Anda di halaman 1dari 59

KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU

MUHAMMAD KEMAL THORIQ MACHDA PUTRA


RSUD SOETRASNO KAB. REMBANG 2018
IDENTITAS PASIEN

01 Nama :Ny. SU

02 Umur :24 tahun, 4 bulan, 27 hari

03 Jenis kelamin :Perempuan

04 Agama :Islam
IDENTITAS PASIEN

05 Suku : Jawa

06 Alamat : Waru 2/5 Rembang

07 Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga

08 No Telp : 0852225576525
IDENTITAS PASIEN

09 Pendidikan : SMP

10 Tgl MRS :19 Januari 2018

11 Tgl Pemeriksaan :19 Januari 2018

12 No. RM :376898

13 Jenis Jaminan : PBI


PRIMARY SURVEY
RSUD SOETRASNO REMBANG
Pasien datang diantar suaminya
naik mobil dengan nyeri perut
bagian bawah dan lemes
Cont...
A : Tidak ada suara tambahan
Penilaian  Patensi Jalan Nafas baik Clear
B: RR = 22 x/menit
SaO2: 98 %
Inspeksi : simetris, retraksi (-/-)
Palpasi : Nyeri Tekan (-/-), Krepitasi (-/-)
Perkusi : sonor seluruh lapangan paru kanan dan kiri
, Nyeri (-/-)
Auskultasi : SDV (+/+), Rh (-/-), Whz (-/-),
Penilian  Clear
C:HR : 128 x/menit, regular, terba kecil lemah dan isi tegangan
kurang,TD : 80/60 mmHg,
Kepala : CA (+/+), SI (-/-)
Inspeksi: ictus ordis tidak terlihat,
Palpasi : susah dinilai
Perkusi : susah dinilai
Auskultasi : Bunyi jantung regular
Extremitas : ADP tak teraba, Akral dingin keempat ekstre
mitas, CRT>2S (+),
Penilaian  Syok Hipovolemik
Tindakan  Pasang Infus 2 jalur dan guyur NaCl 0,9 %
1000cc  Evaluasi post guyur Td 90/60 mmHg,N110x/m,
ADP teraba masih kurang kuat, Akral dingin sedikit berkur
ang,Urine (-) guyur lagi Nacl0,9% 1000 ccevaluasi
Cont...

D: GCS : E4V5M6, pupil isokor


ukuran 3 mm/3 mm, Reflek
cahaya (+/+ ), gelisah
E: Clear
SECONDARY SURVEY
RSUD SOETRASNO REMBANG
Anamnesis dilakukan pada pasien
pada tanggal 19 Januari 2018
Keluhan Utama : Nyeri Perut bagian bawah
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG
Pasien datang ke IGD tanggal 19 Januari 2018 diantar oleh suaminya da
ri rumah dengan keluhan nyeri di bagian perut bawah. Nyeri di bagian
bawah perut dirasakan sejak kemarin malam, awalnya nyerinya tidak beg
itu sakit masih bisa ditahan oleh pasien, tetapi semakin lama semakin sa
kit dan tak terhankan sampai membuat pasien lemes dan tidak bisa mela
kukan aktivitasnya, nyerinya seperti di tusuk-tusuk, dan lokasi nyerin
ya di seluruh lapang perut terutama bagian kanan bawah, keluhan n
yeri juga disertai dengan flek-flek pada celana dalam pasien, pasien j
uga mengeluh bab cair 2x dalam satu hari ini, pasien masih bisa untuk ke
ntut serta pasien juga mengaku telat menstrusi sejak bulan desember te
tapi HPHT pasien lupa.
Pasien menyangkal keluhan disertai demam, mual, muntah, nyeri yang
menjalar, gangguan BAK. Pasien memiliki riwayat anak pertama
melahirkan secara prematur di usia kandungan 8 bulan dan anak
pertama pasien berumur 1 hari akhirnya meninggal dunia.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

Riwayat sakit seperti ini : disangkal

Riwayat hipertensi : disangkal

Riwayat diabetes : disangkal

Riwayat alergii :disangkal

Riwayat melahirkan gemeli :disangkal

Riwayat Melahirkan Prematur: Diakui

Riwayat Operasi: Diakui (kuretase)


