Anda di halaman 1dari 56

PEMANTAPAN MATERI DAN

STRATEGI PENYAMPAIAN MATERI PELATIHAN


KURIKULUM 2013 UNTUK TAHUN 2017

S. HAMID HASAN
BOGOR, HOTEL ROYAL PAJAJARAN
16 FEBRUARI2017
MATERI PELATIHAN
KURIKULUM 2013 SMA

STRUKTUR KURIKULUM SMA


• MATA PELAJARAN WAJIB (A DAN B)
• MATA PELAJARAN PILIHAN (PEMINATAN) IPA, IPS, BAHASA
• PILIHAN LINTAS MINAT
• MATERI/MAPEL MUATAN LOKAL

NAMA MAPEL BERDASARKAN PERMENDIKBUD NO 24 TAHUN 2016


• SEJARAH INDONESIA (KELOMPOK A), SEJARAH (KELOMPOK PEMINATAN)
• BAHASA INGGERIS UMUM (KELOMPOK A), BAHASA INGGERIS PEMINATAN
• MATEMATIKA (KELOMPOK A), MATEMTIKA (PEMINATAN)

KTSP: KUR NASIONAL + MUATAN LOKAL (DAERAH, SEKOLAH)


SKL – KI - KD
STANDAR KOMPETENSI LULUSAN
PERMENDIKBUD NO 20 TAHUN 2016

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN ADALAH KRITERIA MENGENAI


KUALIFIKASI KEMAMPUAN LULUSAN YANG MENCAKUP SIKAP,
PENGETAHUAN, DAN KETERAMPILAN.

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN TERDIRI ATAS KRITERIA KUALIFIKASI KEMAMPUAN


PESERTA DIDIK YANG DIHARAPKAN DAPAT DICAPAI SETELAH MENYELESAIKAN
MASA BELAJARNYA DI SATUAN PENDIDIKAN PADA JENJANG PENDIDIKAN DASAR
DAN MENENGAH.

STANDAR KOMPETENSI LULUSAN DIGUNAKAN SEBAGAI ACUAN UTAMA PENGEMBANGAN


STANDAR ISI, STANDAR PROSES, STANDAR PENILAIAN PENDIDIKAN, STANDAR PENDIDIK
DAN TENAGA KEPENDIDIKAN, STANDAR SARANA DAN PRASARANA, STANDAR
PENGELOLAAN, DAN STANDAR PEMBIAYAAN.
SIKAP
MEMILIKI PERILAKU YANG MENCERMINKAN SIKAP:
1. BERIMAN DAN BERTAKWA KEPADA TUHAN YME,
2. BERKARAKTER, JUJUR, DAN PEDULI,
3. BERTANGGUNGJAWAB,
4. PEMBELAJAR SEJATI SEPANJANG HAYAT, DAN
5. SEHAT JASMANI DAN ROHANI

SESUAI DENGAN PERKEMBANGAN ANAK DI LINGKUNGAN KELUARGA, SEKOLAH,


MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN ALAM SEKITAR, BANGSA, NEGARA, KAWASAN
REGIONAL, DAN INTERNASIONAL.
DIMENSI PENGETAHUAN
MEMILIKI PENGETAHUAN FAKTUAL, KONSEPTUAL, PROSEDURAL, DAN METAKOGNITIF
PADA TINGKAT TEKNIS, SPESIFIK, DETIL, DAN KOMPLEKS BERKENAAN DENGAN:
1. ILMU PENGETAHUAN,
2. TEKNOLOGI,
3. SENI,
4. BUDAYA, DAN
5. HUMANIORA.

MAMPU MENGAITKAN PENGETAHUAN DI ATAS DALAM KONTEKS DIRI SENDIRI,


KELUARGA, SEKOLAH, MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN ALAM SEKITAR, BANGSA,
NEGARA, SERTA KAWASAN REGIONAL DAN INTERNASIONAL.
FAKTUAL

