Anda di halaman 1dari 36

Pengenalan EOR

Injeksi Panas
(Thermal Displacement)

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 1


Deskripsi
 Menggambarkan tentang mekanisme
injeksi thermal dengan melihat metode-
metode yang termasuk ke dalam injeksi
thermal.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 2


Tujuan Instruksional Khusus (TIK)
 Pemahaman tentang injeksi termal.
 Mengerti dan memahami cara-cara dari
injeksi termal.
 Mengerti konsep dasar perpindahan
panas.
 Memahami variabel-variabel yang
mempengaruhi injeksi termal.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 3


1. Definisi Injeksi Thermal
 Injeksi thermal adalah salah satu metode EOR
dengan cara menginjeksikan energi panas ke
dalam reservoir untuk mengurangi viskositas
minyak yang tinggi yang akan menaikkan
mobilitas minyak, sehingga akan memperbaiki
efisiensi pendesakan dan efisiensi penyapuan.
 Penggunaan proses thermal dalam EOR sangatlah
luas, hal ini disebabkan oleh reservoir yang
mengandung minyak berat tidak dapat diproduksi
secara ekonomis oleh injeksi air atau injeksi gas.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 4


 Reservoir ini umumnya mengandung
minyak dengan API gravity 10 – 20,
dengan viskositas pada temperatur
reservoir 200 – 1000 cp.
 Kenaikan temperatur yang kecil
mengakibatkan penurunan viscositas yang
cukup besar dan inilah yang merupakan
dasar dari proses thermal, yaitu dengan
cara memberi energi panas pada reservoir
agar temperaturnya naik.
Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 5
2. Injeksi thermal dapat dilakukan
dengan beberapa cara :
1. Injeksi Fluida Panas
 Injeksi air panas

 Injeksi uap

2. Insitu Combustion
 Forward Combustion

 Reverse Combustion

3. Stimulasi Thermal
 Injeksi Steam Bersiklus (Huff and Puff)

 Pemanasan lubang sumur

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 6


3. Konsep Dasar Perpindahan Panas
Perpindahan panas dapat
didefinisikan sebagai transmisi energi
dari suatu daerah ke daerah lain
sebagai akibat adanya perbedaan
temperatur diantara kedua daerah
tersebut.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 7


A. Konduksi
 Konduksi adalah proses perpindahan panas
dimana panas mengalir dari daerah
bertemperatur tinggi ke daerah bertemperatur
rendah, di dalam satu zat (padat, cair atau
gas).
 Persamaan dasar perpindahan panas secara
konduksi diusulkan pertama kali oleh J.B.J
Fourier (1822) :

Qk = - k A dT/dx

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 8


 Persamaan ini menyatakan bahwa laju
perpindahan panas oleh konduksi dalam suatu
zat (Qk) adalah sama dengan perkalian ketiga
besaran berikut :
a. Konduktivitas panas dari zat, k (BTU/jam-ft-F).
b. Luas penampang dalam zat (diukur tegak lurus
terhadap arah aliran panas), A (ft2).
c. Gradien temperatur dT/dx (oF/ft), yaitu laju perubahan
temperatur T dalam arah aliran x.
 Menurut hukum thermodinamika 1, panas
merupakan energi dalam transit yang mengalir
dari tempat bertemperatur tinggi ke tempat
bertemperatur rendah, Jadi aliran panas adalah
positif jika gradien temperatur negatif.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 9


B. Konveksi
 Konveksi adalah proses transfer energi yang disebabkan
oleh aksi serentak dari kegiatan-kegiatan konduksi,
penyimpanan energi dan gerakan aduk.
 Laju perpindahan panas konveksi dapat dihitung dengan
persamaan :
Qc = hc A T
Keterangan :
Qc = laju perpindahan panas konveksi, BTU/jam.
hc = koefisien perpindahan panas konveksi,BTU/jam –ft2-oF.
A = luas permukaan panas konveksi, ft2.
T = beda antara temperatur permukaan (Tp) dengan temperatur
pada suatu titik tertentu dalam suatu fluida, oF.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 10


