Anda di halaman 1dari 16

Absorbsi In Vivo Secara Oral

TUJUAN PRAKTIKUM

 Untuk mengetahui pengaruh pemberian Na Cmc


pada suspensi obat (salisilamid) terhadap absopsi
pada pemakaian oral pada tikus
DASAR TEORI
 Absorbsi atau penyerapan zat aktif adalah masuknya molekul-molekul
obat kedalam tubuh atau menuju peredaran darah tubuh setelah
melewati sawar biologis (pengahalang).

 Faktor – faktor yang mempengaruhi absorbsi


 Ukuran partikel
bertambah kecil partikel, bertambah luas permukaan total,
bertambah mudah larut.
 Pengaruh daya larut obat
pengaruh daya larut obat atau bahan aktif tergantung pada :
a. Sifat kimia
b. Sifat fisika
c. Prosedur dan teknik pembuatan obat
d. Formulasi bentuk sediaam
e. Temperatur
f. Derajat ionisasi obat.
MEKANISME LINTAS MEMBRAN

 Filtrasi
 Penembusan pasif lewat pori-pori membran
• Difusi Membran
 Senyawa larut dalam komponen penyusun
 Perbedaan konsentrasi
 Transport Aktif
 Tidak tergantung perbedaan konsentrasi
 Cara pelaluan transmembran dengan bantuan pembawa
• Difusi sederhana
 Perlintasan membran yang memerlukan pembawa dg karakteristik
tertentu
 Pinositas
 Perlintasan membran oleh molekul besar dan molekul tidak larut
 Dengan pembentukan vesikula (bintil) yang melewati membran
 Transport Pasangan Ion
 Cara perlintasan membran dari senyawa yang sangat mudah
terionkan pada PH fisiologis.

 Pada praktikum kali ini yang digunakan difusi pasif, kecepatan


absorpsi untuk difusi pasif yaitu berlaku hukum fick pertama:
Δ𝑋𝑎
 = −𝐷. 𝐴(𝐶𝑔 − 𝐶𝑝)
Δ𝑡

Na cmc merupakan zat dgn warna putih atau sedikit kekuningan,


tidak berbau dan tidak berasa, higroskopis mudah larut dalam air panas
dan air dingin pada pemanasan dapat terjaddi pengurangan viskositaas
yang bersifar reversibel.
ALAT DAN BAHAN

 Alat
 Holder tikus
 Silet
 Jarum oral
 Centrifuge
 Spektrofotometer uv-vis
 Tinbangan
 Beker glass

• Bahan
 Suspensi obat (salisilamid)pvp 0,1% dengan kadar obat 5% b/v
 EDTA
 Dapar asetat PH 4
 Larutan obat (salisilamid) 1,2 dikloretan 10 µg/ml
 Gliserol
 Tikus putih jantan
CARA KERJA

Dua ekor tikus yang dipuasakan selama 20-24 jam kemudian ditimbang

Sebelum hewan percobaan diberi obat, ambbil darahnya melalui ekor untuk kontrol

Tampung darah dalam flakon yang sudah diberi kira-kira 1 mg EDTA sebagai
antikoagulan

Masing-masing hewan percobaan diberi suspensi obat 100 mg/kg BB secara oral

Darah diambil kira-kira 10 tetes (0,4 ml) dengan selang waktu 10,20,30,60,120 dan
180 menit.

