Anda di halaman 1dari 21

K.

Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral

K1 Mineral dan Batu Bara

 Eksploitasi (Operasi Produksi)  Eksploitasi (Operasi Produksi)


Mineral dan Batubara, Luas Batubara Longsor, Kapasitas ≥
Perizinan ≥ 200 ha, Luas daerah 1.000.000 ton/tahun, Jumlah
terbuka untuk pertambangan ≥ material penutup yang
50 ha (kumulatif pertahun) dipindahkan ≥ 4.000.000 bank
cubic meter (bcm)/tahun

Luas wilayah kegiatan Jumlah pemindahan


operasi produksi material berpengaruh
berkorelasi dengan terhadap intensitas
luas penyebaran dampak yang akan terjadi
dampak
K. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral
K1 Mineral dan Batu Bara (Lanjutan)

• Eksploitasi (Operasi • Eksploitasi (Operasi


Produksi) Mineral logam Produksi) Mineral bukan
a. Kapasitas biji ≥ 300.000 logam atau mineral batuan
ton/tahun
b. Jumlah material penutup a. Kapasitas, ≥ 500.000
yang dipindahkan ≥ 1.000.000 m3/tahun
ton/tahun b. Jumlah material penutup
yang dipindahkan ≥
1.000.000 m3/tahun

Jumlah pemindahan material berpengaruh


terhadap intensitas dampak yang akan terjadi
K. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral
K1 Mineral dan Batu Bara (Lanjutan)
 Eksploitasi (Operasi
Produksi) Mineral
• Pengolahan dan radioaktif Semua besaran
pemurnian: (ton/tahun), kecuali untuk
tujuan penelitian dan
mineral logam semua besaran, pengembangan
mineral bukan logam ≥
500.000 m3/tahun, batuan ≥
a. perubahan struktur dan stabilitas
500.000 m3/tahun, batubara ≥
tanah
1.000.000 m3/tahun, mineral b. Perubahan struktur dan stabilitas
radioaktif semua besaran. geologi
c. Meningkatkan paparan radiasi alam
a. Pengolahan dan akibat akibat perluasan sumber
paparan
pemurnian bijih d. Menghasilkan limbah galian yang
berpotensi menimbulkan bersifat radioaktif
dampak penting e. Berpotensi mengakibatkan
b. Besarnya dampak yang pencemaran tanah dan air tanah dalam
timbul dipengaruhi oleh jangka waktu yang sangat lama
f. Bersifat strategis dan dapat
volume yang diolah
mempengaruhi pertahanan dan
keamanan Negara
K. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral
K1 Mineral dan Batu Bara (Lanjutan)
• Melakukan penempatan tailing di
• Penambangan di laut ,
bawah laut, Semua Besaran ,
Semua besaran Berpotensi
Lokasi Khusus dan Berpotensi
menimbulkan dampak berupa
menimbulkan dampak berupa
perubahan
perubahan

- Batimetri
- ekosistem pesisir dan laut
- mengganggu alur pelayaran dan prosesproses alamiah
di daerah pantai
- menurunnya produktivitas kawasan yang ber dampak
sosial, ekonomi, dan kesehatan terhadap nelayan dan
masyarakat sekitar.
K. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (Lanjtan)
K2 MINYAK DAN GAS BUMI

• Eksploitasi Minyakdan Gas b. Laut : Lapangan minyak bumi, ≥ 15.000


Bumi serta pengembangan BOPD. lapangan gas bumi, ≥ 90 MMSCFD
produksi, a. Darat : Lapangan Jumlah total lapangan semua sumur
minyak bumi, ≥ 5.000 BOPD,
lapangan gas bumi ≥ 30
MMSCFD

a. kualitas air, udara dan a. kualitas air, udara dan


tanah tanah
b. prubahan ekosistem b. prubahan ekosistem
c. sosial dan ekonomi c. sosial dan ekonomi
d. Pertimbangan Ekonomis d. Pertimbangan Ekonomis
K. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (Lanjtan)
K2 MINYAK DAN GAS BUMI

