Anda di halaman 1dari 24

“PUTAKA”

PERMAINAN ULAR TANGGA KEBAHASAAN


LATAR BELAKANG
Santoso (1990:1), bahasa adalah rangkaian bunyi
yang dihasilkan oleh alat ucap manusia secara
sadar.
Belajar Bahasa Indonesia sangatlah penting dalam
dunia pendidikan di Indonesia. Tetapi, generasi muda
khususnya anak-anak sering mengalami kejenuhan saat
belajar Bahasa Indonesia. Lingkungan belajar menjadi
salah satu faktor yang dapat menyebabkan kejenuhan
belajar (Hakim, 2004:63).
Metode pembelajaran yang
MONOTON
Dampaknya adalah TIDAK SAMPAINYA MATERI
SECARA MAKSIMAL YANG DIBERIKAN OLEH
TENAGA PENGAJAR
Lalu, bagaimana mengatasi
masalah tersebut?
1. Merubah Pola
Pikir siswa yang
awalnya :
a. bosan
b. jenuh
c. Tidak tertarik
2. Melatih
kemampuan siswa
melalui 4
keterampilan
berbahasa.
MASYARAKAT SASARAN:
SISWA SDN 65 KOTA BENGKULU
KELAS 5 SDN 65 KOTA
BENGKULU
SOLUSI yang DITAWARKAN
Permainan yang berisi 35 kotak yang diisi oleh
beberapa serangkaian pertanyaan seputar 4
keterampilan dasar berbahasa.
Aturan main:
1. 1 tim terdiri dari 3
orang.
2. siswa menggunakan
“DAKSA” Dadu
Raksasa untuk
menentukan langkah
berjalan.
3.Tidak semua kotak berisi pertanyaan. Beberapa
diantara kotak tersebut berisi kotak misteri yang
berupa, hukuman (menyalurkan bakat), zona
aman (tidak menjawab soal) dan mendapatkan
bonus hadiah bingkisan berupa alat tulis.
Jadwal kegiatan :
Kegiatan
MINGGU KE -
No
1 2 3 4

SIMULASI
“PUTAKA”

2
PERLOMBAAN
“PUTAKA”

 CATATAN: 1. Kegiatan dilakukan pada hari


sabtu pagi (telah mengonfirmasi pihak
sekolah)
Rincian dana yang dibutuhkan:
No Nama Item Volume Satuan Harga Volume x
Satuan Harga
(Rp) Satuan
1 Arena Permainan 3x3 Meter 50.000 Rp150.000
“PUTAKA”
2 Dadu “PUTAKA” 1 buah 50.000 Rp50.000
3 Kertas A4 1 rim 40.000 Rp40.000
4 Piagam 24 buah 2.000 Rp48.000
5 Hadiah Pemenang
a) Juara 1 : - Uang Pembinaan
Rp180.000
- Alat Tulis
Rp20.000
a) Juara 2 : -Uang Pembinaan
Rp150.000

TOTAL :
Rp638.000
Keuntungan menggunakan Media
pembelajaran “PUTEKA”
1. Menyenangkan
2. bisa
dimainkan
dengan para
guru yang ada
disekolah
3. Belajar Kepemimpinan
Alvin Toffler:
“Orang yang tidak
berpendidikan pada abad 21
bukanlah mereka yang tidak
bisa baca tulis, tapi mereka
yang tidak bisa belajar, tidak
bisa menghapus pelajaran
(yang salah), dan tidak bisa
mengulang belajar.”