Anda di halaman 1dari 31

SUMBER KESALAHAN PENGUKURAN

PADA EPIDEMIOLOGI

Najla Asyura. NIM : 1713101010020


Kesalahan Pengukuran Pada Epidemiologi

1. Confounding (imbalance in
other factors)

2. Chance (Random Error)

3. Bias (Systemic Error)

 Selection Bias
 Information Bias
Referensi
[Murti. Prof. Bhisma. Pengantar Epidemiologi. Fakultas Kedokteran Sebelas Maret.
Hh 23-24]
CONFOUNDING (Kerancuan)
 Berasal dari bahasa latin ‘confundere’ yang berarti
bergabung atau tercampur secara bersama sama (mix
together)
 Kerancuan/ confounding : sebuah variabel ketiga (bukan
exposed atau outcome) yang medistorsi hubungan yang
diamati antara paparan dan hasil.
 Umur dan jenis kelamin adalah sumber perancu yang sangat
umum.

Referensi
[Murti. Prof. Bhisma. Pengantar Epidemiologi. Fakultas Kedokteran
Sebelas Maret. Hh 23-24]
Kriteria Faktor Perancu :

Paparan (E) Penyakit (D)

Faktor Perancu (F)

 Merupakan faktor risiko bagi penyakit yang diteliti


 Mempunyai hubungan dengan paparan
 Bukan merupakan bentuk antara dalam hubungan
paparan dan penyakit
Referensi :
[Najmah, 2015, epidemiologi untuk mahasiswa kesehatan masyarakat. Penerbit: Raja
Grafindo]
Kasus 2
Paparan Penyakit
(Minum kopi) (Penyakit jantung)

Faktor Perancu
(Penghisap rokok)

Hubugan antara konsumsi kopi dan resiko terjadinya penyakit


jantung koroner  mempunyai asosiasi  menghisap rokok.
Merokok mengganggu hubungan antara konsumsi kopi dan penyakit
jantung koroner

Referensi
[R. Beaglehole- R. Bonita- T. Kjelistrom. Dasar- Dasar Epidemiologi.1997.Gadjah
Mada University Press. hh. 84-88]
Efek dari confounding dapat menghasilkan :

 Adanya hubungan yang diamati pada populasi studi,


padahal tidak ada hubungan yang nyata.
 Tidak adanya hubungan yang diamati pada populasi
studi, padahal terdapat hubungan yang nyata.
 Menyalahkan efek yang sebenarnya berhubungan.
 Membenarkan efek yang sebenarnya salah
Referensi
[R. Beaglehole- R. Bonita- T. Kjelistrom. Dasar- Dasar Epidemiologi.1997.Gadjah
Mada University Press. hh. 84-88]
Referensi
[R. Beaglehole- R. Bonita- T. Kjelistrom. Dasar- Dasar Epidemiologi.1997.Gadjah Mada University
Press. hh. 84-88]
resiko confounding
Referensi
[R. Beaglehole- R. Bonita- T. Kjelistrom. Dasar- Dasar Epidemiologi.1997.Gadjah
Mada University Press. hh. 84-88]
parameter/pa·ra·me·ter/ /paraméter/ n ukuran seluruh populasi dalam penelitian
yang harus diperkirakan dari yang terdapat di dalam percontoh.

2. Chance (Random Error)


kesalahan yang disebabkan peran peluang, yang
mengakibatkan ketidaktepatan penafsiran paramater
populasi sasaran

Ada 3 sumber utama :


 Variasi biologis secara individual

 kesalahan sampling

 kesalahan pengkuran
3. Bias
 Bias disebab kan oleh “systematic error”
(kesalahan sistematik).
 Bias mengarah kepada ketidakakuratan hasil

Referensi
[R. Beaglehole- R. Bonita- T. Kjelistrom. Dasar- Dasar Epidemiologi.1997.Gadjah
Mada University Press. hh. 79-84]
Kesalahan sistematis
 Kesalahan sistematis : kesalahan riset yang dilakukan
oleh peneliti dan atau subyek penelitian, baik disadari
maupun tidak, yang mengakibatkan distorsi penaksiran
parameter populasi sasaran.
 Kesalahan sistematik akan merusak validitas dan