• Pipanisasi minyak bumi, gas • Pembangunan Kilang , a. Liquefied


bumi dan bahan bakar Petroleum Gas (LPG) ≥ 50 MMSCFD
minyak di laut , a. Panjang ≥ , b. Liquefied Natural Gas (LNG) ≥
100 km, b. Tekanan ≥ 16 bar 550 MMSCFD , c. Minyak Bumi ≥
10.000 BOPD
a. Penyiapan area konstruksi
a. kualitas air, udara
menimbulkan gangguan
b. sosial dan ekonomi
terhadap daerah sensitif
c. Membutuhkan area yang cukup
b. Pemanfaatan area yang cukup
luas
panjang lintas kabupaten/kota
d. Menggunakan B3 dalam proses
dan provinsi serta berpotensi
menimbulkan gangguan
aktivitas nelayan
c. tekanan operasi pipa cukup
tinggi sehingga dapat
berpotensi menimbulkan
bahaya terhadap aktivitas
nelayan, tambang pasir dan alur
pelayaran
K. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (Lanjtan)
K2 MINYAK DAN GAS BUMI • Pengembangan lapangan Coal Bed
Methane (CBM)/Gas Metana Batubara
• Terminal regasifikasi LNG pada tahap eksploitasi dan
(darat/laut) , ≥ 550 MMSCFD pengembangan produksi yang
mencakup: a. Pemboran sumur produksi;
produksi; b. Pembangunan fasilitas
a. kualitas air, udara produksi dan fasilitas; c. Kegiatan operasi
b. sosial dan ekonomi produksi; dan ; d. Pasca Operasi
c. merubah bentang alam (didarat)
a. Penyusunan amdal dilakukan
bersamaan dengan pengajuan POD
• Kilang minyak pelumas (Plan Of Development) ketika
(termasuk fasilitas penunjang) , sudah ada indikasi kelayakan
≥ 10.000 ton/tahun pengembangan lapangan secara
ekonomis dan teknis
b. Berpotensi menimbulkan dampak
a. Menghasilkan produk pelumas jadi penting terhadap kualitas tanah,
b. Produk sampingan kilang minyak air dan udara
bumi umumnya berupa lube base c. Berpotensi menimbulkan dampak
oil (bahan dasar pelumas), bukan sosial dan ekonomi
produk pelumas jadi d. Berpotensi menyebabkan
perubahan ekosistem
K. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (Lanjtan)
K3 KETENAGALISTRIKAN
• Pembangunan jaringan • Pembangunan
transmisi , a. Saluran Udara a. PLTD/PLTG/ PLTU/PLTGU, ≥
Tegangan Tinggi MMSCFD, b. . 100 MW (dalam satu lokasi)
Saluran Kabel Tegangan Tinggi, b. Pembangunan PLTP , ≥ 55
c. Kabel laut Tegangan Tinggi > MW
150 kV a. Aspek fisik kimia,
b. . aspek sosial, ekonomi dan budaya
a. Keresahan masyarakat karena
harga tanah turun • Pembangunan PLTA dengan:
b. adanya medan magnet dan
Tinggi bendung ≥ 15 m, Luas
medan listrik
c. aspek sosial, ekonomi dan
genangan ≥ 200 ha, Kapasitas
budaya terutama pada daya (aliran langsung) ≥ 50
pembebasan lahan dan MW .
keresahan masyarakat
a. Aspek fisik kimia
b. Aspek Flora dan Fauna
c. Aspek sosial, ekonomi dan budaya
K. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (Lanjtan)
K3 KETENAGALISTRIKAN
a. Perubahan Fungsi Lahan
• PLT Sampah (PLTSa) dengan b. Potensi dampak pada : Aspek fisik-kimia,
proses methane harvesting, flora dan fauna, sosial ekonomi dan
≥ 30 MW budaya
c. kategori “large dam” (bendungan besar)
a. PLTSa merupakan kegiatan yang d. . kegagalan bendungan (dam break),
berada di kawasan Tempat akan mengakibatkan gelombang banjir
Pembuangan Akhir (TPA) (flood surge) yang sangat potensial untuk
Sampah, yang telah diwajibkan erusak lingkungan di bagian hilirnya
menyusun amdal e. pada skala ini dibutuhkan spesifikasi
b. . Secara teknologi, dampak yang khusus baik bagi material dan desain
timbul dapat ditanggulangi konstruksinya
c. Pengelolaan limbah, masuk f. pada skala ini diperlukan quarry/burrow
dalam kawasan pengelolaan area yang besar, sehingga berotensi
limbah TPA sampah menimbulkan dampak
g. Dampak pada hidrologi
h. membutuhkan areal yang sangat luas
• Pengelolaan limbah, masuk i. Dampak visual
dalam kawasan pengelolaan j. Dampak kebisingan
k. khusus penggunaan gambut berpotensi
limbah TPA sampah, ≥ 10
menimbulkan gangguan terhadap
MW (Dalam satu lokasi) ekosistem gambut
K. Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral (Lanjtan)
K4 ENERGI BARU DAN TERBARUKAN
• Panas Bumi Tahap a. bentang alam, ekologi, geologi, dan hidrologi
Eksploitasi : a. Luas perizinan b. kegiatan juga akan berpotensi menimbulkan
(WKP Panas Bumi) ≥ 200 ha , dampak penting terhadap kualitas udara,
b. Luas daerah terbuka untuk kebisingan, lalu lintas dan prasarana jalan,
usaha panas bumi ≥ 50 ha , . limbah padat dan B3, kualitas air, thermal
effluent, serta dampak sosial ekonomi pada
pengembangan uap panas
masyarakat sekitar.
bumi dan/atau pembangunan
PLTP (pengembangan panas
bumi) ≥ 55 MW