PENGETAHUAN TEKNIS DAN SPESIFIK, DETAIL DAN KOMPLEKS BERKENAAN


DENGAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, DAN BUDAYA TERKAIT
DENGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN ALAM SEKITAR, BANGSA, NEGARA,
KAWASAN REGIONAL, DAN INTERNASIONAL.
KONSEPTUAL
TERMINOLOGI/ ISTILAH DAN KLASIFIKASI, KATEGORI, PRINSIP, GENERALISASI,
TEORI,MODEL, DAN STRUKTUR YANG DIGUNAKAN TERKAIT DENGAN PENGETAHUAN
TEKNIS DAN SPESIFIK, DETAIL DAN KOMPLEKS BERKENAAN DENGAN ILMU
PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, DAN BUDAYA (TERKAIT DENGAN MASYARAKAT DAN
LINGKUNGAN ALAM SEKITAR, BANGSA, NEGARA, KAWASAN REGIONAL, DAN
INTERNASIONAL).
PROSEDURAL
PENGETAHUAN TENTANG CARA MELAKUKAN SESUATU ATAU KEGIATAN YANG TERKAIT
DENGAN PENGETAHUAN TEKNIS, SPESIFIK, ALGORITMA, METODE, DAN KRITERIA
UNTUK MENENTUKAN PROSEDUR YANG SESUAI BERKENAAN DENGAN ILMU
PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI, DAN BUDAYA, TERKAIT DENGAN PROSEDUR YANG
SESUAI BERKENAAN DENGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN ALAM SEKITAR,
BANGSA, NEGARA, KAWASAN REGIONAL, DAN INTERNASIONAL.
METAKOGNITIF

PENGETAHUAN TENTANG KEKUATAN DAN KELEMAHAN DIRI SENDIRI


DAN MENGGUNAKANNYA DALAM MEMPELAJARI PENGETAHUAN
TEKNIS, DETAIL, SPESIFIK, KOMPLEKS, KONTEKSTUAL DAN
KONDISIONAL
BERKENAAN DENGAN ILMU PENGETAHUAN, TEKNOLOGI, SENI,
DAN BUDAYA TERKAIT DENGAN MASYARAKAT DAN LINGKUNGAN
ALAM SEKITAR, BANGSA, NEGARA, KAWASAN REGIONAL, DAN
INTERNASIONAL.
DIMENSI KETERAMPILAN
MEMILIKI KETERAMPILAN BERPIKIR DAN BERTINDAK:
1. KREATIF,
2. PRODUKTIF,
3. KRITIS,
4. MANDIRI,
5. KOLABORATIF, DAN
6. KOMUNIKATIF

MELALUI PENDEKATAN ILMIAH SEBAGAI PENGEMBANGAN DARI YANG DIPELAJARI DI


SATUAN PENDIDIKAN DAN SUMBER LAIN SECARA MANDIRI

KETRAMPILAN KONKRIT YANG BERKENAAN DENGAN KETRAMPILAN MELAKSANAKAN


GERAKAN, TINDAKAN, DAN PERILAKU TERLATIH
KI-KD
PERMENDIKBUD NO 24 TAHUN 2016

KOMPETENSI
DASAR

KOMPETENSI
INTI
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
DIGUNAKAN SEBAGAI DASAR UNTUK PERUBAHAN
BUKU TEKS PELAJARAN PADA PENDIDIKAN DASAR
DAN PENDIDIKAN MENENGAH.

KOMPETENSI INTI TERDIRI ATAS:


KOMPETENSI KOMPETENSI INTI SIKAP SPIRITUAL;
INTI KOMPETENSI INTI SIKAP SOSIAL;
KOMPETENSI INTI PENGETAHUAN; DAN
KOMPETENSI INTI KETERAMPILAN.

KOMPETENSI INTI PADA KURIKULUM 2013 MERUPAKAN


TINGKAT KEMAMPUAN UNTUK MENCAPAI STANDAR
KOMPETENSI LULUSAN YANG HARUS DIMILIKI SEORANG
PESERTA DIDIK PADA SETIAP TINGKAT KELAS.
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DAN BUDI PEKERTI
SMA/MA/SMK/MAK

KELAS: X
Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi
Keterampilan secara keseluruhan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:

KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP SPIRITUAL) KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP SOSIAL)


menghayati dan mengamalkan ajaran menunjukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli
agama yang dianutnya (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif,
dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1 2.1
1.2 dst 2.1 dst
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR PENDIDIKAN
AGAMA ISLAM/KATOLIK/KRISTEN/HINDU/BUDDHA/
KONGHOCU DAN BUDI PEKERTI SMA/MA/SMK/MAK
KELAS: X
Kompetensi Sikap Spiritual, Kompetensi Sikap Sosial, Kompetensi Pengetahuan, dan Kompetensi
Keterampilan secara keseluruhan dirumuskan sebagai berikut, yaitu siswa mampu:
KOMPETENSI INTI 1 (SIKAP SPIRITUAL) KOMPETENSI INTI 2 (SIKAP SOSIAL)

