Anda di halaman 1dari 14

Sejarah Islam

Khalifah Ali Bin Abi Thalib

Disusun Oleh Kelompok 4 :


Nama : Saripah
Npm : 14.07.0241
Nama ; Suradi
Npm : 14.07.0255
A. Biografi Khalifah Ali Bin Abi Thalib

 Ali bin Abi Thalib lahir sekitar 13 Rajab 23 pra


hijriah/599- wafat 21 rahmadhan 40 hijriah /661,
adalah salah seorang pemeluk Islam pertama
dan juga keluarga dari nabi Muhammad. Menurut
islam sunni, ia adalah khalifah terakhir dari
Khulafaurrasyidin. Sedangkan syi’ah berpendapat
bahwa ia adalah imam sekaligus khalifah
pertama yang dipilih oleh Rasulullah Muhammad
SAW.
Kelahiran
Ali dilahirkan di Mekkah, daerah Hejaz, jazirah arab,
pada tanggal 13 rajab. Menurut sajarawan, Ali di
lahirkan 10 tahun sebelum di mulai nya kenabian
Muhammad, sekitar tahun 599 masehi atau 600
(perkiraan).
Kehidupan awal
Ali dilahirkan dari ibu yang bernama Fathimah binti
Asad, dimana Asad merupakan anak dari Hasyim,
sehingga menjadikan Ali, merupakan keturunan Hasyim
dari sisi bapa dan ibu.
Masa Remaja
Ketika nabi Muhamad SAW menerima wahyu, riwayat-
riwayat lama seperti Ibnu Ishaq menjelaskan Ali adalah
lelaki pertama yang mempercayai wahyu tersebut
atau orang kedua yang percaya setelah Khadijah istri
Nabi sendiri.
Kehidupan di mekkah sampai hijrah ke madinah
Ali bersedia tidur di kamar Nabi untuk mengelabui
orang-orang Quraisy yang akan menggagallkan
hijrah Nabi. Sehingga Nabi berhasil meoloskan diri ke
Madinah bersama Abu Bakar

Perkawinan
Setelah masa hijrah dan tinggal di Madinah, Ali
dinikahkan Nabi dengan puteri kesayangannya
Fatimah Az-Zahra yang banyak dinanti para
pemuda. Dengan pertimbangan Ali adalah
keturunan Bani Hasyim.
B. Proses Pembaitan Ali bin Abi Thalib
Setelah terbunuhnya Usman, kaum muslimin
meminta kesediaan Sayidina Ali untuk di baiat
menjadi khalifah. Mereka beranggapan bahwa
kecuali Ali, tidak ada lagi yang patut menduduki
kursi khalifah setelah Usman.
C. Kepemimpinan Khalifah Ali bin Abi Thalib
Dalam menjalankan kepemerintahan Ali melakukan
kebijakan politik seperti sebagai berikut :
1. Menegakkan hukum finansial yang dinilai
nepotisme yang hampir mengusai seluruh sektor
bisnis.
2. Memecat gubernur yang di angkat Usman bin
Affan dan menggantinya dengan gubernur baru.
3. Mengambil kembali tanah-tanah negara yang di
bagi-bagikan Usman bin Affan kepada
keluarganya, seperti hibah dan pemberian yang
tidak di ketahui alasan nya secara jelas dan
memfungsikan kembali Baitul Maal.
D. Karomah Syaidina Ali bin abi Thalib
1. Karomah yang pertama:
Diriwayatkan oleh imam baihaqi, Sa’id ibnu Musayab
berkata : “pernah kami bersama Sayidina Ali bin Abi
Thalib berbicara dengan salah ahli kubur di salah satu
pekuburan di kota Madinah.

2. Karomah yang kedua :


Di riwayatkan oleh imam Tajus Subki di dalam kitab
Thabaqat bahwa Sayidina Ali bin Abi Thalib ketika sedang
berada di dekat Ka’bah, beliau mendoakan kesembuhan
seseorang yang lumpuh separo dan seketika orang itu
bangkit seperti orang yang sehat.
3. Karomah yang ketiga :
Ada seorang budak berkulit hitam yang mencuri sesuatu
barang milik orang lain, Sayidina Ali memerintahkan utk
memotong tangan budak hitam tersebut. Budak tsb
memuji Ali krn merasa telah diselamatkan dari siksa
neraka. Mendengar itu, kemudian Sayidina Ali
melekatkan kembali potongan tangannya yg terpotong
dan berdoa kpd Allah memohon agar kembali spt
semula. Seketika tangan yang terpotong telah
tersambung spt semula bahkan lebih indah.
4. Karomah yang ke empat :
Dalam kitab Is’affu Raghibin Shabban meriwayatkan
bahwasanya pada suatu hari ketika Rasulullah sedang
menyuruh Abuzar Alghifari untuk memanggil Sayidina Ali
bin Abi Thalib, kemudian Abu Zar bergegas pergi kerumah
Sayidina Ali, begitu sampai di rumah Abu Zar terheran-
heran melihat gilingan gandum bekerja sendiri tanpa
seorangpun yang mengerjakannya.
E. Perang –perang
Masa pemerintahan Ali tidak lepas dari berbagai
macam pemberontakan. Ali berusaha
memedamkan perlawanan sesama muslim tersebut
yang di dalam nya terlibat para sahabat senior.
• Perang jamal ( unta )
Janda rasulullah SAW., putri Abu Bakar Siddiq. Aisyah
ikut dalam peperangan dengan mengendarai unta.
Disebabkan karena keinginan dan nafsu Abdullah
bin Zubair dan Thalhah, bernafsu besar untuk
menduduki kursi khalifah dan kemudian menghasut
Aisyah sebagai ummul mukminin yang benci
terhadap Ali untuk segera memberontak terhadap
Ali bin Abu Thalib.
 Perang Shiffin dan Tahkim
Yaitu perang pasukan Ali dengan pasukan
pendukung Muawiyah yang berlangsung di Shiffin
pada bulan Shafar tahun 37 H./658M.
Berakhir dengan arbitrase atau Tahkim yang secara
politik merugikan Ali dan menguntungkan Muawiyah
 Kesimpulan
Perang saudara yang terjadi pada masa Ali yang
tercatat dalam lembaran hitam sejarah islam dan
menjadi kemunduran pergerakan islam.
o Saran
Menyikapi khilafiyah atau perbedaan antara para
sahabat, janganlah sampai menimbulkan
permusuhan atau mencari mana yang lebih baik.
Hormati segala perbedaan karena menjaga
ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathaniyah
sangatlah penting. Karena “ikhtilaafu ummatii
rahmat” “perbedaan pendapat ummatku
hendaknya menjadi rahmat. “ (HR. Baihaqy)
Dan penting juga kita ajari anak cucu kita belajar
agama dengan baik.
SEKIAN