Anda di halaman 1dari 18

MEKANIKA FLUIDA

Budi Basuki, ST.


PENDAHULUAN
Mekanika Fluida adalah ilmu yang
mempelajari tingkah laku fluida dalam
keadaan diam maupun bergerak dan akibat
yang ditimbulkan fluida tersebut.

Fluida adalah zat yang bentuknya dapat


berubah secara kontinyu akibat gaya geser,
betapapun kecilnya tegangan geser
tersebut.
SIFAT-SIFAT
S FLUIDA
• Massa (m)
• Berat (w) = m . g
• Rapat massa (density)
 = m/V
• Berat jenis (sp. weight)
 = m/w = .g
• Volume jenis (spesific volume) v = 1/
• Spesific grafity (sg)
• Viskositas atau kekentalan
• Tekanan (p) = F/A
• Modulus total elastisitas (E) = dp/(-dv/v)
Contoh 1.1
Minyak bakar 5,6 m3 mempunyai berat 46800 N. Hitung
rapat massa dan spesific grafity minyak tersebut!

Jawab:
berat jenis ( ) = .g = berat/volume
= 46800 N/5,6 m3 = 8360 N/m3
rapat massa () = .g/g = 8360 N/m3 / 9,81 m/dt2
= 852 kg/m3
sgminyak = minyak/air = 852/1000 = 0,852
PENGUKUR VISKOSITAS
• Rotating drum viscometer
Drum luar diputar dengan kecepatan sudut
() konstan dan selama itu drum dalam
diam. Fluida yang berada diantaranya diukur
kecepatannya (V). Jika ketebalan y
diketahui, maka dapat dihitung gradien
kecepatan (v/y). Karena kekentalan
fluida, muncul drag force pada permukaan
drum dalam yang menyebabkan torsi yang
menunjukkan tegangan geser yang terjadi
pada fluida.

Dengan demikian viskositas fluida dapat


dihitung.
 =  / (v/y)
• Rotating drum viscometer
Dua bak penam-
pung dihubungkan
dengan pipa kapiler
yang panjang. Flui-
da mengalir melalui
pipa tersebut pada
kecepatan konstan.
Terjadi penurunan
tekanan, yang diu-
kur dengan mano-
meter (beda keting-
gian h).
Penurunan tekanan yang berhubungan dengan viskositas mengikuti
persamaan:
 = (p1-p2). D2/(32. v.L)
Dengan D = diameter dalam pipa kapiler,
v = kecepatan fluida,
L = panjang pipa dari titik 1 ke titik 2 dimana tekanan diukur.
• Failling ball viscometer
Sebuah benda dijatuhkan dalam fluida hanya
dipengaruhi oleh grafitasi akan dipercepat oleh
berat, yang seimbang dengan gaya bouyancy dan
reaksi oleh viscous drag force.
Waktu yang dibutuhkan untuk
menjatuhkan bola pada jarak yang
telah diketahui diukur, sehingga
kecepatan dapat dihitung.
Kesimbangan gaya:
W – Fb – Fd = 0
W = s . V = s .  . d3/6 dan F b = f .
V = f .  . d3/6

Untuk fluida kental dan kecepatan rendah, drag force pada bola adalah:
F d = 3.  .  . v . D

sehingga viskositas dapat dihitung dengan:


 = (s - f) . d /(18.V)
• Failling ball viscometer

Fluida mengalir melalui orifice yang


berdiameter kecil untuk menunjukkan
viskositasnya. Waktu yang diperlukan
untuk mengalirkan 60 cm3 fluida diukur.
Waktu yang diperlukan menunjukkan
viskositas fluida dalam Saybolt Seconds
Universal (SSU) atau SUS.
Alat ukur ini tidak berdasarkan definisi dasar viskositas, hasilnya merupakan
nilai relatif, sehingga perlu dikalibrasi dengan membandingkan viskositas
fluida lain yang telah diketahui nilainya.
The Society of Automotive Engineers membuat sistem ranking viskositas oli
mesin dan transmisi serta minyak lubrikasi. Angka SAE 5W sampai 50
diperuntukkan oli crankcase, SAE 75 sampai 250 untuk oli transmisi dan
lubrikasi.
Tabel 1.1. SAE viscosity numbers
SAE (SSU)
Viscosity at –18 C
o
at 99oC
Number Minimum Maximum Minimum Maximum

5W --- 6000 --- ---


10W 6000 12000 --- ---
20W 12000 48000 --- ---
20 --- --- 45 58
30 --- --- 58 70
40 --- --- 70 85
50 --- --- 85 110
75 --- 15000 --- ---
80 15000 100000 --- ---
90 --- --- 75 120
140 --- --- 120 200
250 --- --- 200
10W-30 6000 12000 58 70

Sumber: Society of Automotive Engineers, SAE handbook, Standard J300c dan J306b

Konversi: 1 SSU = 2,33 x 10-6 ft2/dt = 2,17 x 10-7 m2/dt = 2,17 x 10-3 stoke
1 Pa.dt = 2,089 x 10-2 lb.dt/ft2 = 10 Poise = 1 N.dt/m2
Contoh 1.2
Kekentalan air pada 20oC adalah 0,0102 poise.
a) Hitung: a) kekentalan dinamik dalam Pa.det
b) bila sg = 0,998 berapa viskositas kinematik dalam
m2/det.
(1 poise = 0,1 Pa.det)!

