Anda di halaman 1dari 17

Selamat Datang

Guru Pembelajar
Kebijakan Pengembangan dan
Pembinaan Profesi Guru dan
Guru Pembelajar

HERLINA SARI
Pendahuluan
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI melalui
Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
(Ditjen GTK) sangat peduli dengan pengembangan
dan pembinaan profesi guru, yang akan bermuara
pada peningkatan hasil belajar siswa. Guru perlu
secara berkelanjutan mengembangkan
pengetahuan dan keterampilannya agar dapat
mengimplementasikan keprofesiannya di dalam
kelas dan dapat memfasilitasi proses pencapaian
belajar siswa dengan baik.
4 Kompetensi Inti Profesi Guru
KOMPETENSI KOMPETENSI
PROFESIONAL KEPRIBADIAN

KOMPETENSI KOMPETENSI
PEDAGOGIK SOSIAL
Uji Kompetensi Guru (UKG)
Tahun 2014 Tahun 2015 Tahun 2016

KCM = 45 KCM = 55
Target
Tercapai Tercapai
KCM = 65
47 56,69

Peningkatan kompetensi
profesional dan pedagogik

Guru Pembelajar
(GP)

Moda Moda Moda


TATAP MUKA DARING DARKOM
Guru adalah sebuah profesi yang memiliki 4 (empat)
kompetensi inti (Permendiknas No. 16 tahun 2007) yang perlu
dikembangkan secara berkelanjutan, yaitu kompetensi
pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, dan
kompetensi profesional. Dari ke-empat kompetensi tersebut,
kompetensi pedagogik dan profesional lebih mudah diukur
dengan menggunakan instrumen penilaian, dan penilaian
pada kedua kompetensi ini telah dilaksanakan melalui uji
kompetensi guru (UKG). Hasil UKG pada tahun 2015
menunjukkan nilai rata-rata nasional yang dicapai adalah
56,69, meningkat dibandingkan nilai rata-rata nasional dari
tahun-tahun sebelumnya yaitu 47, dan sudah melampui target
capaian nilai rata-rata nasional tahun 2015 yang ditetapkan
dalam renstra Kemdikbud yaitu sebesar 55. Walaupun
demikian,Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan,
khususnya Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan
(Ditjen GTK) berusaha lebih keras agar dapat mengejar target
yang ditetapkan pada tahun 2016 yaitu 65.
Hasil UKG mengindikasikan bahwa masih banyak guru yang
membutuhkan peningkatan pada kompetensi profesional dan
pedagogik. Kebutuhan pengembangan dan pembinaan profesi
guru pada kedua kelompok kompetensi ini perlu dituangkan
dalam kebijakan Program Peningkatan Kompetensi Guru
Pembelajar, dan merupakan bagian dari upaya
pengembangan keprofesian berkelanjutan (PKB). Program
pengembangan dan pembinaan profesi guru dilaksanakan
untuk menjamin semua guru memiliki dan meningkatkan
kompetensi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan,
sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Negara PAN
dan RB Nomor 16 Tahun 2009 tentang Jabatan Fungsional
Guru dan Angka Kreditnya. Pengembangan dan pembinaan
profesi guru tidak hanya dilaksanakan dalam konteks formal
seperti melalui seminar, workshop, konferensi, atau
pendidikan formal di universitas, tetapi dapat juga
dilaksanakan dalam konteks informal seperti diskusi antar
sesama guru, belajar mandiri melalui membaca dan
penelitian.
Dalam konteks formal, Ditjen GTK
mengembangkan program Guru Pembelajar
(GP) yang dalam pelaksanaannya dikelola oleh
unit pelaksana teknis (UPT) yang berada di
bawahnya, yaitu Pusat Pengembangan dan
Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan (PPPPTK), Lembaga
Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala
Sekolah (LPPKS), dan Lembaga Pengembangan
dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga
Kependidikan Kelautan, Perikanan, Teknologi
Informasi dan Komunikasi (LPPPTK-PKTK).
Guru Pembelajar(GP)
Tujuan
1. Meningkatkan kompetensi pedagogik dan kompetensi
profesional guru agar dapat memfasilitasi proses
pembelajaran siswa secara efektif.
2. Meningkatkan kompetensi sosial dan kompetensi
kepribadian melalui forum interaksi/diskusi sesama
guru dan antara guru dengan mentor/pengampu.
3. Memfasilitasi guru menjadi guru pembelajar (teachers
as learners), guru yang mau belajar secara terus
menerus untuk peningkatan dirinya.
Waktu dan Strategi Pelaksanaan
A. Waktu dan Tempat Pelaksanaan
Waktu dan tempat pelaksanaan pengembangan dan
pembinaan profesi guru melalui program Guru
Pembelajar (GP) diatur oleh UPT di bawah Ditjen GTK.

