Anda di halaman 1dari 35

ASSALAMU’ALAIKUM

WR.WB.

 Nama Kelompok :

1. Muhammad Firdaus Nuzula 160140074

2. Muhammad Afkham Yuzri 160140068

3. Muhammad Ichsan 160140069

4. Mely Merniyawati 160140081


APLIKASI THERMODINAMIKA DALAM PROSES
1.1Latar Belakang
Termodinamika adalah satu cabang fisika teoritik yang berkaitan
dengan hukum-hukum pergerakan panas, dan perubahan dari panas
menjadi bentuk-bentuk energi yang lain. Istilah termodinamika
diturunkan dari bahasa yunani Therme (panas) dan dynamis (gaya).
Cabang ilmu ini berdasarkan pada dua prinsip dasar yang aslinya
diturunkan dari eksperimen, tetapi kini dianggap sebagai aksioma
(suatu pernyataan yang diterima sebagai kebenaran dan bersifat umum,
tanpa memerlukan pembuktian). Prinsip pertama adalah hukum
kekekalan energi, yang mengambil bentuk hukum kesetaraan panas dan
kerja.
 2.1 Pengertian Thermodinamika
Termodinamika berasal dari bahasa Yunani
dimana Thermos yang artinya panas dan Dynamic yang artinya perubahan.
Termodinamika merupakan suatu bidang ilmu yang mempelajari
penyimpanan, transformasi (perubahan) dan transfer perpindahan energi.
Termodinamika berhubungan erat dengan fisika energi,
panas,kerja, entropi dan kespontanan proses. Termodinamika juga
berhubungan dengan mekanika statik. Cabang ilmu fisika ini mempelajari
pertukaran energi dalam bentuk kalor dan kerja, sistem pembatas dan
lingkungan. Aplikasi dan penerapan termodinamika dapat terjadi pada
tubuh manusia, peristiwa meniup kopi panas, perkakas elektronik,
refrigerator, mobil, pembangkit listrik dan industri.
HU K U M P E RTA M A
TE R M OD INA M IK A

 diciptakan Pada dasarnya merupakan hukum konservasi energi,


yaitu: energi tidak dapat diciptakan maupun dimusnahkan; energi
hanya dapat diubah dari satu bentuk menjadi bentuk yang lain.
Pengertian yang lebih hakiki tentang hukum pertama termodinamika
menyatakan bahwa jika satu sistem mengalami serangkaian perubahan
yang tidak terbatas kembali kekeadaan semula, maka total perubahan
energi adalah nol.
HU K U M K E D UA
THE R M OD INA M IK A

 Hukum kedua termodinamika terkait dengan entropi. Hukum ini


menyatakan bahwa total entropi dari suatu sistem termodinamika
terisolasi cenderung untuk meningkat seiring dengan meningkatnya waktu,
mendekati nilai maksimumnya.
 ΔS=Q/T
 Kalor mengalir secara alami dari benda yang panas ke benda yang
dingin, kalor tidak akan mengalir secara spontan dari benda dingin ke
benda panas.
HU K U M K E T IG A
THE R M OD I NA M I K A

 Hukum ketiga termodinamika terkait dengan temperatur nol


absolut. Hukum ini menyatakan bahwa pada saat suatu sistem
mencapai temperatur nol absolut, semua proses akan berhenti dan
entropi sistem akan mendekati nilai minimum. Hukum ini juga
menyatakan bahwa entropi benda berstruktur kristal sempurna pada
temperatur nol absolut bernilai nol.
P R IN S IP K E R JA IL M U

TE R M OD INA M IK A PA DA A L A T

 Boiler
 Boiler adalah sebuah wadah tertutup berisi air atau fluida lain untuk
dipanaskan. Sekalipun sebuah boiler tidak harus berfungsi untuk
mendidihkan fluida, namun lebih familiar dengan boiler yang berfungsi
untuk mendidihkan air sehingga memproduksi uap air. Sehingga pada
umumnya lebih memahami bahwa boiler adalah sebuah alat untuk
memproduksi uap air.
GAMBAR BOILER
 Prinsip kerja boiler sebenarnya cukup sederhana sama seperti pada
saat sedang mendidihkan air menggunakan panci. Proses pendidihan
air tersebut akan selalu diiringi proses perpindahan panas yang
melibatkan bahan bakar, udara, material wadah air, serta air itu sendiri.
Proses perpindahan panas ini mencakup tiga jenis perpindahan panas
yang sudah sangat dikenal yakni konduksi, konveksi, dan radiasi.
PROS E S PE M B E N TU K A N UA P D I
DA L A M PIPA B OIL E R

