Anda di halaman 1dari 13

Prof. dr. drg.

Sudibyo SU, Sp Perio (K)


Antropologi forensik
• Ilmu Antropologi Forensik adalah bidang studi
yang berkaitan dengan analisis sisa rangka
manusia dalam aspek hukum dengan tujuan
untuk mendapatkan informasi sebanyak-
banyaknya tentang rangka manusia yang
diperiksa.
• Antropologi forensik membantu
mengidentifikasi orang yang meninggal dalam
bencana massal, perang, atau karena
pembunuhan, bunuh diri, atau kematian karena
kecelakaan
Yang Termasuk dalam lingkup
Antropology Forensik
1. Penggalian arkeologis
2. Pemeriksaan2 :
rambut, serangga, plant material, jejak kaki,
waktu kematian, facioal reproduksi, fotografi
superimpose, analisa cedera masa lalu

• Untuk menentukan identitas pada kurban


meninggal umum dilakaukan
berdasar bukti yang tersedia, yaitu menentukan
tinggi badan, jenis kelamin, perkiraan usia, bentuk
tubuh, dan pertalian ras
Klassifikasi Antropometri
1. Somatometri adalah pengukuran manusia
hidup dan mayat termasuk kepala dan wajah.
Somatometri berguna dalam perkiraan usia
dari segmen tubuh yang berbeda dalam
individu
2. Osteometri mencakup kerangka dan bagian-
bagiannya yaitu pengukuran tulang, termasuk
tengkorak. Teknik ini telah berhasil digunakan
dalam memperkirakan tinggi badan, usia, jenis
kelamin, dan ras dalam ilmu forensik dan
Hukum
Untuk Osteometri, dibagi :
1. Untuk Penentuan tinggi badan, yaitu dengan
menyusun tulang dari metakarpal sampai
tengkorak
2. Untuk menentukan jenis kelamin, yaitu
dengan menggunakan pelvis dan tengkorak
3. Untuk menentukan ras, yaitu menggunakan
tengkorak dan tulang panjang
Tujuan mempelajari Forensik
identifikasi
• Untuk menentukan identitas seseorang,
nbaik kiurban massal atau individual/
personal
• Kekeliruan dalam identifikas akan berakitat
timbulnya kerugian material maupun non
material
• Sangat diperlukan dalam kepentingan hukum
• Memberikan kepastian kurban yang
meninggal maupun keluarga kurban.
Identifikasi medik
Yang dipriksa :
• Tinggi badan
• Berat badan
• Rambut
• Mata
• Hidung
• Gigi
• Cacat congenital
• Patah tulang
• Implant gigi
• Tatto, tahi lalat, dan parut pada kulit.
Identifikasi kerangka
Upaya identifikasi pada kerangka bertujuan
untuk membuktikan bahwa kerangka tersebut
adala:
• kerangka manusia,
• ras,
• jenis kelamin,
• perkiraan umur dan
• tinggi badan, ciri-ciri khusus dan deformitas
serta bila memungkinkan dilakukan rekonstruksi
wajah
Klassifikasi Tulang pada
manusia yg diidentifikasi
1. Tulang Panjang
• Tulang-tulang panjang ditemukan pada
ektremitas (contoh, humerus, femur, ossa
metacarpi, ossa metatarsal, dan phalanges).
Panjangnya lebih besar dari lebarnya. Tulang
ini mempunyai corpus berbentuk tubular,
diaphysis, dan biasanya dijumpai epiphysis
pada ujung-ujungnya
2. Tulang Pendek
Tulang-tulang pendek ditemukan pada
tangan dan kaki (contohnya, os scaphoideum,
os lunatum, talus dan calcaneus). Bentuk
tulang ini umumnya segiempat dan terdiri
atas tulang spongiosa yang dikelilingi oleh
selapis tipis tulang kompakta.
3.Tulang Pipih, yaitu tulang yang tipis dan
kompakta
Contoh : Os Frontale, Os Parietale
4.Tulang Irregular- Tulang dengan susunan
bagian luar merupakan tulang kompakta,
dan dibagian dalam sebagai tulang spongiosa
- Umum terdapat pada : tulang tengkorak, tl
vertebra dan tulang Coxae

5. Tulang Sesamoid , adalah tulang kecil


yang ditemukan pada tendo tertentu, tempat
terjadi geseran tendo pada permukaan
tulang.