasor kabupaten memasukkan kohort masing2
Puskesmas ke kohort electronics.
Hasil kohort electronics dikirim ke Propinsi
setiap 3 bulan sekali.
* Wasor Propinsi merekapitulasi Laporan
Kabupaten , dan hasilnya dikirim ke pusat
setiap 3 bulan sekali.
PROGRAM P2 KUSTA
Program P2 Kusta
• Tujuan
• Kebijakan
• Strategi
• Kegiatan
Indikator Penilaian Program
• Indikator utama untuk monitoring kemajuan
– Penemuan kasus baru/100.000 pddk ( CDR )
– RFT rate
– Prevalensi Rate (penderita terdaftar)

• Indikator tambahan penemuan kasus baru


– Cacat tingkat 2
– Proporsi Anak
– Proporsi MB

• Indikator tatalaksana & follow up penderita


– Dx kasus baru yang benar berdasarkan validasi
– Proporsi Putus Pengobatan ( Default )
– Jml penderita relaps
– Proporsi cacat selama MDT
RUMUS-RUMUS INDIKATOR &
ARTINYA
• Case Detection Rate (CDR)
= Angka penemuan penderita
Menggambarkan tingkat endemisitas dan
aktivitas penemuan penderita
• Rumus :
Jumlah penderita baru yang ditemukan dalam
waktu tertentu (1 tahun)
--------------------------------------------------- x 100.000 penduduk
Jumlah penduduk pada periode waktu tertentu
Proporsi cacat tingkat 2
(di antara kasus baru)
• Menunjukkan keterlambatan penemuan yang
merupakan bagian dari penampilan kerja (kinerja)
dari petugas/efektifitas program serta pengetahuan
masyarakat mengenai penyakit kusta.

• Rumus :
Jumlah kasus baru dengan cacat tingkat 2 dalam
suatu periode waktu
----------------------------------------------------------------- x 100 %
Jumlah penderita baru dalam periode waktu tersebut

Nilainya : ≤ 5 %
Proporsi anak (di antara kasus baru)

• Menggambarkan tingginya
penularan di daerah tersebut
mengingat masa inkubasi kusta
yang lama.
• Rumus :
Jumlah kasus baru < 15 tahun pada periode tertentu
---------------------------------------------------------------------- x 100%
Jumlah penderita baru pada periode tersebut

Nilainya : ≤ 5%
Proporsi MB (di antara kasus baru)
• Menggambarkan prosentase penderita kusta
tipe MB di antara kasus baru. Hal ini menun
jukkan tingginya penularan di masyarakat.

• Rumus :
Jumlah penderita baru tipe MB dalam periode tertentu
----------------------------------------------------------------------- x 100 %
Jumlah penderita baru dalam periode tersebut
RFT Rate = Angka Kesembuhan

• RFT Rate PB
Jumlah penderita PB yang selesai pengobatan 6 blister
dalam jangka waktu 6-9 bulan
---------------------------------------------------------------------- x 100 %
Jumlah penderita PB yang mulai pengobatan pada periode
kohort yang sama

• RFT Rate MB
Jumlah penderita MB yang selesai pengobatan 12 blister
dalam jangka waktu 12-18 bulan
------------------------------------------------------------------------ x 100 %
Jumlah penderita MB yang mulai pengobatan pada periode
kohort yang sama

Target Angka kesembuhan ≥ 90%


PREVALENSI RATE

• Menunjukkan besar masalah


• Menentukan beban kerja sebagai
dasar perencanaan
• Sebagai alat evaluasi
• Rumus:
Jumlah penderita tercatat (pada waktu
tertentu) X 10.000
Jumlah penduduk (pada waktu tertentu)
Nilai : ≤ 1 per 10.000 penduduk
DEFAULT : MANAJEMEN :

