Anda di halaman 1dari 65

Mata Kuliah MPK

Iksan, S.Pdi, M.Pd


1. Hadir tepat waktu
2. Terlambat 20 menit tidak diperkenankan absen.
3. Mahasiswa yang memakai kaos oblong dan sandal jepit tidak diperkenankan
masuk.
4. 75 % kehadiran dari 16 kali pertemuan = ?
5. Tugas Kelompok/Mandiri 2 kali. Acuan Penilaian:
 Isi
 Sistimatika
 Kerapian
 Sama isi dan lain-lain tidak dberi nilai.
6. Middle Test
7. Final Test
Rumus : Nilai = Hdr + 2Tgs + Mid + Fin
5

www.themegallery.com
ISLAM
Salima/ salama yang berakar pada kata
silm dan salm artinya kedamaian, Tujuan dan fungsinya untuk
kesejahteraan, keselamatan, menyelamatkan manusia dari
penyerahan diri, dan kepatuhan. kesyirikan, ketidakadilan,
Islam adalah menyerahkan diri kezholiman manusia terhadap
sepenuhnya kepada ALLAH dengan manusia lainnya serta
mengesakannya dan melaksanakan menyelamatkan manusia dari
syariatnya dengan penuh ketaatan dan
melepaskan diri dari kesyiirikan.
siksaan di akhirat.

Kekufuran Sekulerisme
www.themegallery.com
 Agama islam ialah apa yang diturunkan
didalam alquran dan yang tersebut dalam
sunnah yang shahih, berupa perintah dan
larangan serta petunjuk untuk kebaikan
manusia di dunia dan akhirat.

www.themegallery.com
 sebuah institusi atau badan negara harus
berdiri terpisah dari agama atau
kepercayaan.

www.themegallery.com
 "Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan
berpegang teguh kepda (agama)-Nya, niscaya Allah akan
memasukan mereka ke dalam rahmat yang besar dari-Nya
(Syurga) dan limpahan karunia-Nya. Dan sesungguhnya
mereka kepada jalan yang lurus (untuk sampai) kepada-
Nya." (Q.S An Nisaa : 175)

 Dari kedua ayat Alquran tersebut dapat dipahami bahwa


Allah SWT menurunkan Islam sebagai rahmat kepada
alam semesta, khususnya umat manusia. Islam sebagai
rahmat (karunia Allah yang mendatangkan manfaat) bagi
umat manusia karena tujuan Islam adalah agar umat
manusia memperoleh Ridho Allah, bahagia dunia - akhirat.

www.themegallery.com
 Edukatif
 Penyelamat
 Perdamaian
 Sosial kontrol
 Pemupuk rasa solidaritas
 Kreatif/inofatif

www.themegallery.com
Al Quran

Sunnah/Hadits

Ijma/Ijtihad
 Pengertian
Al Quran secara bahasa berarti sesuatu yang
dibaca. Berasal dari kata qara`a, yaqrau, iqra.

secara istilah Al quran adalah kalam Allah


yang diturunkan kepada Nabi Muhammad
berbahasa arab yang diturunkan secara
berangsur – angsur sebagai pedoman hidup
manusia.
Pengertian
hadits berarti khabar atau berita yang berasal
dari nabi yang di sampaikan dari mulut kemulut.
Secara istilah Hadits adalah semua perkataaan,
perbuatan dan ketetapan nabi .
Sunnah beaarti jalan yang dijalani, terpuji atau
tidak. Atau tradisi walaupun tidak baik.
Sunnah berarti suatu perbuatan yang dilakukan
secara kontinu, kebiasaan yang dilakukan oleh
Nabi.
 Shahih berarti sehat atau benar. Hadits shahih
adalah hadits yang diakui kebenarannya baik
dari segi sanad, matan, dan rawi.
 Hasan berarti sesuatu yang baik dan cantik.
Hadits hasan ialah hadits yang muttasil
sanadnya, diriwayatkan oleh rawi yang adil dan
dhabit. Tetapi dibawah hadits shahih. Dan hadits
itu tidak terdapat keraguan dan cacat (illat).
 Dha`if adalah hadits yang lemah yang tidak
memenuhi kriteria hadits hasan.
 Shahih adalah hadits yang tidak terdapat
celanya baik dari segi sanad matan maupun
perawinya.
 Hasan adalah hadits yang salah satunya cacat
baik dari segi sanad, matan atau rawinya.
 Ahad adalah hadits yang diriwayatkan oleh
satu orang satu orang.
 Sanad yaitu mata rantai orang yang
menghabarkan hadits yang biasanya
disandarkan kepada para sahabat dan tabiin.
 Matan yaitu isi atau redaksi hadits
 Rawi orang yang meriwayatkan hadits atau
orang memberitakan suatu untuk ditulis
dalam suatu kitab.
 Ijtihad kesepakatan para ulama tentang suatu
perkara atau hal yang tidak terdapat
kepastian hukumnya baik di dalam al Quran
maupun assunnah/ hadits.
Segala sesuatu yang berkaitan dengan
kehidupan keduniaan dan keukhrawian

