Anda di halaman 1dari 46

OKLUSI

kontak antara gigi-geligi yang saling berhadapan tanpa


diperantarai oleh makanan atau benda lain

(THOMPSON, 2007)
Konsep Dasar Oklusi (Mardjono)

– Oklusi seimbang : kontak geligi bawah dan geligi atas memberikan


tekanan yang seimbang pada kedua rahang

– Oklusi morfologis: saat geligi tersebut berkontak

– Oklusi dinamis: keserasian antara komponen-komponen yang


berperan dalam proses terjadinya kontak antar geligi
Jenis-jenis Oklusi
– Oklusi Ideal :keadaan beroklusinya semua gigi, kecuali insisivus central bawah dan
molar tiga atas, beroklusi dengan dua gigi di lengkung antagonisnya dan didasarkan
pada bentuk gigi yang tidak mengalami keausan.

– Oklusi Normal, menurut Leory Johnson suatu kondisi oklusi yang berfungsi secara
harmonis dengan proses metabolic untuk mempertahankan struktur penyangga
gigi dan rahang berada dalam keadaan sehat

– Oklusi sentrik adalah posisi kontak maksimal dari gigi geligi pada waktu mandibula
dalam keadaan sentrik, yaitu kedua kondisi berada dalam posisi bilateral simetris di
dalam fossanya
Oklusi Normal

– oklusi statik : hubungan gigi geligi rahang atas (RA)


dan rahang bawah (RB) dalam keadaan tertutup
atau hubungan daerah kunyah gigi-geligi dalam
keadaan tidak berfungsi (statik).

– oklusi dinamik : hubungan antara gigi geligi RA dan


RB pada saat seseorang melakukan gerakan
mandibula ke arah lateral (samping) ataupun
kedepan (antero-posterior).
Kontak gigi geligi karena gerakan mandibula

– Intercuspal Contact Position (ICP), adalah kontak maksimal antara


gigi geligi dengan antagonisnya
– Retruded Contact Position (RCP), adalah kontak maksimal antara
gigi geligi pada saat mandibula bergerak lebih ke posterior dari ICP,
namun RB masih mampu bergerak secara terbatas ke lateral.
– Protrusif Contact Position (PCP) adalah kontak gigi geligi anterior
pada saat RB digerakkan ke anterior
– Working Side Contact Position (WSCP) adalah kontak gigi geligi
pada saat RB digerakkan ke lateral.
Hubungan Mandibula Terhadap Maksila

– Relasi sentrik :hubungan mandibula


terhadap maksila, yang
menunjukkan posisi mandibula
terletak 1-2 mm lebih kebelakang
dari oklusi sentris (mandibula
terletak paling posterior dari
maksila) atau kondil terletak paling
distal dari fossa glenoid, tetapi
masih dimungkinkan adanya
gerakan dalam arah lateral.
Mekanisme Oklusi Normal
Enam kunci oklusi normal
– Hubungan yang tepat dari gigi-gigi molar pertama tetap pada bidang
sagittal
– Angulasi mahkota gigi-gigi insisivus yang tepat pada bidang
transversal
– Inklinasi mahkota gigi-gigi insisivus yang tepat pada bidang sagittal
– Tidak adanya rotasi gigi-gigi individual
– Kontak yang akurat dari gigi-gigi individual dalam masing-masing
lengkung gigi, tanpa celah maupun berjejal-jejal
– Bidang oklusal yang datar atau sedikit melengkung
(Andrew, 1972)
FAKTOR DAN GAYA YANG MENENTUKAN
POSISI GIGI

– Gigi yang erupsi : gaya lawan berada


dalam equilibrium
– Labial: bibir dan pipi
– Lingual: lidah

– Neutral position (ruang yang cukup)


– Lidah: linguoversi
– Bibir dan pipi: fasioversi
(Okeson, 2008)
– Setelah erupsi : gangguan ukuran, arah,
frekuensi gaya otot
– Lidah aktif dan besar ( gaya lingual >>)

– N: gaya lidah (selama menelan):


pergerakan labial gigi anterior
– Tongue thrusting : open bite anterior

(Okeson, 2008)
– . Kontak proksimal menjaga
lengkung normal gigi
– Respon fungsional : mesial
drifting

– Kontak oklusal : cegah


ekstrusi gigi

(Okeson, 2008)
KESEJAJARAN GIGI DALAM LENGKUNG

– Bidang oklusi : semua puncak


cusp bukal dan tepi incisal gigi
cusp lingual cusp bukal dan
lingual lawan (bidang tidak datar)