Adalah penderita Kusta yg DEFAULT ke 1 :


tidak mengambil obat : Periksa kembali
adakah tanda aktif .
PB : lebih dari 3 bulan Bila ada obati mulai
MB : lebih dari 6 bulan. dari awal sesuai
dengan klasifikasi
Untuk penderita DEFAULT pada saat itu.
dikeluarkan dari register, kalau
masuk kembali dikategorikan DEFAULT ke 2 :
sebagai penderita ulangan, Lanjutkan
dengan klasifikasi sesuai pengobatan / sisa obat
cardinal sign yang ditemukan sampai lengkap
wak tu itu. DEFAULT ke 3 :
Rujuk
PENYULUHAN
PRINSIP PENYULUHAN
• Tujuan Penyuluhan Kusta
 Agar penderita, keluarga, masyarakat
dan tokoh-tokoh masyarakat memahami
mengenai penyakit kusta dan turut
berperan aktif dalam program
penanggulangan penyakit kusta.
Sasaran Penyuluhan Kusta
Sasaran dapat dikelompokkan dalam 3 segmen
:
• Sasaran Primer : adalah orang yang
diharapkan berperilaku seperti yang
diharapkan.Misalnya penderita
• Sasaran Sekunder : adalah orang yang bisa
mempengaruhi sasaran primer. Misalnya
tokoh masyarakat
• Sasaran Tersier : sasaran yang mencakup
orang-orang yang berpengaruh atau
pengambil keputusan. Misalnya Pak Camat.
Metode, teknik atau media
Penyuluhan Kusta
Cara memilih suatu metode, teknik atau media
penyuluhan tentang penyakit kusta hendaknya
memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

• Tujuan Penyuluhan
• Kemampuan Penyuluh
• Kemampuan sasaran penyuluhan
• Besar-kecilnya kelompok sasaran
• Waktu yang tersedia
• Fasilitas yang tersedia
Penyuluhan Kepada
Penderita Baru
Tujuan :
• Penderita mengetahui fakta yang benar
tentang penyakit kusta, pengobatannya
dan pentingnya berobat teratur

• Tindakan yang perlu dilakukan bila


keadaan penyakit bertambah berat
Isi Pesan Pada Penderita
Baru
• Sebab penyakit
• Bisa disembuhkan dengan
pengobatan teratur
• Efek samping obat
• Hal-2 yang perlu diwaspadai
dan kemana mencari
pertolongan
• Kegunaan kartu pengobatan
dan jadwal pengambilan obat
berikutnya
Penyuluhan Kepada Keluarga
Penderita Baru
Tujuan Penyuluhan
• Keluarga dapat membantu mengawasi
keteraturan minum obat
• Keluarga mengetahui perlunya
perawatan diri (jika penderita yang
anggota keluarga mengalami cacat)
Penyuluhan Kepada Penderita
reaksi dan Keluarganya
Tujuan Penyuluhan
• Mengetahui dan memahami reaksi
• Mengerti langkah-langkah yang perlu
dilakukan bila terjadi reaksi.
Isi Pesan
• Sebab terjadinya reaksi
• Saat terjadinya reaksi
• Bahaya reaksi
• Peran penderita dan keluarganya dalam
pengobatan reaksi kusta dan monitoring
fungsi sarafnya
• Peran penderita dan keluarga dalam mencari
dan mengatasi faktor pencetus
Penyuluhan kepada penderita
yang telah dinyatakan selesai
pengobatan (RFT) & keluarga
Tujuan Penyuluhan
• Penderita memahami arti
sembuh/RFT.
• Mewaspadai tanda-2 bahaya
• Penderita memahami cara
perawatan diri (bila ada cacat)
Isi Penyuluhan
• Penderita tidak perlu makan obat MDT lagi
• Obat bukan menyembuhkan cacatnya,
(bagi penderita yang terlanjur mengalami
cacat permanen)
• cara merawat diri untuk mencegah
bertambahnya cacat (gunakan leaflet yang
sesuai)
Penyuluhan Kepada
Masyarakat
Tujuan Penyuluhan
• Masyarakat mengetahui fakta yang
benar tentang penyakit kusta.
• Masyarakat memahami beberapa
istilah yang keliru tentang kusta
dalam masyarakat.
Pesan-pesan yang perlu
disampaikan
• Fakta yang benar tentang sebab
penyakit kusta dan penularannya
• Peran dan dukungan terhadap
penderita (Tidak mengucilkan penderita
dan keluarganya)
• Peran masyarakat dalam
penanggulangan penyakit kusta
ASPEK PENTING DALAM
PENYULUHAN : ……………