B. Srategi Pelaksanaan
Program GP dilaksanakan dengan menggunakan 3 moda:
1. Luring ( Tatap muka )
2. Daring ( Online )
3. Daring Kombinasi (Kombinasi antara daring dan tatap
muka)
Pelaksanaan GP ini diatur dalam petunjuk teknis yang
telah disiapkan.
Kegiatan Guru Pembelajar Daring Kombinasi

Guru dan tenaga kependidikan adalah tenaga profesional, yang di


dalam menjaga keprofesiannya memuat setidaknya tiga komponen
kegiatan guru dan tenaga kependidikan yang harus terus menerus
dilaksanakan, yaitu:

1. Uji Kompetensi Guru yang dimaksudkan untuk memastikan


bahwa guru telah memiliki standar minimal kompetensi
professional dan pedagogik. Hasil uji kompetensi guru digunakan
juga sebagai penentu kelompok kompetensi pelatihan yang harus
diikuti oleh guru dalam rangka melaksanakan PKB.
2. Penilaian Kinerja Guru (PKG) dan Penilaian Kinerja Tenaga
Kependidikan (PKTK) yang harus diikuti setiap tahun untuk
memastikan tingkat kompetensi yang dimiliki apakah telah sesuai
dengan standar kompetensi yang dipersyaratkan atau tidak. Jika
hasil penilaian kinerjanya di bawah standar, guru dan tenaga
kependidikan dipersyaratkan untuk mengikuti kegiatan
Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB).
3. Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan
(PKB), adalah kegiatan keprofesian yang wajib
dilakukan secara terus menerus oleh guru dan
tenaga kependidikan agar kompetensinya
terjaga dan terus ditingkatkan, salah satunya
adalah melalui Kegiatan Pengembangan Diri
dengan mengikuti pelatihan (diklat) oleh
lembaga pelatihan tertentu sesuai dengan
jenjangnya, salah satu contohnya dengan
mengikuti Guru Pembelajar Daring Kombinasi.
Untuk mendukung kegiatan tersebut maka
dikembangkanlah modul-modul pedagogik dan
profesional yang digabung dalam 10 modul
Kelompok Kompetensi (KK).
10 Modul Kelompok Kompetensi Mapel IPS
1. KK-A : Tentang PROFESIONAL: PEMBELAJARAN IPS TERPADU
PEDAGOGIK: BELAJAR & PEMBELAJARAN

2. KK-B : Tentang PROFESIONAL : PENGEMBANGAN TEMA IPS TERPADU


PEDAGOGIK : PENILAIAN PEMBELAJARAN

3. KK-C : Tentang PROFESIONAL : PENGEMBANGAN KONSEP, SIKAP, DAN KETERAMPILAN DALAM IPS TERPADU
PEDAGOGIK : MEDIA PEMBELAJARAN