 Gas hasil pembakaran yang mengandung energi panas akan terus


mengalir mengikuti bentuk boiler hingga ke sisi keluaran. Di
sepanjang perjalanan, panas yang terkandung di dalam gas buang akan
diserap oleh permukaan tubing boiler dan diteruskan secara konduksi
ke air di dalam pipa. Secara bertahap, air akan berubah fase menjadi
uap basah (saturated steam) dan dapat berlanjut hingga menjadi uap
kering (superheated steam).
SIKLUS RANKINE
 Siklus Rankine adalah siklus termodinamika yang mengubah panas
menjadi kerja. Panas disuplai secara eksternal pada aliran tertutup,
yang biasanya menggunakan air sebagai fluida yang bergerak. Siklus
Rankine merupakan model operasi dari mesin uap panas yang secara
umum ditemukan di pembangkit listrik. Sumber panas yang utama
untuk siklus Rankine adalah batu bara, gas alam, minyak bumi, nuklir,
dan panas matahari.
P R I N S I P K E R JA DA R I S I S T E M
SIKLUS RANKINE

 Fluida kerja berupa air jenuh pada kondensor dikompresi pompa sampai masuk
boiler atau ketel uap. Dari proses kompresi pada pompa terjadi kenaikan temperatur
kemudian di dalam boiler air dipanaskan. Sumber energi panas berasal dari proses
pembakaran atau dari energi yang lainya seperti nuklir, panas matahari, dan lainnya.
Uap yang sudah dipanaskan di boiler kemudian masuk turbin. Fluida kerja
mengalami ekspansi sehingga temperatur dan tekanan turun. Selama proses
ekspansi pada turbin terjadi terjadi perubahan dari energi fluida menjadi energi
mekanik pada sudu-sudu menghasilkan putaran poros turbin. Uap yang keluar dari
turbin kemudian dikondensasi pada kondensor sehingga sebagian besar uap air
menjadi mengembun. Kemudian siklus berulang lagi.
SIKLUS RANKINE PADA
BOILER
 Siklus Rankine ideal tidak melibatkan irreversibel internal dan terdiri dari 4 tahapan
proses :
 1 – 2 merupakan proses kompresi isentropik dengan pompa.
 2 – 3 Penambahan panas dalam boiler pada P = konstan.
 3 – 4 Ekspansi isentropik ke dalam turbin.
 4 – 1 Pelepasan panas di dalam kondensor pada P = konstan.
 Air masuk pompa pada kondisi 1 sebagai cairan jenuh dan dikompresi sampai tekanan
operasi boiler. Temperatur air akan meningkat selama kompresi isentropik ini melalui
sedikit pengurangan dari volume spesifik air. Jarak vertikal antara 1 – 2 pada T – s
diagram ini biasanya dilebihkan untuk lebih amannya proses.
P E N Y I M PA N G A N S I K L U S R A N K I N E
S E RTA S O L U S I P E N Y E L E S A I A N N YA

