Anda di halaman 1dari 11

ANESTESI PADA GERIATRIK

KELOMPOK 4 :
 ALMUIDA
 ARSYUL BUAMONA
 BAHRUN
 HARTINI.LAODE
 KUAT PRIHANTANTO
 R.G.EDY SISWANTO
 RASYID RIDHA
 THEOFILUS DENDI
 TRI HATMANA
ANESTESI PADA GERIATRIK
A. Pengertian
Pembiusan yang dilakukan pada usia lanjut ( Geriatri).
Dengan perkembangaan antibiotik dan meningkatnya taraf
hidup manusia, maka kesempatan untuk hidup berumur
panjang akan lebih besar.
Umumnya kasus pembedahan pada orang usia lanjut
meliputi :
1. Mata:(optalmologi), katarak, glaukoma, inplantasi lensa dll.
2. Ginekologi : prolapsus uteri, tumor kandungan .
3. Bedah umum : hipertensi prostat, hernia, tumor diberbagai
tempat, penyakit jantung koroner, apendiksitis( rata-rata
sudah mengalami perforasi), akut abdomenm fraktur dll.
Pemberian anestesi pada usia lanjut akan memberikan
resiko yang cukup tinggi( klasifikasi asa 11) karena pada
orang tua sering ditemukan kelainan, seperti kardiovaskule,
endokrin, pulmonal dll.
Problem pada anestesi pada usia lanjut ( geriatrik):
1. Kardiovaskuler
 Jantung lebih besar, karena LAH dan LVH
 Cardiac output berkurang, karena heart rate menurun.
 Lumen pembuluh darah menurun karena artherosclerosis.
 Tahanan vaskuler meningkat.
 Tekanan darah meningkat.
 Aliran darah lambat.
2. Respirasi
a. Fungsi ventilasi terganggu akibat degenerasi jaringan paru, dinding
b. thorak kaku.
c. Tidal volume turun.
d. Vital cavasiti turun.
e. Risidual volume turun
f. PaO2 Turun.
LANJUTAN

Aliran darah ginjal turun, terjadi karena fungsi


eksresi terganggu.
3. Ginjal
Protein binding turun.
4. Hepar
Hepatik blood flow turun. Eskresi terganggu.
Hepatobiliar menurun, biotransformasi menurun.
5.Susunan saraf pusat
Refleks protektif turun. Seperti batuk.
Peka terhadap analgesik.
B. Pengelolaan anestesi
Pada prinsipnya pemberian dan pilihan anestesi pada
orang tua, berpedoman pada :
1. Keadaan umum penderita, yang kalau mungkin dilakukan
perbaikan keadaan umum sampai optimal.
2. Penilaian keadaan kardiovaskuler, pulmonal dan organ
lain.
3. Obat-obat yang diberikan harus seminimal mungkin atau
dosis rendah mengingat faktor metabolisme yang rendah,
masa sirkulasi dan kemampuan organ-organ yang sudah
berkurang.
4. Oksigenasi secukupnya, hindari hipoksia, hipotesi,
lakukan transfusi darah bila perlu.
5. Lakukan monitoring seketat mungkin baik prabedah,
selama dan sesudah pembedahan.
Persiapan prabedah
 Seperti biasa dilakukan kunjungan/pemeriksaan

prabedah.
 Anamnesa lengkap.

 Pemeriksaan fisik diagnostik

 Pemeriksaan laboratorium.
LANJUTAN

 Pemeriksaan thorak, EKG


 Apabila perlu periksa fungsi paru-paru

 Dan pemeriksaan lainnya bila perlu.

Premedikasi.
Diberikan dalam dosis yang rendah terutama
yang mengganggu stabilitas kardiovaskuler dan
respirasi, atropin digunakan dalam dosis biasa.
TEKNIK ANESTESI PADA GERIATRI
 Dapat dipilih teknik anestesi yang sesuai dengan
:
1. Keadaan umum.
2. Lokasi pembedahan
3. Ketrampilan ahli anestesi.
4. Lamanya pembedahan
PILIHAN ANESTESI MELIPUTI :
1. Epidural/spinal anestesi.
2. Balanced anestesia
3. Anestesi intravena.
4. Gabungan antara 1, 2, dan 3.

C. Prinsip-prinsip perawatan pasca Bedah


 Masa pemulihan akan kembali cepat apabila
selama pembedehan tidak terjadi hipoxia
dan hipotensi yang lama. Perlu pemberian
O2 pasca pembedahan.
 Awasi dan tanggulangi dengan cepat apabila ada
gangguan vaskuler, bila perlu digitalis.
 Pelihara keseimbangan cairan dan elektrolit, transfusi
apabila perlu.
 Lakukan mobilisasi secepat mungkin.
DAFTAR PUSTAKA

 Wargahadibrata, s. 2007, Anestsiologi Untuk


Mahasiswa Kedokteran, penerbit buku
kedokteran Sagaolahcitra. Bandung.