RIWAYAT PENYAKIT KELUARGA

Riwayat Kaku dan kejang: disangkal

Riwayat Hipertensi : disangkal

Riwayat Diabetes: disangkal

Riwayat Alergi: disangkal

Riwayat melahirkan gemeli: disangkal

Riwayat Melahirkan Prematur: Disangkal


Riwayat Haid

Menarche : 13 tahun

Lama : 7-8 hari

Siklus : haid tidak teratur

HPHT : 21 November 2017


Riwayat Pasien
Riwayat Sosek
Pasien seorang ibu rumah tangga da
Riwayat Perkawinan Riwayat KB n suami bekerja sebagai petani.
Biaya pengobatan ditanggung PBI.
Pasien menikah 1x Pasien Tidak Kesan sosial ekonomi kurang.
tahun 2015, umur menggunakan KB
pasien saat menikah
22 tahun, dengan
suami 25 tahun.

2015 Riwayat Obstetri Riwayat ginekologi

I : 2016/ perempuan /
Pasien tidak pernah
RS/Prematur/1760gram
mengalami abortus,
//meninggal dunia
riwayat kista, mioma
II : 2018 hamil
, tumor disangkal.
sekarang
Riwayat kebiasaan

Merokok (-)

Minuman beralkohol disangkal

Ketergantungan obat disangkal

Pasien hamil sekarang tidak kontrol ke bidan ataupun ke


dokter kandungan (+)
PEMERIKSAAN FISIK
RSUD SOETRASNO REMBANG
Kesadaran : GCS : E4V5M6, gelisah

Tanda-tanda vital :

Tekanan darah : 80/60 mmHg

HR : 128 kali/menit teraba lemah, isi tegangan kurang

Laju napas : 28 kali/menit

Suhu : 36,5° C

Saturasi O2 : 98 %
Kulit : sawo matang

Kepala : mesosefal, Jejas (-) , Racoon eye (-/-), Rhinorea (-/-), Otorhea (-/-), Battle sign (-/-)

Mata : konjungtiva anemis +/+, pupil isokor, Reflek cahaya (+/+)

Telinga : sekret -/-

Hidung : sekret -/-

Mulut : pucat (-), merot (-)

Leher : JVP normal, tiroid dbn


Thorax

Paru :
• Inspeksi : simetris, retraksi (-/-)
• Palpasi : Nyeri tekan (-/-), Krepitasi (-/-)
• Perkusi : sonor seluruh lapangan paru kanan dan kiri, Nyeri (-/-)
• Auskultasi : SDV (+/+), RH (-/-), Whz (-/-), RBH (-/-)

Jantung :
• Inspeksi: ictus ordis tidak terlihat
• Palpasi : susah dinilai
• Perkusi : susah dinilai
• Auskultasi : Bunyi jantung I-II regular, bising (-), gallop (-)
Abdomen: Inspeksi: Cembung (+), Supel Palpasi : Nyeri tekan di
(+), TFU sulit di ukur. seluruh lapang perut terutama
regio iliaca dextra dan
hipogastrium, psoas sign (-),
Obturator sign(-), nyeri tekan
di titic mc burney sulit dinilai.
Perkusi : timpani (+), Acites (-)

Auskultasi : Bu (+), Bising


(-), DJJ (-)
Genitalia :
• VT ada pembukaan, darah (+), Nyeri
goyang portio (+),
Ekstremitas
• Superior :Akral Dingin :+ / +
• CRT >2s +/+, Nadi teraba lemah dan
tegangan kurang
• Inferior :Akral Dingin :+ / +, bengkak -/-
• Adp teraba sangat lemah +/+
PEMERIKSAAN PENUNJANG
RSUD SOETRASNO REMBANG
PEMERIKSAAN LABORATORIUM
Jenis Pemeriksaan Hasil Satuan Nilai Normal Keterangan

DARAH RUTIN
Hemoglobin 10 g/dL 14-18 Menurun
Hematokrit 32 % 40-54 Menurun
Jumlah leukosit 34,47 Ribu/µg 4-10 Meningkat

Jumlah trombosit 457 Ribu/µg 140-400 Normal

HITUNG JENIS
Basofil 0.1 % 0-1 Normal
Eosinofil 0.1 % 1-4 Normal
Neutrofil 88,5 % 45-70 Meningkat
Limfosit 7.5 % 20-40 Menurun
Monosit 3,8 % 2-10 Normal
BT 2 menit 1-3 Normal
CT 3 Menit 2-6 Normal
Golongan Darah B/+
USG