menghayati dan mengamalkan ajaran menunjukkan perilaku jujur, disiplin, bertanggung jawab, peduli
agama yang dianutnya (gotong royong, kerja sama, toleran, damai), santun, responsif,
dan pro-aktif sebagai bagian dari solusi atas berbagai
permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan
lingkungan sosial dan alam serta menempatkan diri sebagai
cerminan bangsa dalam pergaulan dunia
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
1.1 2.1
1.2 dst 2.1 dst
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETERAMPILAN)
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 4.1
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
(MAPEL LAIN)
• KELAS: X
• GEOGRAFI
• TUJUAN KURIKULUM MENCAKUP EMPAT KOMPETENSI, YAITU (1) KOMPETENSI SIKAP SPIRITUAL, (2) SIKAP
SOSIAL, (3) PENGETAHUAN, DAN (4) KETERAMPILAN. KOMPETENSI TERSEBUT DICAPAI MELALUI PROSES
PEMBELAJARAN INTRAKURIKULER, KOKURIKULER, DAN/ATAU EKSTRAKURIKULER.
• RUMUSAN KOMPETENSI SIKAP SPIRITUAL ADALAH “MENGHAYATI DAN MENGAMALKAN AJARAN AGAMA YANG
DIANUTNYA”. ADAPUN RUMUSAN KOMPETENSI SIKAP SOSIAL ADALAH “MENUNJUKKAN PERILAKU JUJUR,
DISIPLIN, TANGGUNG JAWAB, PEDULI (GOTONG ROYONG, KERJA SAMA, TOLERAN, DAMAI), SANTUN,
RESPONSIF, DAN PRO-AKTIF DAN MENUNJUKKAN SIKAP SEBAGAI BAGIAN DARI SOLUSI ATAS BERBAGAI
PERMASALAHAN DALAM BERINTERAKSI SECARA EFEKTIF DENGAN LINGKUNGAN SOSIAL DAN ALAM SERTA
MENEMPATKAN DIRI SEBAGAI CERMINAN BANGSA DALAM PERGAULAN DUNIA”. KEDUA KOMPETENSI
TERSEBUT DICAPAI MELALUI PEMBELAJARAN TIDAK LANGSUNG (INDIRECT TEACHING), YAITU KETELADANAN,
PEMBIASAAN, DAN BUDAYA SEKOLAH, DENGAN MEMPERHATIKAN KARAKTERISTIK MATA PELAJARAN SERTA
KEBUTUHAN DAN KONDISI SISWA.
• PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN KOMPETENSI SIKAP DILAKUKAN SEPANJANG PROSES PEMBELAJARAN
BERLANGSUNG, DAN DAPAT DIGUNAKAN SEBAGAI PERTIMBANGAN GURU DALAM MENGEMBANGKAN
KARAKTER SISWA LEBIH LANJUT.
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETRAMPILAN)

KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR


3.1 4.1
KOMPETENSI DASAR (KD)
KOMPETENSI DASAR PADA KURIKULUM 2013 BERISI KEMAMPUAN
DAN MATERI PEMBELAJARAN UNTUK SUATU MATA PELAJARAN
PADA MASING-MASING SATUAN PENDIDIKAN YANG MENGACU
PADA KOMPETENSI INTI.

KOMPETENSI DASAR MERUPAKAN KEMAMPUAN DAN MATERI


PEMBELAJARAN MINIMAL YANG HARUS DICAPAI PESERTA DIDIK
UNTUK SUATU MATA PELAJARAN PADA MASING-MASING SATUAN
PENDIDIKAN YANG MENGACU PADA KOMPETENSI INTI.
KOMPETENSI INTI DAN KOMPETENSI DASAR
(MAPEL LAIN)
• KELAS: X
• GEOGRAFI
KOMPETENSI INTI 3 (PENGETAHUAN) KOMPETENSI INTI 4 (KETRAMPILAN)
memahami, menerapkan, menganalisis pengetahuan faktual, mengolah, menalar, dan menyaji
konseptual, prosedural berdasarkan rasa ingin tahunya tentang dalam ranah konkret dan ranah
ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora abstrak terkait dengan
dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan pengembangan dari yang
peradaban terkait penyebab fenomena dan kejadian, serta dipelajarinya di sekolah secara
menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang mandiri, dan mampu
spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya untuk memecahkan menggunakan metode sesuai
masalah kaidah keilmuan
KOMPETENSI DASAR KOMPETENSI DASAR
3.1 4.1
3.2 4.2
SILABUS
(PUSKURBUK, 2015)
SILABUS

S
E RPP
G
K
O PEMBELAJARAN U
R
L
U
A HASIL BELAJAR
H
SILABUS MATA PELAJARAN
I. PENDAHULUAN
A. Rasional
B. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan di Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah
C. Kompetensi Setelah Mempelajari Pendidikan Pancasila
dan Kewarganegaraan di Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah/Madrasah
Aliyah Kejuruan (SMA/SMK/MA/MAK)
D. Kerangka Pengembangan Kurikulum Pendidikan
Pancasila dan Kewarganegaraan Sekolah Menengah Atas/Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah
Aliyah/Madrasah Aliyah Kejuruan (SMA/SMK/MA/MAK)
E. Pembelajaran dan Penilaian
F. Kontekstualisasi Pembelajaran Sesuai dengan Kondisi Lingkungan dan Peserta Didik

