Anda di halaman 1dari 33

Disampaikan pada Pertemuan Sosialisasi Kota Layak Anak

28 – 2- 2017
 Peraturan Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
Dan Perlindungan Anak Nomor 11 Tahun 2011 tentang
Kebijakan Pengembangan Kabupaten/Kota Layak
Anak
 Peraturan Gubernur Lampung Nomor 35 Tahun 2013
Tentang Pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak
 Perjanjian Kerjasama antara Pemerintah Propinsi
Lampung dengan Pemerintah Kota Metro Nomor :
6/719/B.VII/HK/2013 tentang Kerjasama
Pengembangan Kota Layak Anak
Adalah sistem pembangunan
Kabupaten/Kota yang
mengintergrasikan komitmen dan
sumberdaya pemerintah, masyarakat
dan dunia usaha yang terencana secara
menyeluruh dan berkelanjutan dalam
kebijakan, program dan
kegiatan untuk pemenuhan hak-hak
anak.
Kota Metro merupakan Kota Kecil yang dijuluki Kota Pendidikan,
luas wilayah Kota Metro lebih kurangnya 68,74 km2 dengan
kepadatan penduduk 2,116 jiwa. Jumlah penduduk Kota Metro
seluruhnya 160,729 jiwa (sensus 2016). Sedangkan jumlah anak terdiri
dari :
 0 - 1 Tahun berjumlah 763 jiwa
 1 - 5 Tahun berjumlah 6678 jiwa
 5 - 6 Tahun berjumlah 4275 jiwa
 7 - 12 Tahun berjumlah 14.689 jiwa
 13 - 15 Tahun berjumlah 10.435 jiwa
 16 - 18 Tahun berjumlah 17340 jiwa

VISI KOTA METRO :


“Metro Kota Pendidikan dan Wisata Keluarga Berbasis Ekonomi
Kerakyatan Berlandaskan Pembangunan Partisipatif Tahun 2016-
2020”.
1. Rumah sakit, klinik dan puskesmas berjumlah 14
terdiri dari :
a. RSUD Ahmad Yani Metro
b. RS Islam Metro
c. RS Mardi Waluyo
d. RSU Muhammadiyah
e. RS AMC (Anugerah Medical Center)
f. RSIA Permata Hati
g. Klinik Laodikia, Hadimulyo Timur
h. Klinik Azizah, District 15B Timur
i. Klinik Nabawi Medika, District 16c Metro Barat
j. Puskesmas Metro Pusat
k. Puskesmas Metro Utara
l. Puskesmas Metro Selatan
m. Puskesmas Metro Timur
n. Puskesmas Metro Barat
2. Fasilitas olahraga
a. Kota Metro memiliki beberapa fasilitas olah raga
di antaranya:
b. GOR Jurai Siwo

c. Lapangan Tenis Metro

d. Stadion Tejosari

e. Lapangan Samber

f. Lapangan Hadimulyo Barat


g. Lapangan Hadimulyo Timur (Lap. SD)

h. Lapangan Futsal di berbagai tempat seperti


Intan Sport, Wawai Sport Center, dan lain-lain.
3. Taman Kota
a. Taman Merdeka, Alun Alun Kota Metro
b. Taman Demokrasi di Kelurahan Ganjar
Agung
c. Taman Mulyojati
d. Taman Induk Terminal

