Anda di halaman 1dari 32

Evaluasi Sistem

A. Kedudukan Evaluasi dalam Manajemen

• Evaluasi merupakan salah satu bagian dari model manajemen strategis


(strategic management).
• Strategi didefinisikan sebagai suatu proses penentuan rencana para
pemimpin puncak yang berfokus pada tujuan jangka panjang
organisasi, disertai penyusunan suatu cara bagaimana agar tujuan
tersebut dapat tercapai.
• Masalah strategis akan mempunyai konsekuensi yang multifungsi,
biasanya mengorbankan biaya besar, berorientasi pada masa depan
serta mempengaruhi kemakmuran anggota organisasi dalam jangka
panjang.
• Hal-hal yang bersifat strategis hendaknya dikelola dengan apa yang
disebut Manajemen Strategis.
Evaluasi Sistem
2

Model Manajemen Strategis

Formulasi Strategi Implementasi Strategi Evaluasi


Visi
Misi
Falsafah

Tujuan
Organisasi

Strategi
Induk

Sasaran
Strategi dan Kebijakan
Jangka
Fungsional
Panjang

Program dan Anggaran

Pelaksanaan dan
Kinerja
Pengendalian

Umpan Balik
Evaluasi Sistem
3

Visi, Misi dan Falsafah

• Visi :
merupakan suatu keinginan terhadap keadaan di masa datang yang
dicita-citakan oleh seluruh personal perusahaan, dari jenjang paling atas
sampai jenjang paling rendah.
• Misi :
merupakan penjabaran secara tertulis mengenai makna visi agar seluruf
staf perusahaan menjadi paham dan jelas.
• Falsafah :
merupakan tuntunan bagi semua anggota organisasi dalam
melaksanakan pekerjaan sehari-hari dalam rangka mencapai visi dan
misi. Falsafah harus tertanam dalam tingkah laku selurug anggota
organisasi.
Evaluasi Sistem
4

Tujuan Organisasi dan Strategi Induk

• Tujuan Organisasi
Tujuan adalah pernyataan luas tentang apa yang akan dituju dan
diwujudkan oleh organisasi dan merupakan penjabaran dari misi
organisasi.
• Strategi Induk
Strategi induk merupakan strategi unggulan dari suatu organisasi.
Sebelum menentukan strategi induk, organisasi perlu melihat
berbagai faktor baik internal maupun eksternal. Faktor internal
mencakup kekuatan dan kelemahan organisasi. Sedangkan faktor
eksternal mencakup peluang dan ancaman. Setelah analisis faktor-
faktor internal dan eksternal ini maka organisasi selanjutnya,
khususnya top level manajemen, baru memutuskan strategi induk
apa yang akan dilaksanakan. Strategi ini hendaknya bersifat
konsisten dan realistis seusai kondisi dan situasi lingkungan.
Evaluasi Sistem
5

Sasaran Jangka Panjang

Upaya mencapai tujuan perusahaan merupakan suatu proses yang


berkesinambungan dan memerluhan tahapan. Untuk menilai apakah
suatu tahapan sudah berhasil dicapai atau belum, diperlukan tolok
ukur keberhasilan, misalnya kurun waktu dan hasil yang akan dicapai
dirumuskan secara jelas dan secara kuantitatif. Pembuatan sasaran
jangka panjang harus mengacu pada strategi induk yang telah
ditetapkan sebelumnya. Berdasarkan sasaran jangka panjang ini,
masing-masing fungsional perusahaan menciptakan sasaran jangka
pendek dan menengah.
Evaluasi Sistem
6

Strategi dan Kebijakan Fuungsional

Strategi dan kebijakan fungsional merupakan implementasi dari


sasaran-sasaran jangka pendek. Sehingga strategi dan kebijakan ini
harus dapat dijadikan pedoman untuk melakukan berbagai aktivitas
lapangan di level-level operasional. Misalnya strategi manajemen
keuangan, strategi manajemen sumber daya manusia, strategi
manajemen pemasaran, strategi manajemen sistem informasi dan
sebagainya.
Evaluasi Sistem
7

Program Kerja dan Anggaran

Strategi dan kebijakan fungsional selanjutnya diterjemahkan dalam


berbagai bentuk program kerja. Pembuatan program kerja ini juga
harus dilengkapi dengan anggarannya. Dalam melakukan
perencanaan program kerja dan anggaran ini haruslah mengandung
asas-asas untuk mencapai tujuan, bersifat realistis, wajar, efisien
serta merupakan cerminan dari strategi dan kebijakan perusahaan.
Dengan adanya program kerja dan anggaran ini diharapkan dapat
memberikan manfaat bagi perusahaan antara lain :