II. KOMPETENSI DASAR, MATERI PEMBELAJARAN, DAN KEGIATAN PEMBELAJARAN


A. Kelas X
B. Kelas XI
C. Kelas XII
PRINSIP PENYUSUNAN RPP
• SETIAP RPP HARUS SECARA UTUH MEMUAT KOMPETENSI SIKAP SPIRITUAL,
SIKAP SOSIAL, PENGETAHUAN, DAN KETERAMPILAN.
• SATU RPP DAPAT DILAKSANAKAN DALAM SATU KALI PERTEMUAN ATAU LEBIH.
• MEMPERHATIKAN PERBEDAAN INDIVIDU PESERTA
• BERPUSAT PADA PESERTA DIDIK.
• BERBASIS KONTEKS
• BERORIENTASI KEKINIAN
• MENGEMBANGKAN KEMANDIRIAN BELAJAR
• MEMBERIKAN UMPAN BALIK DAN TINDAK LANJUT PEMBELAJARAN
• PEMBELAJARAN YANG MENGUTAMAKAN PEMBUDAYAAN DAN
PEMBERDAYAAN PESERTA DIDIK SEBAGAI PEMBELAJAR SEPANJANG HAYAT;
PRINSIP PENYUSUNAN RPP
• PEMBELAJARAN YANG MENERAPKAN NILAI-NILAI DENGAN MEMBERI
KETELADANAN (ING NGARSO SUNG TULODO), MEMBANGUN KEMAUAN (ING
MADYO MANGUN KARSO), DAN MENGEMBANGKAN KREATIVITAS PESERTA
DIDIK DALAM PROSES PEMBELAJARAN (TUT WURI HANDAYANI);
• PEMBELAJARAN YANG BERLANGSUNG DI RUMAH, DI SEKOLAH, DAN DI
MASYARAKAT;
LANGKAH PENYUSUNAN RPP

• PENGKAJIAN SILABUS UNTUK MENENTUKAN KELUASAN, KEDALAMAN, DAN URUTAN


MATERI SERTA AKTIVITAS DALAM PEMBELAJARAN
• PERUMUSAN INDIKATOR PENCAPAIAN SETIAP KD
• PENENTUAN MATERI PEMBELAJARAN
• PENJABARAN KEGIATAN PEMBELAJARAN BERUPA KEGIATAN-KEGIATAN PESERTA DIDIK
UNTUK MENCAPAI KOMPETENSI YANG DIBELAJARKAN
• PENENTUAN ALOKASI WAKTU UNTUK SETIAP PERTEMUAN SESUAI KEBUTUHAN
• PENENTUAN PENILAIAN, MENCAKUP KOMPETENSI YANG AKAN DINILAI, INSTRUMEN
PENILAIAN, CARA MELAKSANAKAN PENILAIAN, PENGOLAHAN DATA, SERTA
PELAPORANNYA.
• MENENTUKAN PENDUKUNG PEMBELAJARAN (MEDIA, ALAT, BAHAN DAN SUMBER
BELAJAR SESUAI DENGAN LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN DAN KOMPETENSI YANG
AKAN DICAPAI OLEH PESERTA DIDIK.
MODEL PEMBELAJARAN
LANGSUNG (DIRECT TEACHING)
• FOKUS YANG KUAT TERHADAP MASALAH AKADEMIK MENCIPTAKAN KETERLIBATAN
PESERTA DIDIK YANG SEMAKIN KUAT DALAM RANGKA MENGHASILKAN DAN
MEMAJUKAN PRESTASI AKADEMIL MEREKA,
• KONTROL DAN ARAHAN GURU DIBERIKAN SAAT GURU MEMILIH DAN MENGARAHKAN
TUGAS PEMBELAJARAN
• GURU MEMILIKI HARAPAN BESAR KEPADA PESERTA DIDIK SERTA MEMBERI PERHATIAN
DALAM BIDANG TERSEBUT DAN BERUPAYA MENGHASILKAN KEMAJUAN AKADEMIK
SERTA PERILAKU KONDUSIF DEMI TERCIPTANYA KEMAJUAN DALAM PENDIDIKAN,
• SALAH SATU TUJUAN DARI MODEL PEMBELAJARAN LANGSUNG YAITU
MEMAKSIMALKAN WAKTU BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM MENGERJAKAN TUGAS,
YANG PADA AKHIRNYA JUGA BERHUBUNGAN DENGAN TINGKAT KEMAJUAN PRESTASI
PESERTA DIDIK,
• INSTRUKSI LANGSUNG DALAM PEMBELAJARAN MENJADI FOKUS UTAMA DIMANA
PESERTA DIDIK TERLIBAT DALAM TUGAS-TUGAS AKADEMIK DALAM WAKTU TERTENTU.
KOMPONEN MINIMAL RPP