4. Variabel-Variabel yang Mempengaruhi Injeksi Thermal
A. Kapasitas Panas
 Kapasitas panas adalah banyaknya panas yang diperlukan
untuk menaikkan temperatur suatu benda tiap satuan massa
sebesar 1 derajat.
 Persamaan dasar perpindahan panas yang menyatakan
hubungan panas yang ditransfer ke suatu benda dan
temperaturnya dapat ditulis :
dQ = m C dT
Keterangan :
dQ= jumlah panas yang ditransfer,BTU.
m = massa, lb.
C = panas spesifik, BTU/lb-oF.
dT = perubahan temperatur, oF.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 11


 Menurut Kopp, kapasitas panas suatu bahan campuran sama
dengan jumlah kapasitas panas elemen-elemen
penyusunnya.
 Berdasarkan hukum ini telah dikembangkan persamaan
untuk menghitung kapasitas panas volumetrik dari batuan
berpori yang berisi minyak dan air, yaitu :
C =  So o Co +  Sw w Cw + (1-) r Cr
Keterangan :
 = densitas (lb/ft3).
C = panas spesifik, BTU/lb-oF
C = kapasitas panas volumetrik, BTU/ft3-oF.
 = porositas batuan, fraksi.
S = saturasi, fraksi.
Subskript o, w dan r menunjukan untuk minyak, air dan batuan.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 12


 Menurut Farouq Ali, panas spesifik dari kebanyakan minyak
dapat dihitung secara empiris dengan persamaan :
0.388  0.00045 T
C0 
0.0160 0.5

Keterangan :
Co = panas spesifik minyak, BTU/lb-oF.
T = temperatur, oF

 Panas spesifik air yang barada dalam interval temperatur


100 – 500 0F, dapat dihitung dengan persamaan :

  4
Cw 1.0504  6.05 10 T  1.79 10 T  
6 2

Harga Cw dalam prakteknya = 1.0 BTU/lb-oF.


Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 13
B. Konduktivitas Panas
 Konduktivitas panas adalah sifat yang
menunjukkan jumlah aliran panas yang
menembus satu satuan luas penampang yang
tegak lurus terhadap aliran sebagai akibat
adanya satu satuan gradien temperatur dalam
satuan waktu.
 Konduktivitas panas dari kebanyakan batuan
akan mengecil dengan naiknya temperature
(Gambar 1).

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 14


Konduktivitas Panas Batuan Pasir
Terhadap Pengaruh Temperatur dan Fluida Isinya

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 15


 Persamaan dasar konduktivitas panas berdimensi satu
adalah :

Qk
K
 dT 
A 
Keterangan :
 dx 
K = konduktivitas panas, BTU/jam-ft-0F.
Qk = laju perpindahan panas konduksi, BTU/jam.
A = luas penampang tegak lurus aliran, ft2.

 Somerton melakukan percobaan konduktivitas panas


untuk beberapa macam batuan berpori, dimana pori-
porinya diisi dengan cairan tertentu. Hasil yang didapat
menunjukkan bahwa saturasi cairan akan memperbesar
konduksivitas panas dan besarnya kenaikan tergantung
dari jenis cairan.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 16


 Woodside dan Messmer dari hasil
penyelidikannya mengusulkan suatu persamaan
untuk menghitung konduktivitas panas media
berpori yang berisi minyak dan air yaitu :
Kte  Ktr 1    Ktf  So  Sw
 Ktr adalah konduktivitas panas radial dari
formasi yang besarnya seperti yang diusulkan
oleh Adivarahan, Kunii, dan Smith, yaitu :
 10 
K tf  251    exp   
 1 
Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 17
 Ktf sesuai dengan yang diusulkan oleh
Grover dan Knudsen, yaitu :
 0 
 1 
 w 
K tf  K to K tw  
K  o  
 
 to    K tw 
  w 
Keterangan :
Kte = konduktivitas panas efektif, BTU/jam-ft-0F.
Ktr = konduktivitas panas radial formasi, BTU/jam-ft-0F.
Ktf = konduktivitas panas dari campuran fluida, BTU/jam-ft-oF
Kto = konduktivitas panas minyak, BTU/jam-ft-0F.
Ktw = konduktivitas panas air, BTU/jam-ft-0F.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 18


