Anda di halaman 1dari 44

Pengantar Perencanaan

&
Pembangunan Wilayah

Acuan 1 Kuliah
Teknik Geodesi
2017
Materi Pokok :
• Pengertian Perencanaan Wilayah
• Lingkup Perenc. Wilayah
• Faktor-Faktor Penentu Perenc Wilayah
• Kajian Pendekatan utk Pernc. Wil
• Landasan dan Azas dalam Perenc Wil
• Prinsip Perenc Pembangunan Nasional,
Regional maupun Lokal.
• Dasar perenc berbagai sektor dalam
pembangunan wilayah
pembangunan wilayah berkembang
karena

• Perkembangan faktor strategis (globalisasi, revolusi


informasi teknologi dan komunikasi, teknologi
distribusi dan produksi)
• penjabaran lebih rinci dan lebih dekat dengan
pelaksanaan konsep pembangunan berkelanjutan
Perencanaan pembangunan

1. Perencanaan fisik yang menekankan aspek fisik,


2. Perencanaan ekonomi, titikberat pada penggunaan
modal.
3. Gabungan sistim perencanaan fisik dengan ekonomi
(perencanaan ruang makro – suatu perencanaan
ekonomi dalam persfektif ruang perencanaan
wilayah)
Teori pengembangan ekonomi wilayah
mencakup

1. Pertumbuhan wilayah
2. Perubahan struktur
3. Distribusi pendapatan wilayah
Teori pembangunan wilayah atau
daerah

1. Teori pertumbuhan wilayah


2. Teori proses spatial dan perubahan
struktur wilayah
3. Teori pertumbuhan dan distribusi
pendapatan
Teori Pertumbuhan wilayah

1. Endwoment wilayah
2. Export base
3. Ketidak seimbangan pertumbuhan
wilayah
4. Pertumbuhan wilayah klasik
Teori proses spatial
1. Pentahapan
2. Tahap tinggal landas
3. Transformasi sektoral
4. Proses spatial dan faktor lokasi
5. Produktivitas dan kesimbangan desa-
kota
Teori Pertumbuhan dan Distribusi
Pendapatan

1. Hipotesa Kuznet
2. Ketimpangan pendapatan wilayah
Berbagai teori tersebut jarang
digunakan sendirian

• Berbagai teori muncul bersamaan dalam


pembangunan kawasan tertinggal dan pengentasan
kemiskinan
• Pentahapan sekuen antar sektor : ekstraksi
(A)manufaktur (M)distribusi (D) pelayanan
jasa (S); atau SDMA dan bisa juga
MDSA
Konsep perencanaan regional
• Adanya perbedaan kemampuan antar daerah/wilayah,
• Perencanaan regional
– memanfaatkan wilayah yang berpotensi besar utk
menghela yang berpotensi rendah
– mengenali wilayah inti dan wilayah tepi yang saling
berhubungan
– mengakui kesatuan wilayah pelayanan
• ekosistem (DAS, pesisir dan laut, pegunungan),
• pelayanan fisik (kawasan kota dan desa, kawasan andalan),
• Layanan publik (propinsi, kabupaten, kecamatan, desa)
Perencanaan Pembangunan
Berkelanjutan
• Mengenali keterkaitan 3 subsistem :
(ekosistem alami SA dan LH, sistim
produksi-distribusi-konsumsi, dan sistim
sosial-budaya)
• Melalui proses dialektika, normatif dan
pelaksanaan yang berurutan
Ekosistem Sistim
Dialektika alam produksi

Sistim
sosial

Analisa
konflik

Normatif
Penetapan
tujuan

Strategi
pembangunan

Pelaksanaan pelaksanaan

Gambar : Proses Perencanaan Pembangunan Berkelanjutan


Perencanaan Pembangunan dalam
Otonomi Daerah berkaitan dengan:

1. Mekanisme pengambilan keputusan (decision


making & planning)
2. Mekanisme pembiayaan (budgeting)
3. Mekanisme pengorganisasian (organizing)
4. Mekanisme pelaksanaan (implementation)
5. Mekanisme pengendalian dan pengawasan
(controling)
Tujuan Perencanaan Pembangunan dalam rangka
otonomi daerah