- Sebagai pedoman pelaksanaan kegiatan perusahaan

- Sebagai alat koordinasi, alat pengawasan kerja, dan alat evaluasi


kegiatan perusahaan
Evaluasi Sistem
8
Pelaksanaan dan Pengendalian
Kinerja
Umpan Balik

• Pelaksanaan dan Pengendalian


Pelaksanaan merupakan realisasi dari program kerja dan anggaran yang
telah disusun. Sedangkan pengendalian ditujukan untuk lebih menjamin
bahwa semua kegiatan yang diselenggarakan didasarkan pada perencanaan
yang telah disepakati dan tidak menyimpang dari batas-batas toleransi.

• Kinerja
Seluruh kinerja perusahaan hendaknya dievaluasi setelah periode waktu
tertentu, misalnya mingguan, bulanan, tri wulan, tahunan dan sebagainya.
• Umpan Balik
Evaluasi seharusnya menghasilkan informasi penting yang berguna,
misalnya sebagai umpan balik bagi formulasi atau implementasi strategi.
Jika terjadi penyimpangan maka perlu adanya perbaikan atau perubahan
rencana dan pengendaliannya.
Evaluasi Sistem
9

B. Kebijakan dan Program Kerja

• Kebijakan

Kebijakan disusun dalam rangka pelaksanaan sasaran jangka


pendek yang bersifat fungsional. Sehingga dalam setiap area
fungsional, diperlukan kebijakan-kebijakan strategis
fungsionalnya. Kebijakan ini harus tersusun dengan tegas dan
jelas.

Misalnya dalam area manajemen sistem informasi disusun


kebijakan strategis fungsional sistem informasi agar sistem
informasi yang dioperasikan dalam organisasi dapat berjalan
dengan baik.
Evaluasi Sistem
10

Contoh Kebijakan

• Sistem Informasi Pemasaran. Contoh kebijakannya :


a. Data Masukan. Untuk membuat informasi pemasaran, data
yang dibutuhkan hendaknya diambil dari kegiatan penjualan
yang rinci, hasil riset pemasaran dan hasil intelejen
pemasaran.
b. Informasi (Keluaran). Berdasarkan data-data di atas,
hendaknya sistem informasi pemasaran dapat menghasilkan
informasi untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan atas produk,
distribusi/tempat, promosi, tenaga pemasaran, harga dan
bauran terintegrasi.
Evaluasi Sistem
11

Contoh Kebijakan

• Sistem Informasi Manufaktur. Contoh kebijakannya :


a. Data Masukan. Untuk membuat informasi manufaktur, data
yang dibutuhkan dapat diperoleh dari kegiatan manufaktur dan
mesin ketika bahan baku diproses menjadi barang jadi dan juga
dari hasil intelejen manufaktur.
b. Informasi (Keluaran). Berdasarkan data-data di atas, hendaknya
sistem informasi manufaktur dapat menghasilkan informasi
untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan terhadap waktu
produksi, mengukur volume persediaan, mengukur kualitas
bahan baku sampai produk masuk ke pasar, serta mengukur
biaya yang terjadi dalam proses produksi.
Evaluasi Sistem
12

Contoh Kebijakan

• Sistem Informasi Keuangan. Contoh kebijakannya :


a. Data Masukan. Untuk membuat informasi keuangan, data yang
dibutuhkan antara lain dari hal-hal yang berhubungan dengan
keuangan perusahaan, dari data audit internal maupun dari
intelejen keuangan.
b. Informasi (Keluaran). Berdasarkan data-data di atas, hendaknya
sistem informasi keuangan dapat menghasilkan informasi
untuk pengambilan keputusan dalam perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan atas
peramalan (forecasting) yang menjadi landasan perencanaan
strategis, manajemen dana yang berkaitan dengan arus dana
perusahaan dan pengendalian dana yang menyiapkan dana
operasional tahunan.
Evaluasi Sistem
13

