Anda di halaman 1dari 14

- Natalia S 1702612010940

- Ida Bagus K A A 1502612010514


- I Nyoman Desta N P 1502612010376
- I wayan Diki P 1502612010508
• Sistem
Ada dua bentuk sistem yang berlaku yakni sistem formal dan
informal. Sistem formal adalah sistem yang memungkinkan
pendelegasian otoritas dimana sistem formal memperjelas
struktur, kebijakan, dan prosedur yang harus diikuti oleh anggota
organisasi. Sedangkan sistem informal adalah sistem yang lebih
berdimensi hubungan antar pribadi yang tidak ditunjukkan dalam
struktur formal.
• Pengendalian
Suatu sistem pengendalian mempunyai beberapa elemen yang
memungkinkan pengendalian berjalan dengan baik. Elemen-
elemen tersebut adalah:
• Detektor atau sensor yakni suatu alat untuk mengidentifikasi
apa yang sedang terjadi dalam suatu proses.
• Assesor atau alat pembanding yakni suatu alat untuk
menentukan ketepatan. Biasanya ukurannya dengan
membandingkan kenyataan dan standar yang telah ditetapkan.
• Efektor yakni alat yang digunakan untuk mengubah sesuatu
yang diperoleh dari assessor.
• Jaringan komunikasi yakni alat yang mengirim informasi
antara detektor dan assesor dan antara assesor dan efektor.
• Manajemen
Proses pengendalian manajemen adalah proses yang menjamin
anggota suatu unit usaha melakukan apa yang telah menjadi
strategi perusahaan.
-Kegiatan yang dilakukan pada suatu organisasi biasanya
meliputi:

• Merencanakan apa yang akan dicapai oleh perusahaan


• Mengkoordinasikan kegiatan pada masing-masing bagian
• Mengkomunikasikan informasi yang ada
• Mengevaluasi informasi
• Memutuskan apa yang akan dilakukan
• Mempengaruhi orang dalam organisasi tersebut untuk
mengerjakan sesuai dengan yang digariskan.
• Pengendalian Manajemen
Pengendalian manajemen adalah proses dimana manajer
mempengaruhi anggotanya untuk melaksanakan strategi
organisasi. Pengendalian manajemen adalah alat untuk
mengimplementasikan strategi. Pengendalian manajemen hanya
salah satu cara bagi manajer untuk menerapkan strategi yang
diinginkan. Strategi yang dapat diterapkan selain pengendalian
manajemen adalah melalui pendekatan struktur organisasi,
manajemen sumber daya, dan budaya.
• Perumusan Strategi
Perumusan strategi adalah proses memutuskan atas tujuan
organisasi dan langkah-langkah yang diambil untuk mencapai
tujuan tersebut.
• Lingkungan Pengendalian Manajemen
- Perilaku Organisasi
Perilaku anggota dalam suatu organisasi sangat
berpengaruh terhadap pencapaian tujuan organisasi. Tujuan dan
fungsi pengendalian manajemen dalam suatu organisasi adalah
mendorong anggota organisasi mencapai tujuan. Disinilah faktor
keselarasan tujuan masing-masing anggota organisasi dalam
pencapaian tujuan organisasi.
- Pusat Pertanggungjawaban
Adalah suatu unit yang membawahi suatu tugas tertentu. Unit
organisasi ini dikepalai oleh seorang manajer yang
bertanggungjawab terhadap tugas-tugas yang dibebankan
kepadanya.
Proses pengendalian formal meliputi kegiatan-kegiatan:
• Perencanaan Strategi. Perencanaan strategi adalah proses
memutuskan program-program utama yang akan dilakukan suatu
organisasi dalam rangka implementasi strategi dan menaksir jumlah
sumber daya yang akan dialokasikan untuk tiap-tiap program
jangka panjang beberapa tahun yang akan mendatang.
• Penyusunan Anggaran. Penyusunan anggaran adalah proses
pengoperasionalan rencana dalam bentuk pengkuantifikasian,
biasanya dalam unit moneter, untuk kurun waktu tertentu.
• Pelaksanaan. Selama tahun anggaran manajer melakukan program
atau bagian dari program yang menjadi tanggung jawabnya.
• Evaluasi Kinerja. Kegiatan terakhir dari proses pengendalian
manajemen adalah menilai kinerja manajer pusat
pertanggungjawaban.
• Perbedaan terpenting dari dua hal diatas adalah perumusan
strategi merupakan hal yang tidak sistematis. Perumusan
strategi kadang-kadang hanya melibatkan bagian organisasi
saja yang tentu hanya merubah satu diantara sekian banyak
strategi dimana strategi yang lain tidak terpengaruh.
Sedangkan proses pengendalian manajemen perlu melibatkan
seluruh bagian karena salah satu aspek terpenting dari proses
tersebut adalah menjamin adanya koordinasi atas berbagai
bagian dalam perusahaan.
• Perbedaan terpenting adalah pengendalian tugas lebih merupakan
sesuatu yang scientific, sementara pengendalian manajemen tidaklah
demikian, karena factor manusia merupakan unsure penting dalam
proses pengendalian manajemen, dan manusia tidak bias hanya
diungkapkan atas dasar suatu persamaan.
• Dalam pengendalian manajemen manajer berinteraksi dengan
manajer lainnya, sementara dalam pengendalian tugas interaksi
karyawan dengan orang lain relative kecil.
• Dalam pengendalian manajemen fokusnya adalah pada satu unit
organisasi, sementara dalam pengendalian tugas adalah satu bagian
tugas dari suatu unit organisasi.
• Pengendalian manajemen berhubungan dengan seluruh kegiatan
perusahaan, dan manajer memutuskan apa yang harus dilakukan,
sedangkan pengendalian tugas berhubungan dengan satu tugas
tertentu dan hanya sedikit diperlukan pertimbangan atas apa yang
dilakukan.
• Kepemimpinana dalam organisasi yang efektif bergantung
pada situasi ketika kepemimpinan tersebut dilaksanakan. Teori
kontingensi dari Fiedler adalah teori yang membahas gaya
kepemimpinan yang bergantung pada situasi organiasasi
tersebut.
Karakteristik situasi kepemimpinan yang paling penting terdapat dalam
3 variabel yaitu :
• 1. Leader-Member Orientation: hubungan pribadi antara pemimpin
dengan para anggotanya.
• Jika sebuah organisasi memiliki situasi leader-member orientation
yang baik, itu artinya anggota menyukai, mempercayai dan
menghargai pemimpin. Hal ini dianggap efektif dalam
kepemimpinan sebuah organisasi.
• 2. Task Structure: Tingkat struktur tugas yang diberikan oleh
pemimpin untuk dikerjakan oleh anggota organisasi. Semakin tugas
terstruktur maka pemimpin makin memiliki pangaruh besar dalam
sebuah organisasi.
• 3. Kekuasaan jabatan : tingkat hukuman, penghargaan, kenaikan
pangkat, disiplin, teguran yang dapat diberikan pemimpin kepada
anggotanya. Pemimpin mempunyai kekuasaan besar dalam sebuah
organisasi bila ia mampu member penghargaan dan menjatuhkan
hukuman bagi yang melakukan kesalahan.