Anda di halaman 1dari 25

MEKANISME

OPERASIONAL

SAKIMAN HIDAYAT ANSANOOR

DIKLAT TEKNIS PROGRAM KEPENDUDUKAN, KELUARGA


BERENCANA DAN PEMBANGUNAN KELUARGA BAGI PLKB
PNS PERWAKILAN BKKBN PROVINSI KEPULAUAN RIAU
28 NOVEMBER 2014
BIODATA
NAMA : SAKIMAN
HIDAYAT
ANSANOOR
(DAYAT)
ISTERI : SISKA SUKMAWATY,
SH
ANAK : LUTHFI
SYAHIDAROBBY
LAESY SYAHIDISKA
EMAIL :
sahidan79@yahoo.co.id
FACEBOOK : good_
u_da@yahoo.co.id 2
Setelah mengikuti
pembelajaran ini maka
peserta pelatihan dapat
menjelaskan dan
memahami mekanisme
operasional dilini
lapangan

3
INDIKATOR KEBERHASILAN:

Peserta diharapkan dapat:

1. Menjelaskan konsep mekanisme


operasional
2. Menjelaskan rangkaian mekanisme
operasional
3. Menjelaskan langkanlangkah PLKB

4
POKOK POKOK MATERI

1. Konsep Mekanisme Operasional


2. Rangkaian Mekanisme
Operasional
3. Langkah Langkah PLKB

5
PROSES PEMBINAAN PROGRAM
KEPENDUDUKAN, KELUARGA BERENCANA
dan pembangunan keluarga
PROGRAM PENUNDAAN
BKR, KRR USIA KAWIN

PELAYANAN PEMBINAAN
Pra PUS
KIE
PENGGERAKAN
PUS
KONSELING
CALON
AKSEPTOR
AKSEPTOR
BARU
AKSEPTOR
AKTIF
TFR
(15-49 th)
ADVOKASI

Pasca PUS
MOTIVATOR

PROGRAM
KETAHANAN
BINA PEMBERDAYAAN
KELUARGA KELUARGA
LANSIA (UPPKS, BKB, BLK, BKR)
6
ALUR PIKIR PELAKSANAAN PROG KKBPK ERA DESENTRALISASI

Pemerintah PUSAT BKKBN Pusat

Pemerintah BKKBN Propinsi


PROPINSI

Pemerintah Perangkat Daerah


KAB/KOT Pengelola KB

KECAMATAN “Petugas KB Kec”

Pemerintah DESA PKB


KONSEP MEKOP

suatu rangkaian kegiatan yang satu dengan


yang lainnya saling berkaitan dan berlangsung
secara terus menerus serta berkesinambungan
dengan melibatkan seluruh potensi kecamatan/
desa/kelurahandalam upaya pencapaian
sasaran sasaran Program Keluarga Berencana
Nasional secara efektif dan efisien dalam
rangkaian kegiatan yang harmonis, saling isi,
saling melengkapi dan menguatkan.
HAKEKAT MEKOP
1. Suatu urutan kegiatan yang saling berkaitan
dengan materi program keluarga berancana
secara utuh dan terpadu
2. Suatu forum komunikasi social antar unsure
petugas, tokoh masyarakat, pengelola dan
masyarakat
3. Suatu forum pengambilan keputusan yang
didasar pada azas masyawarah
mufakat/kesepatan bersama
4. Suatu kegiatan yang berlangsung secara terus
menerus runtut dan berkesinambungan, menurut
sistematika baku.
MEKANISME OPERASIONAL PROGRAM KB
DI TINGKAT LINI LAPANGAN (Pedoman)

Rapat Koordinasi
Tk Kecamatan KECAMATAN
Mini
Loka karya
Pelayanan
Staff
meeting KB

KIE
Rapat Koordinasi oleh DESA/
tingkat desa TOMA Pelayanan KEL
dan Forum
Komunikasi KB
Aparat Sosial
Pertemuan (Poktan KB-KS)

Kader Pelayanan RW/RT

Penyuluhan kader KB

KELUARGA
Staf Meeting

 Di awali oleh pertemuan staf meeting yaitu


pertemuan mingguan antar para peserta
PLKB/PKB. Kegiatan staf meeting bias
dilaksanakan di kecamatan atau desa
dengan tujuan adalah untuk mengevaluasi
pencapaian sasaran, pembahasan masakah
serta menyusun rencana operasional ke
depan.
Mini Lokakarya

 Setelah selesai melakukan staf meeting, para


PLKB diadaerahnya melakukan mini
lokakarya dimasing masing wilayahnya. Mini
lokakarya adalah pertemuan teknis yang
dihadiri oleh PLKB, petugas Puskesmas,
Kepala Pos KB desa dan pihak pihak terkait
guna membahas hasil hasil pencapaian
bulanan KB / Kesehatan, menyusun rencana
teknis dan dukungan yang dibutuhkan.
Rapat Koordinasi Kecamatan / Rakor
Kecamatan
 Hasil dari mini lokakarya akan dijadikan bahan
dalam pembahasan di Rakor Kecamatan. Rakor
kecamatan adalah pertemuan bulanan Program
KB / Kesehatan yang dipimpin langsung oleh
Camat yang dihadiri olehMuspika, Kades/lurah
toma/toga, petugas kesehatan, PLKB dan
petugas terkait lainnya.Tujuan rakor kecamatan
adalah untuk mengevaluasi hasil bulan yang lain
yang lalu, merumuskan rencana operasional
bulan depan dan melakukan pembagian tugas
serta membahas dukungan yang dibutuhkan
Rapat Koordinasi Desa / Rakor Desa