Jawab:
a)  = 0,0102/10 = 1,02x10-3 Pa.det
b)  = / = (1,02x10-3)Pa.det/(0,998x1000)kg/m3
= 1,02x10-6 m2/det
 
PENGUKURAN TEKANAN
Tekanan dibedakan menjadi tekanan absolut, tekanan
atmosfir dan tekanan ukur.
Tekanan yang ditunjukkan alat ukur disebut tekanan
ukur (gage).
Tekanan absolut dinyatakan dengan persamaan:
pabs = patm + pukur

jika tekanan atmosfir digunakan sebagai referensi (saat


pengukuran), tekanan ukur dapat dinyatakan positif bila
lebih tinggi atau negatif bila lebih rendah dari tekanan
atmosfir. Tekanan negatif juga disebut tekanan vacum.
Hubungan antara tekanan dan ketinggian

Untuk fluida inkompresibel, pada fluida statik, tekanan berubah hanya


tergantung pada ketinggiannya dan tidak tergantung pada bentuk
bejananya. Tekanan sama besar di semua titik di bidang mendatar tertentu
di dalam fluida tersebut.

Hubungan antara tekanan dan ketinggian fluida ditulis dengan persamaan:


p =  . g . h =  . h
 
dengan
h: piezometric head atau tinggi kolom fluida (m)
p: hydrostatic pressure (N/m2).
 
Nilai ketinggian fluida h, dikatakan positif jika ke arah bawah dan sebaliknya
• U-tube manometer
Alat ini berupa pipa transparan yang
berbentuk huruf U sehingga disebut
manometer pipa U. Alat ini menggunakan
hubungan antara perubahan tekanan
dengan perubahan ketinggian fluida. Salah
satu sisi dihubungkan dengan fluida yang
akan diukur tekanannya, sisi yang lain
terbuka dihubungkan udara luar. Fluida
pengukur dapat yang digunakan adalah: air,
air raksa atau minyak ringan berwarna,
penggunaan fluida pengukur ini tergantung
besar perbedaan tekanan dengan atmosfir
dan jenis fluidanya.

 
• Inclined well-type manometer

Alat ini sama dengan pipa U, tetapi lebih sensitif dalam pembacaan skala
yang dimiringkan. Perbandingan ketinggian dan panjang skala adalah:

h/L = sin 
• Bourdon tube pressure gage

Alat ini banyak digunakan di dalam berbagai peralatan. Tekanan diukur


melalui pipa pipih yang melingkar. Bila tekanan di dalam pipa meningkat,
menyebabkan perubahan penampang pipa yang diteruskan untuk memutar
pointer melalui suatu batang.
• Barometer
Barometer adalah alat untuk mengukur tekanan
atmosfir atau tekanan luar. Tipe yang sederhana
ditunjukkan gambar di samping. Tabung panjang
yang tertutup di salah satu sisinya dan berisi air
raksa. Ruang hampa di ujung atas adalah
pendekatan vacuum yang sempurna, berisi uap air
raksa pada 0,17 Pa, 20oC.

0 + Hg . h = patm
Atau patm = Hg . h

Berat jenis air raksa adalah konstan, perubahan tekanan atmosfir terjadi
karena perubahan ketinggian kolom air raksa. Ketinggian ini menunjukkan
tekanan barometer. Hg = 133,4 kN/m3 atau 849 lb/ft3.

Penurunan tekanan atmosfir 1 in air raksa terjadi per 1000 ft kenaikan


altitude atau kira-kira penurunan 85 mm air raksa per 1000 m.
Contoh 1.3
Hitung tekanan di titik A bila sgHg = 13,6 untuk manometer seperti Gb. 1.13(1
poise = 0,1 Pa.det)!
Jawab:
• Titik 1, permukaan air raksa berhubungan
dengan atmosfir. Jadi p1=patm = 0 Pa(gage)
• Titik 2, berada 0,25m di bawah air raksa
atau h1-2 = 0,25 m.
p2= p1 + Hg.h1-2 = p1 + Hg.(0,25m)
• Tekanan pada titik 3 sama dengan tekanan
di titik 2 karena ketinggian fluida yang
berhubungan sama.
• Titik 4 = titik A, berada 0,4m di atas air atau
h3-4=0,4m.
p4= p1 + Hg. h1-2 - .h3-4
= p1 + Hg.(0,25m) - .(0,4m)
pA = p1 + Hg.(0,25m) - .(0,4m)
= p1 + sgHg. .(0,25m) - .(0,4m)
= 0 + 13,6 . 9810 N/m3.(0,25m) - 9810 N/m3.(0,4m)
= 29430 Pa
= 29,43 kPa
 
Atau dengan cara langsung, dicari dua titik dimana terdapat permukaan fluida
dengan ketinggian yang sama dan berhubungan yaitu titik 2 dan titik 3.

Tekanan di titik 3 = tekanan di titik 2


pA + (.h) untuk air = patm + (.h) untuk air raksa
pA + . h3-4 = patm + Hg. h1-2
pA + . h3-4 = patm + sgHg.. h1-2
pA + 9810 N/m3 x (0,4)m = 0 + 13,6x9810 N/m3 x(0,25)m

Jadi: pA = 29430 Pa