Anda di halaman 1dari 21

PROSPEK JASA KONSTRUKSI DAN

PERKEMBANGAN KEBIJAKAN
PENGATURAN

DR. PM

Jakarta, 30 SEPTEMBER 2013


Prospek Jasa Konstruksi ke Depan
2

 Aspek Legal; Perbaikan Regulasi

 Nilai Kapitalisasi; cenderung meningkat

 Alokasi Anggaran pemerintah; cenderung meningkat.

 Kondisi pasar konstruksi di Indonesia menunjukkan terbesar kedua di Asia


setelah China

 Target Pertumbuhan Ekonomi; Lapangan Kerja; Penurunan angka kemiskinan

 Adanya Instrumen pendukung; (MP3EI) 2011-2025

 Jasa Konstruksi ke depan sangat PROSPEKTIF


DATA PASAR KONSTRUKSI NASIONAL

Tahun 2012 Tahun 2013


Dana
Gabungan
PMA Rp 18 Rp 26
Triliun APBN PU Triliun Dana
Rp 56 Gabungan APBN PU Rp
Triliun APBN Non Rp 80 Triliun 80 Triliun
PU Rp 33
PMDN Triliun PMA Rp APBN Non
Rp 22
30 Triliun PU Rp 33
Triliun
Triliun

PMDN Rp
36 Triliun
BUMN Rp APBD Rp APBD Rp 36
94 Triliun 33 Triliun BUMN Rp Triliun
BUMD Rp BUMD Rp 6 84 Triliun
370 Miliar Triliun

Total kapitalisasi tahun 2012 sebesar Rp Total kapitalisasi tahun 2013 sebesar Rp
300 Triliun 390 Triliun

Sumber: Website SISDI, Update 2 Januari 2013


Bagaimana Kesiapan Penyedia Jasa Konstruksi?
HAKEKAT Dan Tujuan Pengaturan Jasa Konstruksi

 Memberikan arah pertumbuhan dan perkembangan jasa


konstruksi
 Mewujudkan struktur usaha yang kokoh, andal, berdaya saing
tinggi
 Hasil pekerjaan konstruksi yang berkualitas

 Tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi


 Kesetaraan kedudukan antara pengguna jasa dan penyedia
jasa
 Peningkatan kepatuhan pada ketentuan peraturan perundang-
undangan yang berlaku

 Peningkatan peran masyarakat di bidang jasa konstruksi.


KEBIJAKAN JASA KONSTRUKSI
Terkait Pelelangan
TAKSONOMI USAHA JASA KONSTRUKSI

JENIS USAHA BENTUK USAHA BIDANG USAHA

1. Usaha Perencanaan 1. Orang Perseorangan 1. Arsitektural


2. Usaha Pelaksanaan 2. Badan Usaha 2. Sipil
3. Usaha Pengawasan 3. Mekanikal
PERSYARATAN USAHA 4. Elektrikal
1. Memiliki izin usaha 5. Tata Lingkungan
2. Memiliki sertifikat, klasifikasi,
Persyaratan Personil dan kualifikasi usaha
3. Usaha orang perseorangan :
1. Perencana, Pengawas, memiliki sertifikat ketrampilan
Tenaga Tertentu : kerja dan sertifikat keahlian
memiliki sertifikat kerja
keahlian
2. Tenaga Teknik : TANGGUNG JAWAB PROFESI
memiliki sertifikat Berlandaskan prinsip:
ketrampilan dan 1. Keahlian sesuai kaidah
keilmuan
PERMEN
keahlian kerja
2. Kepatutan dan kejujuran
intelektual
08/2011
8
Permenpu 08/2011
Subklalifikasi Usaha

 Klasifikasi pelaksana dibagi menjadi ... Subklasifikasi


 Klasifikasi konsultan dibagi menjadi ... Subklasifikasi

Subkualifikasi Usaha Variabel


subkualifikasi Kekayaan
bersih
BUJK

PELAKSANA KONSULTAN Paket


Batasan (batasan
Jumlah Sub nilai dan
jumlah
K1 K1
Klasifikasi paket

K2
Sub sesaat)

K2 Kualifikasi
K3
M1 M1
M2
M2
B1 Personalia Pengalaman

B2 B
KLASIFIKASI & KUALIFIKASI TENAGA KERJA
KONSTRUKSI
Bagaimana KONVERSI Klasifikasi & Kualifikasi
Yang Lama menjadi Klasifikasi & Kualifikasi?
Apa Kebijakan aktual pengaturan Jasa
Konstruksi?
PERUBAHAN KEBIJAKAN PENGATURAN
PP 28 Tahun 2000 Menjadi PP 4/2010
• Lembaga hanya ada satu: LPJK
• Pengurus Lembaga adalah wakil dari unsur yang memenuhi persyaratan/kriteria
Kelembagaan dan dikukuhkan oleh Menteri/Gubernur
• Tata cara pemilihan Pengurus, masa bakti, TUSI, dan mekanisme kerja lembaga
diatur oleh Menteri

• Pelaksana  ASMET menjadi Bangunan Gedung, Sipil,


Pembidangan Mekanikal/Elektrikal, dan Jasa Pelaksana Lainnya
Usaha • Konsultan  ASMET menjadi Arsitektur, Rekayasa, Penataan
Ruang, Jasa Konsultansi lainnya