1. Meningkatkan produktivitas dalam pemanfaatan dan pengelolaan


sumber daya daerah
2. Meningkatkan efisiensi pelayanan aparat kepada masyarakat
3. Memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan
4. Meningkatkan kapasitas daerah dalam mempertahankan
kesinambungan pembangunan
Para fihak perencanaan
pembangunan daerah

1. Aparat pemerintah daerah


2. Peranserta masyarakat
3. Organisasi profesi dan LSM
4. Kesiapan dunia usaha
5. Kalangan akademisi
6. Badan perwakilan rakyat daerah
Mekanisme pengambilan keputusan

• Proses pengambilan keputusan berkaitan dengan penentuan


prioritas dan strategi pembangunan daerah
• Tujuan akhir dari pengambilan keputusan adalah memilih
strategi terbaik untuk mengelola sumberdaya daerah untuk
meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan memantapkan
kemandirian daerah
• Membangun sinergi antara rencana pembangunan ekonomi
makro nasional -desa-kabupaten-propinsi-regional.
Mekanisme pembiayaan pembangunan

• Pengelolaan sumber-sumber penerimaan


daerah
• Penentuan prioritas pengeluaran daerah
Sumber penerimaan daerah

• Pendapatan Asli Daerah (PAD)


• Bantuan dari pemerintah pusat berupa dana
perimbangan
– penerimaan PBB dan bea perolehan hak atas tanah
dan sumberdaya alam lainnya bagi hasil SDA
– dana alokasi umum berasal dari pajak
– dana alokasi khusus  dana reboisasi
• Pinjaman daerah
• Penerimaan lain yang sah.
Prinsip dasar pengelolaan dana
pembangunan

1. Keterbukaan (transparency)
2. Partisipasi (participation)
3. Tepat waktu dan langsung (quick disbursement)
4. Dapat dipertanggung-gugatkan (accountability)
5. Berkelnjutan (sustainability)
6. Sederhana dapat dilaksanakan (simplicity)
7. Mengembangkan potensi lokal (local and decentralization)
PERLUNYA PEMBANGUNAN
WILAYAH
Pembangunan
• Pembangunan: suatu proses dinamis
untuk mencapai kesejahteraan
masyarakat pada tingkat yang lebih tinggi
dan serba sejahtera
• Perkembangan paradigma orientasi
pembangunan:
– Berorientasi pada manusia (People oriented)
– Partisipatif (Participatory)
– Pemberdayaan (empowerment)
– Berkelanjutan (sustainable)
• Pembangunan dan pengembangan
wilayah: usaha memberdayakan rakyat
setempat, terutama dalam hal
memanfaatkan sumberdaya alam dan
lingkungan setempat dengan alat
(teknologi) yang mereka miliki atau kuasai
• Sasaran utama pembangunan dan
pengembangan wilayah pada dasarnya
adalah untuk menghasilkan pemanfaatan
sumberdaya wilayah untuk penggunaan
terbaik.
Pendekatan
Pembangunan Wilayah

