Anda di halaman 1dari 15

PENANGANAN PROMOTIF PASIEN

DIABETES MELITUS
Disusun oleh:

Nurfajrin Saputri C111 13 065


Dwiwanti C111 13 080
Hasrini C111 13 369
Siti Nuraina Nadhirah Bt Cha Rashid C111 13 814

DEPARTEMEN ILMU KESEHATAN MASYARAKAT


KEPANITERAAN KLINIK
UNIVERSITAS HASANUDDIN
2018
EPIDEMIOLOGI

Amerika 62 juta
penyandang diabetes
Eropa : 64 juta peny
andang diabetes

Asia Tenggara: 96 juta


penyandang Diabetes
Afrika: 25 juta

422 juta orang yang berusia 18 tahun keatas hidup dengan Diabetes
DEFINISI
Diabetes Mellitus merupakan suatu kelompok
penyakit metabolik dengan karakteristik hiperglikemia
yang terjadi karena kelainan sekresi insulin, kerja
insulin atau kedua-duanya.
Faktor Risiko Diabetes Mellitus
1. Faktor Keturunan
2. Aktivitas fisik yang kurang
3. Perempuan yang pernah
melahirkan bayi dengan
berat >4 kg
4. Hipertensi (>140/90 mmHg)
5. Kegemukan
6. Penyakit Jantung
7. Usia >45 tahun
Gejala

Banyak kencing Banyak makan

Penurunan berat badan


Selalu haus
GEJALA DIABETES
TATALAKSANA
• Tujuan jangka pendek : menghilangkan keluhan DM,
memperbaiki kualitas hidup, dan mengurangi risiko
komplikasi akut.
• Tujuan jangka panjang : mencegah dan menghambat
progresivitas penyulit mikroangiopati dan makroangiopati.
• Tujuan akhir pengelolaan adalah turunnya morbiditas dan
mortalitas DM.
PENCEGAHAN
 Primordial prevention
• Mempertahankan pola makan masyarakat yang masih tradisional
dengan tidak membudayakan pola makan cepat saji
• Membudayakan kebiasaan puasa senin dan kamis
• Intervensi terhadap aktifitas fisik dengan mempertahankan
kegiatan-kegiatan masyarakat sehubungan dengan aktivitas fisik
berupa olahraga teratur (lebih mengarahkan kepada masyarakat
kerja) dimana kegiatan-kegiatan masyarakat yang biasanya aktif
secara fisik seperti kebiasaan berkebun sekalipun dalam lingkup
kecil namun dapat bermanfaat sebagai sarana olahraga fisik.
• Menanamkan kebiasaan berjalan kaki kepada masyarakat
 Primary Prevention
• Mempertahankan perilaku makan sehari-hari yang sehat
dan seimbang
• Program penurunan berat badan
• Latihan jasmani
• Menghentikan kebiasaan merokok
• Pada kelompok dengan risiko tinggi diperlukan
intervensi farmakologis
Secondary prevention
Sasaran utama pada mereka yang baru terkena penyakit
atau yang terancam akan menderita penyakit tertentu me
lalui diagnosa dini serta pemberian pengobatan yang ce-
pat dan tepat
Tertiary prevention
Tujuan utama adalah mencegah proses penyakit
lebih lanjut, seperti perawatan dan pengobatan khusus pada
penderita diabetes mellitus, tekanan darah tinggi, gangguan
saraf serta mencegah terjadinya cacat maupun kematian
karena penyebab tertentu, serta usaha rehabilitas
Pemeriksaan pemantauaan yang diperlukan untuk penyulit ini meli-
puti beberapa jenis pemeriksaan, yaitu:
 Mata, pemeriksaan mata secara berkala setiap 6-12 bulan.
 Paru, pemeriksaan berkala foto dada 1-2 tahun atau kalau ada ke
luhan batuk kronik
 Ginjal, pemeriksaan berkala urin untuk mendeteksi adanya prote
in dalam urin.
 Kaki, pemeriksaan kaki secara berkala dan penyuluhan cara
perawatan kaki yang sebaik-baiknya untuk mencegah timbulnya
kaki diabetik dan kecacatan yang mungkin ditimbulkannya.
Populasi Populasi Populasi
Sehat Berisiko DM DM

Pengendalian FR DM Pengendalian DM dan Komplikasi


Promosi Kesehatan
Terintegrasi

-Lingkungan Deteksi Dini Faktor Penatalaksanaan Pencegahan


Kondusif KTR, Risiko Dm kasus DM: Komplikasi dan
Sarana OR dll -Hipertensi Rehabilitasi:
-Gaya hidup Sehat: -Kegawatdaruratan
-Dislipidemia -Rehabilitasi Medik
 Tidak merokok -Rawat jalan -Home care, survivor
-Hiperglikemia -Rawat inap
 Cukup aktivitas -Merokok stroke dan
-Tindakan Medik neurorestorasi
fisik -Obesitas -Tatalaksana -Monitoring dan
 Diit yang sehat -Diagnosis dini -Patuh PTM pengendalian FR
-Perilaku cerdik -Tatalaksana dini -Perawatan kaki DM
-Rujukan
-Deteksi dan Tinjut -PATUH PTM -Diet Sehat
dini/konseling FR -PANDU PTM -Senam PTM
-Rujukan -Rujukan -Rujukan

POSBINDU PTM YAN PTM DI RUMAH SAKIT/PPK II FASYANDAS


MASYARAKAT POSBINDU PTM
DAN III
MASYARAKAT

Surveilans FR-PTM di Masyarakat-SP2TP Survei/Registri PTM-SIRS


DAFTAR PUSTAKA
• WHO. 2016. Global Report on Diabetes. http://www.int/diabetes/publications/grd-2016/en/. Diunduh 14 Mei 2018
• IDF. 2016. Diabetes Prevention. http://www.idf.org/prevention.
• Departemen Kesehatan Republik Indonesia. 2014. Situasi dan analisis Diabetes.
www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-diabetes.pdf. Diunduh pada tanggal 14 Mei 2018.
• PERKENI. 2015. Konsensus Pengelolaan dan Pencegahan Diabetes Mellitus Tipe 2 di Indonesia.

http://Pbperkeni.or.id/indexphp?menu=unduh&item=panduan. Diunduh 13 Mei 2018.


• CDC. Women at High Risk for Diabetes: Physical Activity, Healthy Eating, and Weight loss.

www.cdc.gov/diabetes/library/factsheets.html. Diunduh pada tanggal 15 Mei 2018.


• Kaban, Sempakata. 2007. Diabetes Tipe 2 di Kota Sibolga Tahun 2005. Majalah Kedokteran Nusantara Volume 40 No.2 Juni
2007
• Susan, dkk. 2006. Family History of type 2 diabetes: A population –based tool for Prevention?. American College of Medical
Genetics. Vol. 8. No.2, February 2006
• Diabetes UK. 2010. Diabetes in the UK 2010: Key Statistic on Diabetes.
• Rakhmadany, dkk. 2010. Makalah Diabetes Melitus. Jakarta : Universitas Islam Negeri
• Hasnah. 2009. Pencegahan Penyakit Diabetes Mellitus Tipe 2. Media Gizi Pangan, Vol. VII, Edisi 1, Januari-Juni 2009