• Sertifikasi langsung dilakukan oleh Lembaga melalui Unit


Sertifikasi Sertifikasi

• Pemerintah memberikan dukungan kesekretariatan Lembaga


Sekretariat meliputi dukungan administrasi, teknis, dan keahlian
PEMBENTUKAN USTK NASIONAL & PROVINSI
SERTA KEWENANGANNYA (PP 4/2010)
PUSAT PROVINSI

LPJK-N Lisensi Masyarakat Jasa


LPJK-P
Konstruksi

Kesekretarian Kesekretarian
LPJK-N LPJK-P

Unit Sertifikasi TK Unit Sertifikasi TK Unit Sertifikasi


TK Bentukan
Lisensi Masyarakat

•T Ahli Utama •TA Muda dan Madya


•T Ahli Asing •T Terampil

14
SELINTAS PROSES PEMBERIAN LISENSI USTK

LPJKN
INSTRUKSI
6
2
MENGAJUKANPERMOHONAN

REKOMENDASI REKOMENDASI

RENCANA KOMITE LISENSI


ASESMEN
(BAPEL) DEWAN LISENSI
7

MENUNJUK LAPORAN
3 5

SURVAILEN
TIM LISENSI ASSESSMEN

KETUA (1) – PENDUKUNG (1) – ASESOR (3)


1
ASSESSMEN/ 4
RE-ASSESSMEN

UNIT SERTIFIKASI TENAGA KERJA PROVINSI / MASYARAKAT


15
KEBERADAAN ASESOR DALAM
UNIT SERTIFIKASI TENAGA KERJA Pengarah 1. Unsur Pengarah

Kepala
2. Unsur Pelaksana
16 Pelaksana

Bidang Bidang Manajemen


Administrasi Mutu

BIDANG BIDANG MEKANIKAL/ BIDANG TATA


BIDANG SIPIL LINGKUNGAN DAN
ARSITEKTUR ELEKTRIKAL
MANAJEMEN
PELAKSANAAN

Sub Bidang
Standarisasi Sub Bidang Sub Bidang
Standarisasi Standarisasi Sub Bidang
Sub Bidang Standarisasi
Sertifikasi Sub Bidang
Sub Bidang
Sertifikasi
Sertifikasi Sub Bidang
Sertifikasi

•Pengarah adalah terdiri dari perwakilan


stakeholder yang memerlukan Badan Usaha 3. Asesor
yang mampu
ASESOR
ASESOR BADAN
•pengarah bertanggung jawab kepada Lembaga atas USAHA
keberlangsungan Unit Sertifikasi dengan menetapkan BADAN
ASESOR
visi, misi, dan tujuan Unit Sertifikasi dan program USAHA
KOMPETENSI
kerja, anggaran belanja, mengangkat dan
memberhentikan pengurus Unit Sertifikasi.
SBU/SKA/SKT MANA YANG BOLEH
DIGUNAKAN UNTUK MENGIKUTI
TENDER 2013?
SE MENTERI PU NOMOR: 10/SE/M/2012
SBU/SKA/SKT Yang Dapat Digunakan dan Berlaku Dalam Pengadaan Pekerjaan
Konstruksi Dan Jasa Konsultasi TA 2013

30 September 2011

 SBU/SKA/SKT yang habis


SBU/SKA/SKT yang terbit
masa berlakunya setelah 30
sebelum 30 Sep 2011 dan
Sep 2011 dan sudah
masa berlakunya belum
diperpanjang oleh LPJK sesuai
habis harus di Registrasi
PP Nomor 92 Tahun 2010
ulang di LPJK sesuai
 SBU/SKA/SKT Baru yang
Peraturan Pemerintah
diterbitkan LPJK sesuai PP 92
Nomor 92 Tahun 2010.
Tahun 2010
Catatan:
- Perubahan Kualifikasi bisa dilaksanakan kalau USBU & USTK sudah terbentuk
- Boleh Pindah asosiasi
- Pelaksanaan penerbitan SBU/SKA/SKTK menggunakan SIKI-Online
- BAGAIMANA UNTUK 2014?
IMPLEMENTASI SIKI LPJK
Peraturan LPJK no. 7,8,9/2012 & 4,5 Tahun 2013
19
 Informasi Terbuka
o Status proses sertifikasi dan registrasi
o Pemutakhirkan data dan informasi terkini setiap saat
o Dapat digunakan sebagai bukti telusur keabsahan SKA/SKTK
 Informasi Tertutup
o Unggah dan unduh data terintegrasi antara Asosiasi profesi / diklat dengan
LPJKN/LPJKP dengan USTK/USTK-M .
o Data monitoring LPJKN atas kinerja operasional pelayanan sertifikasi dan registrasi
kepada masyarakat dan kinerja asosiasi dalam melakukan layanan kepada Tenaga Kerja.
 Kriteria Penilaian
o Data Tenaker sebagai Rekomendasi evaluasi kpmpetensi berdasar CPD
 Tahapan Serifikasi dan Registrasi
o Proses akhir tidak dapat terjadi bila proses sebelumnya belum dilaksanakan
o Setiap penanggung jawab proses hanya mendapat akses kewenangannya
 Perubahan dan penggunaan data oleh pihak ketiga
o Database Badan Tenaker tidak dapat dirubah setelah diterima LPJK
o Akses ke SKA atau SKTK ter registrasi oleh pemilik SKA atau SKTK
IMPLEMENTASI SIKI LPJK
Pemenuhan Informasi Terbuka kepada Publik

20
TERIMA KASIH