Anda di halaman 1dari 57

INFEKSI KULIT

DR.Dr. M.Syafei Hamzah, SpKK,FINSDV,FAADV


III. INFEKSI KULIT
• INFEKSI BAKTERI
• INFEKSI JAMUR
• INFEKSI VIRUS
• INFESTASI PARASIT
INFEKSI VIRUS
1. VARISELA
2. HERPES ZOSTER
3. HERPES SIMPLEKS
4. VERUKA
5. KONDILOMA AKUMINATA
6. MOLUSKUM KONTAGIOSUM
1. VARISELA
= Infeksi akut primer oleh VVZ  kulit
&`mukosa, disertai gejala konstitusi
dengan ruam polimorfi.

• Etiologi : Virus Varisela Zoster


• Gejala klinik : M.I. : 17 – 21 hari
- G/ prodromal : demam, malaise
sakit kepala
• Erupsi kulit :

- Polimorfi : papel, eritem, vesikel,


pustul, krusta
- sentrifugal
- disertai gatal
- mukosa -> mata, mulut, faring
• Komplikasi :
- ensefalitis
- pneumonia
- keratitis
• Pengobatan :
- bersifat simtomatis
- pada kasus yg dini -> antiviral
Asiklovir 5 x 800 mg
- topikal : bedak (+ menthol) untuk ->
mencegah pecahnya vesikel &
menghilangkan gatal
2. HERPES ZOSTER
= penyakit yg di E/ VVZ -> kulit, mukosa
-> reaktivasi virus setelah infeksi primer

PATOGENESIS :
- VVZ -> ggl post SSP & SSF -> kel.kulit
~ persyarafan ggl tsb.
• Gejala Klinik : M.I. : 7 -12 hari
- prodromal :
. Sistemik -> demam, pusing, malaise
. Lokal -> nyeri, gatal
- erupsi : eritem, vesikel berkelompok
(dg dasar eritem) -> pustul -> krusta
- resolusi
• Lokasi : ~ syaraf
khas -> polimorfi, berkelompok
segmental
unilateral
• Komplikasi :
- NPH
- keratitis
- neuritis optika
- paralisis motorik
• Pengobatan :
- Asiklovir : 5 x 800 mg -> 7 hari
- simtomatis
- imunomodulator
- topikal : - bedak
- kompres
3. VERUKA
= hiperplasi epidermis -> HPV

Klasifikasi :
1. veruka vulgaris
2. kondiloma akuminata
3. v.planajuvenalis
4. v. plantaris
Veruka vulgaris
• Gejala Klinik :
- bentuk bulat,
- warna abu-abu
- lentikuler -> konfluen -> plakat,kasar
- lokasi : ekstremitas
Veruka plana juvenalis
• Gejala Klinik :
- ukuran milier
- licin, rata, ~ kulit
- lokasi : muka , leher
Veruka plantaris
• Gejala Klinik :
- bentuk spt cincin yg keras
bagian tengah lunak
- lokasi : telapak kaki
Pengobatan
- Bedah kaustik : AgNO3, TCA
- Bedah beku
- Bedah skalpel
- Bedah listrik
- Bedah laser
4. Kondiloma akuminata
= vegetasi -> HPV . bertangkai
permukaan b,jonjot

• Gejala Klinik : lokasi -> lipatan yang lembab


lk : perineum, sulkus koronarius,
gland penis, anus
pr : vulva, introitus vagina
- vegetasi, bertangkai, warna kemerahan-
kehitaman
- permukaan > papillomatus

- besar -> Giant condiloma -> keganasan


Pengobatan
- Kemoterafi : Podofilin, TCA
- Bedah listrik
- Bedah beku
- Bedah skalpel
5.MOLUSKUM KONTAGIOSUM

= penyakit kulit yg disebabkan oleh


Virus Pox yg ditandai dengan papul,
pada permukaan -> lekukan, yg berisi
massa -> moluscum body
• Gejala Klinik :
M.I. : 1 sp bbrp mg

- papel milier, putih spt lilin, bbtk kubah


 lekukan ditengah -> masa putih

- lokasi : muka, badan , ektremitas


Pengobatan :

- Enukleasi
- Elektrokauter
IV. INFESTASI PARASIT
( Penyakit parasit hewani)

• 1. SKABIES
• 2. PEDIKULOSIS
• 3. CREEPING ERUPTION
SKABIES
Nama lain
Budukan / gudikan / gatal agogo