www.themegallery.com
Ke-Esa- Sifatnya IBADAH
an Allah dunia NYA
dan
akhirat
www.themegallery.com
 Pengertian Manusia dan Hakekatnya.
Manusia adalah makhluk yang diciptakan
oleh Allah yang terdiri dari jasad dan ruh.
Hakekat manusia bidimensional :
Jasad/ tanah  Makan
Simnol kerendahan dan kehinaan.
Ruh  ....
Simbol Ketuhanan dan Spiritualitas.

www.themegallery.com
• Charles R. Darwin; adalah binatang yang terjadi dari sebab-sebab
mekanis
• Sigmund Freud; adalah makhluk yang memiliki perilaku hasil
interaksi antara Id bilogis, Ego psikologis dan Super Ego sosial.
• Behaviorisme; adalah homo mechanicus – perilaku ma-nusia
terbentuk sebagai hasil pembelajaran dengan ling-kungan
• Kognitif; adalah homo sapiens – selalu berusaha mema-hami
lingkungannya.
• Humanisme; adalah homo ludens, berperilaku untuk mem-
pertahankan, meningkatkan dan mengaktualisasikan diri
• Aristoteles; adalah hewan yang berakal sehat, menge-luarkan
pendapat, dan berbicara berdasar akal pikiran.
www.themegallery.com
www.themegallery.com
 Konsep Basyar, adalah makhluk sekedar berada
(being), biologis, statis, seperti hewan.
 Konsep Insan, adalah makhluk yang menjadi
(becoming), psikologis, spiritualis, yang
bergerak ke arah kesempurnaan.
 Konsep An-Naas, adalah yang menunjuk kepada
semua manusia sebagai makhluk sosial.
 Banu Adam, sebagai anak keturunan adam yang
merupakan manusia yang pertama.

www.themegallery.com
Air
Kun Mani
fayakun
Tanah

www.themegallery.com
• Akal, qalbu • Sombong
dan indra • Khilaf
• Free will, Fujur • Lupa
dan Taqwa • Takabur dll.
Potensi Kelemahan

www.themegallery.com
1. Mempunyai kecenderungan dekat dengan
Allah ~ sadar akan kehadiran-Nya.
2. Dikarunia pembawaan yang mulia dan
bermartabat.
3. Mempunyai kesadaran moral yg dapat
membedakan antara baik & jahat.
4. Jiwanya tidak akan damai kecuali dengan
mengingat Allah.
www.themegallery.com
Kata “Iman” berasal dari bahasa Arab “al-Iman”
‫أ‬
)‫(اإليمان‬. Kata ini diderivasi dari kata ‫ المن‬lawan kata ‫الخوف‬.
‫أ‬
Dari kata ini diturunkan kata ‫ المانة‬lawan kata ‫ الخيانة‬dan
‫ اإليمان‬lawan kata ‫الك فر‬.
Ragam pengertian Iman:
 Membenarkan dalam hati, meyakini dalam
hati, dan mengucapkan atau mengikrarkan
dengan lisan.
 Membenarkan rasul dengan segala apa yang
datang dari Tuhannya.
25
 Membenarkan apa yang telah digam-barkan
atau dideskripsikan oleh Allah tentang diriNya,
rasul-rasulNya, dengan tidak perlu
pembahasan, tidak dibantah dan tidak perlu
dipersoalkan, tidak ada penyerupaan,
perumpama-an, serta tidak perlu ditafsirkan
dan dita’wilkan.