C. Difusivitas Panas
 Difusivitas panas adalah perbandingan antara
konduktivitas panas dengan hasil kali antara
densitas dan kapasitas panas. Dinyatakan dalam
persamaan :
 = Kh / (c)
Keterangan :
 = difusifitas panas, ft2/jam.
Kh = konduktivitas panas, BTU/jam-ft-F.
c = kapasitas panas volumetrik, BTU/ft3- F

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 19


 Difusivitas panas sangat dipengaruhi oleh
konduktivitas panas dan kapasitas panas.
Semakin banyak jumlah panas yang di transfer,
maka harga difusivitas semakin tinggi, tetapi
sebaliknya semakin tinggi konduktivitas
panasnya, maka harga difusivitas panasnya
semakin kecil.
 Somerton dan Boozer dalam percobaannya
dengan berbagai macam batuan mendapatkan
bahwa difusivitas panas bertambah kecil dengan
naiknya temperatur, keadaan ini dapat dilihat
pada Gambar 2
Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 20
Perbandingan Difusivitas Panas Vs
Temperatur Dari Berbagai Macam Batuan

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 21


D. Pengaruh Panas Terhadap Fluida
dan Batuan Reservoir

 Pengaruh panas terhadap viskositas minyak


untuk berbagai macam API gravity, dimana
makin tinggi temperatur makin rendah
viskositasnya. Hal tersebut dapat dilihat pada
Gambar 3.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 22


Viscositas Dari Berbagai Jenis
Minyak Sebagai Fungsi Temperatur

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 23


 Penurunan viskositas menyebabkan mobilitas
minyak (ko/μo) akan bertambah besar,
sehingga kecepatan aliran minyak akan
bertambah besar. Bila ditinjau dengan
persamaan Darcy aliran linier, yaitu :

ko dP
Vo  1.127
o dx
Keterangan :
dP/dx = gradient tekanan, psi/ft.
Vo = kecepatan aliran minyak, bbl/ft2-hari.
Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 24
 Permeabilitas relatif air-minyak (Krw/Kro) dan
permeabilitas absolut akan berkurang dengan
naiknya temperatur. Keadaan ini menunjukkan
bahwa permeabilitas batuan terhadap minyak
bertambah besar sedangkan terhadap air tidak
begitu besar.
 Sudut kontak dalam sistem air-minyak akan menjadi
kecil dengan naiknya temperatur. Hal ini disebabkan
oleh sistem air-minyak lebih bersifat water wet.
Perubahan sifat-sifat fisik fluida dan batuan reservoir
akibat kenaikan suhu, maka pengaruhnya terhadap
reservoir akan meningkatkan ultimate recovery dan
laju produksi.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 25


E. Kehilangan Panas (Heat Loss)

Kehilangan panas dalam suatu injeksi terjadi


sejak uap keluar dari generator hingga uap
tersebut mencapai reservoir. Kandungan panas
uap sebagian akan hilang dipermukaan, dalam
sumur injeksi serta di lapisan cap rock dan base
rock yang berhubungan dengan pengembangan
zone uap.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 26


Heat Loss in Steam Injection Processes

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 27


1. Kehilangan panas di permukaan
 Fluida panas meninggalkan generator mengalir
melalui stream line di permukaan menuju ke
well head.
 Keadaan ini akan menyebabkan terjadi
kehilangan sebagian panas yang disebabkan
karena adanya perbedaan temperatur fluida di
sekelilingnya.
 Kehilangan panas yang terjadi dapat diperkecil
dengan memberi isolasi pada stream line.
 Kehilangan panas dipermukaan disebabkan oleh
perpindahan panas konduksi melalui pipa dan
isolasinya, sedangkan pada bagian dalam dan
luar pipa disebabkan oleh konveksi.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 28


 Laju kehilangan panas untuk pipa berisolasi dapat dinyatakan
dengan persamaan :

2 K ins l Ti  To 
Qsurface 
 ro  Kins
ln  
 ri  ho ro
Keterangan :
Kins = konduktivitas thermal isolasi, BTU/jam-ft-0F.
l = panjang pipa,ft.
Ti = temperatur dalam pipa, 0F.
To = temperatur di luar pipa, 0F.
ro = jari-jari luar pipa, in.
ri = jari-jari dalam dari isolasi, in.
ho = koefisien kombinasi untuk konveksi dan radiasi,
BTU/jam-ft2-0F.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 29


 Tabel I akan diperlihatkan keadaan laju
kehilangan panas untuk beberapa macam pipa
yang sudah umum di gunakan.
 Jari-jari dalam dari isolasi makin besar maka
makin kecil kehilangan panas pada pipa.