Contoh Kebijakan

• Sistem Informasi SDM. Contoh kebijakannya :


a. Data Masukan. Untuk membuat informasi SDM, data yang
dibutuhkan antara lain berupa data keuangan pegawai dan non
pegawai serta hasil riset SDM.
b. Informasi (Keluaran). Berdasarkan data-data di atas, hendaknya
sistem informasi SDM dapat menghasilkan informasi untuk
pengambilan keputusan dalam perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan dan pengawasan atas pengadaan, pengembangan,
kompensasi, pengintegrasian, pemeliharaan dan pemutusan
hubungan kerja dengan maksud untuk pencapaian tujuan
organisasi perusahaan secara terpadu.
Evaluasi Sistem
14

Program Kerja

Setelah kebijakan diputuskan, langkah selanjutnya adalah menyusun


program perencanaan jangka pendek. Program pada hakekatnya
adalah kumpulan proyek. Untuk membuat proyek yang baik, ada
beberapa teknik pendekatan yang sudah umum dipakai, terutama
untuk mengoptimalkan sumber daya organisasi yang akan digunakan.
Misalnya teknik Gantt Chart, PERT (Program Evaluation and Review
Technique), NWP (Net Work Planning), PKT (Pola Kerja Terpadu), PIP
(Performanca Improvement Planning) dan APP (Analisis Persoalan
Potensial).
Evaluasi Sistem
15

Contoh Program Kerja


Nama Program Kerja :
Proyek Komputerisasi Sistem Akuntansi

Latar Belakang :
• Penggunaan komputer belum optimal, khususnya
pada aplikasi akuntansi
• Pelaporan keuangan semakin kompleks

 Pembangunan proyek komputerisasi sistem


akuntansi
Evaluasi Sistem
16

Jenis Pekerjaan, Tenaga Pelaksana, Waktu Pekerjaan

Jenis Pekerjaan Tenaga Pelaksana Waktu Pekerjaan Keterangan


No

1 Pengumpulan Data 3 orang 10 hari kerja Mendapatkan data dan informasi atas sistem yang
(Survei Sistem) Sistem Analis sedang berjalan termasuk hambatan sistem dan
pemakaian sumber daya.
2 Analisis Sistem 3 orang 10 hari kerja Melakukan analisis sistem yang akan diusulkan,
Sistem Analis mulai dari perencanaan hardware, software,
brainware, prosedur, biaya dan analisis manfaat
3 Desain Sistem 3 orang 14 hari kerja Menghasilkan
sistem baru. desain umum, desain rinci, desain
Sistem Analis database dan interface serta rencana
implementasi atas usulan sistem komputerisasi.
4 Pembuatan Program 2 orang 28 hari kerja Menghasilkan program aplikasi sesuai kebutuhan
Aplikasi Programmer berdasarkan desain sistem yang sudah dibuat.
5 Tes Sistem 3 orang 5 hari kerja Melakukan tes/uji coba program dengan
Sistem Analis dan menggunakan kriteria data sesungguhnya di
2 orang lapangan (area operasional).
6 Pelatihan SDM Programmer
3 orang 6 hari kerja Ditujukan untuk tenaga pelaksana yang akan
Sistem Analis mengoperasikan sistem baru.
7 Implementasi Pengguna Sistem 1 bulan kerja Metode paralel run, dimana sistem baru akan
diimplementasikan secara bersamaan dengan
sistem lama sehingga dapat dibandingkan
8 Dokumentasi 1 orang 16 hari kerja kekurangan
Melakukan dan keunggulan dariseluruh
dokumentasi sistem baru.
kegiatan
Sistem Analis pembangunan sistem baru mulai dari perencanaan
hingga implementasi.
9 Penyerahan SIstem 3 orang 1 hari kerja Serah terima sistem kepada user dan manajemen,
Sistem Analis dan ditandai dengan ditinggalkannya sistem lama
2 orang
Programmer
Evaluasi Sistem
17

Jadwal Pekerjaan

Jadwal Kegiatan
No Jenis Pekerjaan Waktu Minggu Ke
(Hari)
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1 Pengumpulan Data 10
2 Analisis Sistem 10
3 Desain Sistem 14
4 Pembuatan Program Aplikasi 28
5 Tes Sistem 5
6 Pelatihan SDM 6
7 Implementasi 30
8 Dokumentasi 16
9 Penyerahan SIstem 1
Evaluasi Sistem
18

Anggaran
A. Biaya Pembuatan Software
No Jenis Pekerjaan Hari Pelaksana Biaya (Rp.)