26
Apakah iman itu tashdiq (membenarkan dalam
hati), atau iqrar (pernyataan lisan), atau ‘amal
(perbuatan)?
 Ibnu ‘Abbas dan Abu Ja’far ar-Razi: Iman adalah tashdiq.
 Ibnu Jarir: Iman adalah tashdiq, iqrar, dan ‘amal.
 Ibnu Mas’ud : Asal dan dasar iman adalah yakin, yakin
diperoleh dengan ma’rifah (ilmu).

27
 Ulama Salaf: Iman adalah tashdiq, iqrar, dan ‘amal
(sebagai penyempurna).
 Murji’ah: Iman adalah tashdiq dan iqrar.
 Karamiah: Iman adalah ‘amal.
 Muktazilah:Iman adalah tashdiq, iqrar, dan ‘amal
(sebagai syarat sah).
 Asy’ariah: Iman adalah tashdiq, iqrar dan ‘amal adalah
cabang dari iman.
 Maturidiah: Iman adalah tashdiq dan iqrar.

28
Mu’tazilah: Kewajiban mengetahui Tuhan dapat diketahui akal =
Iman tidak berarti tashdiq, iman tidak pasif tetapi aktif.
 ‘Abd al-Jabbar: Iman bukanlah tashdiq dan bukan pula ma’rifah,
tetapi ‘amal yg timbul sebagai akibat dari mengetahui Tuhan.
Iman adalah pelaksanaan perintah2 Tuhan.
Asy’ariyah: Kewajiban mengetahui Tuhan hanya dapat diketahui
melalui wahyu = Iman bukanlah merupa-kan ma’rifah atau ‘amal
tetapi tashdiq.
 Al-Baghdadi: Iman ialah tashdiq tentang adanya Tuhan, rasul2
dan berita yang mereka bawa.

29
Maturidiah Samarkand: Kewajiban mengetahui Tuhan dapat
diketahui akal = Iman lebih dari tashdiq.
 Al-Maturidi: Iman adalah mengetahui Tuhan dalam ke-Tuhan-
anNya; ma’rifah adalah mengetahui Tuhan dengan segala
sifatNya; tauhid adalah mengetahui Tuhan dalam ke-Esa-
anNya.
Maturidiah Bukhara: Kewajiban mengetahui Tuhan hanya dapat
diketahui melalui wahyu = Iman tidak bisa mengambil bentuk
ma’rifah atau ‘amal tetapi haruslah merupakan tashdiq.
 Al-Bazdawi: Iman adalah menerima dalam hati dgn lidah bahwa
tidak ada Tuhan selain Allah dan tidak ada yang serupa
denganNya.

30
Kata “Kufur” berasal dari bahasa Arab al-Kufr )‫(الك فر‬. Kufur
adalah lawan dari Iman. Pelakunya disebut Kafir )‫(الكافر‬.
Kufur berarti mengingkari apa yang seharusnya
diyakini, dipercayai (tashdiq); tidak mengetahui apa
yang seharusnya diketahui (ma’rifah); tidak
mengamalkan yang seharusnya diperbuat (‘amal),
maksiyat.

31
Kata “Fasiq” berasal dari kata benda bahasa Arab al-
Fisq )‫ (الفسق‬yang berati “keluar” )‫(الفسق‬. Al-Fisq
berarti keluar dari ketaatan kepada allah dan
rasulNya.
Pelakunya disebut Fasiq )‫(الفاسق‬, yakni orang
yang keluar dari ketaatan kepada Allah dan
cenderung melakukan maksiat.

32
Kata “Nifaq” berasal dari bahasa Arab )‫ (النفاق‬yang berati berbeda antara
yang ada di dalam batin dengan apa yang ada di luarnya.
Pelakunya disebut munafiq )‫(المنافق‬, yakni orang yang lisannya
mengatakan percaya tetapi dalam hatinya tidak, mengingkari.
Lain di mulut lain di hati.
Ciri orang munafiq: apabila berkata bohong, apabila berjanji
mengingkari, dan apabila dipercaya berkhianat.