Definisi
Penyakit kulit menular, disebabkan oleh Infestasi
dan sensitisasi pada manusia karena Sarcoptes scabiei
var hominis dan produknya ; gatal ; mempunyai host
spesifik dan selama hidupnya, tungau hidup dalam
epidermis
Epidemiologi
• Skabies menyerang semua usia, ras, kelas
sosial dan jenis kelamin
• >> anak-anak usia sekolah dan dewasa
muda
• Skabies umumnya terjadi pada :
– Penduduk dengan ekonomi menengah ke bawah
yang kurang menjaga kebersihan diri, higiene
yang buruk
– Kepadatan penduduk / kondisi tempat tinggal
yang ramai → kos, asrama,pondok, panti, penjara,
bangsal
Penularan
Langsung Tidak langsung
• Kontak personal yang • Berbagi benda → sering
dekat (kulit dengan pada anak-anak
kulit) → rute utama • Seprai, bantal guling,
pakaian, handuk, alat
penularan
sholat, lantai, korden dan
• Berjabat tangan kursi-kursi
• Tidur bersama • Transmisi dapat melalui
binatang : pada → S.
• Kadang seksual
skabiei varian
Pada satu studi : tungau hidup ditemukan pada sampel debu yang diambil
dari lantai kamar, bantalan kursi, dan tempat tidur pada setiap rumah pasien
Etiologi
• Morfologi
• Bentuk : oval, punggung cembung, perut
rata
• Warna : translusen, mutiara, transparan,
putih
• Tidak mempunyai mata
• Tidak dapat terbang / loncat. Kecepatan :
2,5cm/s
• Tungau perempuan : 330-450 x 250-350
mikron
• Tungau laki : 200-240 x 150-200 mikron
• Dewasa : 4 pasang kaki
• Sarcoptes scabiei var hominis
Tungau lepas copot dari host,
 parasit obligat manusia ke
tungau dapat bertahan hidup
selama 24 sampai 36 jam pada epidermis
suhu kamar dengan kelembaban • Scabies : <20 tungau
normal (21°C dan 40 sampai 80% • Scabies norwegian : >20 juta
kelembaban relatif) dan bahkan tungau
lebih lama pada suhu yang lebih
rendah dengan kelembaban tinggi
Tungau mengalami 4 tahap dalam siklus hidupnya → telur, larva, nimfa dan dewasa.
Kopulasi → tungau laki mati → tungau ♀ yang telah dibuahi menggali
(membuat) burrow di st. korneum dg kecepatan 2-3mm sehari dan bertelur
(meletakkan 2-4 butir telur per hari) → telur menjadi larva 3-5 hari → larva
meninggalkan burrow → masuk ke dalam folikel rambut → nimfa → ke
permukaan kulit → menjadi tungau dewasa.
Periode dari telur sampai tungau dewasa → 10 - 14 hari.
tungau ♀ hidup ± 2 bulan, tungau laki setelah kawin dilanjutkan mati
Gejala klinik
Cardinal sign
1. Rasa gatal nokturnal. Gatal → 4-6 minggu setelah infestasi
pertama kali. Reinfestasi → gejala akan muncul dalam 2 / 1-4
hari. Individu yang asimtomatis walaupun terinfestasi oleh skabies
→ Karier
2. Rasa gatal di area predileksi
3. Riwayat kontak dan gatal pada 1 komunitas (1 rumah, 1 sekolah,
1 tempat kerja, 1 tetangga)
4. Diagnosis pasti → identifikasi mikroskopis dari tungau skabies,
telur atau butiran feses (skibala)

Papul / vesikel eritematus / likenifikasi → digaruk : exkoriasi, kadang bisa


ditemukan erosi. Nodul eritematus sering di daerah genitalia. Skabies
berkrusta : plak hiperkeratotik yang difus pada daerah palmar dan plantar
dengan penebalan dan distrofi dari kuku jari tangan dan kuku jari kaki
Area Predileksi
• Selaput interdigitalis
• Sisi jari
• Pergelangan tangan bagian voral
• Siku bagian luar
• Lipatan axilla bagian depan
• Umbilicus / abdomen bagian bawah
• Pelipatan gluteus

• Laki : penis, scrotum  nodul eritematus

• Perempuan :
• Areola mammae, labia

• Bayi : kulit kepala, wajah (pipi), telapak


tangan dan telapak kaki  bisa btk urtika

• Tempat paling lembab dan paling tipis


daripada kulit lainnya
Pemeriksaan Penunjang
1. Scrapping
2. Burrow ink test
– Identifikasi burrow : marker
(tinta/gentian violet) berwarna
hitam tepat pada area yang
terkena. Setelah tinta yang
tersisa dihapus dengan kertas
alkohol, burrow akan terlihat
lebih gelap daripada kulit
sekitarnya karena tinta
terkumpul (terabsorbsi) pada
burrow.