1 Pengumpulan Data 10 SA 2.500.000

2 Analisis Sistem 10 SA 2.500.000

3 Desain Sistem 14 SA 3.000.000

4 Pembuatan Program 28 PR 2.800.000

5 Tes Sistem 5 SA + PR 1.000.000

6 Pelatihan 6 SA 600.000

7 Paralel Run 30 SA + PR 0

8 Dokumentasi 16 Juru Ketik 500.000

Jumlah 12.900.000

Biaya perlengkapan lain 1.100.000


Evaluasi Sistem
19

Anggaran
B. Biaya Pengadaan Hardware
Oleh karena perusahaan telah memiliki perangkat komputer yang
cukup memadai, maka tidak perlu dibeli perangkat komputer baru,
yang dibutuhkan hanyalah 1 unit printer LQ-1000 seharga Rp.
5.100.000.
C. Biaya Operasional Sistem Baru
No Item Biaya Operasional Biaya Per Bulan

1 Gaji Personal

a. Kepala Pengolahan Data Akuntansi Rp. 650.000

b. Satu tenaga operator Rp. 350.000

2 Biaya peralatan administrasi Rp. 100.000

3 Biaya pemeliharaan komputer Rp. 100.000

4 Biaya penyusutan komputer Rp. 80.000

Jumlah Rp. 2.280.000


Evaluasi Sistem
20

Anggaran

Berdasarkan analisis di atas, jika bagian akuuntansi akan dikelola


dengan sistem informasi berbasis komputer, maka direncanakan :
• Pemakaian sistem komputer dapat direalisasikan setelah 103
hari semenjak mulainya dibangun.
• Biaya pembangunan sistem komputer sebesar Rp. 19.100.000,-.
• Biaya operasional bagian akuntansi setelah penerapan sistem
komputer sebesar Rp. 2.280.000,-
Evaluasi Sistem
21

C. Konsep Evaluasi

Evaluasi adalah suatu proses untuk menyediakan informasi


tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai,
bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar
tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih diantara
keduanya, serta bagaimana manfaat yang telah dikerjakan itu
bila dibandingkan dengan harapan-harapan yang ingin
diperoleh.
Evaluasi Sistem
22

Model Evaluasi

B D G I

A gap F

C E H

A =
faktor yang akan dievaluasi
AB =
apa yang akan diharapkan dari faktor A
BD =
rentetan mengenai harapan-harapan atas faktor A (jika ada)
AC =
fakta-fakta mengenai A
CE =
proses analisis data AC sehingga menghasilkan nilai E
DE =
adalah gap, yaitu besar perbedaan antara harapan (D) dan kenyataan (E)
F =
suatu tolok ukur uuntuk menilai gap
G =
adalah hasil evaluasi menggunakan tolok ukut F, bahwa faktor A memang
bermasalah
H = adalah hasil evaluasi menggunakan tolok ukur F, bahwa faktor A tidak bermasalah
GI = tindak lanjut hasil evaluasi
Evaluasi Sistem
23

Model Evaluasi
Ada beberapa jenis model evaluasi yang dapat dipakai untuk melakukan evaluasi. Salah
satunya adalah model UCLA yang ditemukan oleh Alkin (1969), dimana model dibagi
menjadi 5 macam yaitu :
• System Assessment, yaitu evaluasi yang memberikan informasi tentang keadaan
atau posisi pencapaian suatu sistem yang berjalan. Evaluasi ini merupakan penerapan
dari model evaluasi diri.
• Program Planning, yaitu evaluasi yang membantu pemilihan aktivitas dalam
program tertentu yang mungkin akan berhasil memenuhi kebutuhannya. Modeel ini
membantu memilih aktivitas terbaik yang akan dilakukan untuk mencapai
keberhasilan sistem.
• Program Implementation, yaitu evaluasi yang menyiapkan informasi tentang apakah
program sudah diperkenalkan/diterapkan kepada kelompok/pengguna yang tepat
seperti yang telah direncanakan sehingga sistem akan berhasil.
• Program Improvement, yaitu evaluasi yang memberikan informasi tentang
bagaimana program berfungsi, bagaimana program bekerja, bagaimana
mengantisipasi masalah yang mungkin dapat mengganggu pelaksanaan kegiatan.
• Program Certification, yaitu evaluasi yang memberikan informasi mengenai nilai
atau manfaat program.
Evaluasi Sistem
24

Prosedur Evaluasi

• Menentukan apa yang akan dievaluasi.