e. Taman Pendidikan Kihajar Dewantara di


Keluruhan Iringmulyo (Depan
RUSUNAWA PU, Metro) yang dilengkapi
Wifi Fiber Optic
4. Perpustakaan Daerah untuk mendukung Visi Kota Metro sebagai
Kota Pendidikan
5. Terminal
6. Pariswisata dan hiburan
a. Waterpark and Waterboom Palem Indah
b. Taman Metro Indonesia Indah (TMII)
c. Kolam Renang Stadion Tejosari
d. Bendungan Dam Raman
e. Jembatan Gantung 28, Metro Utara
f. Grand Charly VHT Family Karaoke
g. Inul Vizta Family KTV
h. Jembatan Gantung Pelita, Rejomulyo, Metro Selatan
i. Timezone Center, Chandra Dept. Store Lt.3 Kota Metro
j. Goa Prasejarah Wara, 24 Stadion Tejosari, Metro Timur
k. Goa Prasejarah Macan, 24 Stadion Tejosari, Metro Timur
1. Bidang Pendidikan :
 Adanya PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini)
sebanyak 75 PAUD
 Jumlah sekolah di Kota Metro,
 TK : 61
 SD/MI : 66
 SMP/MTs : 29
 SMA/MA : 38
 SLB Negri : 1
 SLB Swst :4
Keseluruhan dari sekolah-sekolah tersebut berada
diwilayah yang mudah dijangkau untuk menunjang
kelancaran dan keselamatan para siswa/murid,
 Sekolah Ramah Anak yang merupakan Pilot
Project untuk Propinsi Lampung di SMK Negeri
3 Kota Metro
 Penyediaan Zona Selamat Sekolah
 Penyediaan bus sekolah
 Program sekolah inklusi mulai dari Sekolah
Dasar sampai dengan sekolah lanjutan dengan
tujuan untuk memberikan peluang dan
kesempatan yang sama bagi para ABK (Anak
Berkebutuhan Khusus) dalam memperoleh
pendidikan agar mereka dapat bersosialisai
dengan lingkungan.
 Kelompok BKB (Bina Keluarga Balita)
sebanyak 76 BKB yang terdiri dari BKB Standar
36 kelompok, BKB Holistik Integratif 40
kelompok (PAUD terintegrasi dengan
posyandu)
 Adanya Pusat Layanan Autis (PLA) yang
diperuntukan bagi anak-anak penyandang
disabel khususnya autis yang berada di
Kelurahan Tejosari
 Stimulan Lomba Sekolah Sehat – Usaha
Kesehatan Sekolah (LSS-UKS)
 Adanya Posyandu Ramah Anak (Posyandu Mawar
1 Kelurahan Ganjar Agung, Posyandu Kemuning
Rejomulyo)
 Puskesmas Mampu Tata Laksana Pusat Kesehatan
Peduli Remaja (PKPR)
 Adanya Kelompok PIK-R (pusat Informasi
Konseling Remaja) yang berfungsi memberikan
penyuluhan tentang narkoba, HIV/AIDS dan
kesehatan reproduksi
 Tersedianya Pojok ASI di fasilitas umum
(Chandra, Palem Indah), Posyandu (4 posyandu),
RS/swasta : 7 RS, Puskesmas (6 puskemas)
 Pemberian Tablet Fe Bagi Remaja Putri
 Pelaksanaan Akselerasi UKS di Sekolah-sekolah
3. Forum Anak Kota Metro
4. PPKS (Pusat Pelayanan Keluarga Sejahtera),
kegiatannya meliputi :
 Pelayanan KB
 Konsultasi/Konseling tentang Kesehatan
Reproduksi (KesPro) bagi remaja dan PUS
 Membantu sosialisasi tentang Kespro ke
kelompok-kelompok PIK R, Forum Anak
dan ke sekolah-sekolah.
5. Rumah Aman, ada 1 buah di Polres Kota Metro
6. Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (UPPA) di
Polres Kota Metro
7. Unit Pelaksana Teknis Tindak Kekerasan (UPT-TK),
bertempat di RSUD. A.Yani Kota Metro
8. Menyediakan arena bermain anak, yang berlokasi di :
 Lapangan Samber
 Taman Merdeka
 Taman Mulyojati
 Taman Ki Hajar Dewantara (Iring Mulyo)
9. Pemberlakuan Kawasan Tanpa Rokok (KTR)
10. Terdapat Balai Pemasyarakatan Kelas II (dalam
upaya perlindungan Anak)
13. Terbentuknya Pusat Pembinaan Terpadu
Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan
Anak (P2TP2A)
14. Sudah tidak terdapat asisten rumah tangga
anak di Kelurahan Iringmulyo sebagai wilayah
pilot project kelurahan Ramah Anak
 Pembentukan Gugus Tugas Kota Layak Anak
 Penilaian Kota Layak yang dilaksanakan pada
bulan Mei 2017
 Pencanangan Kelurahan Ramah Anak yang
berlokasi di Kelurahan Iringmulyo
 Pembentukan Gugus Tugas Kota Layak Anak
 Pelatihan SDM dalam penanganan kasus
korban kekerasan terhadap anak
bahwa dalam rangka untuk mendukung
persamaan Komitmen para pemangku
kepentingan di daerah dan semua institusi
pemerintah bersama masyarakat dalam
melindungi anak dan pemenuhan hak hak anak
agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang dalam
suatu lingkungan yang layak di Kota Metro perlu
di bentuk Gugus Tugas Kota Layak Anak.
 Mengkoordinasikan Pelaksanaan Kebijakan
dan Pengembangan Kota Layak Anak;
 Menyusun Mekanisme Kerja .
 Melakukan Sosialisasi , Advokasi, Fasilitasi
dan KIE Konsep Kota Layak Anak.
 Mengumpulkan data dasar.
 Melakukan Analisis Kebutuhan yang
bersumber dari data dasar.
 Melakukan Deseminasi data dasar.
 Menentukan Fokus Utama Kegiatan dalam
mewujudkan Kota Layak Anak yang di
sesuaikan dengan masalah utama, kebutuhan
dan sumber daya.
 Menyusun Rencana Aksi Daerah Kota Layak
Anak (RAD KLA)
 Melakukan Monitoring Evaluasi dan Pelaporan
secara periodik
No Kedudukan Jabatan Tugas
Dalam Gugus Dalam
Tugas Dinas/Unsus
/Organisasi
1 Koordinator Sekretaris  Menggalang Sumber Daya dan Mitra Potensial,
Daerah Merencanakan, Mengembangkan,
Mengimplementasikan dan Memonitor
Pengembangan KLA.
2 Ketua Kepala  Mengkoordinasikan Program dan Perencanaan
Bappeda Kebijakna yang terkait dengan anak dari masing
masing SKPD.
 Mengkoordinasikan Program anak yang
pendanaanya bersumber dari Dunia Usaha dan
Lembaga Internasional.
 Melakukan Pembinaan dan Fasailitasi dalam proses
Perencanaan dan Penganggaran Program, Kebijakan
dan Kegiatan Pembangunan Anak termasuk
pelibatan peran anak.
3 Wakil Ketua Kepala BPKAD  Mengkoordinasikan Pelaksanaan Kebijakan ,
program dan kegiatan pembangunan anak disetiap
SKPD
No Kedudukan Jabatan Tugas
Dalam Dalam
Gugus Dinas/Unsus/
Tugas Organisasi
4 Sekertaris Kepala Dinas  Mengkoordinasikan Pelaksanaan Kebijakan
P2 PA P2 dan , Program dan Kegiatan Pembangunan anak
KB dari masing masing SKPD
 Menyusun Beslin Data Anak
 Menjalin Komitmen antara exekutif dan
legislatif dalam mewujudkan Kota Layak
Anak
 Melaksanakan Tugas tugas kesekretariatan
.
 Melaksanakan Monitoring dan Evaluasi dan
Pelaporan
5 Ketua Kepala Dinas  Melaksanakan Pelayanan dibidang
Bidang Kesehatan kesehatan anak
Pemenuhan  Melaksanakan monitoring dan Evaluasi
Hak
Kesehatan
Anak
No Kedudukan Jabatan Dalam Tugas
Dalam Gugus Dinas/Unsus/Org
Tugas anisasi

