Anda di halaman 1dari 24

MENGAPA KIMIA ANALISIS PERLU

DIPELAJARI

 Kimia analisis dibutuhkan diberbagai instansi baik


negeri maupun swasta.
 Analisis kimia berperan sentral pada industri, misal
QC dan RND.
 Manusia dan sekitarnya selalu interaksi dengan bahan
kimia, baik yang berbahaya maupun tidak berbahaya.
PENGANTAR KIMIA ANALISIS

 Kimia analisis/kimia analitik merupakan salah


satu cabang ilmu kimia yang mempelajari
komposisi dan struktur suatu materi.
 Kimia analisis telah dimanfaatkan pada bidang
kedokteran, farmasi, industri, pangan,
pertanian, dan sebagainya.
Susunan Materi
Coba Anda
renungkan ????

 Apakah Air itu ?


 Apakah hakikat perbedaan air dan zat lainnya,
misalnya alkohol ?
 Mengapa alkohol dapat terbakar, sedangkan air
justru mematikan api ?
Struktur Materi

 Struktur materi : Gambaran tentang bagaimana


atom-atom saling terikat.
 Struktur berpengaruh besar pada sifat-sifat materi.
 Contoh : Intan & Grafit
Keduanya tersusun dari atom yang karbon (C), tapi
keduanya memiliki sifat yg berbeda.
Perbedaan Struktur Intan & Grafit
Peran Kimia Analisis
 Industri (analisis produk-produk rumah tangga,
kosmetik)
 Kedokteran (analisis kandungan kolesterol, diabetes,
asam urat)
 Pertanian (analisis tanah, produk yang ditanam)
 Kepolisian (analisis kejahatan bom, narkoba, jejak-
jejak darah, dsb)
 Pangan (analisis kandungan zat dalam bahan makanan)
 Purbakala (analisis fosil)
Berdasarkan Tujuannya Pekerjaan Analisis suatu
materi dapat digolongkan menjadi 2, yaitu :
1. Analisis Kualitatif : bertujuan mendapatkan informasi tentang
unsur atau senyawa apa saja yang menyusun suatu materi.
2. Analisis Kuantitatif : bertujuan mendapatkan informasi yang
berkaitan dengan perbandingan jumlah massa komponen
penyusun suatu materi.

KUALITATIF KUANTITATIF

Berkaitan dengan identifikasi Berkaitan dengan kadar


Menjawab pertanyaan “Apa” Menjawab pertanyaan
“Berapa”
What chemicals are present How much of one or more
constituent is present
Analisis Kualitatif

 Analisis kualitatif dilaksanakan untuk mengetahui


jenis zat atau komponen yang terkandung dalam
suatu sampel.

 Analisis kualitatif dilakukan sebelum analisis


kuantitatif, karena suatu analisis kuantitatif tidak
dapat dilakukan sebelum diketahui komponen yg
terkandung dlm suatu sampel.
KIMIA ANALISIS

1. ANALISIS KUALITATIF
Cara Klasik
Cara Modern

2. ANALISIS KUANTITATIF
Anal. Gravimetri
Anal.Volumeri
Anal. Instrument/Elektrometri
CARA KLASIK :

● Uji Pendahuluan (organoleptik) ;


- Warna - Wujud
- Bau - Bentuk Kristal dll.
- Rasa - Nyala
● Uji Reaksi Kimia ;
- Terjadi Endapan
- Terjadi Gas
- Terjadi Perubahan warna dll.
Analisis Kuantitatif :

● Anal. Gravimetri
● Anal. Volumetri ;
- Titrasi Alkalimetri ( Asam-Basa), Argentometri,
Titrasi Redoks, Kompleksometri, Nitrimetri,
Iodometri, Iodimetri, Permanganometri dll.
● Anal. Instrument ;
- Kromatografi, Spektrofotometri, Potensio-
metri, Konduktometri dll.
1. Pengambilan sampel
2. Pengelolaan sampel
3. Pengolahan sampel
PENGAMBILAN SAMPEL

 Sampel harus bersifat representatif (mewakili) fasa ruah


bahan uji. Pengambilan sampel yang keliru tidak dapat
memberikan gambaran mengenai karakter fasa ruah yang
sebenarnya, sehingga hasil analisa tidak memiliki arti apa-apa
bagi bahan yang diuji.
PENGELOLAAN SAMPEL

 Pengelolaan sampel yang salah, memungkinkan terjadinya


penambahan atau pengurangan, bahkan hilangnya sejumlah
analit dalam sampel, sehingga hasil pengukuran bersifat
bias.
 Pengelolaan sampel menyangkut pekerjaan
menghomogenkan sampel, pengangkutan sampel dari
lapangan ke laboratorium, penyimpanan sampel di
laboratorium.
PENGOLAHAN SAMPEL

Pengolahan sampel meliputi beberapa tahap pengerjaan berikut :


1. Pengubahan sampel awal menjadi sampel laboratorium
2. Pengubahan sampel laboratorium menjadi sampel analisis
3. Pelarutan sampel
4. Penyaringan
5. Pencucian endapan
6. Pengeringan endapan
7. Dan sebagainya...
CONTOH APLIKASI KIMIA ANALISIS

Penentuan kadar vitamin C dalam buah jeruk


PENGUKURAN SAMPEL
KEAKURATAN

 Suatu hasil identifikasi dan pengukuran dalam pekerjaan


analisis dikatakan akurat jika :
a. Analit yang diperoleh dari identifikasi benar-benar sesuai
dengan kenyataan yang sebenarnya ada dalam sampel
b. Kuantitas kandungan analit hasil pengukuran sesuai
dengan kuantitas analit yang sebenarnya terkandung
dalam sampel.
KEPRESISIAN

 Suatu hasil pengukuran dikatakan presisi jika sekumpulan


harga-harga yang diperoleh dari pengukuran secara
berulang memiliki deviasi yang kecil.