• Pembangunan Kilang biofuel,


≥ 30.000 ton/tahun
L. BIDANG PARIWISATA

• A. Kawasan Pariwisata, Semua


besaran, B. Taman Rekreasi, Luas >
100 ha

Perubahan fungsi lahan/kawasan,


gangguan lalu lintas, pembebasan lahan,
dan sampah

• Lapangan golf (tidak termasuk


driving range)

penggunaan pestisida/herbisida, limpasan


air permukaan (run off), serta kebutuhan
air yang relatif besar
M. BIDANG KETENAGANUKLIRAN
• Pembangunan dan
pengoperasian reaktor a. Pada tahap pra konstruksi yang meliputi
nuklir, yang meliputi: kegiatan survei, pembebasan lahan akan
berpotensi menimbulkan masalah sosial
a. Reaktor Daya, Semua Kapasitas b. Pada tahap kontruksi yang meliputi
kegiatan pembangunan reaktor nuklir
akan mengakibatkan perubahan
mendasar terhadap: bentang alam, flora
dan fauna, struktur sosial ekonomi dan
budaya
c. Pada tahap operasi akan beroperasi
mengemisikan produk fisi, meningkatkan
temperatur air laut hasil disipasi thermal
dari air pendingin sekunder,
menghasilkan limbah radioaktif
d. Pada tahap pasca operasi yang meliputi
kegiatan pembongkaran fasilitas,
dekontaminasi dan remediasi akan
meningkatkan volume limbah radioaktif
e. mempengaruhi pertahanan negara
M. BIDANG KETENAGANUKLIRAN (LANJUTAN)
• Pembangunan dan b. Reaktor Non Daya, > 100 kW
pengoperasian reaktor thermal
nuklir, yang meliputi:

