Anda di halaman 1dari 14

“BEST PRACTICE”

MANAJEMEN KLINIS
RUMAH SAKIT YAKKUM
Daniel Budi Wibowo
Direktur kelompok Intra Mural YAKKUM
Denpasar, 8 Mei 2018
Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (Yakkum) merupakan sarana pelayanan
kesehatan bagi penyembuhan (Healing Ministry) yang didirikan oleh Sinode Gereja-
Gereja Kristen Jawa (GKJ) dan Gereja Kristen Indonesia Jawa Tengah (GKI Jateng) pada
tanggal 1 Februari 1950
VISI Yakkum adalah “Menjadi lembaga pelayanan yang secara proaktif mengusahakan
kehidupan Manusia beserta lingkungannya yang sehat sejahtera sebagai bagian dari
perwujudan karya penyelamatan Allah”;
MISI Yakkum adalah:
Mewujudkan kehidupan manusia yang sehat sejahtera bagi semua lapisan masyarakat
tanpa membedakan suku, bangsa, agama dan kepercayaan, golongan, budaya, sosial-
ekonomi, serta jenis kelamin.
Mewujudkan lingkungan hidup yang utuh dan sehat bagi kesejahteraan masyarakat.
YAKKUM
Best Practise Hospital
Management Model
Visi dan Misi
RS Yakkum
MANAJEMEN STRATEGIS MANAJEMEN OPERASIONAL
• Meningkatkan Volume – LEADERSHIP
• Kendali Mutu
casemix • Kendali Biaya
• Lebih Efisien • Kendali cash flow
• Manajemen Risiko SIM RS
• Mutu – Legal -
Finansial OUTPUT
• LAYANAN KLINIS
TERSTANDAR &
EFISIEN
• PERTUMBUHAN
YAKKUM
Konsep Efisiensi Layanan Klinis Terstandar
Rumah Sakit Yakkum

INPUT PROSES OUTPUT

•Kebijakan layanan. •Case mix • Rasio belanja obat.


•Jenis Layanan •Case Manager • Rasio Penunjang Dx
•Profesional Staf •Audit Klinis • Rasio Jasa medis &
•Formularium. •Pengendalian Fraud profesi
•Penunjang DX •Koding • Rasio biaya SDM
•Kapasitas Ruang. •Marketing • Ebitda dan Nett Profit
•Panduan Klinis •Logistik & Pengadaan • Dashboard Kinerja
•SIM RS •Lean management klinis dan finansial
dokter
Target Output RS Yakkum

■ Rasio belanja obat JKN : Klaim JKN : Maksimal 25 %.


■ Rasio biaya penunjang medik : klaim JKN : Maksimal 7 %.
■ Rasio jasa profesi : Klaim JKN : Maksimal 25 %
■ Rasio biaya SDM : Pendapatan RS Maksimal 30 %
■ EBITDA 13 %
■ NETT PROFIT >9%
Strategi Kebijakan Layanan Klinis
RS Yakkum
■ Volume kunjungan pasien optimal  Unit Cost layanan Klinis akan turun.
■ Pilih profesional yang berkomitment dan “hemat”  Patuh Panduan Klinis.
■ Prioritas diagnosis yang ditangani – Layanan Klinis sesuai kebutuhan 
Rujuk balik.
■ Cegah dan hindari Fraud  Lakukan hanya yang memang perlu dilakukan.
■ Outcome klinis termonitor  angka readmisi.
■ Cegah under klaim  optimalisasi koding.
■ Kepuasan pemangku kepentingan  case manager
■ Jasa profesi wajar  remunerasi staf
■ Belanja logistik terkendali  perbandingan harga antar kota dan
pengadaan terpusat
Pengalaman men-disrupsi rumah sakit lama.

Budaya kerja
Komunikasi
efektif

Kepemimpinan
Pengalaman men-disrupsi rumah sakit lama.

Evaluasi dan Umpan


Balik
Dashboard
Kinerja DPJP
Seleksi
Profesional
Pengalaman men-disrupsi rumah sakit lama.

Fasilitas
Desain Sarana

Alur layanan
Pengalaman men-disrupsi rumah sakit lama.

Pengendalian
Panduan Klinis
dan Audit Klinis

Case Manager
Pengalaman men-disrupsi rumah sakit lama.

SIM RS
Pendaftaran Online

E-RM ,E-Resep.
SIM RS Terintegrasi
Pengalaman men-disrupsi rumah sakit lama.

Manajemen Cash
Flow
TEMPLATE LAPORAN KINERJA PELAYANAN RS YAKKUM TAHUN 2018
NAMA RS : .......................................