Gambaran USG Abdomen dari RSUD Rembang


Resume Presentation

Diagnosis
Perepuan 24 tahun
dengan KET dan Syok
Hipovolemik

Seorang Perempuan 24 tahun datang deng


an keluhan nyeri perut bagian bawah sejak
kemarin malam, disertai flek-flek dan bab c
air 2x, TD 80/60 mmHg,Nadi 128x/m, rr 22
x/m, CA (+/+), Nyeri perut regioiliaca dextra
dan hipogastrium, VT pembukaan (-), Nyeri
goyang portio, darah (+), Akral dingin di ke
empat ektrmitas, nadi lemah isi tegagangan
kurang, crt>2s (+).

.
TATALAKSANA
Penatalaksanaan
Penatalaksanaan planning sementara
pada kasus ini adalah :
Pasang Infus 2 jalur
IVFD Nacl 0,9 % Guyur 1000 cc
DC + urin bag
Evaluasi TTV dan Urine
Plan USG Abdomen Cito
Konsul Sp.OG Konsul Residen Obsgyn di IGD
Dx Sementara KET dengan Syok Hipovolemik
Usaha Darah 2 Kolf PRC dan 2 Kolf WB
Pro Laparotomi Eksplorasi Cito
Konsul Anestesi
Persetujuan ( Inform Consent)
Guyur Lagi 1000 cc
Prognosis Quo ad Vitam Quo ad Functionam Quo ad Sanationam
Prognosis this is case is : Dubia ad Bonam Duo ad Bonam Dubia ad Bonam.
Follow
up
Jam Evaluasi Sikap
16:30 Post guyuran 1000cc pertama  GCS :15 E:5 V:4 M:6, TD 90/60 nadi 110x/ Guyur Nacl 0,9% 1000 cc kedua konsul Residen Obsgyn  Mau datang la
m isi tegangan kurang, RR 20x/m sesek (-),RBH (-/-), Akral dingin sedikit ber
kurang, ADP lemah, Crt>2s (+), Urine Output (-), BJ I-II reguler bising (-) ngsung untuk USG Cito dan usaha darah PRC 2 Klof dan 2 Klof WB

17:00 Post guyuran 1000cc Kedua  GCS :15 E:5 V:4 M:6, TD 80/60 nadi 120x/m Pro Laparotomi Eksplorasi cito,
isi tegangan kurang, RR 20x/m sesek (-),RBH (-/-), Akral dingin berkurang,
ADP teraba sedikit perbaikan, Crt>2s (+), Urine Output (+) 10 cc pekat,BJ I-II Usaha darah PRC 2 Klof dan 2 Klof WB
reguler bising (-), USG Cito Transvaginal (+) tampah 1 buah Gestasional Sac Ijin tindakan + konsul Anestesi
di luar cavum uteri, nyeri goyang portio, Fluxus (+), Ukuran Uterus Telur aya
m, portio terbuka kesan KET Inform Consent
Guyur Lagi 1000 cc RL
17:30 Post guyuran 1000cc Ketiga  GCS :15 E:5 V:4 M:6, TD 96/64 nadi 120x/m Guyur cairan lagi sampai TD Sistole 100 mmHG, siapkan darah, dan operasi j
isi tegangan kurang, RR 21x/m sesek (-),RBH (-/-), Akral dingin berkurang,
ADP teraba sedikit perbaikan, Crt>2s (+), Urine Output (+) 20-30 cc pekat,BJ am 7 malam dan evaluasi.
I-II reguler bising (-), Konsul anestesi (+)

18:00 Post guyuran 1000cc Ketiga  GCS :15 E:5 V:4 M:6, TD 80/50 nadi 110x/m Advice anestesi siapkan operasi sekarang dan siapkan hess 500 cc.
isi tegangan kurang, RR 22x/m sesek (-),RBH (-/-), Akral dingin , ADP terab
a lemah, Crt>2s (+), Urine Output (+) 20-30 cc pekat,BJ I-II reguler bising (-),
Konsul anestesi ulang (+)

