Anda di halaman 1dari 13

Absorbsi

Herbisida
Khoir Rosyidatul H 134150099
Olga Sisca Novaryan S 134150100
Fawwaz Rahmatullah 134150103
Mahendra Yudar B 134150114
Muhammad Rif’at Anja 134150123
Dewa Amarullah 134150133
Gulma

Hadirnya gulma pada periode


permulaan siklus hidup
tanaman dan pada periode Perlu dilakukan pengendalian
menjelang pembuahan akan untuk mencegah menurunnya
berpengaruh terhadap hasil hasil panen, yaitu aplikasi
tanaman. herbisida
Pada sistem produksi pertanian
modern, penggunaan herbisida
merupakan salah satu faktor
penyumbang dalam meningkatkan
hasil pertanian.

– Herbisida merupakan senyawa kimia yang


digunakan untuk mengendalikan,
mematikan, atau menghambat
pertumbuhan gulma tanpa mengganggu
tanaman pokok
Absorbsi Herbisida

– Absorbsi adalah proses Absorbsi herbisida melalui :


penyerapan air dan unsur hara 1. Melalui Daun (Kutikula)
oleh tanaman berupa ion ion dari
tanah ke dalam sel-sel akar yang 2. Melalui tanah : Akar, Biji, Batang
selanjutnya ditranslokasikan
melalui jaringan xylem ke seluruh
bagian tumbuhan.
Proses Absorpsi:

Mekanisme secara aktif dan pasif :


– Aktif: Herbisida masuk via protoplasma dan Symplasm
– Pasif: Bergerak bersama air dlm Apoplas system termasuk
Xylem.
Translokasi melalui Daun

Ditransformasikan Herbisida masuk


lewat Floem lewat daun

Herbisida beracun,
Dibawa serta
sehingga mematikan
Sel Fotosintat

Menuju tempat
Translokasi Teerhenti penimbunan
makanan
Translokasi melalui Akar

Perpindahan subtansi ke atas lewat xylem berasal dari perpindahan subtansi setelah
masuk akar menuju ke atas bersamaan dengan larutan nutrisi, namun gerakan ke
dalam akar lewat lintasan ini di tutup oleh garis caspari yang tersusun dari subtansi
seperti lilin pada dinding sel endodermis.
Faktor yang mempengaruhi
Absorbsi dan Translokasi

Bentuk Titik Permukaan Umur


daun tumbuh tanaman tanaman

Spesies Curah angin dan


tanaman hujan cahaya
Residu Herbisida dalam tanah

– Di dalam tanah, umumnya residu


herbisida berinteraksi dengan
partikel tanah dan akar tanaman.
Herbisida yang jatuh sampai ke
tanah, selain diabsorbsi oleh
partikel tanah juga berada dalam
larutan tanah dan bergerak ke
segala arah termasuk diserap
akar tanaman (Listyobudi, 2011).
– Herbisida kontak yaitu
herbisida yang mematikan
gulma dengan cara kontak
dengan gulma melalui
absorbsi lewat akar maupun
daun dan akan merusak
bagian gulma yang terkena
langsung
Herbisida sistemik yaitu
herbisida yang
mematikan gulma
dengan cara
ditranslokasikan ke
seluruh bagian gulma
sehingga pengaruhnya
luas.
SERAPAN HERBISIDA IHAZAPYR
OLEH TANAH

– Herbisida yang terserap oleh tanah dan tidak terdegradasi untuk waktu
yang lama akan letap berada di lapisan atas tanah, tidak mengalami
pencucian yang berarti mempunyai persistensi yang cukup tinggi. Serapan
herbisida oleh tanah sangat dipengaruhi beberapa faktor seperti: komposisi
tanah, pH, kandungan bahan organik dan kelembapan tanah.
– 2,4-D di dalam tanah normal akan diserap lebih besar daripada dalam kondisi
tanah yang dipadatkan sehingga tanaman padi akan dapat menyerap 2,4-D
dengan cepat.