 1. Adanya friksi fluida yang menyebabkan turunnya tekanan di boiler dan


kondensor sehingga tekanan steam saat keluar boiler sangat rendah sehingga kerja
yang dihasilkan turbin (Wout) menurun dan efisiensinya menurun. Hal ini dapat
diatasi dengan meningkatkan tekanan fluida yang masuk.
 2. Adanya kalor yang hilang ke lingkungan sehingga kalor yang diperlukan
(Qin) dalam proses bertambah sehingga efisiensi termalnya berkurang.
 Penyimpangan ini terjadi karena adanya irreversibilitas yang terjadi pada pompa
dan turbin sehingga pompa membutuhkan kerja (Win) yang lebih besar dan turbin
menghasilkan kerja.
 KOMPRESOR
 Perlu diketahui bahwa dalam kerja kompresor banyak dipengaruhi oleh beberapa
penunjang, antara lain tentang:
 Termodinamika
 Perpindahan Panas
 Pendingin
 Sebelum memahami beberapa penunjang tersebut, terlebih dahulu harus
mengetahui tentang arti dari kompresor. Diketahui kompresor adalah alat yang
berfungsi untuk penghasil dan penyimpan udara bertekanan.
GAMBAR KOMPRESOR
Menurut metode kompresi, kompresor dapat digolongkan
menjadi dua, yaitu:

a.) Metode Kompresi Positif

 Kompresor torak, bolak-balik.

 Kompresi torak tingkat ganda, bolak-balik.

 Kompresor putar.

 Kompresor sekrup

b.) Metode Kompresi Sentrifugal

 Konmpresor sentrifugal satu tingkat.

 Kompresor sentrifugal tingkat ganda.


PROSES KOMPRESI
KOMPRESOR
Ada tiga macam proses kompresi, yaitu:
 Kompresi Isotermal
Dalam kompresi isotermal, temperatur gas tidak berubah, sehingga temperature gas
pada akhir langkah kompresi sama dengan temperatur gas pada awal kompresi.
Dalam hal ini kenaikan temperatur gas dapat dicegah karena panas yang timbul
selama proses kompresi segera diserap sempurna oleh fluida pendinginan melalui
silinder. Namun demikian, proses kompresi isotermal sulit dilaksanakan.
dengan kompresi isotermal kerja yang digunakan adalah yang paling rendah jika
dibandingkana dengan jenis proses kompresi lain.
 Kompresi Politropik
Dalam kompresi politropik temperatur gas setelah kompresi lebih tinggi
dari pada temperatur pada awal langkah kompresi, meskipun selama
proses tersebut berlangsung terjadi perpindahan kalor dari silinder
sekitarnya. Kompresi gas refrigerant didalam kompresor, dalam keadaan
sebenarnya, kira-kira mendekati proses politropik tersebut diaatas. Kerja
yang diperlukan untuk kompresi politropik lebih besar dari pada untuk
kompresi isotermal, tetapi lebih rendah dari pada untuk kompresi
adabatik.
Disamping itu kenaikan tekanan yang diperoleh dengan kompresi
politropik lebih besar dari pada dengan kompresi isotermal, lebih rendah
dari pada dengan kompresi adibatik.
 Kompresi Adiabatik

Proses kompresi adiabatik adalah proses kompresi tanpa


perpindahan kalor dari gas dan sekitarnya, yaitu dengan jalan
memberikan isolasi panas secara sempurna pada dinding silinder.
Dengan kompresi adiabatik, temperatur gas akan naik dan lebih tinggi
dari pada kenaikan yang terjadi dengan kompresi politropik.
Disamping itu, dengan kompresi adiabatik kerja yang diperlukan
untuk kompresi akan lebih besar, tetapi akan diperoleh kenaikan
tekanan yang tinggi.
 HEATER

 Heater

Teko pemanas air elektrik merupakan alat sederhana yang digunakan


untuk memanaskan air ataupun merebus air. Teko pemanas air elektrik ini
mempunyai banyak macamnya ada yang berbentuk seperti termos, ada
pula yang hanya berbahan plastik dan juga ada yang menggunakan bahan
stainless. Teko yang menggunakan bahan seperti termos pasti dapat
menyimpan panas lebih lama dibandingkan dengan yang berbahan plastik.
A D A P U N K O M P O N E N YA N G A D A D A L A M T E K O
P E M A N A S A I R E L E K T R I K I A L A H H E AT E R ( P E M A N A S )
YA N G M E R U P A K A N K O M P O N E N U T A M A , T E R D I R I AT A S
L I L I T A N ( F I L L A M E N ) K A W AT N I K E L I N YA N G D I S E K AT
OLEH SERBUK ASBES TERUS DIBUNGKUS DENGAN
P I P A A L U M U N I U M , F U N G S I N YA S E B A G A I P E N G U B A H
E N E R G I L I S T R I K M E N J A D I PA N A S . K E M U D I A N S U D A H
B A R A N G T E N T U A D A P E N G A H A N T A R L I S T R I K YA K N I
B E R U P A K A B E L YA N G D I U J U N G N YA D I B E R I S T E K E R
UNTUK MENCOLOKKAN KE SUMBER LISTRIK. DAN
YA N G T E R A K H I R A D A L A H W A D A H A I R , B I A S A N Y A
T E R B U AT D A R I B A H A N P L A S T I K . B E R I K U T S AY A
S E R T A K A N G A M B A R A G A R D A P AT M E L I H AT B E N T U K
D A R I T E K O P E M A N A S A I R E L E K T R I K T E R S E B U T.
 Cara Kerja Teko Pemanas Air Elektrik (Heater)

