Anda di halaman 1dari 13

ASPEK SPIRITUALITAS PADA LANSIA

Disusun Oleh :

1. Sulis Setiyoningsih 6. Dewy Sri Wahyuni


2. Rizkia H 7. Erna Sari
3. Ida Haifah 8. Edi Karsito
4. Abdul Rohman A 9. Ahmad Khusni Mubarok
5. Nindya Ayuningtyas 10. Miftahul Janah

PROGRAM STUDI S1 KEPERAWATAN STIKES AL


IRSYAD AL ISLAMIYYAH CIACAP TAHUN 2018
Apakah itu Spiritualitas ?
Spiritualitas
Adalah keyakinan dalam
hubungannya dengan Yang
Maha Kuasa dan Maha
Pencipta. (Burbhart 1993)

Kesehatan Spiritual Ketidakseimbangan spiritual


Adalah rasa keharmonisan saling Adalah sebuah kekacauan jiwa yang
kedekatan antara diri dengan orang terjadi ketika kepercayaan yang
lain, alam, lingkungan dan dengan dipegang teguh tergoncang hebat.
yang maha kuasa dan pencipta (Taylor, 2002 dikutip dari Young,
2007).
Karakteristik Spiritualitas

Terdapat beberapa karakteristik Spiritual ( Azizah, halaman 126,


“keperawatan Lanjut Usia” ) yang meliputi: Hubungan dengan
alam
Hubungan dengan diri Hubungan dengan Hubungan dengan
sendiri orang lain Tuhan
Harmonis dengan alam
Merupakan kekuatan dari Hubungan ini terbagi merupakan gambaran Meliputi keagamaan.
dalam diri seseorang atas harmonis dan tidak hubungan seseorang Keadaan ini
yang meliputi harmonisnya hubungan dengan alam yang menyangkut
pengetahuan diri yaitu dengan orang lain. meliputi pengetahuan sembahyang dan
siapa dirinya, apa yang tentang tanaman, berdoa, keikut sertaan
dapat dilakukannya dan pohon, margasatwa, dalam kegiatan ibadah,
juga sikap yang iklim dan perlengkapan
menyangkut kepercayaan berkomunikasi dengan keagamaan.
pada diri-sendiri, alam serta melindungi
alam tersebut.
Faktor-faktor yang mempengaruhi spiritual
 Tahap perkembangan
 Peranan keluarga
 Latar belakang etnik dan budaya
 Pengalaman hidup sebelumnya
 Krisis dan perubahan
 Terpisah dari ikatan spiritual
 Isu moral terkait dengan terapi
 Asuhan keperawatan yang kurang sesuai.
Manifestasi perubahan fungsi spiritual

1. Verbalisasi disstress
Individu yang mengalami gangguan fungsi spiritual, biasanya akan
meverbalisasikan yang dialaminya untuk mendapatkan bantuan.

2. Perubahan perilaku
Perubahan perilaku juga dapat merupakan manifestasi gangguan fungsi
spiritual.. Klien yang merasa cemas dengan hasil pemeriksaan atau
menunjukkan kemarahan setelah mendengar hasil pemeriksaan mungkin
saja sedang menderita distress spiritual.
Kehilangan Versus Harapan

Kehilangan dinyatakan sebagai


ketidakpuasan yang berkaitan
dengan status masa lalu

Harapan adalah karakteristik


esensial dari tahapan intregitas
Keinginan yang terakhir.
Tabel Ekspresi Kebutuhan Spiritual Adaptif Dan Malladaptif

Kebutuhan Tanda pola perilaku adaptif Tanda pola perilaku maladaptif

Rasa percaya Rasa percaya terhadap diri sendiri Merasa tidak nyaman dengan kesadaran
dan kesabaran, Menerima bahwa
yang lain akan mampu memenuhi diri, Mudah tertipu ,Ketidakmampuan untuk
kebutuhan, Rasa percaya terhadap terbuka dengan orang lain, Merasa bahwa
kehidupan walaupun terasa berat
,Keterbukaan terhadap Tuhan hanya orang tertentu dan tempat tertentu
yang aman ,Mengharapkan orang tidak
berbuat baik dan tidak tergantung Ingin
kebutuhan dipenuhi segera tidak dapat
menunggu ,Tidak terbuka kepada Tuhan
,Takut terhadap maksud Tuhan
Kebutuhan Tanda pola perilaku adaptif Tanda pola perilaku maladaptif