Sampel darah + EDTA dan disentrifuge selama 10 menit

Filtrat diambil sebanyak 1 ml + 3 ml aquadest + 2 ml FeCl3 2%

Lakukan absorbansi dengan spektro pada panjang gelombang 520nm


HASIL

 Bobot tikus putih (+NaCMC) = 201 gram


= 0,201 kg
 Bobot tikus hitam (tanpa Na CMC) = 164,5gram
= 0,164 kg
 Dosis dan volume yang diambil
 Tikus putih = 0,402 ml
 Tikus hitam = 0,328 ml
 Kurva baku
a= 0,206
konsentrasi absorbansi
b= 0,0405
1,5 0,220 r= 0,971
2 0,285
2,5 0,360
y=0,405x+0,206
5 0,410
10 0,605
 Hasil absorbansi
Waktu Tikus putih Tikus hitam
(+Na CMC) (non Na
CMC)
Blanko 0,018 0,008
10’ 0,635 0,532
20’ 0,715 0,592
30’ 0,643 0,675
60’ 0,642 0,706
120’ 0,312 0,325
150’ 0,256 0,291
TIKUS + NA CMC
y=0,405x+0,206 𝑦 − 0,206
𝑥=
0,0405
t menit Abs Cp Ln cp Kadar Kadar Ln kadar
(mg/ml) ekstrapo residual residual
lasi
10’ 0,635 10,148 2,320 37,748 27,6 3,31
20’ 0,715 12,123 2,495 29,398 17,275 2,849
30’ 0,643 10,346 2,336
60’ 0,624 10,320 2,334
120’ 0,312 2,172 0,775
150’ 0,265 1,012 0,0119
Parameter
• T1/2 eliminasi : 27,72 menit
• T ½ absorbsi : 15,032 menit
• AUC : 16,61 mg jam/menit
• Tmax :28,957 menit
• Cp max : 19,929 mg/ml
TIKUS - NA CMC
y=0,405x+0,206 𝑦 − 0,206
𝑥=
0,0405
t menit Abs Cp Ln cp Kadar Kadar Ln kadar
(mg/ml) ekstrapo residual residual
lasi
10’ 0,532 7,581 2,060 10,443 2,592 0,952
20’ 0,592 9,333 2,233 9,464 0,134 -2,009
30’ 0,675 11,328 2,432
60’ 0,706 12,148 2,497
120’ 0,325 2,740 1,007
150’ 0,291 1,901 0,642
Parameter
• T1/2 eliminasi : 57,75 menit
• T ½ absorbsi : 2,341 menit
• AUC : 15,25 mg jam/menit
• Tmax : 11,285menit
• Cp max : 9,855 mg/ml
PEMBAHASAN

 Absorbsi adalah masuknya molekul-molekul obat


kedalam tubuh atau menuju ke peredaran darah
tubuh setelah melewati barir biologik.
 Difusi pasif merupakan cara perlaluan
transmembran karena adanya perbedaan
konsentrasi tanpa bantuan apapun.
 Obat yang digunakan bersifat asam, yaitu asam
sailsilat, asam salisilat biasanya digunakan untuk
mengatasi berbagai masalah kulit, khususnya
kondisi-kondisi yang disebabkan oleh penebalan
lapisan kulit.
 Pada tikus yang ditambah dengan na cmc didapat
hasil t1/2 eliminasi 27,72 menit, t1/2 absorbsi 15,032
menit, AUC 16,61 mg jam/ml. Tmax 28,957 menit
dan Cp max 19,99 mg/ml
 Sedangkan hasil tikus tanpa Na CMC didapat hasil
t1/2 eliminasi 57,75 menit, t1/2 absorbsi 7,341 menit,
AUC 15,26 mg jam/ml. Tmax 11,285 menit dan Cp
max 9,855 mg/ml
 Hasil yang didapat AUC yang ditambah Na CMC lebih besar dari
non Na CMC hal ini sudah sesuai dengan teori yang ada di jurnal
“The infuence of sodium carboxymethylcellulose on drug release
form polyrthylen oxide extended release”
 Obat yang kami gunakan bersifat asam , jadi yang kami lihat di
jurnal yaitu obat propanolol HCL yang bersifat asam juga. Dari
hasil diketahui bahwa penambahan pelarut Na CMC nilai ACU,
lebih besar dibanding kan penambahan pelarut peo maupun
campuran peo+Na CMC. Jadi dapat disimpulkan bahwa
penambahan pelarut Na CMC dapat memperbesar nilai AUC nya
atau mempercepat proses absorbsi
 Na CMC merupakan surfaktan, dimana surfaktan memiliki fungsi
menurunkan tegangan permukaan membran sehingga dengan
menurunnya tegangan permukaan membran maka obat akan lebih
mudah melewati membran menuju ke sirkulasi sistemik dan
dengan demikian dapat mempercepat proses absorbsi.
KESIMPULAN

 Absorbsi obat merupakan masuknya obat dari tempat pemberian kedalam


plasma
 Mekanisme lintas membran yang terjadi di praktikum kali ini yaitu difusi pasif

+Na CMC - Na CMC


T maks 28,957 menit 11,285 menit
Cp maks 19,929 mg/ml 9,855 mg/ml
AUC 16,61 mg jam/ml 15,25 mg jam /ml
 Hasil yang didapat AUC yang ditambah Na CMC lebih besar dari non Na CMC
hal ini sudah sesuai dengan teori yang ada di jurnal “The infuence of sodium
carboxymethylcellulose on drug release form polyrthylen oxide extended
release”
 Na CMC merupakan surfaktan, dimana surfaktan memiliki fungsi menurunkan
tegangan permukaan membran sehingga dengan menurunnya tegangan
permukaan membran maka obat akan lebih mudah melewati membran menuju
ke sirkulasi sistemik dan dengan demikian dapat mempercepat proses absorbsi.