– Kurva bidang oklusal :posisi gigi


dalam lengkung dengan berbagai
macam derajat inklinasi

(Okeson, 2008)
Mandibula

– Hubungan axial mesiodistal


– Angulasi gigi pada tulang alv
– Inklinasi : mesial
– Kurva : cekung

(Okeson, 2008)
Maksila

– Inklinasi
– Anterior : mesial
– Posterior : distal

– Kurva : cembung

(Okeson, 2008)
(Okeson, 2008)
(Okeson, 2008)
KESEJAJARAN GIGI ANTAR LENGKUNG

– Panjang lengkung RA > RB (128mm, 126


mm)
– Lebar lengkung RA > RB
– hubungan oklusal normal dari gigi posterior
adalah cusp bukal mandibular beroklusi
sepanjang central fossa dari gigi maksila &
cusp lingual maksila beroklusi sepanjang
daerah central fossa dari gigi mandibular

(Okeson, 2008)
– Hubungan oklusal melindungi
jaringan lunak disekitarnya

– Hub yg N : memaksimalkan
efisiensi otot dan
meminimalkan trauma jaringan
lunak

(Okeson, 2008)
– Cusp lingual RA& bukal RB posterior: supporting/ centric
cusp
– Menjaga jarak mx dan md: dimensi vertikal
– Luas (1/3) dan bulat : mastikasi

– Cusp bukal RA & lingual RB posterior: guiding/ noncentric


cusp
– Tajam (1/6)
– FOA (functional outer aspect) : memotong makanan
– Meminimalkan luka jaringan
– Menjaga bolus tetap di occlusal table
– Memandu gerak Md ke lateral, dan buka tutup mulut
(Okeson, 2008)
HUBUNGAN KONTAK OKLUSAL
BUKOLINGUAL

– Lengkung gigi dilihat dari


oklusal : garis khayal
diperluas melewati semua
puncak cusp bukal dari gigi
mandibular posterior
garis bukooklusal

(Okeson, 2008)
– garis khayal diperluas
melewati cusp lingual
gigi maksila posterior
garis linguooklusal

(Okeson, 2008)
– garis khayal ketiga
diperluas melewati
central developmental
groove dari gigi maksila
dan mandibular posterior,
garis central fossa dapat
terlihat
(Okeson, 2008)
– garis central fossa
terbentuk hubungan
kontak proksimal
– Lebih kebukal dari central
fossa embrasur lingual
lebih besar
(Okeson, 2008)
Hubungan bukolingual gigi posterior

– garis bukooklusal gigi


mandibular beroklusi dengan
garis central fossa dari gigi
maksila

– garis linguooklusal gigi maksila


beroklusi dengan garis central
fossa dari gigi mandibular.

(Okeson, 2008)
HUBUNGAN KONTAK OKLUSAL
MESIODISTAL
– Kontak puncak cusp dan central
fossa = alu &lumpang
– Kontak puncak cusp dan marginal
ridge
– Tampak lateral : tiap gigi beroklusi
dengan dua gigi lawan (kecuali I1
RBdan M3 RA)
– Hubungan gigi menjaga integritas
lengkung
– Gigi RB : lebih kelingual dan mesial (Okeson, 2008)
HUBUNGAN UMUM OKLUSAL GIGI
POSTERIOR
Kelas 1
– Cusp mesiobukal molar pertama
mandibular beroklusi pada daerah
embrasure antara premolar kedua rahang
atas dan molar pertama
– Cusp mesiobukal molar pertama maksila
berada di groove bukal molar pertama
mandibular
– Cusp mesiolingual molar pertama maksila
terletak di daerah central fossa dari molar
pertama mandibular. (Okeson, 2008)
Kelas II
– Cusp mesiobukal molar pertama
mandibular beroklusi pada daerah central
fossa molar pertama maksila
– Cusp mesiobukal molar pertama
mandibular berada di groove bukal dari
molar pertama maksila
– Cusp distolingual molar pertama maksila
beroklusi pada daerah central fossa dari
molar pertama mandibular.
(Okeson, 2008)
Kelas III
– Cusp distobukal molar pertama
mandibular terletak di embrasure
antara premolar kedua maksila dan
molar pertama.
– Cusp mesiobukal molar pertama
maksila terletak diatas embrasure
antara molar pertama dan kedua
mandibula
– Cusp mesiolingual molar pertama
maksila terletak di pit mesial molar
kedua mandibular (Okeson, 2008)
HUBUNGAN UMUM OKLUSAL
PADA GIGI ANTERIOR

– Gigi anterior RA : inklinasi lebih ke labial


(12-28 derjat)
– tepi insisal dari insisif mandibular
berkontak dengan permukaan lingual
insisif maksila
– 3 - 5 mm gigi anterior RB tertutupi gigi
anterior RA

(Okeson, 2008)
– Fungsi
– anterior guidance
– Memotong makanan
– Berbicara
– dukungan bibir
– estetika

(Okeson, 2008)
KONTAK OKLUSAL SELAMA
PERGERAKAN MANDIBULA
PERGERAKAN MANDIBULA PROTRUSIF

– mandibular bergerak lebih


maju dari ICP
– Gigi anterior
– kontak protrusive : tepi
insisal dan labial I RB – fossa
lingual dan tepi insisial I RA
guiding incline (GI)

