Anda di halaman 1dari 9

MANAJEMEN AUDIT KEPASTIAN MUTU

Rofina Nage Azi ( 150404020045 )


Evaldiana Rosni Lendo ( 150404020053 )
Ermelinda Owa ( 150404020054 )
Agusta Batilmurik ( 150404020068 )
Yustina Maya ( 150404020071 )
Patrisia Fitri Diana ( 150404020074 )
Monika Setia ( 150404020101 )
Pengertian audit kepastian mutu

Audit sistem kepastian mutu adalah “proses sistematis,


mandiri, dan terdokumentasi untuk memperoleh bukti
objektif dan menilainya secara objektif untuk menentukan
sejauh mana kriteria audit yang telah dipenuhi.” Audit ini
dirancang untuk menilai aktivitas, praktik atau kebijakan
perusahaan untuk menentukan apakah perusahaan memiliki
kemampuan untuk memenuhi standar kualitas yang telah
ditetapkan dalam operasinya.
Manfaat audit kepastian mutu

1. Memeriksa kesesuaian atau ketidak sesuaian unsur-


unsur sistem mutu dengan standar yang telah
ditentukan
2. Memeriksa keefektifan pencapaian tujuan mutu yang
telah ditentukan
3. Memberi kesempatan teraudit memperbaiki sistem
mutu;
4. Memenuhi syarat-syarat peraturan/perundangan.
Ruang lingkup audit kepastian utu

1. Internal dan eksternal


2. Sistem, produk, proses, lokasi, dan organisasiona,
3. Khusus dan komperehensif
Strategi pendekatan audit
kepastian mutu

1. Perencanaan audit
2. Pelaksanaan audit
3. Mempelajari hasil audit
4. Tindakan perbaikan
Strategi meningkatkan nilai tambah

1. Perencanaan Audit
2. Teknik Audit
3. Menghubungkan temuan dan pengaruhnya terhadap
kemampuan organisasi menyediakan produk sesuai
dengan spesifikasinya.
Contoh kasus

PT. Biggy Bag’s merupakan perusahaan yang didirikan oleh Ms. Biggy pada
tahun 2000 yang berlokasi di kota depok. Perusahaan tersebut
memproduksi tas wanita dengan berbagai macam variasinya. Perusahaan
ini belum memiliki cabang, untuk mendistribusikan produknya perusahaan
ini hanya memiliki satu toko yang menjadi satu dengan tempat produksi
dan juga menitipkan produknya pada toko-toko buku dan supermarket di
daerah depok. Akhir-akhir ini perusahaan mendapat orderan dari PT. Tassar
Tas yang terletak di kota Makasar, namun karena pertimbangan lokasi yang
jauh, maka perusahaan masih memikirkan kemungkinan untuk menjalin
kerjasama dengan PT. Tassar Tas.
Persediaan PT. Biggy Bag’s tidak dikomputerisasi dan pada akhir tahun
selalu ada perbedaan antara nilai persediaan fisik dengan buku persediaan.
Untuk menjaga mutu dari produknya maka PT. Biggy Bag’s akan
mengadakan audit mutu.
Analisalah kondisi mutu dari PT. Biggy Bag’s

a. Biaya pelatihan mutu/kualitas yang dianggarkan oleh perusahaan


sudah sesuai dengan biaya pelatihan mutu/kualitas yang
sesungguhnya terjadi.
b. Biaya perekayasaan mutu/kualitas yang dianggarkan oleh perusahaan
melebihi biaya yang sesungguhnya terjadi.
c. Biaya Inspeksi Bahan dan Biaya Penerimaan Produk yang dianggarkan
melebihi Biaya Inspeksi Bahan dan Biaya Penerimaan Produk yang
sesungguhnya terjadi.
d. Biaya Penerimaan Proses yang dianggarkan masih terlalu kecil
daripada Biaya Penerimaan Proses yang sesungguhnya.
e. Biaya sisa yang dianggarkan melebihi biaya sisa yang sesungguhnya
harus dikeluarkan.
f. Biaya pengerjaan kembali yang dianggarkan oleh perusahaan masih
terlalu kecil dari Biaya pengerjaan kembali sesungguhnya.
Sedangkan pada semua biaya-biaya kegagalan eksternal yang dianggarkan
melebihi biaya kegagalan eksternal yang sesungguhnya terjadi.
Sekian