33
Kata “Syirk” berasal dari bahasa Arab )‫ (الشرك‬yang berati
mencampuradukan antara dua hal. Dalam terminologi akidah
dimaksudkan menserikatkan atau menyekutukan Allah (‫)اشرك باهلل‬
yakni menjadikan sesuatu selain Allah sebagai sekutu bagi
kekuasaan Allah.
Macam Syirk :
1. Syirk al-akbar, meyakini ada tuhan selain
Allah.
2. Syirk al-asghar, beramal bukan karena
Allah.

34
Macam Syirk akbar:
1. Syirk al-istiqlal, mengakui adanya tuhan yang saling
terpisah.
2. Syirk at-tab’id, mengakui adanya oknum yang
memiliki bagian kekuasaan sebagai tuhan.
3. Syirk at-taqrib, beribadah kepada selain Allah untuk
memdekatkan diri kepadaNya
4. Syirk at-taqlid, beribadah kepada selain Allah karena
ikut-ikutan.
5. Syirk al-asbab, menganggap adanya wajibul-wujud
selain Allah.

35
Syirk dari segi bentuknya, al:
1. Jimat dan guna-guna.
2. sesaji.
3. Ramalan.
4. Kata-kata “seandainya”

36
Tauhid dan urgensinya bagi kehidupan muslim:
 Pengertian Tauhid
 Makna Kalimat Laa Ilaha Illalah
 Macam-macam Tauhid
 Tauhid sebagai landasan bagi semua aspek
kehidupan
 Jaminan Allah Bagi orang yang bertauhid
mutlak

www.themegallery.com
 13 Tahun selama di Mekkah
 Ali Bin Abi Thalib
 Abubakar
 Bilal Bin Rabbah
 Amar Bin Yasir

www.themegallery.com
Tauhid secara etimologi:

Kata “Tauhid” berasal dari akar kata bahasa


ّ – ‫وحد‬
Arab )‫ توحيدا‬- ‫يوحد‬ ّ ( yang berarti
“menjadikan sesuatu satu atau esa”. ‫توحيد هللا‬
berati menjadikan, mengakui dan meyakini
bahwa Allah Esa.

www.themegallery.com
Muhammad ‘Abduh:
Ilmu yang membahas tentang wujud Allah, sifat-sifat yang mesti ada
padaNya, sifat-sifat yang boleh ada padaNya, sifat-sifat yang tidak
boleh ada padaNya; membahas tentang para Rasul untuk
menetapkan keutusan mereka, sifat-sifat yang mesti dipertautkan
kepada mereka, sifat-sifat yang boleh dipertautkan kepada
mereka,dan sifat yang tidak mungkin ada pada mereka
Muhammad Jasar :
Ilmu yang membahas tentang kepercayaan atau akidah agama Islam
dengan dalil-dalil yang meyakinkan.
Ibrahim bin Sa’dullah :
Ilmu yang bertujuan untuk mengetahui Allah,
mengimaniNya,mengetahui apa yang wajib ada padaNya dan apa
yang mustahil ada padaNya, dan segala sesuatu yang terkait dengan
rukun iman yang enam.

www.themegallery.com
Ilmu ‘Aqa’id adalah:
Ilmu yang membahas tentang kepercayaan-
kepercayaan fundamental dalam agama
Islam. Kepercayaan yang paling mendasar
dalam agama Islam adalah tentang ke-esa-an
Tuhan.
Ilmu Kalam adalah:
Ilmu yang membahas tentang Tuhan dengan
mendasarkan pada argumen logika atau rasio
sebagai pembuktian terhadap argumen
naqli/teks.
Teologi Islam adalah:
Ilmu tentang ke-Tuhan-an, yakni membahas
tentang hal ihwal Tuhan dalam agama Islam.
www.themegallery.com
 Syahadat adalah pengakuan seseorang dengan
lisan dan hatinya bahwa tidak ada yang berhak
untuk disembah kecuali Allah dan setiap
sesembahan selain_Nya adalah Batil.
 Lafadz Laa ilaha illallah mencakup nafi` dan
itsbat.
 Lafadz Muhammadurrasulullah yakni taat
kepada Nabi atas segala yang diperintahkan,
membenarkan apa yang beliau kabarkan,
menjauhi apa yang dilarang.