4. KK-D : tentang PROFESIONAL: KAJIAN GEOGRAFI DALAM IPS TERPADU


PEDAGOGIK: PENDEKATAN, DAN MODEL-MODEL PEMBELAJARAN

5. KK-E : tentang PROFESIONAL: KAJIAN EKONOMI IPS TERPADU


PEDAGOGIK: INSTRUMEN PENILAIAN NON TES

6. KK-F : tentang PROFESIONAL: KAJIAN SEJARAH DALAM IPS TERPADU


PEDAGOGIK: INSTRUMEN PENILAIAN TES

7. KK-G :PROFESIONAL: KAJIAN SOSIOLOGI DALAM IPS TERPADU


PEDAGOGIK: ANALISIS INSTRUMEN PENILAIAN

8. KK-H : tentang PROFESIONAL : PTK DAN PENELITIAN KUALITATIF ILMU SOSIAL


PEDAGOGIK : DESAIN DAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

9. KK-I : tentang PROFESIONAL : PENELITIAN KUANTITATIF ILMU SOSIAL


PEDAGOGIK : ANALISIS INSTRUMEN PENILAIAN

10.KK-J: tentang PROFESIONAL : PENGEMBANGAN KEPROFESIAN BERKELANJUTAN


PEDAGOGIK : KEMAMPUAN DASAR MENGAJAR
Struktur Belajar DARING KOMBINASI (60 jp)
Mekanisme Pelaksanaan Kegiatan GP Moda Daring Kombinasi (aktivitas di PB)
No Uraian Materi JP Keterangan
A. Tatap Muka-1 (TM-1) 4
1. Orientas Program: 1 Materi umum meliputi:
• Perkenalan  Kebijakan pengembangan dan pembinaan karir guru dan
• Materi umum program guru pembelajar

2. Pengenalan dan Demonstrasi sistem GP 2 Difasilitasi oleh Mentor, Peserta log in ke dalam sistem,
moda daring kombinasi demonstrasi, dan praktik.
3. Rencana Tindak Lanjut (rencana 1 Mentor membimbing peserta mengembangkan rencana belajar
belajar) selama 6 minggu
B. Tatap Muka-2 (TM-2) 4
1. Pendalaman Materi Kelompok modul 3 Reviu rekaman kegiatan peserta (kemajuan pembelajaran)
(Mata pelajaran bersangkutan) Memeriksa dan mendiskusikan tugas-tugas peserta
2. Rencana Tindak Lanjut (Rencana sesi 1 Mentor membimbing peserta mengembangkan rencana belajar
berikutnya) yang akan dilakukan pada sesi berikutnya
C. Tatap Muka-3 (TM-3) 4
1. Evaluasi GP Daring Kombinasi 1 Evaluasi pelaksanaan yang diberikan sesuai standar P4TK masing-
masing.
Peserta melakukan tes akhir
2. Presentasi Hasil Peserta 2 Mempresentasikan hasil peserta dalam proses pembelajaran
Daring
3. Rencana Tindak Lanjut (Rencana 1 Mentor membimbing peserta mengembangkan rencana
pengembangan diri) pengembangan diri setelah mengikuti kegiatan GP daring
Total 12
Formulasi penentuan nilai akhir peserta Program
Peningkatan Kompetensi Guru Pembelajar bagi guru
kelas, guru mapel, dan guru BK ditetapkan sebagai
berikut.

NA = [{(NS x40%)+(NK x60%)}x40%]+[TAx 60%]

NA = Nilai Akhir
NS = Nilai Sikap (rerata dari semua aspek sikap yang jadi
penilaian)
NK = Nilai Keterampilan (rerata dari semua materi)
TA = Nilai Tes Akhir (Tes Pengetahuan)
Peserta Guru Pembelajar moda daring akan
mendapatkan sertifikat dari Nilai Akhir (NA) dengan
kategori:

Nilai Akhir (NA) Predikat


90 < NA < 100 Baik Sekali
80 < NA < 90 Baik
70 < NA < 80 Cukup
NA < 70 Kurang

Peserta yang nilai akhirnya di bawah 70 tidak akan


mendapatkan sertifikat maupun surat keterangan.