Anggota - Ketua TP  Melaksanakan Penyuluhan


PKK Program Kesehatan Anak
- Ketua LPA  Melaksanakan Pelayanan
(Lembaga Kesehatan Anak serta
Perlinduna Penanggulangan Korban
g Anak) Kekerasan terhadap Anak
- Ketua IBI  Melakukan Penyuluhan dan
Pelayanan Pemberdayaan
Keluarga untuk menunjang
Penurunan AKI dan AKB
6 Ketua Bidang Kepala Dinas  Melaksanakan Pelayanan
Pemenuhan Pendidikan dibidang pendidikan Usia Dini,
Hak Dasar, dan Menengah Bagi Anak
Pendidikan  Melaksanakan Monitoring dan
Anak Evaluasi.
No Kedudukan Jabatan Dalam Tugas
Dalam Dinas/Unsus/Organisasi
Gugus Tugas

Anggota - Kepala Kantor  Melaksanakan Pelayanan dibidang


Departemen Moral dan Tuntunan Agama
Agama  Melaksanakan Pelayanan dibindang
informasi dan Komunikasi yang layak
anak

- Kepala Dinas  Melaksanakan Pelayanan informasi


Komunikasi dan yang bersifat tuntutan dan mendidik
Informatika antara lain pencegahan pornografi.

- Kabag  Melaksanakan Pelayanan dibidang


Pemerintahan Pemerintahan

- PSW STAIN  Melakukan Pengkajian dan


Pengembangan KLA serta
mempublikasikan dan
mendesiminasikan Hasil Kajian
- Kepala
Perpustakaan  Menyediakan Perpustakaan yang
Arsip dan dapat diakses oleh anak.
No Kedudukan Jabatan Dalam Tugas
Dalam Gugus Dinas/Unsus/Organisasi
Tugas
Anggota - Kepala BPS Mengkoordinasikan data anak
lintas SKPD

