Anda di halaman 1dari 21

Selfianti, S.

Ked

Pembimbing: dr. Yalta Hasanuddin Nuh, Sp. An

Kepanitraan Klinik Anestesi


RS Bhayangkara – FKIK UNIB
Bengkulu
2016
PENDAHULUAN
Distress
Efek samping obat-obat anastesi
Pernapasan

Dexmedetomidin

Propofol
PENDAHULUAN
Dalam studi Randomized Crossover healthy
volunteer, kombinasi obat sedasi dexmedetomidine
- propofol secara signifikan mengurangi hipoksia
53% dan hiperkapnia 86%

Sebagai dokter kita perlu mengetahui efek


depresi pernapasan pada dexmedetomidine
KRITERIA
Inklusi Eksklusi
Laki-laki sehat Penggunaan
banyak obat

Usia 18-40 IMT > 26


tahun
kg/m2

Tidak Alergi terhadap


merokok obat dalm
penelitian

IMT dalam
batas normal Riwayat OSA
VARIABEL
Grup Dexmedetomidine
• Induksi menggunakan infus bolus selama 10
menit
• Dosis 1,1 ug/kg
• Maintanance 0-1 ug/kg/jam

Grup Propofol
• Induksi menggunakan infus bolus selama 10
menit
• Dosis 750 ug/kg
• Maintanance 0-75 ug/kg/menit
STANDAR PENGUKURAN
• Target 2-4 dari 5 poin pada skala Observer’s
Assessment of Alertness/Sedation (OAA/S)  2-4
adalah sedasi sedang
• Level sedasi dinilai dengan Richmond Agitation
Sedation Scale (RASS) setiap 3 menit
• Monitoring dengan BIS VISTA monitor untuk
mengukur efek sedasi
• Parameter kardiorespirasi: HR, TD, SpO2, ETCO2,
FiO2, ETO2, airway pressure, airway flow)
Studi Protokol
• Relawan puasa makan 6 jam dan minum 2 jam
sebelum tindakan dimulai
• Pasien tidak mengonsumsi cafein dan alkohol
24 jam sebelum tindakan
• Pasien posisi supine, kepala ditinggikan 30°, IV
line dipasang pada vena cubiti (lengan),
• Pasien juga dipasang IV line untuk larutan
glukosa 2,5 % pada kontralateralnya.
ANALISA STATISTIK
• Pengukuran menggunakan ANOVA dengan 2
faktor yaitu waktu dan terapi
• Data OAA/S dan RASS dianalisis menggunakan
tes Mann – Whitney U
HASIL
PEMBAHASAN
Dexmedetomidine dapat
Α-adrenoseptor memiliki potensi
mengurangi durasi ventilasi selama
untuk mengurangi respon hipoksia
terjadinya hiperkapnia (Bellevile et
ventilasi (Foo IT et al, 1996)
al, 1992)

Perbandingan
dengan penelitian
sebelumnya

Dexmedetomidine memiliki efek Dexmedetomidin dan propofol


minimal terhadap penurunan SpO2, sedasi derajat sedang dan dapat
minute volume, dan tidal volume diukur dengan baik pada skala BIS
(Hsu YW et al, 2004) (Ebert TJ et al, 2000)
KELEBIHAN PENELITIAN
• Merupakan Randomized crossover study design
• Sample homogen: laki-laki
• Memenuhi standar kondisi baik waktu dan
tindakan pada masing-masing responden
• Menggunakan pengukuran skala sedasi,
pengukuran konsentrasi obat dalam plasma dan
BIS
• Ditemukan hasil yang sama-2 baik pada ke2 obat
anestesi dengan modalitas monitor
KEKURANGAN PENELITIAN
• Kurangnya blinded of study drug  kemungkinan
bias
• Hipoksia ventilasiimeningkat sebelum diberikan
dexmedetomidine dan propofol
• Dari hari ke hari, terdapat respon hipoksia
ventilasi sekitar 20-50% , tetapi masih di bawah
rata2
• Gold standar dari pengukuran level CO2 yaitu
computerized dinamic end tidal forcing, tetapi
kami hanya menggunakan manual
KESIMPULAN
• Sedasi dengan menggunakan
dexmedetomidine dapat mengurangi
terjadinya hipoksia dan hiperkapnia hampir
sama dengan propofol
• Induksi Dexmedetomidine dan propofol sama
– sama menyebabkan UAO dan episode apnea
maka diperlukan monitoring respirasi