 Hasil rakor kecamatan akan dibahas dalam


rakor desa. Rakor desa dipimpin oleh kepala
desa atau lurah denagn tujuan untuk
mengevaluasi hasil pencapaian dan
penyusun rencana operasional serta
dukungan yang diperlukan.dalam pertemuan
rakordes tersebut dihadiri oleh ketua RW,
tokoh setempat, PLKB/PKB, petugas
kesehatan, ketua Pos KB desa, kader dan
petugas terkait lainnya.
Pertemuan Kader

 Pertemuan ini diikuti oleh Kepala Pos KB


Desa, para kader, PLKB, petugas kesehatan
yang membahas secara teknis persiapan
operasional KB, pembagian tugas KIE dan
Pelayanan KB / kesehatan, serta persiapan
menyambut TIM KIE atau pelayanan KB dari
kecamatan.
Penyuluhan oleh Kader

 Sesuai dengan pembagian tugas dalam


pertemuan kader maka kader melakukan
penyuluhan dan motivasi dari pintu ke pintu
di wilayah kerjanya, dengan menggunakan
hasil pendataan keluarga sebagai persiapan
KIE oleh Tokoh Agama atau tokoh
masyarakat
KIE oleh tim Kecamatan / Desa

 Sesuai dengan rencana operasional dalam


rapat koordinasi Kecamatan yang telah
disepakati dilakukan KIE oleh Tim yang telah
disiapkan. Pertemuan dihadiri oleh keluarga,
para tokoh, petugas, kepala Pos KB desa,
sub Pos KB desa serta para kader lainnya.
Penggerakan oleh Kader

 Para kader mengajak masyarakat


dilingkungannya untuk mengikuti pelayanan
KB / kesehatan dan mendampinginya dalam
pelayanan sekaligus melakukan pembinaan
khususnya bagi peserta baru
Pelayanan Keluarga Berencana /
Kesehatan
 Pelayanan KB / kesehatan dilakukan oleh
para kader bersama petugas teknis pada hari
H., dimulai dengan mempersiapkan tempat
pelayanan, menggerakkan masyarakat ke
tempat pelayanan, melakukan pelayanan
bersama petugas
Pencatatan dan Pelaporan

 Setiap usai kegiatan dilakukan pencatatan


untuk kemudian dilaporkan secara
berjenjang, untuk kemudian dibahas dalam
pertemuan sesuai dengan rangkaian mekop
dan menjadi dasar kegiatan berikutnya.
POLA PENGGERAKAN MASYARAKAT BUPATI /
DALAM PROGRAM KB WALIKOTA
SKPD- KB MITRA - DINKES

CAMAT
MITRA KB KECAMATAN - PUSKESMAS
PENGELOLA KB KEC

KADES/LURAH

PLKB/PKB MITRA KB DESA/KELR. - PUSTU

PPKBD

RW
SUB PPKBD/
RT
KELP. KB/
KELP. BINA KEL.
21 KELUARGA KELP. UPPKS
10 L ANGKAH PLKB/PKB
Pendekatan
Tokoh Formal

1
Evaluasi,
Pencatatan Pendataan
dan Pelaporan & Pemetaan
10
2

Pendekatan
Pembinaan 9 PLKB/ 3 Tokoh Informal
Peserta PKB

4 Pembentukan
8
Kesepakatan
Pelayanan (MMD)
KB 5
7
6 Pemantapan
Pembentukan Kesepakatan
Grup Pelopor
KIE oleh
Tokoh Masyarakat
22
PERUBAHAN/PENYEDERHANAAN
LANGKAH KERJA PLKB

1. Pendekatan Tokoh Formal 1. Pendekatan Tokoh


Masyarakat (Formal &
2. Pendataan dan Pemetaan
Informal)
3. Pendekatan Tokoh Informal
2. Pendataan & Pemetaan
4. Pembentukan Kesepakatan
3. Pembentukan Kesepakatan
5. Penegasan Kesepakatan

6. Advokasi dan KIE


4. Advokasi & KIE KKB

7. Pembentukan Group Pelopor 5. Fasilitasi Pelayanan KB-KS

8. Fasilitasi Pelayanan KB-KS 6. Pembinaan


9. Pembinaan 7. Pengendalian, Pencatatan &
10. Pengendalian, Pencatatan & Pelaporan
Pelaporan
GANTUNGAN 10 LANGKAH PLKB
1. Ada materi
2. Tujuan dan sasaran
3. Adanya pemeran
4. Masyarakat / keluarga
5. Adanya sarana, dana, daya dan method
6. Adanya wadah dan forum pertemuan
7. Adanya petugas / pengelola
8. Adanya kemampuan dan mau
melaksanakan kegiatan
9. Dukungan dari tokoh formal dan informal
31

JPJPP

Anda mungkin juga menyukai