• IDENTITAS SEKOLAH/MADRASAH (NAMA SEKOLAH), MATA PELAJARAN ATAU TEMA


(NAMA MATA PELAJARAN ATAU JUDUL TEMA), KELAS/SEMESTER (KELAS DAN
SEMESTER YANG AKAN DIBELAJARKAN), DAN ALOKASI WAKTU (PRAKIRAAN DURASI
WAKTU UNTUK MENYELESAIKAN KOMPETENSI DAN MATERI YANG AKAN
DIBELAJARKAN);
• KOMPETENSI INTI I DAN II, KHUSUS UNTUK MATA PELAJARAN AGAMA DAN BUDI
PEKERTI, DAN PPKN DICANTUMKAN SEBAGAIMANA YANG ADA DALAM DOKUMEN KI-
KD. UNTUK MATA PELAJARAN LAIN, DICANTUMKAN DENGAN DESKRIPSI YANG
MENJELASKAN BAHWA KOMPETENSI SPIRITUAL DAN KOMPETENSI SOSIAL MERUPAKAN
PEMBELAJARAN TIDAK LANGSUNG SEBAGAI NURTURANT EFFECT DARI
PENGEMBANGAN KOMPETENSI PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN SEBAGAI DASAR
PENUMBUHAN DAN PENGEMBANGAN KARAKTER PESERTA DIDIK LEBIH LANJUT.
• KOMPETENSI DASAR DAN INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI (MENGACU PADA
KD DI SILABUS);
KOMPONEN MINIMAL RPP

IDENTITAS SEKOLAH : ………………………………………………………………………


MAPEL : …………………………………………………………………….
KELAS/SEMESTER : ……………………………………………………………………..
ALOKASI WAKTU : …………………………………

KOMPETENSI INTI: 1. …………………………… (Ditulis lengkap untuk mapel Agama & Budi Pekerti dan PPKN)
2. ……………………………..(Ditulis lengkap untuk mapel Agama & Budi Pekerti dan PPKN)
(Mapel lain ditulis deskripsi Kompetensi spiritual dan kompetensi sosial merupakan
pembelajaran tidak langsung sebagai nurturant effect dari pengembangan kompetensi
pengetahuan dan keterampilan sebagai dasar penumbuhan dan pengembangan
karakter peserta didik lebih lanjut)
KOMPETENSI DASAR:…………………………………………………………………………………………………..
INDIKATOR : …………………………………………………………………………………………………………….
MATERI PEMBELAJARAN: ……………………………………………………………………………………………………….
KEGIATAN PEMBELAJARAN: …………………………………………………………………………………………………….
PENILAIAN : ………………………………………………………………………………………………………………………
PENDUKUNG PEMBELAJARAN: …………………………………………………………………………………………………..
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

A. IDENTITAS Sekolah : …………………………………….


• Mata pelajaran : Pendidikan Agama dan Budi Pekerti/PPKn
• Kelas/Semester :
• Alokasi Waktu :
• Kompetensi Inti (KI)
• KI1:
• KI2:
• KI3:
• KI4:
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
B. Kompetensi Dasar dan Indikator
C. Materi Pembelajaran [disajikan materi pokok, rincian materi dinyatakan dalam
lampiran]
D. Kegiatan Pembelajaran
1. Pertemuan Pertama: (...JP)
Indikator: … [indikator yang dirujuk untuk pembelajaran pertemuan
pertama]
a. Kegiatan Pendahuluan
b. Kegiatan Inti
[disajikan garis besar alur berpikir pembelajaran secara lengkap, materi rinci
pembelajaran dimuat pada Lampiran Materi Pembelajaran Pertemuan 1]
c. Kegiatan Penutup
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

E. Penilaian, Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1. Teknik penilaian
[disajikan nama Teknik Penilaian, instrumen lengkap
penilaiansetiap pertemuan dimuat dalam Lampiran
Instrumen Penilaian Pertemuan 1, Lampiran Instrumen
Penilaian Pertemuan 2, dan seterusnya tergantung pada
banyak pertemuan]
2. Kriteria Pembelajaran Remedial dan Pengayaan dikaitkan hasil
penilaian
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)

F. Media/alat, Bahan, dan Sumber Belajar


1. Media/alat
2. Bahan
3. Sumber Belajar
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Lampiran-lampiran:
• Materi Pembelajaran Pertemuan 1
• Instrumen Penilaian Pertemuan 1
• Materi Pembelajaran Pertemuan 2
• Instrumen Penilaian Pertemuan 2
• Dan seterusnya tergantung banyak pertemuan
PEMBELAJARAN
PEMBELAJARAN
PENGETAHUAN
CERAMAH
DISKUSI SIKAP
TANYA JAWAB
TELADAN