Cara kerja pada teko pemanas air elektrik sangat sederhana


yakni pada saat kawat nikelin mendapatkan arus listrik, tahanan dalam
kawat nikelin yang cukup kecil menyebabkan panas yang relatif besar.
Panas yang dihasilkan oleh heater tersebut kemudian memanaskan air
di sekitar heater tersebut. Kemudian air yang dipanaskan di sekitar
heater menjadi lebih renggang molekulnya. Dan hal tersebut
memungkinkan air di permukaan yang lebih dingin mengalir ke dekat
heater sehingga panas air dalam teko tersebut menjadi merata.
 COOLER
 Cooler adalah suatu alat yang berfungsi untuk mencegah terjadinya over
heating (panas berlebihan) dengan cara mendinginkan suatu fraksi panas
dengan menggunakan media cairan dingin, sehingga akan terjadi
perpindahan panas dari fluida yang panas ke media pendingin tanpa
adanya perubahan suhu.
 Cooler terdiri dari beberapa jenis, dengan proses yang berbeda-beda,
yaitu :
1. Sheel dan Tube Cooler
2. Box Cooler
 Prinsip kerja cooler adalah menarik udara segar dari luar, kemudian menyaring
dan mendinginkannya dengan menggunakan CEL PAD sebagai Filter. Sehingga
debu dan udara panas dari dalam ruangan akan terdorong keluar. Dengan
menggunakan sistem ini maka akan terjadi pertukaran udara dari luar ke dalam
ruangan, penurunan suhu dan peningkatan jumlah O2 dalam waktu yang sama.
Kelebihan pengunaan cooler adalah:
 Temperatur udara masuk otomatis turun 5°C dari udara luar.
 100% memakai air sebagai pendingin.
 100% memakai udara segar.
 100% pergantian udara bukan sirkulasi.
 Daya listrik hanya 10% dari AC Konvensional biasa.
 KONDENSOR
 Kondensor adalah salah satu jenis mesin penukar kalor (heat exchanger) yang
berfungsi untuk mengkondensasikan fluida kerja. Pada sistem tenaga uap, fungsi
utama kondensor adalah untuk mengembalikan exhaust steam dari turbin ke fase
cairnya agar dapat dipompakan kembali ke boiler dan digunakan kembali. Selain itu,
kondensor juga berfungsi untuk menciptakan back pressure yang rendah (vacum)
pada exhaust turbin.Dengan back pressure yang rendah, maka efisiensi siklus dan kerja
turbin akan meningkat.
Gambar prinsip kerja condenser

. Klasifikasi Kondensor
Secara umum, terdapat 2 jenis kondensor yaitu :
1. direct-contact condenser
2. surface condenser.