www.themegallery.com
Rububiyah

Tauhid

Asma wa
Uluhiyah
shifat

www.themegallery.com
 Berasal dari kata “Rabb” yang berarti pencipta, pendidik,
pembimbing, pembuat, pemelihara, pengatur, pemberi rizki. Jadi,
Tauhid rububiyah keyakinan dengan sungguh-sungguh bahwa
Allahlah yang mencipta, mengatur dan memelihara semesta alam.
 Uluhiyyah berasal dari kata “Ilah” yang berarti sesembahan.
Sehingga uluhiyyah berarti meyakini dan mempercayai bahwa
Allah lah satu-satunya zat yang berhak untuk diibadahi.
 Asma wa shifat berarti meyakini dan mengimani bahwa Allah
memiliki nama – nama yang baik dan sifat. Firman Allah: “allahu
laa ilaha illa huwa, lahul asmaul husna, dialah Allah, tidak ada
sesembahan melainkan dia, Dia yang mempunyai nama yang baik”
Nama-nama Allah yang baik: arrahman, arrahim, al malik, al
quddus, dan lain-lain.

www.themegallery.com
Orang-orang yang beriman dan tidak
mencampuradukkan iman mereka dengan
kezaliman (syirik), mereka itulah yang
mendapat keamanan dan mereka itu
adalah orang-orang yang mendapat
petunjuk (Al An`am: 82)

www.themegallery.com
Dan sampaikanlah berita gembira kepada
mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa
bagi mereka disediakan surga-surga yang
mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap
mereka diberi rezki buah-buahan dalam surga-
surga itu, mereka mengatakan : "Inilah yang
pernah diberikan kepada kami dahulu." Mereka
diberi buah-buahan yang serupa dan untuk
mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci
dan mereka kekal di dalamnya (Albaqarah:25)
www.themegallery.com
Konsep Akidah Dalam Islam
 Pengertian akidah
 Ruang lingkup akidah
 Sumber dan fungsi akidah
 Prinsip-prinsip akidan islam

www.themegallery.com
1. Beri’tiqad dengan kewujudan Allah Yang Wajib bagi zatNya, Yang tidak
mengambil daripada lainnya. Allah s.w.t. bersifat dengan sifat-sifat
kesempurnaan (Al-Kamal), yang semuanya itu kita ambil kesimpulan
atau natijah daripada menyaksikan alam semesta ini
2. Menafikan sifat-sifat keserupaan (Al-Musyabahah) dan sifat kekurangan
daripada Tuhan Pencipta (Al-Khaliq) s.w.t. Maka sifat berjisim itu ternafi
daripada Allah kerana benda itu berubah-ubah, sedang Al-Khaliq jauh
3. Aqidah Islamiah sama sekali tidak menyentuh tentang hakikat dan
keadaan zat dan sifat-sifat Allah s.w.t., tetapi sebaliknya dengan cara yang
hati-hati dan halus menetapkan segi perbezaan dengan ertikata yang
sebenar-benarnya antara keadaan zat Tuhan dan sifatNya dengan
keadaan makhluk-makhluk dan sifat-sifat mereka.

www.themegallery.com
 Aqidah Islamiah menggariskan jalan ke arah mengenal sifat-sifat
Al-Khaliq dan mengetahui sifat-sifat kesempurnaan ketuhanan,
keistimewaan-keistimewaan dan kesan-kesannya
 Aqidah Islamiah menguatkan hubungan antara perasaan hati
manusia dengan Al-Khallq Jalla wa ‘ala, sehingga dengan demikian
itu manusia akan sampai kpada suatu jenis ma’rifat rohaniah
yang paling manis dan yang paling tinggi daripada jenis-jenis
ma’rifat semuanya. Ini ialah kerana perasaanhati manusia
adalah lebih mampu untuk menyingkap rahsia-rahsia alam
yang terselindung selain daripada yang dapat difikirkan secara
terbatas, yang hanya dapat dijangka oleh perasaan pancaindera.

www.themegallery.com
 Aqidah Islamiah menuntut orang-orang
Mu’min supaya kesan-kesan daripada
unsur-unsur aqidah ini dijelma atau
dimanifestasikan dalam tutur kata dan
segala perbuatan mereka.

www.themegallery.com
Iman kepada Allah swt

“Memiliki prinsip hidup yang kokoh dan mulia”

1. Rasa aman
2. Kepercayaan diri
3. Integritas
4. Kebijaksanaan
5. Motivasi
51
Iman kepada Malaikat

“Memiliki prinsip kepercayaan yang teguh”