KETRAMPILAN
LATIHAN
DESKRIPSI KEMAMPUAN KOGNITIF (ANDERSEN dkk)
KATEGORI DESKRIPSI

Mengingat (Remember) Recognizing/Identifying/mengenal (identifikasi), locating knowledge in long-term memory that is consistent with presented material
such as recognize the dates of important events in U.S. history; Recalling/Retrieving/memanggil ( mengingat), retrieving relevant
knowledge from long-term memory
Memahami Interpreting/interpretasi (klarifikasi, menterjemahkan, menulis dengan kalimat sendiri, mencontohkan); Exemplifying/memberi ilustrasi;
(Understand) Classifying/mengkalsifikasi (membuat kategori, mengembangkan bagian-bagian); Summarizing/meringkas (membuat abstrak,
membuat generalisasi); Inferring (menyimpulkan, ekstrapolasi, interpolasi, prediksi); Comparing/membandingkan
(membedakan/mengkontraskan, mapping, menjodohkan); Explaining/menjelaskan (menkonstruksi model seperti hukum cause-
effect)

Menerapkan (Apply) Carrying out/melaksanakan (suatu prosedur, prinsip, teori);


Using/menggunakan (mengimplementasikan prosedur, prinsip, teori dalam suatu konteks baru)

Menganalisis (Analyze) Differentiating/membedakan (diskriminasi, membedakan, fokus, memilih); Organizing/mengorganisasi (meemukan, korehensi,
integrasi/memadukan, menyusun/outlining, memisahkan, menstrukstur); Attributing/memberi nama (dekonstruksi: menentukan
pendapat /point of view, bias, pikiran pokok/asumsi yang mendasari sumber informasi)

Mengevaluasi (Evaluate) H
Checking (coordinating, detecting, monitoring, testing), menentukan kualitas suatu sumber informasi berupa konsistensi/inkonsistensi
dalam prosedur atau pun suatu karya, efektivitas prosedur/metode/cara yang digunakan; critiquing (judging/menilai):
O
menggunakan kriteria eksternal untuk menentukan/menilai konsistensi eksternal, mendeteksi kesesuaian prosedur, metode, konsep,
teori yang digunakan dalam menyelesaikan persoalan. T
S

Mencipta (Create) Generating/Mengembangkan hipotesis; Planning (merencanakan); Producing (merekonstruksi, menemukan)


5 M DAN PENERAPAN MODEL
PEMBELAJARAN
• 5 M ADALAH KTRAMPILAN BELAJAR UNTUK MENGHASILKAN PEMBELAJAR MANDIRI
YANG MEMILIKI KEBIASAAN BERPIKIR KRITIS, KREATIF, PROBLEM SOLVER
• SETIAP KEMAMPUAN DALAM 5M PERLU DIKEMBANGKAN BERDASARKAN SUATU
RENCANA SEKOLAH
• SETIAP KEMAMPUAN DALAM 5 M DICAPAI MELALUI PROSES PELATIHAN, PENGUATAN
DALAM MEMPELAJARI SETIAP KD, DAN PENDALAMAN PADA JENJANG KELAS
BERIKUTNYA
• GURU BEBAS MENGGUNAKAN METODA PEMBELAJARAN UNTUK MENGEMBANGKAN
KEMAMPUAN 5 M
• KEMAMPUAN DALAM 5 M DIPERLUKAN UNTUK MENGGUNAKANMODEL
PEMBELAJARAN (DISCOVERY, INQUIRY, PROBLEM SOLVING, PEMBERIAN TUGAS, DSB.)
5 M DAN MODEL PEMBELAJARAN

5 M (PENDEKATAN DISCOVERY/INQUIRY PROBLEM-BASED PROJECT BASED


SINTIFIK) LEARNING LEARNING
MENGAMATI SIMULASI DAN IDENTIFKASI DAN IDENTIFIKASI DAN
IDENTIFIKASI MASALAH MENYUSUN MASALAH MMERUMUSKAN PROYEK
MENANYA MENYUSUN RANCANGAN MENYUSUN RANCANGAN
MASALAH
MENGUMPULKAN MENGUMPULKAN MENGUMPULKAN MENGUMPULKAN
INFORMASI/ EKSPLORE INFORMASI INFORMASI INFORMASI
MENGOLAH INFORMASI MENGOLAH INFORMASI MENGOLAH INFORMASI MENGOLAH INFORMASI
MENGOMUNIKASIKAN VERIFIKASI HASIL MENYELESAIKAN MENYUSUN LAPORAN
MASALAH
GENERALISASI
PENILAIAN HASIL BELAJAR
PENGERTIAN PENILAIAN HASIL
BELAJAR
PENILAIAN HASIL BELAJAR ADALAH PROSES MENGUMPULKAN
INFORMASI/BUKTI TENTANG PENCAPAIAN BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM
SIKAP, PENGETAHUAN DAN KETRAMPILAN, DILAKUKAN SECARA TERENCANA
DAN SISTEMATIS SELAMA ATAU SETELAH MEREKA BELAJAR SUATU KOMPETENSI,
SATU SEMESTER, SATU TAHUN UNTUK SUATU MATA PELAJARAN DAN UNTUK
MENYELESAIKAN PENDIDIKAN DI SUATU SATUAN PENDIDIKAN.
FUNGSI PENILAIAN HASIL BELAJAR

