Anda di halaman 1dari 6

Penggunaan Topikal Dekongestan

Indikasi:
• Digunakan untuk rhinitis akut yang merupakan
radang selaput lender hidung
Macam Bentuk:
• Bentuk sediaan dekongestan topikal berupa
balsam, inhaler, tetes hidung atau semprot
hidung. Dekongestan topikal semprot hidung
yang biasa digunakan yaitu Oxymethazolin,
Xylometazolin derivate imidazolin
Mekanisme kerja dan Efek samping:
• Sediaan ini mengandung simpatomimetik yang bekerja dengan cara
vasokonstriksi pembuluh darah mukosa yang kemudian mengurangi
pembengkakan mukosa nasal
• dapat menyebabkan fenomena rebound ketika efeknya habis, karena
vasodilatasi sekunder yang diikuti kongesti nasal temporer. Hal
ini mendorong penggunaan dekongestan lebih lanjut sehingga terjadi vicious
circle yang memburuk
• Tetes hidung efedrin adalah sediaan simpatomimetik yang paling aman dan
dapat mengatasi gejala untuk beberapa jam. Simpatomimetik yang lebih
kuat seperti oksimetazolin, fenilefrin, dan xilometazolin cenderung
menyebabkan efek rebound. Semua sediaan ini dapat mengakibatkan krisis
hipertensi bila digunakan bersama inhibitor monoaminoksidase, seperti
moklobemid
Cara Penggunaan
• Penggunaan dekongestan topikal dilakukan pada pagi dan
menjelang tidur malam, dan tidak boleh lebih dari 2 kali
dalam 24 jam.
• Dekongestan topikal yang berupa tetes hidung digunakan
dengan cara meneteskan obat ini ke dalam hidung secara hati-
hati. Perhatikan bahwa tetesan obat harus tepat pada lubang
hidung, jumlah tetesan tepat dan tidak mengalir keluar atau
tertelan. Pemakaian obat tetes hidung ini jangan melebihi
dosis yang dianjurkan