Kemampuan Menerima diri sendiri dan orang lain dapat Merasa penyakit sebagai suatu
memberi maaf berbuat salah. Tidak mendakwa atau hukuman. Merasa Tuhan sebagai
berprasangka buruk. Memandang penyakit penghukum. Merasa maaf hanya
sebagai sesuatu yang nyata diberikan berdasar prilaku. Tidak
Memaafkan diri sendiri menerima diri sendiri.
Memaafkah orang lain. Menerima Menyalahkan diri sendari atau
pengampunan Tuhan. orang lain.
Pandangan yang realistik terhadap masa lalu
Kebutuhan Tanda pola perilaku adaptif Tanda pola perilaku maladaptif

Mencintai dan Mengekspresikan perasaan dicintai oleh orang Takut akan tergantung dengan
ketertarikan lain atau Tuhan orang lain. Menolak bekerja
Mampu menerima bantuan sama dengan tenaga kesehatan
Menerima diri sendiri Cemas berpisah dengan keluarga
Mencari kebaikan dari orang lain Menolak diri sendiri serta
angkuh dan mementingkan diri
sendiri.Tidak mampu untuk
mempercayai diri sendiri dicintai
oleh Tuhan, tidak punya
hubungan rasa cinta dengan
Tuhan. Merasa jauh dengan
Tuhan.
Kebutuhan Tanda pola perilaku adaptif Tanda pola perilaku maladaptif

Keyakinan Ketergantungan dengan anugerah Tuhan Mengekspresikan perasaan


Termotifasi untuk tumbuh ambivalens terhadap Tuhan
Mengekspresikan kepuasan dengan menjelaskan Tidak percaya terhadap
kehidupan setelah kematian kekuasaan Tuhan
Mengekspresikan kebutuhan untuk memasuki Takut kematian
kehidupan dan ataui memahami kehidupan Merasa terisolasi dari
manusia dengan wawasanyang lebih luas kepercayaan masyarakat sekitar
Mengekspresikan kebutuhan ritual Merasa pahit, frustasi dan marah
Mengekspresikan kehidupan untuk merasa berbagi terhadap Tuhan
keyakinan Nilai, keyakinan dan tujuan
hidup yang tidak jelas
Konflik nilai
Tidak mempunyai komitmenm
Kebutuhan Tanda pola perilaku adaptif Tanda pola perilaku maladaptif

Kreatifitas dan Meminta informasi tentang kondisi Mengekspresikan perasaan takut


harapan Membicarakan kondisinya secara realistik kehilangan kendali diri
Menggunakan waktu selama dirawat inap secara Mengekspresikan kebosanan diri
konstruktif Tidak mempunyai visi alternatif
Mencari cara untuk mengekspresikan diri yang memungkinkan
Mencari kenyamanan batin daripada fisik Takut terhadap terapi
Mengekspresikan harapan tentang masa depan Putus asa
Terbuka terhadap kemungkinan mendapatkan Tidak dapat menolong ayau
kedamaian menerima diri sendiri
Tidak dapat menikmati apapun
Telah menunda pengambilan
keputusan.
Kebutuhan Tanda pola perilaku adaptif Tanda pola perilaku maladaptif

Arti dan Mengekspresikan kepuasan hidup Mengekspresikan tidak ada


tujuan Menjalani kehidupan sesuai dengan sistem nilai alasan bertahan hidup
Menggunakan penderitaan sebagai cara memahami Tidak dapat menerima arti
diri penderitaan yang dialami
Mengekspresikan arti kehidupan/ kematian Mempertanyakan arti kehidupan
Mengekspresikan komitmen dan orientasi hidup Mempertanyakan tujuan
Jelas tentang apa yang penting penyakit
Tidak dapat merumuskan tujuan
dan tidak mencapai tujuan
Telah menunda pegambilan
keputusan yang penting.
ALHAMDULILLAH

TERIMAKASIH