Pembangunan sektoral-regional-
lokal
Pembangunan sektoral-
regional-lokal
Pembangunan sektoral
• Salah satu kebijakan pemerintah yang berkaitan dengan
pembangunan ekonomi regional adalah memberikan
otonomi kepada daerah untuk menyelenggarakan program-
program pembangunan regional,
• sehingga seluruh pertanggungjawaban, pengelolaan dan
pembiayaannya dilakukan oleh pemerintah daerah.
• Namun meskipun ada otonomi daerah, pembangunan
ekonomi didaerah tidak hanya berasal dari program
pembangunan regional (sebagai manifestasi dari azas
desentralisasi), tapi juga berasal dari program sektoral
(sebagai perwujudan azas dekonsentrasi).
• Kedua program itu dijalankan secara bersama-sama oleh
pemerintah dalam rangka menjembatani kesenjangan
kemajuan pembangunan ekonomi antardaerah.
Pembangunan sektoral
• Tetapi, sampai saat ini program sektoral
masih mendominasi program regional,
sehingga otonomi daerah yang nyata,
dinamis, dan bertanggung jawab belum
terwujud sepenuhnya
• Pendekatan sektoral dilakukan melalui
kegiatan usaha yang dikelompokkan ke
dalam sektor-sektor dan sub-sub sektor
Pembangunan sektoral
• Sektor-sektor pembangunan:
– Pertanian
– Pertambangan
– Kontruksi (bangunan)
– Perindustrian
– Perdagangan
– Perhubungan
– Keuangan
– Perbankan
Pembangunan sektoral
• Diharapkan masing-masing sektor dapat
berfungsi dengan sebaik-baiknya
sehingga daerah yang bersangkutan akan
berkembang dengan baik
Pembangunan ekonomi
regional
• Pendekatan regional seharusnya bertolak
pada kenyataan bahwa setiap usaha
selalu memanfaatkan ruang wilayah
tertentu
• Aspek ruang dalam pemanfaatan wilayah
mencakup aspek lokasi dan dimensi
wilayah
• Dimensi regional (wilayah): daerah tingkat
I (provinsi) dan daerah tingkat II
(kabupaten/kota)
• Aspek lokasi terkait masalah pilihan atas
Pembangunan ekonomi
regional
• Pelibatan aspek ruang dalam
pemanfaatan wilayah menunjukkan bahwa
perlunya sumber dorongan bagi
pengembangan kegiatan usaha
masyarakat
• Sumber dorongan tersebut berada pada
lokasi yang pasti dan memberikan
pengaruh sentral (memiliki banyak
kemudahan)
Pembangunan ekonomi
regional
• Pembangunan wilayah dilancarkan melalui
pusat-pusat pertumbuhan masing-masing
• Pusat-pusat pertumbuhan umumnya
merupakan kota-kota besar
• Orientasi pembangunan yang sentralistrik
ini mengabaikan peranan dan potensi
pelaku bisnis dan pembangunan di daerah
 menimbulkan kecemburuan dan
kekecewaan masyarakat daerah
Pembangunan ekonomi lokal
• Upaya meningkakan pembangunan di daerah jangan
hanya menekankan pada peranan kekuatan dari luar
(external forces) melainkan harus mulai mengutamakan
pada peranan kekuatan dari dalam (internal forces)
• Dapat dilakukan melalui upaya-upaya:
– Mendorong inisiatif dan partisipasi masyarakat yang
kreatif dan produktif
– Peningkatan kualitas SDM
– Pemanfaatan sumber daya ekonomi, sosial,
teknologi, dan kelembagaan untuk menunjang
penciptaan lapangan kerja bagi penduduk setempat
Pembangunan ekonomi lokal
• Lokal: suatu area yang relatif terbatas
• Pembangunan ekonomi lokal: Pemanfaatan sumber
daya alam, manusia, sosial, fisik, teknologi, dan
kelembagaan lebih intensif dan interaktif untuk
meningkatkan kegiatan perekonomian lokal dan tingkat
kehidupan masyarakat lokal yang lebih sejahtera
• Membangkitkan ekonomi lokal menjadi bagian strategi
ekonomi nasional
• Peningkatan pembangunan diupayakan agar dapat
dirasakan masyarakt luas termasuk masyarakat dalam
lingkup kecil (lokal)
• PENGANTAR PERENCANAAN
WILAYAH & KOTA( Introduction to
Regional & Urban Planning )
• Kompetensi Keahlian Teknik Perenc Wilayah
• MAKRO:
• •Perencana Tata Ruang Wilayah (Regional Planner) ----RTRW
(Rencana Tata Ruang Wilayah)

• MESSO:
• •Perencana Tata Ruang Kota (Urban Planner) ----RDTRK (Rencana
Detail Tata Ruang Kota)

• MIKRO:
• •Perancang Kota (Urban Designer) -----RTRK (Rencana Teknik
Ruang Kota) dan RTBL (Rencana Tata Bangunan & Lingkungan)
dan Rencana Tapak (Site Plan).