Beberapa aspek penting yang dapat di evaluasi dalam kerangka
sistem bisnis diantaranya adalah :
a. Aspek Strategi Perusahaan
b. Aspek Pemasaran dan Pasar
c. Aspek Operasional
d. Aspek Sumber Daya Manusia
e. Aspek Keuangan
• Merancang kegiatan evaluasi.
• Pengumpulan data.
• Pengolahan dan analisis data.
• Pelaporan hasil evaluasi.
• Tindak lanjut hasil evaluasi.
Evaluasi Sistem
25

Standart Evaluasi

Beberapa standar yang dikemukakan antara lain adalah :


1. Keakuratan (Accuracy); hasil evaluasi hendaknya memiliki tingkat
akurasi yang tinggi menyangkut aspek -aspek kelengkapan
(completeness), kebenaran (correctness) dan keamanan
(security).
2. Kelayakan (Feasibility); Hendaknya proses evaluasi yang
dirancang dapat dilaksanakan secara layak.
3. Manfaat (Utility); Hasil evaluasi hendaknya bermanfaat bagi
manajemen untuk pengambilan keputusan ats sistem yang
berjalan.
Evaluasi Sistem
26

Alat Evaluasi

Proses evaluasi dapat dilakukan dengan 2 pendekatan, yaitu


pendekatan kualitatif dan pendekatan kuantitatif. Pendekatan kualitatif
memanfaatkan metode statistika, sedangkan pendekatan kuantitatif
biasanya memanfaatkan model matematika. Penggunaan alat evaluasi,
termasuk instrumen evaluasi, sangat tergantung pada apa yang akan
dievaluasi. Misalnya jika yang akan dievaluasi adalah aspek-aspek
pemasaran maka digunakan alat evaluasi pemasaran. Jika yang
dievaluasi adalah aspek keuangan maka digunakan alat evaluasi untuk
aspek keuangan. Jika yang dievaluasi adalah aspek sistem informasi
maka digunakan alat evaluasi untuk aspek sistem informasi.
Evaluasi Sistem
27

D. Evaluasi Sistem Informasi


Apa Yang Dievaluasi
Telah diketahui bahwa komputerisasi sudah menjadi kebutuhan
utama manajemen untuk mendukung informasi dalam pengambilan
keputusan manajemen. Namun banyak pula perusahaan yang tidak
tahu apakah penerapan SI berbasis komputer tersebut telah berjalan
secara optimal atau belum. Dalam contoh ini akan dievaluasi apakah
penerapan SI berbasis komputer di perusahaan “ABC” telah berjalan
sebagaimana mestinya atau belum. Data didapat dari penyebaran
kuesioner pada para staf pelaksana (pengguna sistem).
Evaluasi Sistem
28

D. Evaluasi Sistem Informasi

Alat Evaluasi
• Teknik Statistika  Rata-rata Tertimbang
• Menggunakan Kuesioner
• Responden  Semua Pengguna Sistem
Analisis Data
Skala Pengukuran : Rata-rata Tertimbang :
1 = sangat tidak setuju RT = {(N1x1)+(N2x2)+(N3x3) +(N4x4) +(N5x5)} / N

2 = tidak setuju N1 = Jumlah Jawaban 1


3 = cukup N2 = Jumlah Jawaban 2
4 = setuju N3 = Jumlah Jawaban 3
5 = sangat setuju N4 = Jumlah Jawaban 4
N5 = Jumlah Jawaban 5
N = Jumlah responden seluruhnya
Evaluasi Sistem
29

Kuesioner

No Komponen Kinerja Sistem Informasi Tingkat Persetujuan


1 2 3 4 5
1 Tugas dan tanggungjaw ab telah didefinisikan dan diterapkan dengan jelas.
2 Tugas dan tanggungjaw ab telah didistribusikan pada unit-unit organisasi.
3 Kebijakan dan prosedur telah dipahami dan dilaksanakan dengan baik.
4 Produktiv itas kary aw an memuaskan.
5 Unit organisasi bekerja sama untuk menjaga arus data dengan lancar.
6 Masing-masing kegiatan telah mencapai sasaranny a.
7 Volume puncak data telah ditangani dengan baik.
8 Operasi-operasi telah direncanakan dan dikendalikan dengan baik.
9 Jumlah kesalahan di tiap operasi telah dapat diminimalkan.
10 Tidak ada operasi y ang menghambat arus data.
11 Terjadi penundaan dalam pengolahan data.
12 Hasil dari tiap operasi adalah penting.
13 Tidak terjadi operasi y ang tumpang tindih.
14 Arus data informal harmonis dengan arus data formal.
15 Sistem pengendalian internal dapat diandalkan.
16 Peralatan pengolahan data telah digunakan secara efektif dan efisien.
17 Terdapat standar kerja y ang baik.
18 File dapat mudah diakses dan diperbarui.
19 Terdapat salinan (copy ) dari file-file dan laporan-laporan.
20 Laporan-2 dapat disiapkan dengan mudah dari file & dokumen y ang ada.
21 Tembusan dari dokumen-dokumen y ang ada memang diperlukan.
22 Dokumen-dokumen y ang ada cukup efektif.
23 Sistem mudah beradaptasi terhadap kejadian khusus dan perubahan.
Evaluasi Sistem
30