- Kepala Dinas Menyusun Data Anak dan


Kependudukan dan Mengkoordinasikan data anak
Pencatatan Sipil lintas SKPD

Ketua Bidang - Kepala Dinas Sosial  Melaksanakan Pelayanan


Penanganan dibidang Sosial bagi anak
Masalah  Melaksanakan Monitoring dan
Sosial Anak Evaluasi
Ketua Bidang Kepala Dinas  Melaksanakan Pelayanan
Penanganan Tenaga Kerja dibidang ketenagakerjaan yang
masalah layak anak
Tenaga Kerja  Melaksanakan Pencegahan dan
Anak Penarikan Pekerja Anak
 Melaksanakan Monitoring dan
Evaluasi
No Kedudukan Jabatan Dalam Tugas
Dalam Gugus Dinas/Unsus/Organisas
Tugas i
Anggota Kapolres Menyelesaikan Penanganan kasus anak
ditingkat kepolisian
Melakukan Penyelidikan dan
Penyidikan terhadap kasus ABH
Melaksanakan Pelayanan dibidang
keamanan yang layak anak

Kepala Kejaksaan Melaksanakan Pelayanan dibidang


Negeri Penuntutan perkara tingkat banding
Mempertimbangkan Penerapan
restorative justice

Kepala Pengadilan Memeriksa dan memutuskan Perkara


Negeri tingkat banding
Mempertimbangkan Penerapan
Restorative Justice

Ketua KADIN Berperan dan Ikut Bertanggungjawab


terhadap kesejahteraan masyarakat
untuk pembangunan anak
No Kedudukan Dalam Jabatan Dalam Tugas
Gugus Tugas Dinas/Unsus/Organ
isasi
Ketua LAPAS Melaksanakan Pelayanan dibidang
Hukum dan LAPAS yang ramah
bagi anak
Ketua Bidang Infra - Kepala Dinas  Melaksanakan Pembangunan
Struktur Layak Anak Pekerjaan Umum Infra Struktur yang layak anak
dan Tata Ruang  Melaksanakan Monitoring dan
Evaluasi

Anggota Kepala Dinas • Melaksanakan Pelayanan


Perhubungan dibidang Perhubungan
/Transportasi yang layak bagi
anak.

Kepala Dinas • Melaksanakan tatakota yang


Perumahan dan layak anak
Kawasan
Pemukiman • Menyediakan Ruang/Taman
bermain dan Rekreasi bagi
anak dan Remaja.
No Kedudukan Jabatan Dalam Tugas
Dalam Dinas/Unsus/Organ
Gugus Tugas isasi
Kepala Kantor Melaksanakan Promosi
Lingkungan Hidup Perlindungan dan Pengelolaan
Lingkungan Hidup Bagi Anak
 Sekretariat P2TP2A
 Sekretariat Forum Anak
 Sekretariat Lembaga Perlindungan Anak (LPA)
 Sarana/arena/ruang bermain anak di setiap kelurahan
 Sarana/arena/ruang bermain anak di setiap
puskesmas
 Adanya ruang/pojok ASI di setiap
dinas/instansi/lembaga dan kantor
 Mengoptimalkan fungsi taman bermain bagi anak-
anak untuk mengembangkan kreatifitas
1. Anak Balita Terlantar : 17 orang
2. Anak Terlantar : 105 orang
3. Anak Berhadapan dengan Hukum : 16 orang
4. Anak dengan Disabilitas : 99 orang
No Bentuk Kekerasan Jumlah

1 Fisik 6
2 Psikis 2
3 Seksual 3
Total 11
 Adanya Kebijakan, dukungan politis dan
komitmen dari para pengambil keputusan dari
kota sampai kelurahan
 Perencanaan dan penganggaran yang berpihak
pada Hak Anak.
 Kapasitas kelembagaan dan SDM yang memadai
 Anak anak secara aktif ikut berperan serta dalam
proses pembangunan
 Kemitraan dengan seluruh pemangku kewajiban,
LSM, Ormas, Media, Swasta, Toma, Toga dan
Masyarakat serta keluarga itu sendiri.
 Koordinasi yang efektif antar program dan instansi serta para
Pemangku kewajiban.
 Secara terus menerus dan konsisten melakukan Monitoring,
Evaluasi, Supervisi
 Dibangunnya dan berfungsinya fasilitas fasilitas umum yang
layak anak seperti, sekolah, puskesmas, Rumah sakit, tempat
bermain dan rekreasi, Pasar, Swalayan, dsb.
 Ketersediaan data dan sistem informasi anak yang terpilah dan
berkelanjutan.
 Camat dan Lurah
 Dunia Usaha dan masyarakat sebagai mitra pemerintah
berperan aktif dalam upaya mewujudkan Kota Metro sebagai
Kota Layak Anak
 Kota yang mampu menjalankan pemerintahan dengan baik
dan bersih dari bahaya laten
THANK
YOU