• FORMATIF YAITU MEMPERBAIKI KEKURANGAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM


SIKAP, PENGETAHUAN, DAN KETRAMPILAN PADA SETIAP KEGIATAN PENILAIAN
SELAMA PROSES PEMBELAJARAN DALAM SATU SEMESTER, SESUAI DENGAN PRINSIP
KURIKULUM 2013 AGAR PESERTA DIDIK TAHU, MAMPU DAN MAU. HASIL DARI KAJIAN
TERHADAP KEKURANGAN PESERTA DIDIK DIGUNAKAN UNTUK MEMBERIKAN
PEMBELAJARAN REMEDIAL DAN PERBAIKAN RPP SERTA PROSES PEMBELAJARAN
YANG DIKEMBANGKAN GURU UNTUK PERTEMUAN BERIKUTNYA.
• SUMATIF YAITU MENENTUKAN KEBERHASILAN BELAJAR PESERTA DIDIK PADA AKHIR
SUATU SEMESTER, SATU TAHUN PEMBELAJARAN, ATAU MASA PENDIDIKAN DI SATUAN
PENDIDIKAN. HASIL DARI PENENTUAN KEBERHASILAN INI DIGUNAKAN UNTUK
MENENTUKAN NILAI RAPOR, KENAIKAN KELAS DAN KEBERHASILAN BELAJAR SATUAN
PENDIDIKAN SEORANG PESERTA DIDIK.
TUJUAN PENILAIAN HASIL BELAJAR
• MENETAPKAN BAGIAN ATAU ASPEK PENCAPAIAN HASIL BELAJAR
DALAM SIKAP, PENGETAHUAN, DAN KETRAMPILAN YANG BELUM
DIKUASAI SEORANG/SEKELOMPOK PESERTA DIDIK UNTUK
DITINGKATKAN DALAM PEMBELAJARAN REMEDIAL (FORMATIF).
• MENETAPKAN RANCANGAN PEMBELAJARAN PENGAYAAN BAGI
MEREKA YANG DIIDENTIFIKASI SEBAGAI PESERTA DIDIK YANG CEPAT
DALAM BELAJAR DAN PENCAPAIAN HASIL BELAJAR YANG TINGGI
(FORMATIF).
• MENETAPKAN KEBERHASILAN BELAJAR PESERTA DIDIK DALAM SATU
SEMESTER, SATU TAHUN, DAN MASA STUDI SATUAN PENDIDIKAN
(SUMATIF).
• MEMPERBAIKI PROSES PEMBELAJARAN PADA PERTEMUAN DAN/ATAU
SEMESTER BERIKUTNYA (FORMATIF).
RUANG LINGKUP PENILAIAN
• SIKAP/NILAI
• PENGETAHUAN
• KETRAMPILAN BERPIKIR
• KETRAMPILAN KONKRIT/PSIKOMOTOR
• KEMAMPUAN BELAJAR (5 M)
ACUAN PENILAIAN