20:00 Pasien pasca operasi laparotomi eksplorasi + Salpingostomi Dextra ai Ruptu IVFD RL 20 Tpm
r Gravidarum Tuba Fallopi Dextra. Dengan estimasi perdarahan intraabdome Inj. Asam Traneksamat 500 mg/8 jam
n ± 2000cc dan ruptur tuba falopi dextra Nasal canul O2 3 lpm
Inj. Ketorolac 30 mg/8jam
Inj. Ceftriaxone 2 gr/24 jam
Transfusi 1 PRC dan 1 WB di IBS lanjut 1 PRC dan 1 WB lagi di ICU
Cek DR post Transfusi 2 Prc dan 2 WB
DC urine Dipertahankan
Diet Bertahap
Pengawasan KU, VS, PPV
20:30 S : Pasca Operasi Laporotomi Eksplorasi Cito ai. Ruptur Gravidarum Tuba D
extra Terapi Dilanjutkan
O : TD 111/52, MAP 66 RR 25, Nadi 84 Spo2 100%
20/01/18 S : Nyeri Post OP, lemes Terapi Residen Obsgyn :
O : KU : baik, CM, TD 133/60, MAP 76, R Inf.RL 20 tpm
07:00 R 20, HR 100, Akral dingin (-/-), CRT <2 Inj. Asam Tranexsamat 500mg/8jam
s (+), urine Output 600 cc, Nasal canul O2 3 lpm
A : P1A1 U 24th, pasca Laporotomi Eks Inj. Ketorolac 30 mg/8jam
plorasi Cito ai. Ruptur Gravidarum Tub Inj. Ceftriaxone 2gr/24 jam
a Dextra Hari Ke I Transfusi s/d HB ≥10 Masuk WB 1 kol
f lagi.
Pengawasan KU, VS, PPV,
Bila baik nanti sore pindah ruangan.

19:00 S:-
O : Ku Baik, makan Minum (+), TD 135/68 Sesuai advice residen obsgyn pasien pind
, MAP 76, HR 100x/m, RR 22x/m, Akral H ah bangsal angrek
angat, ADP Kuat, CRTS<2s (+), HB pasca
Transfusi 9,9, PPV (+)
A : P1A1 U 24th, pasca Laporotomi Ekspl
orasi Cito ai. Ruptur Gravidarum Tuba De
xtra
Follow Up 21/01/18

S:- Infus dan DC aff


O: Ku Baik, CM, TD 110/70, HR 88x/m, Terapi diganti oral :
rr20x/m, PPV (+) Cefadroxyl 2x 500 mg
A: P1A1 U 24th, pasca Laporotomi Eks Asmef 3 x 500 mg
plorasi Cito ai. Ruptur Gravidarum Tub Vit. Bc/C/Sf 2x1
a Dextra Hari Ke II Ganti Balut Pulang

HB : 10,3
Eritrosit : 4,0
Leukosit : 13,00
Trombosit : 277
Hematokrit : 27,1
BAB II
KEHAMILAN EKTOPIK TERGANGGU
DEFINISI
Kehamilan ektopik adalah suatu keadaan
dimana hasil konsepsi berimplantasi,
tumbuh dan berkembang di luar endometri
-um kavum uteri. Bila kehamilan tersebut
mengalami proses pengakhiran (abortus)
maka disebut kehamilan ektopik terganggu
ETIOLOGI
Faktor Tuba

Faktor Abnormalitas Zigot

Faktor Ovarium

Faktor Hormonal

Faktor Lain
RISK FACTOR
Gejala Klinis

01 02 03 04
Nyeri Perdarahan Amenore Sinkope
Nyeri Panggul atau Perdarahan uterus abn Amenorea sekunder tid Pusing, pandangan
Abdomen ormal (biasanya berup ak selalu terdapat dan berkunang-kunang
a bercak perdarahan) t 50% penderita KE men
dan atau sinkope te
erjadi pada 75% kasus geluhkan adanya spotti
yang merupakan akibat ng pada saat haid yang rjadi pada 1/3 samp
dari lepasnya sebagian dinanti sehingga tak jar ai ½ kasus KET.
desidua. ang dugaan kehamilan
hampir tidak ada.
Tanda Klinis
Ketegangan abdomen
01 Rasa tegang abdomen yang menyelur
uh atau terlokalisir terdapat pada 80%
kasus kehamilan ektopik terganggu
.
Nyeri goyang servik (dan ketegangan p
01 ada adneksa) terdapat pada 75% kasu
s kehamilan ektopik.