A. RAWAT JALAN & PENUNJANG MEDIS


Tahun 2017 CAPAIAN 2018
NO. JENIS LAYANAN Parameter
1 Th Rata2/bln Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des Jumlah
A POLIKLINIK
1 Klinik Umum Jumlah pasien
2 Kunj.Kl.Gigi Jumlah pasien
3 Kunj.Kl.Sp.Kes.Anak Jumlah pasien
4 Kunj.Kl.Sp.Peny.Dalam Jumlah pasien
5 Kunj.Kl.Sp. Obsgyn Jumlah pasien
6 Kunj.Kl.Sp.Bed.Umum Jumlah pasien
7 Kunj.Kl.Sp.Bed.Orthopedi Jumlah pasien
8 Kunj.Kl.Sp.Bed.Onkologi Jumlah pasien

Remunerasi
9 Kunj.Kl.Sp.Bed.Rekont Jumlah pasien
10 Kunj.Kl.Sp.Bed.Gimul Jumlah pasien
11 Kunj.Kl.Sp.Bed.Digestif Jumlah pasien
12 Kunj.Kl.Sp.Bed Saraf Jumlah pasien
13 Kunj.Kl.Sp.Bed.Urologi Jumlah pasien
14 Kunj.Kl.Sp.Rehab.Medis Jumlah pasien
15 Kunj.Kl.Jantung Jumlah pasien
16 Kunj.Kl.Sp.Neurologi Jumlah pasien
17 Kunj.Kl.Sp.THT Jumlah pasien
18 Kunj.Kl.Sp.Kulit & Kelamin Jumlah pasien
19 Kunj.Kl.Sp.Psikiatri Jumlah pasien
20 Kunj.Kl.Sp.Mata Jumlah pasien
21 Kunj Klinik Lainnya Jumlah pasien
JML KUNJUNGAN POLIKLINIK
B INSTALASI IGD Jumlah pasien
True Emergency
False emergency
C FISIOTHERAPI Jumlah pasien
Fisioterapi

Cadangan
Speech Therapy
Occupation Therapy
D HEMODIALISA Jumlah pasien
E LABORATORIUM
1 Jumlah Pasien Jumlah pasien
2 Jumlah Pemeriksaan Jumlah pemeriksaan
F RADIOLOGI
1 Radiologi Konvensional Jumlah pemeriksaan

Pertumbuhan
2 USG Jumlah pemeriksaan
3 CT.Scan Jumlah pemeriksaan
4 MRI Jumlah pemeriksaan
5 Panoramic Jumlah pemeriksaan
G DIAGNOSTIK LAINNYA Jumlah pemeriksaan
H KAMAR BEDAH Jumlah tindakan
I KAMAR BERSALIN Jumlah tindakan
J FARMASI
1 Jumlah pasien Jumlah pasien
2 Jumlah resep ( R ) Jumlah resep
K PENUNJANG MEIDK LAINYA
.......
.......

B. RAWAT INAP
Parameter Tahun 2017 CAPAIAN 2018
NO ITEM
1 Th Rata2/bln Jan Feb Mar Apr Mei Jun Jul Agt Sep Okt Nop Des Jumlah
1 Kapasitas Tempat Tidur Jumlah TT R.Inap
2 Pasien Masuk Jumlah pasien
3 Lama Dirawat Jumlah Hari
4 Hari Perawatan Jumlah hari
5 Jml. Pasien Keluar H+M Jumlah pasien
6 Bed Occupancy Rate (BOR)
7 Length Of Stay (LOS)
8 GDR
9 NDR
Kesimpulan
■ Untuk menyembuhkan pasien dengan biaya efisien perlu “keberanian” manajemen
untuk bersepakat dengan profesional, khususnya DPJP.
■ Keselamatan Pasien dan Standar Mutu layanan menjadi kunci pertumbuhan.
■ Kemandirian profesi harus dihargai sepanjang berbasis “evidence”.
■ Panduan klinis dan “Clinical Pathway” sebagai salahsatu sarana kendali mutu dan
kendali biaya.
■ Perlu prioritas dalam pegelolaan diagnosis pasien.
■ Kebijakan pengembangan Jenis layanan menentukan komposisi “Case Mix”.
■ Optimalisasi koding untuk optimalisasi klaim.
■ Logistik obat dan alat habis pakai memegang peran penting dalam pengendalian biaya.
■ Pemasaran menjadi upaya penting untuk optimalisasi volume layanan.
danielpantiwilasa@gmail.com