HASIL PENILAIAN DARI SETIAP KEGIATAN


PENILAIAN DIMAKNAI BERDASARKAN ACUAN
KRITERIA.
PENILAIAN BELAJAR TUNTAS
(BERDASARKAN KRITERIA)
PENGAYAAN
YA

PENILAIAN YA PENILAIAN AKHIR


(TUNTAS?) (TUNTAS)
PEMBELAJARAN

REMEDIAL

BELAJAR ULANG
PENUGASAN BIMBINGAN

BELUM YA
ULANGAN (FORMATIF)
SUSULAN
PORTOFOLIO

AUTHENTIC

PERFORMANCE
ASESMEN

NON-
TEST
AUTHENTIC
PENGERTIAN PENILAIAN AUTENTIK
• PENILAIAN AUTENTIK ADALAH BENTUK PENILAIAN YANG MENUNTUT PESERTA DIDIK
MENUNJUKKAN PENGETAHUAN, KETRAMPILAN BERPIKIR, KETRAMPILAN MELAKUKAN,
DAN SIKAP DALAM MENYELESAIKAN TUGAS.
• PERFORMANCE ASSESSMENT IS A TERM THAT IS COMMONLY USED IN PLACE OF, OR
WITH, AUTHENTIC ASSESSMENT. PERFORMANCE ASSESSMENT REQUIRES STUDENTS TO
DEMONSTRATE THEIR KNOWLEDGE, SKILLS, AND STRATEGIES BY CREATING A RESPONSE
OR A PRODUCT (RUDNER & BOSTON, 1994; WIGGINS, 1989).
• ASSESSMENT DRIVES FROM THE CURRICULUM THAT STUDENTS WILL PERFORM TO
DEMONSTRATE THEIR MASTERY WHICH WOULD INCLUDE THE ACQUISITION OF
ESSENTIAL KNOWLEDGE AND SKILLS (MUELLER).
• AUTHENTIC ASSESSMENT: STUDENTS ARE ASKED TO PERFORM REAL-WORLD TASKS THAT
DEMONSTRATE MEANINGFUL APPLICATION OF ESSENTIAL KNOWLEDGE AND SKILLS
MENUNTUT KEMAMPUAN
BERPIKIR TINGKAT:
- MEMAHAMI
PENILAIAN - MENERAPKAN
- MENGANALISIS H
AUTENTIK - MENGEVALUASI O
- MENCIPTA T
S
STRATEGI PENYAMPAIAN MATERI
YANG TERJADI
• BELUM SESUAI DENGAN HAKIKAT PENDIDIKAN BERBASIS KOMPETENSI: PESERTA
HARUS MAMPU MELAKSANAKAN (ABILITY TO PERFORM)
• MODEL PEMBELAJARAN MASIH BERSIFAT MODEL UNTUK DIBAHAS PELATIH
BELUM MODEL UNTUK DIPAHAMI, DIKEMBANGKAN OLEH PESERTA PELATIHAN
• BELUM TERJADI PERENCANAAN PELATIHAN YANG MENGGAMBARKAN
KESELURUHAN PROSES DAN BERAKHIR DI KETRAMPILAN YANG DIMILIKI
PESERTA DIDIK
• JUMLAH PESERTA UNTUK SATU PENGEMBANGAN KETRAMPILAN TERLALU
BESAR: SATU KELOMPOK UNTUK PELATIHAN SEKITAR 5 ORANG: DAPAT
MENGGUNAKAN PENDEKATAN STUDIO TEACHING
UNTUK MENGATASI: BACK TO BASIC
PRINCIPLES
• KOMPETENSI TERDIRI ATAS PENGETAHUAN, KETRAMPILAN DAN SIKAP
• YANG BELAJAR PESERTA PELATIHAN (GURU/KS/PENGAWAS): SAMPAI TAHU,
MAMPU, DAN BISA
• PENGETAHUAN – PENGETAHUAN DASAR DITRANSFER DARI PELATIH DAN
DIPERKAYA OLEH PESERTA PELATIHAN
• KETRAMPILAN: DILATIH-DILAKUKAN PESERTA PELATIHAN – MAHIR
• KETRAMPILAN: BERPIKIR, MENGEMBANGKAN SILABUS/RPP,
MENGEMBANGKAN PROSES PEMBELAJARAN, MERANCANG PENILAIAN HASIL
BELAJAR, MELAKUKAN TINDAK LANJUT HASIL PENILAIAN
• ANDA BISA MENGAJAR APA YANG DIKETAHUI, HANYA BISA MELATIH APA
YANG ANDA BISA, DAN MENGEMBANGKAN SIKAP DARI SIAPA DIRI ANDA
JADIKAN CONTOH POLA YANG DIGUNAKAN KEGIATAN
SEKARANG

PENGATURAN UMUM UNTUK PENYEGARAN DAN PENAMBAHAN


PENGETAHUAN BARU
KELOMPOK KECIL UNTUK MENGEMBANGKAN KETRAPILAN
PENGETAHUAN – PENGETAHUAN DASAR
DITRANSFER DARI PELATIH DAN DIPERKAYA OLEH
PESERTA PELATIHAN

ALUR KOMUNIKASI DENGAN SETIAP PESERTA HARUS TERJAGA


KETRAMPILAN: DILATIH-DILAKUKAN PESERTA
PELATIHAN – MAHIR
PENGEMBANGAN
PEMAHAMAN
KONSEP DAN
PROSEDUR

PELATIHAN
INDIVIDUAL

PENILAIAN

ANDA HANYA BISA LATIH APA YANG ANDA BISA


LAKUKAN
APA YANG HARUS DILAKUKAN

BAHAN PELATIHAN

MEMBUAT SILABUS

MEMBUAT RPP

MENGEMBANGKAN BUTIR SOAL


AUTENTIK HOTS
0811214046
eshamidhasan@gmail.com