Anda di halaman 1dari 57

Jalur

Nodus Nodus Berkas Serabut


intra/inter
SA AV His Purkinje
atrial
Ekstremitas Pre-cordial
Kalibrasi Irama Heart Rate Axis QRS

Segmen
Kompleks Gelomba
ST dan Gel Interval PR
QRS ng P
T

BIASAKAN MEMBACA EKG RUNTUT SESUAI LANGKAH-LANGKAH DI


ATAS!!
Setiap
HR: 60 – Interval
R – R: QRS Durasi QRS
100x/meni PR: 0,12 -
reguler diawali < 0,12 dtk
t 0,20 detik
oleh P
Ya

300/jlh. Kotak
1500/jlh kotak
sedang antara
kecil antara R-R
Interval R – R-R
R reguler?

Tidak

Jlh kompleks
QRS dlm 6 detik
X 10
QRS di lead I QRS di lead aVF Axis
Positif Positif Normal
Positif Negatif LAD
Negatif Positif RAD
Negatif Negatif Extreme RAD
P pulmonal
P mitral (hipertrofi
P normal (hipertrofi atrium
atrium kiri)
kanan)

II II V1 II

Lead II: Tinggi P ≥ 2,5


Positif di II dan aVF P bertakik di lead II mm
Tinggi maximal Di lead V1: defleksi
2,5mm terminal P, dengan
lebar dan dalam ≥ 1
Lebar max 3 mm mm

Negatif di aVR
Durasi normal: 0,12 – 0,20 dtk (3-5 kotak
kecil)
Durasi Normal: 0,07 detik – 0,10
detik (1,5 – 2,5 kotak kecil)

Durasi QRS < 0,10 detik (QRS


sempit) : asal Supraventrikel

Durasi QRS > 0,10 detik (QRS


lebar): asal ventrikular atau
supraventrikel dengan konduksi
aberan
ST Depresi

Segmen ST normal: Sejajar


dengan baseline (isoelektris)
ST Elevasi
T Normal: positif di
Tinggi gel T: < 5 mm Tinggi gel T: < 10 mm di
semua lead, kecuali
di lead ekstremitas lead precordial
aVR dan V1
 •STEMI Anterior : V3-V4 --------- no R
 •STEMI Septal : V1-V2(V3)----- no R
 •STEMI Anteroseptal : V1-V4 ---------- ? R
 •STEMI High Lateral : I, aVL ---------- III,aVF, II
 •STEMI Lateral : I, aVL, V5, V6 -- III,aVF,II
 •STEMI Inferior : II, III, aVF ------- I, aVL
 •STEMI Posterior : V7,V8,V9 -------V1,V2
 •STEMI Ventrikel Kanan : V2R,V3R,V4R
 •STEMI Ekst Ant Lateral : V1-V6 & I, aVL --- III, aVF, II
 •STEMI Infero lateral : II, III, aVF, V5/V6 --- I,aVL
 •STEMI Inferoposterior : II, III, aVF, V7-V9 --V1,V2, I, aVL
 •STEMI Postero Lateral : V7-V9, V5/V6, I,aVL V1/V2,III,aVF,
II
 Menentukan irama jantung (rhyhm)
 Tentukan frekuensi (heart rate)
 Tentukan sumbu jantung (axis)
 Tentukan ada tidaknya tanda hipertrofi
 Tentukan ada tidaknya tanda iskemia/
infark
 Tentukan ada tidanya tanda akibat
gangguan lain seperti efek obat-obatan
atau gangguan keseimbangan elektrolit.
Tachyarrhytmia (heart rate > 100bpm)

Produksi
Produksi
impuls yang Triggered
impuls nodus Re-entry
melebihi Activity
SA meningkat
nodus SA

Gangguan Gangguan
produksi konduksi
impuls impuls

Produksi impuls
nodus SA Blok konduksi
menurun

Bradyarrhythmia (heart rate < 60bpm)


Irama Sinus HR < 60x/menit
Irama Sinus HR > 100x/menit
Gelombang P
Dipengaruhi
R – R: ireguler mendahului tiap
inspirasi - ekspirasi
QRS, dan identik
Terdapat absen atau
R – R: Ireguler
hilangnya gel PQRST
Gelombang P
Durasi QRS <
R – R: ireguler terjadi lebih
0,12 detik
awal
Tidak ada gel P
teridentifikasi (P R – R ireguler
ireguler)
Gelombang P
R – R: reguler atau
seperti “gigi
ireguler
gergaji”
QRS < 0,12 detik R – R: reguler HR: 140 – 280x/menit
QRS ≥ 0,12 A–V HR: 100 –
R – R reguler
detik disosiasi 250x/menit
Berhubungan
Perubahan axis
QRS ≥ 0,12 detik dengan interval QT
QRS, “twisting”
yg memanjang
Tidak ada Nadi yang teraba!!
Pemanjangan
PR ≥ 0,20 detik interval PR
konstan
Pemanjangan Gradual
Drop Beat
Interval PR
Drop Beat
S dalam dan
lebar di QRS bertakik di
QRS ≥ 0,12 detik
precordial V6, I atau aVL
kanan
QRS ≥ 0,12 detik
rSR’ di V1 (bisa kurang Slurred S di V6
pada IRBBB)
Amplitudo R di V6 + S di V1 ≥ 35mm (35 kotak kecil)
Strain pattern di
R/S di V1 > 1 RAD
precordial kanan
 IRAMA
 FREKUENSI
 AXIS
 GEL P
 INTERVAL PR
 KOMPLEKS QRS
 SEGMEN ST DAN GELOMBANG T
 KESIMPULAN
 IRAMA
 FREKUENSI
 AXIS
 GEL P
 INTERVAL PR
 KOMPLEKS QRS
 SEGMEN ST DAN GELOMBANG T
 KESIMPULAN