Anda di halaman 1dari 32

Kanker Ovarium

Raisa Sekar Ayu Amanda


7111080229

Pembimbing
Dr. T. Jeffrey Abdillah, Sp.OG
Anatomi Ovarium
Terletak dikedua sisi uterus di
dalam rongga pelvis

Ukuran 4 x 2,5 x 1,5 cm

Dilapisi oleh lapisan epitel


permukaan dan germinal

Tdd 2 bagian : korteks


dan medulla
KANKER OVARIUM
Pendahuluan

Kanker ovarium adalah tumor ganas ginekologi yang tidak


mempunyai gejala klinis yang patognomonis dan akan berkembang
secara diam-diam didalam tubuh wanita hingga pada suatu waktu
menimbulkan keluhan. Keluhan dapat berupa gangguan akibat
desakan massa tumor pada organ-organ pelvis, atau akibat
penyebaran kanker ke daerah rongga perut, hepar, usus, ginjal,
omentum dan diafragma. Perkembangan secara diam-diam ini
menyebabkan angka harapan hidup 5 tahun penderita kanker ovarium
cukup rendah dibandingkan kanker ginekologik lainnya.
DEFENISI

Kanker ovarium adalah terjadinya pertumbuhan sel-sel tidak


lazim (kanker) pada satu atau dua bagian indung telur.
Kanker ovarium adalah tumor ganas pada ovarium (indung
telur) yang paling sering ditemukan pada wanita berusia 50
– 70 tahun.
Epidemiologi

Menurut data statistik American Cancer Society insiden kanker ovarium sekitar 4%
dari seluruh keganasan pada wanita dan menempati peringkat kelima penyebab
kematian akibat kanker, diperkirakan pada tahun 2003 ditemukan 25.400 kasus
baru dan menyebabkan kematian sebesar 14.300, dimana angka kematian ini tidak
banyak berubah sejak 50 tahun yang lalu. Tingginya angka kematian oleh karena
kanker ovarium disebabkan oleh karena tidak timbulnya gejala pada stadium awal
sehingga seringkali terdeteksi setelah stadium lanjut.
Etiologi

• adanya trauma berulang pada ovarium selama proses ovulasi,


Hipotesis incessant mengakibatkan epitel ovarium mudah terpajan atau terpapar oleh
ovulation berbagai faktor risiko sehingga dapat mengakibatkan terjadinya
kelainan atau abnormalitas genetik.

• Dalam percobaan in-vitro, androgen dapat menstimulasi


Hipotesis androgen pertumbuhan epitel ovarium normal dan sel – sel kanker ovarium.

• Pada percobaan , ditemukan bahwa jika kadar hormone esterogten


Hipotesis rendah di sirkulasi perifer, kadar gonadotropin juga meningkat.
Peningkatan kadar hormone gonadotropin ini ternyata
Gonadotropin berhubungan dengan makin bertambah besarnya tumor ovarium
pada binatang tersebut.
Faktor Resiko

Faktor Faktor
Genetik Usia Paritas Hormonal

Menopausal
Faktor Pil Fertility hormon Penggunaan
Reproduksi Kontrasepsi Drugs Bedak Tabur
therapy
Patofisiologi

Onkogen yang memicu • Gen HER2-neu, RAS, MYC, dan


pertumbuhan CDK1

Inaktivasi gen supresor


tumor • Gen BRCA1, BRCA2 dan P53

• Gen pengatur apoptosis terutama


Perubahan pada gen diperankan oleh BAX dan BCL2
pengatur apoptosis
Continue..
Onkogen yang memicu
pertumbuhan

Peningkatan
Gen HER2-
aktivasi Pertumbuhan
neu, RAS, Mengalami
pertumbuhan sel tidak Keganasan
MYC, dan kelainan
/ pembelahan terkendali
CDK1
sel
Continue..
Inaktivasi gen supresor tumor

Memproteksi
genom dari
Gen BRCA1, Berfungsi sbg kerusakan,
Jika terjadi
BRCA2 dan P53 tumor penghentian Keganasan
inaktivasi
supressor, siklus sel, dan
perbaikan
DNA
Continue..
Perubahan pada gen
pengatur apoptosis
BAX inaktivasi BCL2

Memperberat
Sel tidak mampu
ketidakmampuan sel
mengalami proses
untuk mengalami proses
apoptosis
apoptosis

