Anda di halaman 1dari 18

ANEMIA

Delma yulisa, S.ked


03012067
Gangguan Eritrosit

Anemia

www.themegallery.com Company Logo


ANEMIA
Definisi Anemia:

Sindroma klinis yang disebabkan penurunan massa eritrosit total


dalam tubuh.
Keadaan dimana massa eritrosit dan atau massa hemoglobin tidak
dapat memenuhi fungsinya untuk menyediakan oksigen bagi jaringan
tubuh
Penurunan di bawah normal kadar Hb, hitung eritrosit, dan hematokrit

www.themegallery.com Company Logo


ANEMIA
Penurunan Hb dan Hct :
< batas bawah 95% interval referens
dari kelompok usia, jenis kelamin
dan lokasi geografis (ketinggian)

Hb12-14 g/dl ; (Hct 36-41%),


Anemia
Hb7g/dl  symptom (+)
Akut: hipovolumia (pucat,
ggn penglihatan, syncope, tachycardia) ;
Kronis: tissue hypoxia (fatique, dyspnea,
Headache, angina)
ANEMIA → symptoms / syndrome

◦ Hb ↓
◦ PCV ↓ Hypoxia → Otak , Otot
◦ RBC ↓
Kompensasi :
- heart rate ↑→ tachycardia → flow rate ↑ →
cardiomegaly → heart failure → †
- blood flow priority (pallor)
- RBC 2,3-DPG content ↑→ O2 dissoc.curve
shift to the right → O2 release to the
tissues ↑ .
5
Klasifikasi Anemia
Berdasarkan patofisiologi:
I. Kegagalan produksi sel darah merah:
A. Gangguan sel induk hematopoesis
 Anemia Aplastik
B. Gangguan sintesis DNA
 Anemia Megaloblastik
C. Gangguan sintesis Hemoglobin (Hb)
 Anemia Defisiensi Besi, Thalasemia
D. Gangguan sintesis eritropoetin
 Anemia karena GGK
www.themegallery.com Company Logo
Anemia berdasarkan patofisiologi

E. Gangguan karena mekanisme lain:


 Anemia karena penyakit kronis,
 anemia sideroblastik
 Anemia karena infiltrasi sumsum tulang

II. Peningkatan destruksi sel darah merah:


 Anemia Hemolitik
III. Kehilangan darah (Blood Loss)
 Anemia karena perdarahan akut
Anemia
Anemia berdasarkan morfologi
◦ Anemia sec. morfologi eritrosit, dilihat dari:
- ukuran dan warna di bawah mikroskop atau
- indeks eritrosit (MCV, MCH, dan MCHC)

- Kriteria Ukuran (size): Normositik, Mikrositik,


Makrositik
- Kriteria Warna (pucat): Normokromik,
Hipokromik
Cara Mengetahui Ukuran eritrosit:

* membandingkan dengan inti sel limfosit kecil (di


bawah mikroskop) :
→ ukuran sama = normositik
lebih kecil = mikrositik
lebih besar = makrositik

* Menghitung MCV (Mean Cell Volume)


MCV= PCV/Ery X 10 (fL)
(1 fL=10-12L= 1μm3)
N : dewasa = 80-100 fL , di bawah 1 thn = 76- 86 fL
MCV : normositik , mikrositik, makrositik

* Eritrosit dengan variasi ukuran yang abnormal


anisositosis

9
10
Perhatikan Warna sel eritrosit :

- Bandingkan diameter central pallor(CP)


dengan diameter sel eritrosit tersebut .

- Normal, bentuk sel eritrosit adalah seperti cakram


bikonkaf (biconcave disk) →
pada hapusan darah tepi terlihat bulat, Ø 7-8 μ
dengan area central pallor di bagian tengah

CP≤ 1/3 Ø Eri = normokromik


CP> ½ Ø Eri = hipokromik

11
- Warna, dapat diketahui juga dari MCH (Mean Cell Hb)
MCH= Hb/RBC x 10 (pg)
Dewasa: MCH=27-32 pg, Anak-anak: MCH=23-31 pg
(1pg=10-12g=1μμg)

MCH normal → normokromik


MCH < normal → hipokromik

- MCHC (Mean Cell Hb Concentration) :


MCHC=Hb/PCV x 100 (g/dL)
Normal: MCHC = 32-36 g/dL

12
Klasifikasi Anemia secara morfologi
1. Anemia Hipokromik-Mikrositik.

Anemia Normokromik-
2. Normositik

Anemia Makrositik
3.
Anemia Anemia Anemia
hipokromik- normokromik- makrositik
mikrositik normositik

1 2 3
Contoh: Contoh: A. Megaloblastik,
- Anemia pasca contoh:
- Anemia perdarahan akut - Anemia defisiensi
defisiensi Fe - Anemia aplastik Folat,
- Thalasemia - Anemia hemolitik - Anemia defisiensi
- Anemia akibat - Anemia akibat vitamin B12
penyakit kronik B. Nonmegaloblastik
Penyakit Kronik - Anemia pada GGK contoh:
- Anemia - Anemia pada - Anemia pd peny.
sideroblastik mielofibrosis Hati kronis
- dll - Anemia pd
hipotiroid, dll

MCV <80 fl; MCV 80 -95 fl MCV > 95 fl


MCH <27 pg MCH 27-34 pg
Pendekatan diagnostik Anemia:
◦ Anamnesis:
onset /bleeding tendency / routine medicinal /
occupation / hobby / travel history / family / diet / GI
symptoms / menstruation cycle / history of previous
pregnancy-delivery / alcohol consumption , etc

◦ Pemeriksaan fisik :
conjunctiva & lips (pallor) / mouth (cheilosis) /
tongue (glossitis) / gum / nails (koilonychia) , hair
(signa de bandera, alopecia) , jaundice , petechiae
, liver & spleen , lymphenodes ,rectal / vaginal
toucher , feet (ulcer,arthritis)

15
◦ Pemeriksaan Laboratorium

- CBC (complete blood count )→ to confirm


anemia (Hb, PCV, RBC) & the type of anemia
(MCV; MCH; MCHC), RDW
- Reticulocyte count → reflects marrow’s responses .
- PBS : to look for the RBCs’ shape and any abnormalities of
RBCs besides the other blood cell lines
- Iron status ( Serum Iron ,TIBC, % Transferrin
saturation , Iron storage )
- Blood chemistry ( direct/total bilirubin,LDH
and stool examination for occult blood test , etc) .
PBS: Pheripheral blood smear

16
Lanjutan…. Pendekatan Doagnostik…
- Radiological examinations ( Chest X-ray,
USG , MRI )
- Cardiological examinations (EKG,Treadmill,
Echocardiography)

Notes ! :

- First confirm Anemia ( Hb , PCV , RBC )


- Classify the anemia (MCV, MCH, MCHC)
- Causes of anemia

17
THANKS YOU