Anda di halaman 1dari 22

KELOMPOK 10

1. RIZAL FEBRIANSYAH ( E1M 017 064 )


2. ROFIAH ( E1M 017 066 )
3. ROZANA AFRIANI ( E1M 017 070 )
SEKOLAH SEBAGAI LEMBAGA PENDIDIKAN

1. DILEMA SEKOLAH.
2. FUNGSI SEKOLAH SEBAGAI LEMBAGA
PENDIDIKAN.
3. TUJUAN DAN PRINSIP.
4. MULTIJALUR DAN MULTIJENJANG.
5. REFORMASI SEKOLAH DAN HAK ANAK.
1. DILEMA SEKOLAH.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, dilema bisa diartikan


sebagai situasi sulit yang mengharuskan seseorang
menentukan pilihan antara dua kemungkinan yang sama-sama
tidak menyenangkan atau tidak menguntungkan. Dengan kata
lain, dilema adalah situasi sulit dan membingungkan. Khusus
untuk anak remaja, dilema biasanya muncul karena masalah
sekolah, hubungan pertemanan, percintaan, dan lain-lain.
2. FUNGSI SEKOLAH SEBAGAI LEMBAGA
PENDIDIKAN.
 Fungsi dasar sekolah ada 6 antara lain :
1. Fungsi penyesuaian.
Sekolah berfungsi membangun kemampuan anak didik untuk
memiliki dayasuai di masyarakat dan dalam keseluruhan
dinamika kehidupan.
2. Fungsi pengintegrasian.
Sekolah berfungsi mendidik anak agar kelak dapat
memainkan peran sesuai dengan fungsi-funsi yang mereka
emban dimasyarakat.
3. Fungsi diagnostik dan direktif.
bermanfaat untuk mengetahui potensi siswa dan memberi
arahan kepadanya akan kemana dan meniti karir macam apa
yang di prediksi paling cocok.
4. Fungsi diferensiasi.
Sekolah berfungsi “memprediksi” peran sosial siswa
berdasarkan hasil “diagnosis” untuk kemudian menentukan
urutan berdasarkan peran itu dan dilatih hanya sejauh sesuai
dengan tujuan mereka, dan satu langkah tidak lebih jauh dari
itu.
5. Fungsi selektif.
Sekolah berfungsi membantu siswa secara sadar berusaha
menilai kelayakan dirinya atas dasar hasil penilaian,
membantu perbaikan, pemberian hukuman, dan lain-lain.
6. Fungsi hubungan pembantuan dan referal.
Sekolah berfungsi untunk mendorong anak melakukan
hubungan.
Fungsi sekolah dalam konteks pendidikan anak
antara lain :

1. Mewadahi anak untuk meniru atau mengikuti.


2. Fungsi tanggung jawab.
3. Fungsi pelestarian budaya.
4. Fungsi latihan dan pengembangan tenaga kerja.
5. Fungsi kecerdasan dengan bersekolah, orang selalu ingin
tahu.
3. TUJUAN DAN PRINSIP

 Dalam peraturan perundang-undangan pendidikan di indonesia


dalam penjenjangannya di bagi menjadi 3 yaitu :
1. Pendidikan Anak Usia Dini.
2. Pendidikan Dasar.
3. Pendidikan Menengah.
4. Pendidikan Tinggi.
1. Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD)

Pendidikan anak usia dini formal bertujuan untuk membantu


meletakkan dasar ke arah perkembangan
sikap,pengetahuan,keterampilan dan daya cipta yang
diperlukan oleh anak didik dalam menyesesuaikan diri dengan
lingkungannya dan untuk pertumbuhan,serta perkembangan
selanjutnya.
2. Pendidikan Dasar.

pendidikan dasar bertujuan untuk memberikan bekal kepada


peserta didik untuk mengembangkan kehidupannya sebagai
pribadi,anggota masyarakat,dan waraga negara serta
mempersiapkan mereka untuk menempuh studi pada jenjang
pendidikan menengah.
3.Pendidikan Menengah.

 Adapun tujuan dari pendidikan menengah antara lain :


1. Meningkatkan pengetahuan siswa untuk melanjutkan
pendidikan yang lebih tinggi dan untuk mengembangkan diri
sejalan dengan perkembangan ilmu
pengetahuan,teknologi,dan seni.
2. Meningkatkan kemampuan siswa sebagai angggota
masyarakat dalam mengadakan hubungan timbal-balik
dengan lingkungan sosial,budaya,dan alam sekitarnya.
4.Pendidikan Tinggi.