(Okeson, 2008)
– Gigi posterior
– Kontak protrusive
– inklinasi distal cusp lingual
maksila dan inklinasi mesial
dari fossa dan marginal ridge
lawan
– inklinasi mesial cusp bukal
mandibular dan inklinasi
distal dari fossa dan marginal
ridge lawan (Okeson, 2008)
PERGERAKAN MANDIBULA
LATEROTRUSIF
Jika gerak ke lateral kiri:

– gigi posterior kiri RB bergerak ke arah lateral


melewati gigi lawan (kontak laterotrusif /
working contact)

– gigi posterior kanan RB akan bergerak kearah


medial melewati gigi lawan (kontak
mediotrusif / nonworking contact/balancing
contact) (Okeson, 2008)
PERGERAKAN MANDIBULA RETRUSIF

– mandibular bergerak kearah posterior dari


ICP (1-2 mm)
– cusp bukal RB bergerak kearah distal
melewati permukaan oklusal dari gigi RA
lawannya
– kontak retrusif
– inklinasi distal cusp bukal RB dan inklinasi
mesial dari fossa dan marginal ridge lawan
– inklinasi mesial RA dari central fossa dan
marginal ridge lawan (Okeson, 2008)
Gangguan Oklusi

– Gangguan adalah setiap gangguan atau perubahan pada fungsi


oklusal system mastikasi.
perkembangan fungsional

• maloklusi • maloklusi sekunder


• kurangnya perkembangan • fungsi unilateral dan fungsi
jaringan dentoalveolar yang berkurang
• perkembangan berlebihan • supra dan infrakontak
• celah palatum dan defek • interfensi tonjol
terkait • perubahan posisi interkuspa
• overclosure mandibula
• parafungsi
• atrisi permukaan oklusal
• impaksi makanan
• gangguan gigi tiruan
1. Maloklusi
malrelasi antara pertumbuhan dan posisi serta ukuran gigi

– Crowding rotasi gigi interferensi tonjol , relasi oklusal


tidak stabil
– >> overjet & overbite fungsi Insisivus tidak stabil
– Penyimpangan garis median interferensi tonjol
2. Kurangnya Perkembangan
Jaringan Dentoalveolar

– Umum : posterior overclosure mandibula


– Anterior : openbite o/k << pertumbuhan tulang
maksila

3. Perkembangan berlebihan
– Tulang kondilus >> openbite anterior
4. Celah Palatum Dan Defek
Terkait

– Respon sistem mastikasi : adapatasi


pergerakan gigi dan otot

5. Maloklusi sekunder
– Penyakit periodontium gigi tanggal
migrasi gigi
6. Fungsi Unilateral Dan Fungsi Yang
Berkurang

– Sakit gigi, gigi tajam, kelainan gingiva/ mukosa


mastikasi satu sisi kerusakan permukaan
oklusal nyeri sendi

7. Supra dan Infrakontak


– tumpatan atau mahkota memiliki kontur yang
berlebihan atau telah tereksfoliasi akibat abses
periodontium
8. Interfensi Tonjol

– kontak antara sebuah tonjol dan gigi antagonis yang menghalangi diperolehnya
gerak menutup maupun buka mulut

– Gigi-gigi yang dalam proses reposisi (sesudah tanggalnya gigi sebelahnya)


– Gigi-gigi yang menjadi goyang karena kerusakan pendukung periodontiumnya
– Gigi-gigi yang direstorasi kurang akurat (suprakontak)
– Gigi yang telah berpindah karena kebiasaan parafungsi
– Penyusunan gigi yang tidak tepat pada jembatan atau gigi tiruan

– Akibatnya : kontak awal dan pergeseran mandibula, prematur kontak


9. Perubahan Posisi Interkuspa

– Interfensi tonjol, keausan dan tanggalnya gigi nyeri sendi


mandibula

10. Overclosure mandibula


– IP yang dicapai ketika arah penutupan dari posisi istirahat
melebihi jarak antar oklusal (3-4 mm).
– Gigi posterior tanggal overclosure >> gerakkondilus
curam dan overbite
11. Parafungsi (bruksisme)

– bentuk gangguan emosional atau kecemasan

12. Atrisi permukaan oklusal


– kualitas diet, kebiasaan mengunyah , dan
kebiasaan parafungsi hilangnya dimensi
vertikal oklusal
13. Impaksi makanan

– berubahnya titik kontak antara dua gigi dan tonjol


pendukung antagonis yang beroklusi pada ruang
antara linggir marginal dari gigi-gigi yang terkena
– Gigi yang miring, marginal aus, embrasur atau
aproksimal restorasi tidak tepat.

14. Gigi tiruan


– Respon terbatas ( tidak ada akar dan periodontium)