a. Pada tahap pra konstruksi yang meliputi kegiatan survei dan pembebasan lahan akan
berpotensi menimbulkan masalah sosial yaitu isu keberterimaan masyarakat terhadap
proyek
b. Pada tahap kontruksi yang meliputi kegiatan pembangunan reaktor nuklir akan
mengakibatkan perubahan mendasar terhadap: bentang alam, fungsi ekologis, struktur
tanah, peruntukan sumber daya air dan lahan, tingkat kebisingan, julah dan
keanekaragaman flora dan fauna, struktur penduduk dan proses penduduk, perubahan
mata pencaharian, dan perubahan tatanan serta norma masyarakat.
c. Pada tahap operasi akan beroperasi mengemisikan produk fisi, meningkatkan temperatur
air laut hasil disipasi thermal dari air pendingin sekunder, menghasilkan limbah
radioaktif serta spent fuel dalam jumlah berarti.
d. Pada tahap pasca operasi yang meliputi kegiatan pembongkaran fasilitas, dekontaminasi
dan remediasi akan meningkatkan volume limbah radioaktif dan berpotensi
menimbulkan kontaminasi ke lingkungan.
M. BIDANG KETENAGANUKLIRAN (LANJUTAN)

• Pembangunan dan a. Persepsi dan keberterimaan


pengoperasian instalasi masyarakat terhadap proyek
nuklir non reaktor, yang, merupakan dampak penting utama
yang meliputi: yang terjadi sebelum dan selama
proyek berjalan
a. pengayaan bahan nuklir, konversi b. Bersifat strategis dan dapat
bahan nuklir, dan/atau permurnian mempengaruhi pertahanan negara
bahan nuklir, Semua kapasitas c. Menghasilkan limbah radioaktif
(kecuali untuk tujuan penelitian dan dalam jumlah berarti
pengembangan) d. Berpotensi menimbulkan emisi
b. pengolahan ulang bahan bakar nuklir airbone dan lepasan cairan yang
bekas, Semua kapasitas bersifat radioaktif dan non radioaktif.
e. Berpotensi meningkatan paparan
c. Penyimpanan sementara bahan bakar radiasi di lingkungan
nuklir bekas, > 3.000 MW thermal
d. penyimpanan lestari, semua kapasitas
M. BIDANG KETENAGANUKLIRAN (LANJUTAN)
• Pembangunan dan Pengoperasian Instalasi Pengelolaan Limbah
Radioaktif, yang meliputi kegiatan konstruksi dan operasi tahap:
pengolahan limbah radioaktif tingkat rendah dan sedang dan penyimpanan
(disposal) limbah radioaktif tingkat rendah dan sedang, Semua kapasitas
(kecuali untuk tujuan penelitian dan pengembangan)

a. Persepsi dan keberterimaan masyarakat terhadap proyek merupakan dampak


penting utama yang terjadi sebelum dan selama proyek berjalan
b. Berpotensi menimbulkan emisi airbone dan air buangan yang mengandung zat
radioaktif
c. Berpotensi meningkatan paparan radiasi di lingkungan

• Produksi Radioisotop : Semua kapasitas yang berasal dari reaksi fisi

a. Menghasilkan emisi airbone dan air buangan yang


mengandung zat radioaktif
b. Menghasilkan limbah radioaktif dalam jumlah
berarti
c. Berpotensi meningkatkan paparan radiasi di
lingkungan.
N. Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3)
• Industri jasa pengelolaan limbah B3 yang melakukan kombinasi 2 (dua)
atau lebih kegiatan meliputi: pemanfaatan, pengolahan, dan/atau
penimbunan limbah B3, Semua besaran

a. Berpotensi menimbulkan pencemar di


udara berupa dioksin dan furans
b. Berpotensi menimbulkan penurunan
kualitas udara ambient (debu, SOx, NOx,
HF, HCl, As, Cd, Cr, Pb, Hg, dan Tl)
c. Berisiko terjadinya lindi dari produk
yang dihasilkan dan/atau landfill yang
menyebabkan terlepasnya unsur
dan/atau senyawa berbahaya dan
beracun ke lingkungan
N. Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3)
• Pemanfaatan limbah B3
a. Pemanfaatan limbah B3 sebagai bahan bakar sintetis pada kiln
di industri semen, kecuali pemanfaatan limbah B3 yang
dihasilkan, Semua Besaran

a. Berpotensi menimbulkan pencemar di


udara berupa dioksin dan furans.
b. Berpotensi menimbulkan penurunan
kualitas udara ambien (debu, SOX, NOX,
HF, HCl, As, Cd, Cr, Pb, Hg, dan Tl).