 Adapun tujuan dari pendidikan tinggi antara lain :


1. Menyiapkan mahasiswa menjadi anggota masyarakat yang
memiliki kemampuan akademik dan/atau profesional yang
dapat menerapkan,mengembangkan dan/atau menciptakan
ilmu pengetahuan,teknologi,dan/atau seni.
2. Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu
pengetahuan,teknologi,dan/ atau seni serta mengupayakan
pegunannya untuk meningkatkan taraf kehidupan masyarakat
dan memperkaya pendidikan nasional.
Prinsip pendidikan.

1. Demokratis dan berkeadilan serta tidak diskriminatif dengan


menjunjung tinggi hak asasi manusia,nilai keagamaan,nilai
kultural,dan kemajemukkan bangsa.
2. Sebagai satu kesatuan yang sistemik dengan sistem terbuka dan
multimakna.
3. Sebagai suatu proses pembudayaan dan pemberdayaan peserta didik
yang berlangsung sepanjang hayat.
4. Memberi keteladanan,membangun kemaun,dan mengembangkan
kreativitas peserta didik dalam proses pembelajaran.
5. Mengembangkan budaya membaca,menulis,dan berhitung bagi
segenap warga masyarakat.
6. Memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta
dalam penyelegaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan.
4. Multijalur dan Multijenjang

 Jalur pendidikan merupakan wahana yang dilalui peserta didik


untuk mengembangkan potensi diri dalam suatu proses
pendidikan yang sesuai dengan tujuan pendidikan.
 Jenjang pendidikan merupakan tahapan pendidikan yang
ditetapkan berdasarkan tingkat perkembangan peserta
didik,tujuan yang akan dicapai,dan kemampuan yang
dikembangkan.
 Satuan pendidikan merupakan kelompok layanan pendidikan
yang menyelegarakan pendidikan pada jalur
formal,nonformal,dan informal pada setiap jenjang dan jenis
pendidikan.
1. Pendidikan Formal.
jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri
atas pendidikan dasar,pendidikan menengah,dan pendidikan
tinggi.
2. Pendidikan Nonformal
jalur pendidikan di luar pendidikan formal yang dapat
dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang.
3. Pendidikan Informal
Pendidikan informal atau kemasyarakatan seumumnya
merupakan jalur pendidikan keluarga dan lingkungan.
 Menurut UU No.20 Tahun 2003 tentang sisdiknas.
1. Pendidikan dasar berbentuk sekolah dasar (SD),dan
madrasah ibtidaiyah (MI) atau bentuk lain yang sederajat
serta sekolah menengah pertama (SMP) dan madrasah
tsanawiyah (MTs),atau bentuk lain yang sederajat.
2. Pendidikan menengah berbentuk sekolah menengah atas
(SMA),madrasah aliyah (MA),sekolah menengah kejuruan
(SMK),dan madrasah aliyah kejuruan (MAK),atau bentuk
lain yang sederajat.
3. Perguruan tinggi dapat berbentuk
akademik,politeknik,sekolah tinggi institut,atau universitas.
Reformasi Sekolah dan Hak Anak.
1. Reformasi Sekolah
 Hak siswa di sekolah
1. Mendapatkan pendidikan agama sesuai dengan agama yang
dianutnya dan diajarkan oleh pendidik yang seagama.
2. Mendapatkan pelayanan pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan
kemampuannya.
3. Mendapatkan beasiswa bagi yang berprestasi yang orang tuanya tidak
mampu membiayai pendidikannya.
4. Mendapatkan biaya pendidikan bagi mereka yang tidak mampu
membiayai pendidikannya.
5. Pindah keprogram pendidikan pada jalur dan satuan pendidikan lain
yang setara.
6. Menyelesaikan program pendidikan sesuai dengan kecepetan belajar
masing-masing dan tidak menyimpang dari ketentuan batas waktu
yang ditentapkan.
 Kewajiban siswa di sekolah
1. Menjaga norma-norma pendidikan untuk menjamin
keberhasilan proses dan keberhasilan pendidikan.
2. Ikut menanggung biaya penyelenggaraan pendidikan, kecuali
bagi peserta didik yang dibebaskan dari kewajiban tersebut
sesuai dengan perartuan perundang-undangan yang berlaku.