kualitas penelitian.
Sumber Kesalahan sistematis :
 Perumusan pertanyaan penelitian yang tidak jelas apa
sebenarnya masalah yang ingin diungkapkan melalui
riset.
 Masalah yang dirumuskan bukan merupakan masalah
esensi dalam pengembangan pengetahuan.
 Perumusan hipotesis yang tidak tajam dan terbuka
untuk penyanggahan.
 Pemilihan subyek penelitian yang mengalami bias atau
ngawur.
 Pemilihan desain penelitian yang lemah.
Sumber Kesalahan sistematis :
 Pengamatan dan pengukuran yang tidak akurat,
mengalami bias bahkan ngawur.
 Kelalaian perhitungan pengaruh faktor luar yang
merancukan penaksiran parameter populasi
sasaran.
 Pemilihan uji statistik terhadap hipotesis yang
salah/ tidak tepat.
 Kesalahan manusiawi dalam pengolahan data.
 Penarikan kesimpulan yang keliru atau tidak
konsisten dengan hasil pengamatan.
What is Bias ? parameter/pa·ra·me·ter/ /paraméter/ n ukuran
seluruh populasi dalam penelitian yang harus
diperkirakan dari yang terdapat di dalam percontoh.

 Kesalahan sisatematis yang mengakibatkan


distorsi penafsiran paramater sasaran
berdasarkan paramater sampel.
 Kesalahan dapat terjadi :
- Pengumpul data
- Dari masyarakat yang dikumpulkan datanya
Sumber Bias

 Proses seleksi atau partisipasi subyek  Bias


Seleksi
 Proses pengumpulan data  Bias Informasi
 Tercampurnya efek pajanan utama dengan efek
faktor resiko eksternal lainnya 
(kerancuan/confounding)

Referensi
[R. Beaglehole- R. Bonita- T. Kjelistrom. Dasar- Dasar Epidemiologi.1997.Gadjah
Mada University Press. hh. 79-84]
Bias dibedakan dalam dua jenis

(1) Bias seleksi (2) Bias informasi


 Kesalahan penarikan  Kesalahan pengukuran,
sampel, memilih kelompok kesalahan wawancara,
(target maupun kontrol), kesalahan dalam menempatkan
dalam penempatan individu data, kesalahan diagnosis,
kesalah data pada
dalam kelompok dll. pencatatan/ sekunder.
 Pencegahan : kelompok studi  Pencegahan : peneliti harus teliti
yang dibandingkan harus dan memperbaiki setiap
dipilih dengan cara yang kesalahan dengan baik dan
sama sehingga menghasilkan tepat.
kelompok studi yang  (Hennekens dan Buring, 1987).
sebanding (comparable).
Referensi :
 (Hennekens dan Buring, Prof. Dr. Noor Nasri Noor, M.P.H. Dasar
1987). Epidemiologi.1997.PT Rineka Cipta. h. 103
Sumber terjadinya bias seleksi ini adalah

 Kelemahan desain penelitian, terutama pada saat


penentuan anggota kelompok yang akan
dibandingkan.
 Penentuan kerangka sampling yang tidak tepat.
 Subyek hilang dari pengamatan atau tidak
memberikan respon selama pengumpulan data.
 Selektive survival, yaitu individu-individu yang
terpilih sebagai subyek penelitian adalah individu-
individu yang mempunyai karakteristik tertentu.
Contoh Bias

(1) Bias seleksi (2) Bias informasi


 Penelitian kesehatan  Pengkuran
anak-anak, yang biokimia/fisiologis itu
tidak pernah akurat dan
membutuhkan seringkali pada lab
kerjasama dengan yang berbeda
orang tua  mungkin memberikan hasil yang
terjadi bias seleksi berbeda- beda pula
untuk spesimen yang
sama
Contoh Analisa Jurnal
Bias dalam penelitian ini yaitu :
 Bias dalam penelitian ini bias seleksi karena data yang
didapatkan oleh peneliti diambil hanya dari pasien rawat
jalan yang diambil sebagai sampel, sedangkan dari pasien
rawat inap tidak dilakukan pengambilan data. Sampel yang
diambil dalam penelitian ini dengan menggunakan teknik
accidental sampling yang diambil seadanya tanpa
menggunakan kriteria sampel.
 Confounding dalam penelitian ini adalah sarana dan

prasarana yang dapat mempengaruhi kepuasan pasien,


tetapi variabel ini tidak masuk dalam variabel independent
penelitian. Dalam penelitian ini variabel perancu yaitu sarana
dan prasarana, biaya.