b. Pemanfaatan limbah B3 dalam bentuk pembuatan


bahan bakar sintetis (fuel blending) dari limbah B3,
Semua besaran

Berpotensi menimbulkan pencemar di udara


berupa dioksin dan furans, dan/atau gas-gas
(fugitive emissions) berbahaya lainnya
N. Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3)
• Pemanfaatan limbah B3
c. Pemanfaatan limbah B3 sebagai material alternatif pada
industri semen, kecuali pemanfaatan yang hanya menggunakan
fly ash, Semua besaran

a. Berpotensi menimbulkan persebaran limbah B3 seperti limbah B3 yang memiliki


radioaktivitas.
b. Berisiko terjadinya lindi dari produk yang dihasilkan yang menyebabkan
terlepasnya unsur dan/atau senyawa berbahaya dan beracun ke lingkungan.

d. Pemanfaatan limbah B3 oli bekas sebagai bahan baku industri daur


ulang pelumas (lubricant), termasuk sebagai bahan baku pembuatan base
oil
Berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan berupa terlepasnya senyawa
organik dan/atau anorganik beracun ke udara ambien dan/atau pencemaran
lingkungan
N. Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3)
• Pemanfaatan limbah B3
e. Pemanfaatan limbah B3 pelarut bekas (used solvents) untuk
industri daur ulang pelarut (solvents), Semua Besaran
f. Pemanfaatan limbah B3 aki bekas melalui proses peleburan timbal (Pb)

g. Pemanfaatan limbah B3 batere dan/atau aki kering bekas dengan


pembentukan ingot , Semua Besaran

Berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan berupa terlepasnya senyawa organik


dan/atau anorganik beracun ke udara ambien dan/atau pencemaran lingkungan.

h. Pemanfaatan limbah B3 katalis bekas dalam bentuk daur ulang (recycle)


dan/atau perolehan kembali (recovery)

a. Berpotensi menimbulkan pencemar di udara berupa dioksin dan furans


b. Berpotensi menimbulkan penurunan kualitas udara ambien (debu, SOX, NOX, HF,
HCl, As, Cd, Cr, Pb, Hg, dan Tl).
N. Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3)
• Pengelolaan limbah B3
a. Pengolahan limbah B3 secara termal menggunakan insinerator, kecuali
mengolah limbah B3 yang dihasilkan sendiri dan berasal dari 1 (satu)
lokasi kegiatan , Semua Besaran

a. Berpotensi menimbulkan pencemar di


udara berupa dioksin dan furans.
b. Berpotensi menimbulkan penurunan
kualitas udara ambien (debu, SOX, NOX,
HF, HCl, As, Cd, Cr, Pb, Hg, dan Tl).

b. Pengolahan limbah B3 secara biologis (composting, biopile, landfarming,


bioventing, biosparging, bioslurping, alternate electron acceptors, dan atau
fitoremediasi), sebagai kegiatan utama (jasa pengolahan limbah B3)

organik dan/atau anorganik beracun ke udara


ambien, pencemaran tanah dan air.
N. Bidang Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (LB3)
• Pengelolaan limbah B3
c. Injeksi dan/atau Reinjeksi limbah B3 ke dalam formasi

a. Berpotensi terjadinya kegagalan reinjeksi


yang dapat menyebabkan pencemaran
lingkungan
b. Berpotensi menyebabkan gangguan
terhadap pola geohidrologi

• Penimbunan limbah B3 dengan landfill kelas 1, kelas 2, dan/atau


kelas 3
a. Keterbatasan pemanfaatan ruang yang telah ditetapkan sebagai area
landfill.
b. Pengelolaan dan pemantauan yang wajib dilakukan dalam jangka panjang
(minimal 30 tahun)
c. Berisiko terjadinya pelindian dari landfill yang mencemari lingkungan.