Contoh dari table di atas :


Pada pipa 1 ½ in – 3 in akan kehilangan 115 Btu/hr ft
pada temperatur 400oF. Bila panjang pipa 100 ft,maka :
Heat loss = 115 x 100 x 24 x 10-6
= 0.276 MM Btu / day (per 100 ft)

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 30


Tabel I
Laju Kehilangan Panas Beberapa Tipe Pipa

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 31


2. Kehilangan panas di sumur injeksi
 Laju kehilangan panas di sumur injeksi ini
jumlahnya lebih besar dibandingkan di
streamline.
 Hal ini disebabkan karena adanya perpindahan
panas dari fluida panas ke formasi di sekitar
lubang sumur.
 Pengurangan kehilangan panas dalam proyek
injeksi uap yang lebih besar di lubang sumur,
maka digunakan tubing berisolasi. Hal ini di-
maksudkan untuk mengurangi pengaruh panas
terhadap casing yang sudah disemen.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 32


 Laju kehilangan panas di sumur injeksi dimana uap
diinjeksikan melalui tubing adalah :

2 rto to Kh  l2 
Qwb   Tst  b l  a 
Kh  rto to  2
Keterangan :
QWb = laju kehilangan panas didasar sumur, BTU/jam.
rto = jari-jari luar tubing, rt.
μto = over-all heat transfer coeffisient, BTU/jam-ft2-0F.
Kh = konduktivitas panas formasi, BTU/jam-ft-0F.
f(t) = fungsi konduksi panas transient, tak berdimensi.
Tst = temperatur uap, 0F.
b = temperatur geothermal permukaan, 0F.
L = panjang tubing, ft.
a = gradient geathermal, 0F/ft.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 33


3. Kehilangan Panas Di Reservoir
 Kehilangan panas ke cap rock den base rock dapat
dinyatakan sebagai fraksi dari total injeksi panas yang
diusulkan oleh Ramey (1965) dari Marx dan Langenheim,
yaitu:

1  td  t D  
Wc 1  e erfc  t D  2 1 
t D    

Keterangan :
tD = tak berdimensi.
 = diffusivitas panas, ft2/hari,
t = waktu, hari.
h = ketebalan formasi, ft.
Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 34
Ringkasan Materi
 Injeksi thermal bertujuan untuk mengubah
komposisi minyak di dalam reservoir yang akan
mengakibatkan penurunan viskositas minyak.
Penurunan viskositas minyak akan memperbesar
mobilitas minyak, sehingga minyak dapat didesak
dan diproduksikan ke permukaan.
 Injeksi thermal terdiri dari :
- Injeksi air panas
- Injeksi uap panas
- In-situ Combustion

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 35


Referensi
 Latil M, Bardon C, Burger J, Soureau P.,“Enhanced Oil
Recovery”, Graham Trotman Ltd, London, 1980.
 Amyx, J.W.Bass, D.M.,Jr., Whitting,R.L, “Petroleum
Reservoir Engineering Physical Properties”, Mc.Graw Hill
Book Co.Inc., New York, 1960.
 Gomma.E.Ezzat.DR., “Key Reservoir Parameter in
Enchanced Oil Recovery Processes”, Simposiun Nasional,
2005.
 Van Poolen,H.K.,and Association Inc,”Fundamentals of
Enhanced Oil Recovery, Pen Well Books Division of
Publishing Company, Tulsa, Oklahoma, 1980.
 “Water Flooding”, SPE Reprint Series, 2003.
 Kristanto Dedy,Dr.Ir.MT., “Diktat Kuliah Pengenalan
EOR”, UPN “Veteran”, Yogyakarta, 2005.
 Septoratno Siregar, Dr.Ir, “Diktat Kuliah Pengenalan
EOR”, ITB, Bandung, 1995.

Jurusan Teknik Perminyakan - UIR 36