Massa Adneksa
Massa unilateral pada adneksa dapat
02 diraba pada ⅓ sampai ½ kasus KE. Ka
dang-kadang dapat ditemukan adanya
masa pada cavum Douglassi (hemato
cele)
Perubahan pada Uterus
03 Terdapat perubahan-perubahan yang u
mumnya terjadi pada kehamilan norma
l seperti ada riwayat terlambat haid da
n gejala kehamilan muda.
Laboratorium
Hematokrit
Tergantung pada derajat perdarahan abdominal yang terjadi.
Sel darah putih
Sangat bervariasi dan tak jarang terlihat adanya leukositosis.
Tes kehamilan
Pada kehamilan ektopik hampir 100% menunjukkan pemeriksaan β-h
CG positif. Pada kehamilan intrauterin, peningkatan kadar β-hCG meni
ngkat 2 kali lipat setiap dua hari, 2/3 kasus kehamilan ektopik menunju
kkan adanya peningkatan titer serial hCG yang abnormal, dan 1/3 sisa
nya menunjukkan adanya peningkatan titer hCG yang normal. Kadar h
ormon yang rendah menunjukkan adanya suatu masalah seperti keha
milan ektopik.
Pemeriksaan Penunjang/Khusus
Pemeriksaan ultrosonografi (USG). Pemeriksaan ini dapat menggambar
kan isi dari rahim seorang wanita. Pemeriksaan USG dapat melihat
dimana lokasi kehamilan seseorang, baik di rahim, saluran tuba, indung
telur, maupun di tempat lain
Laparoskopi ─ peranan untuk menegakkan diagnosa kehamilan ektopik
sudah diganti oleh USG
Laparotomi ─ Harus dilakukan pada kasus kehamilan ektopik terganggu
dengan gangguan hemostasis (tindakan diagnostik dan definitif).
Kuldosintesis ─ Memasukkan jarum kedalam cavum Douglassi transvagi
nal untuk menentukan ada atau tidak adanya darah dalam cavum Douclas
si. Tindakan ini tak perlu dikerjakan bila diagnosa adanya perdarahan intra
abdominal sudah dapat ditegakkan dengan cara pemeriksaan lain.
DIFFERENTIAL DIAGNOSIS
GEJALA KET Abortus Kista ovarium Infeksi pelvis
Amenore Ada (75%) Semua Tidak Ada (25%)

Perdarahan pervaginam Sedikit Banyak Tidak Bisa ada

Perdarahan abdominal Banyak Tidak Tidak Tidak

Pireksia <38 C Tidak Tidak >38 C

Massa pelvis Di bawah Tidak Ada Ada bilateral

Uterus Sedikit membesar Membesar Tidak Tidak besar

Nyeri Hebat Tidak Hebat Nyeri

Anemia Ada Bias ada Tidak Tidak

Lekositosis Bisa ada Tidak Tidak Ada

Reaksi kehamilan (+)75% (+) Tidak Tidak


PENATALAKSANAAN
Obat-Obatan
Option A Dapat diberikan apabila kehamilan ektopik diketahui sejak dini. Obat yang
digunakan adalah methotrexate (obat anti kanker).

Operasi :
Untuk kehamilan yang sudah berusia lebih dari beberapa minggu, operasi adala
Option B h tindakan yang lebih aman dan memiliki angka keberhasilan lebih besar daripa
da obat-obatan. Apabila memungkinkan, akan dilakukan operasi laparaskopi.

Laparatomi
Option C eksisi tuba yang berisi kantung kehamilan (salfingo-ovarektomi) atau insisi
longitudinal pada tuba dan dilanjutkan dengan pemencetan agar kantung k
ehamilan keluar dari luka insisi dan kemudian luka insisi dijahit kembali.

Laparoskopi
Option D untuk mengamati tuba falopii dan bila mungkin lakukan
insisi pada tepi superior dan kantung kehamilan dihisap
keluar tuba.
Option E
Syarat pemberian methrotexate
pada kehamilan ektopik:
Ukuran kantung kehamilan

Keadaan umum baik (“hemodynamically stabil”)

Tindak lanjut (evaluasi) dapat dilaksanakan dengan baik

Keberhasilan pemberian methrotexate yang cukup baik bila :


• Masa tuba
• Usia kehamilan
• Janin mati
• Kadar β-hCG
Kontraindikasi
Status
pemberian Laktasi
Imunodefisiensi
Methrotexate :

Penyakit ginjal
Alkoholisme Diskrasia darah
dan hepar

Penyakit paru
Ulkus peptikum
aktif
Thank you
From : Muhammad Kemal Thoriq Machda Putra