KOMUNIKASI
KOMUNIKASI
Adalah proses pertukaran informasi,
pikiran, pendapat, perasaan lewat kata-
kata, isyarat, bahasa tubuh dari
pemberi pesan ke penerima pesan
UNSUR KOMUNIKASI

PESAN

PEMBERI PESAN SALURAN PENERIMA PESAN


(MEDIA)

PESAN PESAN

UMPAN BALIK
KIP = Komunikasi Inter
Personal
1. Komunikasi yang berlangsung dari
satu orang ke orang lain. Misalnya
pasien kusta dengan petugas
kesehatan Puskesmas.
2. Sifatnya dua arah:
3. Cara: Verbal, Non Verbal.
Manfaat
1. Mengenal diri sendiri dan orang lain.
2. Menciptakan dan memelihara hubungan
menjadi bermakna.
3. Mengubah sikap, kepercayaan, nilai-nilai
dan perilaku orang lain.
4. Dapat membantu orang lain untuk
mengenali dan memecahkan masalah yang
dihadapi.
Keterampilan KIP
• Mengajukan pertanyaan
• Mendengar
• Memberikan pujian
• Memberikan nasehat
• Mengecek pemahaman
• Memilih dan menggunakan alat bantu
Keterampilan mengajukan
pertanyaan
• Pertanyaan tertutup
Dimulai dg kata: Apakah?, Sudahkah,
Perlukah?, Maukah?
• Pertanyaan terbuka
Apa?, Mengapa?, Bagaimana?
KETERAMPILAN MENDENGARKAN
YANG BAIK

• Ada keinginan untuk mendengarkan masalah penderita


• Memandang mata penderita
• Menunjukkan minat terhadap masalah yang disampaikan
oleh penderita
• Empati (Merasakan apa yang sedang dirasakan penderita )
• Menafsirkan emosi dan perasaan
• Mengajukan pertanyaan
• Mengungkapkan hal yg sama dengan kata2 lain yang
sederhana
• Memadukan berbagai hal yg didengar
• Tidak menggurui
CARA UNTUK BISA MENDENGAR
DENGAN BAIK
• Sabar
• Sediakan waktu
• Perhatikan dengan baik
• Ada kesiapan untuk mendengarkan
• Tidak bereaksi berlebihan terhadap informasi
• Tidak bereaksi berlebihan terhadap penderita
• Tidak pura-pura mendengarkan
• Tidak asyik dengan pikiran sendiri
Keterampilan memberikan
pujian
• Pujian perlu diberikan kepada
penderita yang telah berbuat
sesuatu yg bermanfaat

• Manfaat pujian : Sangat berguna


untuk memotivasi dan meningkatkan
kepercayaan diri
Keterampilan memberikan nasehat
Nasehat diberikan untuk:
• Mencegah tindakan atau perilaku yg dapat
merugikan atau membahayakan
• Memperbaiki perilaku yang salah
• Cara : nasehat harus diberikan secara jelas dan
hati-hati
Keterampilan mengecek
pemahaman
• Tujuan: untuk memastikan pesan yang
disampaikan dimengerti
• Cara: Bertanya
Bila diperoleh jawaban yg tidak jelas, ajukan
pertanyaan dengan bentuk lain.
• Puji penderita yang sudah memahami
dengan baik.
Keterampilan memakai bahasa
sederhana

• Sedapat mungkin menggunakan bahasa


sehari-hari
• Jangan menggunakan istilah-2 medis
• Gunakan kalimat yg singkat, sederhana
dan jelas.
Keterampilan memilih dan
menggunakan alat bantu
Gunakan media seperti leaflet,
Poster, lembar balik.
•Leaflet, utk sasaran yg dpt
membaca, baik di rumah maupun di
Puskesmas
•Poster, ditempel di papan/dinding
atau utk penyuluhan
•Lembar balik, digunakan utk
penyuluhan per-orangan/kelompok
kecil.