3. Dermoskopik
4. Histopatologik
Penatalaksanaan umum
1. Pengobatan meliputi seluruh bagian dari kulit tanpa
terkecuali baik yang ada lesi ataupun tidak ada lesi
2. Dilakukan pada malam hari sebelum tidur, tidak
terkena air
3. Oleh karena umum terjadi karier tungau yang
asimtomatis pada satu rumah, maka semua anggota
keluarga dan kontak terdekat harus di terapi secara
bersamaan
4. Semua pakaian, sarung bantal, handuk, dan seprai
yang digunakan sebelumnya harus dicuci dengan air
panas > 500C dan dikeringkan pada suhu panas
(seterika).
5. Pakaian yang tidak dapat dicuci harus di dryclean dan
disetrika, dan diletakkan di lemari pakaian tanpa dicuci,
atau diikat dalam tas plastik (3hari).
6. Lantai, karpet, kain pelapis (rumah dan mobil) pada
area bermain, dan furnitur harus di vacum.
7. Gunting kuku
8. Hewan peliharaan tidak perlu diobati karena mereka
tidak dapat sebagai host tungau skabies.
9. Karena hipersensitivitas terhadap tungau & produknya
tidak segera hilang maka gatal/ruam masih dapat
menetap (3-4 minggu).
PENGOBATAN
• Syarat obat yg ideal :
- efektif semua std
- tidak iritasi & toksik
- tidak bau & kotor
- mudah diperoleh & murah
Pengobatan (2)
1. Sulfur presipitatum 5-10%
• Membunuh tungau & larva, tidak membunuh telur
• Penggunaan selama 8 jam, tiga hari berturut - turut
• Berbau, lengket, mengotori pakaian, kadang2 terjadi iritasi
(dermatitis kontak)
• Murah, aman untuk neonatus dan bumil

2. Benzil Benzoat 10% lotion


• Bersifat neurotoksik pada tungau skabies
• Cukup efektif pada semua stadium
• Penggunaan 24 jam
• Sering mengiritasi (dermatitis iritan) & menambah rasa gatal
Pengobatan (3)
3. Lindane 1% lotion / Gameksan 1% (Gama-benzen heksaklorida)
• Membunuh tungau & telur, tidak membunuh larva
• Bersifat neurotoksik (SSP) karena diabsorbsi melalui kulit
• Pada anak2 dapat menimbulkan kejang, sebaiknya tidak dipakai untuk
bayi, anak kecil, bumil dan buteki
• Penggunaan selama 8 jam, diulang 7 hari kmdn

4. Krotamiton 10% krim


• Penggunaan selama 8 jam, hari 1,2,3,8
• Dapat menimbulkan iritasi dan sensitisasi

5. Ivermectin
• Dosis tunggal, P.O 200 µg/kgBB, hari 1 dan ke 8
• Tidak untuk anak < 15 Kg, bumil, buteki
Pengobatan (4)
6. Permethrin 5% krim
• Sifat skabisidnya sangat baik
• Efektif pada semua stadium
• Obat pilihan pertama dalam pengobatan skabies karna efek
toksisitasnya terhadap mamalia sangat rendah
• Diabsorbsi dalam jumlah sedikit (< 0.2% pada pemakaian > 48
jam), segera diubah menjadi metabolit inaktif sehingga non
neurotoksik
• Aman bagi bayi (> 2 bln) dan anak balita
• Efek samping jarang ditemukan
• Studi : tingkat keberhasilan permethrin lebih tinggi dari lindane
dan krotamiton
PEDIKULOSIS
• Terdiri :
1. P. kapitis
2. P.Korporis
3. P. Pubis
1. Pedikulosis kapitis
= infeksi kulit & rambut kepala yg
disebabkan oleh Pedikulus humanus
var. kapitis.

• Epidemiologi :
- anak – dws muda
- > meluas -> lingkungan padat
higiene jelek
• ETIOLOGI : P.humanus var.kapitis

- kutu : . 2 mata , 3 psg kaki


. Warna abu-abu
. betina > jantan
- siklus : telur – larva – nimpa - dws
• Gejala Klinik :
- gatal
- erosi, eksoriasi
- infeksi sekunder -> pus, krusta
• Pengobatan :
- memusnahkan kutu
- infeksi sekunder

a.l. : - malathion 0,5 – 1 %


- gameksan 1 %
- antibiotik
2. PEDIKULOSIS KAPITIS
• Epidemiologi :
- higiene jelek
- iklim dingin -> baju tebal

• Penularan : - pakaian
- langsung

• Etiologi : P.humanus var.korporis


• Gejala klinik :
- bekas garukan
- infeksi sekunder

• Pengobatan :
- gameksan 1 %
- malathion 1 5
- BBE 25 %
3. PEDIKULOSIS PUBIS
• Epidemiologi : - dewasa -> IMS

• Penularan : kontak langsung

• Etiologi : Phthirus pubis


• Gejala klinik :
- gatal -> pubis
- bercak abu-abu
- black dot

• Pengobatan : idem
3. Creeping Eruption
• Etiologi :
- larva cacing tambang ->
A.braziliensi dan A.caninus

• Gejala klinik : predileksi : tungkai,tangan, bokong


- gatal & panas -> larva masuk
- papul : btk khas -> linier, berkelok
- papul menjalar spt benang -> berkelok &
polisiklis -> terowongan
• Pengobatan :
- Tiabendazol : 50 mg/kg BB 2 hari
- Topikal : Tiabendazol 2 %
- Cryosurgery : chlor ethyl
CO2 Snow