Proliferasi sel tidak


terkendali, terfiksasinya
mutasi pada sel yang Keganasan
membelah
Gejala Klinis
1. Penekanan pada rongga abdomen berupa rasa mual, muntah, hilang nafsu
makan, dan gangguan motilitas usus
2. Pembesaran abdomen akibat penumpukan cairan dalam rongga abdomen
3. Perasaan tidak nyaman pada rongga abdomen dan pelvis
4. Menstruasi tidak teratur
5. Perasaan lelah
6. Keluarnya cairan abnormal pervaginam (vaginal discharge)
7. Nyeri saat berhubungan seksual
8. Penurunan berat badan
Perbedaan Tumor Jinak dan ganas
Pada Pemeriksaan Panggul

Jinak Ganas

Sifat unilateral bilateral


Konsistensi kistik padat
Gerakan bebas terbatas
Permukaan licin tidak licin
Asites sedikit/tidak ada banyak
Benjolan di daerah cul de tidak ada ada
sac
Pertumbuhan lambat cepat
Continue..
Temuan pada Pembedahan

Jinak Ganas
Permukaan papiler jarang sangat sering
Intrakistik papiler jarang sangat sering
Konsistensi padat jarang sangat sering
Bilateral jarang sering
Perlengketan jarang sering
Asites jarang sering
Nekrosis jarang serng
Implantasi pada jarang sering
peritoneum
Kapsel utuh sering jarang
Konsistensi kistik sering jarang
Klasifikasi
Kanker ovarium berasal dari sel-sel yang menyusun, yaitu sel epithelial, sel germinal, dan sel stromal.

Tumor epithelial ovarium berkembang dari permukaan luar ovarium. (EOC’s : Epithelial
Ovarium Carcinomas) merupakan jenis tumor yang paling sering (85-90%) dan penyebab
kematian terbesar dari jenis kanker ovarium.

Tumor sel germinal berasal dari sel yang menghasilkan ovum atau sel telur, umumnya
tumor germinal adalah jinak meskipun beberapa menjadi ganas.

Tumor ovarium stromal berasal dari jaringan penyokong ovarium yang memproduksi
hormon esterogen dan progesteron. Jenis tumor ini jarang ditemukan, bentuk yang
didapati berupa tumor techa dan tumor sel sartoli-leydig termasuk kanker dengan derajat
keganasan yang rendah.
Continue.
Tumor Epithelial

Tumor Musinosa Tumor endometrioid


Tumor Serosa

Tumor Brenner

Kistadenofibroma

Clear cell carsinoma


Stadium
Penyebaran

Penyebaran Transcoelomic

Penyebaran Limfatik

Penyebaran Hematogen

Transdiafragma
Diagnosis

Pemeriksaan
Fisik

Pemeriksaan
Anamnesis
Penunjang

DIAGNOSIS
Continue..
Anamnesis

• Nyeri perut bagian bawah, sering


Stadium Awal kencing dan konstipasi apabila massa
menekan kandung kencing dan
rektum.

• Pembesaran perut, kembung, konstipasi,


nausea, anoreksia, atau cepat kenyang,
Stadium Lanjut serta dapat berupa efek endokrin yang
bermanifestasi sebagai defeminisasi,
maskulinisasi, atau hiperestrogenisme
Continue..
Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan
Palpasi Abdomen dan Didapatkan massa rektovaginal
Pemeriksaan Ginekologi tumor padat di perut
bagian bawah
- Tumor adneksa padat, penonjolan
cavum dauglas krn asites, nodul2
pd cavum dauglas, terfiksir 
• akan mendapatkan ganas
tumor atau massa di • pemeriksaan intensif
dalam panggul sebelum membuat - Tumor adneksa rata, halus,
mudah digerakkan, kistik  jinak /
diagnosis borderline
Pemeriksaan Penunjang
USG Ginekologi CT-Scan
Continue..

Tumor
Parasentesis
MRI Laparoskopi marker CA
cairan asites
125
Penatalaksanaan
histerektomi
totalis
perabdomin Salpingoofo
alis rektomi
bilateralis

Surgical
staging
Stadium Awal
(Stadium I)

Sitologi

Apendektomi
Limfadenekto
mi
Stadium Lanjut (Stadium II,III,IV)

Sitoreduksi
Konvensional
Operasi Sitoreduksi

Sitoreduksi Teknik
Baru
Kemoterapi
Argon beam coagulator

Cavitron ultrasonic
surgical aspirator (CUSA)
Radioterapi
Teknik Laser
Argon Beam Coagulator
Cavitron Ultrasonic Surgical Aspirator
Pencegahan
Continue..

Pencegahan Sekunder

untuk menghambat progresifitas penyakit

Diagnosa dini Pengobatan yang tepat


TERIMA KASIH..