Hasil Kuesioner
No Komponen Kinerja Sistem Informasi Tingkat RT
Persetujuan
1 2 3 4 5
1 Tugas dan tanggungjaw ab telah didefinisikan dan diterapkan dengan jelas. 0 0 10 50 40 4.3
2 Tugas dan tanggungjaw ab telah didistribusikan pada unit-unit organisasi. 0 0 10 50 40 4.3
3 Kebijakan dan prosedur telah dipahami dan dilaksanakan dengan baik. 0 0 30 30 40 4.1
4 Produktiv itas kary aw an memuaskan. 0 30 20 30 20 3.4
5 Unit organisasi bekerja sama untuk menjaga arus data dengan lancar. 0 20 20 20 40 3.8
6 Masing-masing kegiatan telah mencapai sasaranny a. 0 0 30 40 30 4
7 Volume puncak data telah ditangani dengan baik. 0 10 30 30 30 3.8
8 Operasi-operasi telah direncanakan dan dikendalikan dengan baik. 0 0 50 30 20 3.7
9 Jumlah kesalahan di tiap operasi telah dapat diminimalkan. 0 0 60 20 20 3.6
10 Tidak ada operasi y ang menghambat arus data. 0 40 20 20 20 3.2
11 Terjadi penundaan dalam pengolahan data. 0 50 30 10 10 2.8
12 Hasil dari tiap operasi adalah penting. 0 20 30 30 20 3.5
13 Tidak terjadi operasi y ang tumpang tindih. 10 20 40 20 10 3
14 Arus data informal harmonis dengan arus data formal. 20 20 20 20 20 3
15 Sistem pengendalian internal dapat diandalkan. 30 20 30 10 10 2.5
16 Peralatan pengolahan data telah digunakan secara efektif dan efisien. 10 40 20 20 10 2.8
17 Terdapat standar kerja y ang baik. 20 20 20 20 20 3
18 File dapat mudah diakses dan diperbarui. 30 20 30 20 10 2.9
19 Terdapat salinan (copy ) dari file-file dan laporan-laporan. 0 30 30 10 30 3.4
20 Laporan-2 dapat disiapkan dengan mudah dari file & dokumen y ang ada. 0 20 30 30 20 3.5
21 Tembusan dari dokumen-dokumen y ang ada memang diperlukan. 0 30 30 30 10 3.2
22 Dokumen-dokumen y ang ada cukup efektif. 10 20 30 30 10 3.1
23 Sistem mudah beradaptasi terhadap kejadian khusus dan perubahan. 20 20 20 20 20 3
Catatan : RT = Rata-rata tertimbang Jumlah 77.9
Rata-rata 3.39
Evaluasi Sistem
31

D. Evaluasi Sistem Informasi


Hasil Analisis
Setelah kuesioner data terkumpul dan diolah, sebagaimana disajikan
dalam tabel di atas, disimpulkan bahwa :
a. Hasil persetujuan responden atas kinerja sistem informasi bernilai
sebesar 3.39 (dari skala 5), atau di atas cukup.
b. Hasil persetujuan responden menunjukkan bahwa masih ada
beberapa komponen kinerja bernilai di bawah cukup (kurang dari
3.0) yaitu sebesar 17%, khususnya komponen pada nomor 11,
15, 16 dan 18.
Evaluasi Sistem
32

D. Evaluasi Sistem Informasi

Hasil Evaluasi

Walaupun berdasarkan harapan manajemen, sistem informasi di atas


cukup, namun dari hasil penelitian menyatakan bahwa kualitas
informasi masih perlu ditingkatkan kualitasnya. Khususnya pada
komponen-komponen yang dinilai buruk atau buruk sekali