Gambar prinsip kerja Kondensor


 MESIN PENDINGIN
(REFRIGERATOR)
 Mesin pendingin (Refrigerator) ialah suatu rangkaian mesin atau pesawat yang
mampu bekerja untuk menghasilkan suhu atau temperatur dingin (temperatur
rendah). Sesuai dengan kegunaannya mesin pendingin terdiri dari beberapa jenis
antara lain :
1.Refrigerator untuk keperluan Industri.
2.Lemari es / Kulkas.
3.Freezer (Pembekuan / pendingin makanan dan minuman).
4.Penyejuk ruangan (AC/Air Conditioning).
5.Dispenser (untuk menghasilkan air panas dan dingin).
6.Kipas angin penyejuk.
MACAM-MACAM KEGUNAAN MESIN
PENDINGIN
 Selain untuk mengawetkan makanan dan sebagai penyejuk udara di dalam
ruangan, mesin pendingin juga memiliki kegunaan-kegunaan lainnya yang lebih
spesifik, yaitu :
Pemakaian untuk industri kimia :
 1. Pemisahan gas-gas dari udara (Air Sparation Plant), yaitu gas N2, O2, dan Ar
 2. Pencairan gas Amoniak (Synthetic Amonia Plant), yaitu dengan cara gas
ammoniak dikondensasikan pada suhu 0oF – 50oF.
 3. Dehumidification of air, yaitu penurunan kadar uap air di udara dan proses
ini diperlukan juga oleh pabrik O2 (Air Sparation Plant).
PRINSIP KERJA MESIN PENDINGIN

 Dalam menjalani tujuan hidupnya untuk mendinginkan barang-barang yang


berada di dalam dirinya, mesin pendingin memiliki 2 prinsip (sistem) kerja yang
utama, yaitu:
 Kerja mendinginkan (cooling).
 Kerja mencairkan es di evaporator (defrost).
 Kedua jenis kerja tersebut (cooling dan defrost) harus bekerja baik secara
bergantian agar proses pendinginan di dalam kulkas berjalan optimal sebagaimana
mestinya. Bila salah satu atau kedua jenis kerja tersebut terganggu, maka performa
kulkas akan menurun .
A P L I K A S I DA L A M I N D U S T R I K I M I A
 Termodinamika Pada Industri Pencairan Gas Alam
1. Sistem Refrigerasi
 Refrigerasi mulai muncul pada awal abad ke Mechanics Journal oleh penulis anonim.
Paten pertama mesin refrigerasi tercatat nama Thomas Harris dan John Long yang
dipublikasikan di Great Britain pada tahun 1790. Siklus refrigerasi merupakan kebalikan
dari siklus carnot yang membutuhkan kerja untuk memindahkan kalor dari sistem
bertemperatur rendah ke lingkungan yang memiliki temperatur lebih tinggi.
 Refrigerasi adalah proses pemindahan panas dari temperatur rendah ke temperatur
tinggi dengan menjaga temperatur tetap berada di bawah temperatur lingkungan. Siklus
refrigerasi ini pada dasarnya adalah kebalikan dari siklus mesin panas (siklus Carnot).
Efek dari siklus seperti itu adalah adanya absorbsi energi kerja dan transfer energi panas
dari heat reservoir temperatur rendah ke heat reservoir temperatur tinggi.
Perpindahan panas pada sistem refrigerasi ini
mengikuti hukum kedua termodinamika, yang menurut Clausius,
menyatakan bahwa tidak mungkin suatu self-acting machine, tanpa
adanya kerja luar, untuk mentransfer panas dari satu tempat ke
temperatur yang lebih tinggi. Siklus refrigerasi ini dapat dilihat pada
gambar berikut :
 Aplikasi sistem refrigerasi utama pada industri kimia yaitu proses pencairan atau
likuefaksi gas alam. Proses refrigerasi ini terdapat pada unit 40 sistem pencairan gas
alam. Fungsidari unit ini adalah untuk memisahkan sisa kandungan air dalam gas,
dan mendinginkan gas sampai temperatur mengalami perubahan fasa menjadi cair
yaitu padatemperatur -158oC dengan menggunakan media pendinginMulti
Component Refrigerant (MCR) yang dikenal denganrefrigeration system, setelah itu
LNG yang dihasilkan dikirim ketangki LNG di unit 60. Refrigeration system yang
dibutuhkan disuplai oleh dua rangkaian terutup yang terpisah dan berdiri sendiri,
yaitu propana dan campuran MCR, sedangkan propanasendiri didinginkan oleh air
laut. Selain mendinginkan dan mengkondensasi gas yang telah diolah, propana juga
mendinginkan dan mengkondensasi MCR. MCR merupakan campuran komposisi
metana, etana, propana, dan nitrogen.