1. Loyalitas
2. Komitmen
3. Kebiasaan memberi dan mengawali
4. Kebiasaan menolong
5. Saling percaya

52
Iman kepada Rasul

“Memiliki jiwa kepemimpinan yang agung”

1. Pemimpin yang dicintai


2. Pemimpin yang dipercaya
3. Pembimbing
4. Pemimpin yang berkepribadian
5. Pemimpin yang abadi

53
Iman kepada Kitab

“Memiliki jiwa pembelajar yang tidak kenal lelah”

1. Kebiasaan membaca buku dan situasi


2. Kebiasaan berfikir kritis
3. Kebiasaan mengevaluasi
4. Kebiasaan menyempurnakan
5. Memiliki pedoman

54
Iman kepada Hari Kiamat

“Selalu berorientasi pada masa depan”

1. Ketenangan batiniah
2. Jaminan masa depan
3. Kendali diri dan social
4. Optimalisasi upaya
5. Berorientasi tujuan

55
Iman kepada Qodo dan Qodar

“Selalu berorientasi manajemen yang teratur,


disiplin, sistematis, dan integratif”

1. Orientasi pemeliharaan sistem menjaga sinergi


2. Orientasi pembentukan sistem prinsip sinergi
3. Pemahaman arti proses
4. Kepastian hukum social
5. Kepastian hukum alam

56
Syirik dan Bahayanya Bagi Manusia
 Pengertian Syirik
 Bentuk-bentuk syirik
 Penyebab terjadinya syirik pada manusia
 Tindakan rasulullah dalam menangkal syirik

www.themegallery.com
Syirik zaman modern
 Pengertian syirik modern
 Bentuk-bentuk syirik pada zaman modern
 Cara menanggulanginya
 Bahaya syirik bagi kehidupan manusia

www.themegallery.com
 Syirik modern adalah syirik yang dilakukan
oleh manusia sekarang baik metamorfosa
syirik masa lalu maupun syirik yang murni
lahir dari peradaban sekarang.

www.themegallery.com
 Ramalan jodoh dalam bentuk online
 Menyembelih kerbau kemudian kepalanya
ditenggelamkan kelaut
 Terlalu memuja nasfu
 Batu akik memiliki kekuatan
 Menghalalkan segala secara untuk berkuasa
 Media sosial.

www.themegallery.com
 seperti berdo’a kepada selain Allah,
 takut, cinta, berharap, bertawakkal kepada
selain Allah,
 bernadzar, menyembelih untuk selain Allah
baik itu malaikat, nabi, orang shalih, jin,
bintang, pepohonan, bebatuan dan, pesta
laut, meminta kesembuhan, berkah,
keselamatan kepada wali-wali, lain-lain.

www.themegallery.com
1. Memahami ajaran-ajaran prinsip dasar
islam,agar dapat mengetahui hal-hal di larang
dan yang di perbolehkan.
2. Menahan diri untuk tidak melakukan hal-hal
yang mengarahkan pada kemusyrikan dan
senantiasa mengarahkan diri sendiri melakuka
hal-hal positif sesuai dengan syari’at islam.
3. Memperbanyak ibadah kepada Allah.
4. Senantiasa memohon pertolongan kepada
Allah agar selalau dibimbing ke jalan yang
benar.
5. Memperbanyak amal kebajikan.
www.themegallery.com
 Menghancurkan segala amalan
 Dosanya tidak terampunni
 Pelakunya semakin jauh dari allah
 Diharamkan syurga baginya

www.themegallery.com
Sesungguhnya telah Kami turunkan AI-Quran dan
sesungguhnya Kami akan menjaganya. (Al-Hijr: 9)

www.themegallery.com
 Qadha qauni = ketetapan Allah terhadap
Allam semesta yang pasti terjadi. Bisa yang
baik juga yang buruk termasuk dalam hal ini
adalah takdir. Cntoh: Bani israil akan
melakukan kejahatan sebanyak 2 kali...
 Qadha Syar `i = ketetapan Allah akan syariat-
syariatnya seperti, Shalat, puasa zakat jihad
dll. Ketetapan Allah ini tidak pasti terjadi
karena manusia juga banyak tidak
melaksanakan shalat dll.
www.themegallery.com