Anda di halaman 1dari 12

TEKNIK

PENGUMPULAN
DATA
KUANTITATIF

KELOMPOK 1

JALUM 2B
TEKNIK PENGUMPULAN DATA

Metode pengumpulan data adalah teknik atau cara-cara yang dapat digunakan
oleh peneliti untuk pengumpulan data.
Pengumpulan data, dapat dimaknai juga sebagai kegiatan peneliti dalam upaya
mengumpulkan sejumlah data lapangan yang diperlukan untuk menjawab
pertanyaan penelitian (untuk penelitian kualitatif), atau menguji hipotesis (untuk
penelitian kuantitatif).
TEKNIK PENGUMPULAN DATA
KUANTITATIF

Bila dilihat dari sumber datanya, maka pengumpulan data dapat menggunakan
sumber primer dan sekunder. Sumber primer adalah sumber data yang langsung
memberikan data kepada pengumpul data, dan sumber sekunder merupakan
sumber yang tidak langsung memberikan data pada pengumpul data, misalnya
lewat orang lain atau lewat dokumen. Selanjutnya dilihat dari segi cara atau teknik
pengumpulan data, maka teknik pengumpulan data dapat dilakukan dengan
interview, kuesioner (angket), observasi (Sugiyono, 2012: 193-194)
1. INTERVIEW

Sutrisno Hadi (1986) mengemukakan bahwa anggapan yang perlu dipegang oleh
peneliti dalam menggunakan teknik interview dan juga kuesioner adalah sebagai
berikut:
– Bahwa subjek (responden) adalah orang yang paling tahu tentang dirinya
sendiri.
– Bahwa apa yang dinyatakan oleh subjek kepada peneliti adalah benar dan dapat
dipercaya.
– Bahwa interpretasi subjek tentang pertanyaan-pertanyaan yang diajukan
peneliti kepadanya adalah sama dengan apa yang dimaksudkan oleh si peneliti.
Wawancara dapat dilakukan secara terstruktur maupun tidak terstruktur, dan
dapat dilakukan dengan tatap muka maupun lewat telepon.
– Wawancara terstruktur
Wawancara terstruktur digunakan sebagai teknik pengumpulan data, bila peneliti
atau pengumpul data telah mengetahui dengan pasti informasi apa yang akan
diperoleh. Oleh karena itu dalam melakukan wawancara, pengumpul data telah
menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan-pertanyaan tertulis yang
alternatif jawabannya pun sudah disiapkan.
Adapun contoh wawancara terstruktur tentang tanggapan Mahasiswa terhadap
pelayanan Kampus IAIN Syekh Nurjati Cirebon:
1) Bagaimanakah tanggapan Saudara/I terhadap pelayanan yang ada di PBA?
– a) Sangat bagus
– b) Bagus
– c) Tidak bagus
– d) Sangat tidak bagus
– Wawancara tidak terstruktur
Wawancara tidak terstruktur adalah wawancara yang bebas dimana peneliti tidak
menggunakan pedoman wawancara yang telah tersusun secara sistematis dan
lengkap untuk pengumpulan datanya. Pedoman wawancara yang digunakan hanya
berupa garis-garis besar permasalahan yang akan ditanyakan. Adapun contohnya
adalah sebagai berikut: “Bagaimanakah pendapat Saudara terhadap kebijakan-
kebijakan Rektor terhadap UKM-UKM yang ada di IAIN Syekh Nurjati Cirebon?dan
bagaimana dampaknya terhadap mahasiswa!”.
2. KUESIONER

Kuesioner merupakan alat teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara
memberikan seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden
untuk dijawabnya.
Prinsip Penulisan Angket

– Isi dan tujuan pertanyaan, yang dimaksud disini adalah isi pertanyaan tersebut
merupakan bentuk pengukuran atau bukan. Kalau berbentuk pengukuran, maka
dalam membuat pertanyaan harus teliti, setiap pertanyaan harus ada skala
pengukuran dan jumlah itemnya mencukupi untuk mengukur variabel yang
diteliti.
– Bahasa yang digunakan, bahasa yang digunakan dalam penulisan angket harus
disesuaikan dengan kemampuan berbahasa responden.
– Tipe dan bentuk pertanyaan, tipe pertanyaan dalam angket dapat berupa
– Pertanyaan tidak mendua
Tidak menanyakan yang sudah lupa
Pertanyaan tidak menggiring, artinya usahakan pertanyaan tidak menggiring pada
jawaban yang baik saja atau yang jelek saja.
Panjang pertanyaan, pertanyaan dalam angket sebaiknya tidak terlalu panjang,
sehingga akan membuat jenuh responden dalam mengisi.
– Urutan pertanyaan, urutan pertanyaan dalam angket, dimulai dari yang umum
menuju ke hal yang spesifik, atau dari yang mudah menuju hal yang sulit.
3. OBSERVASI

Dalam menggunakan observasi cara yang paling efektif adalah melengkapinya


dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen pertimbangan
kemudian format yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku
yang digambarkan. Dari peneliti berpengalaman diperoleh suatu petunjuk bahwa
mencatat data observasi bukanlah sekedar mencatat, tetapi juga mengadakan
pertimbangan kemudian mengadakan penilaian kepada skala bertingkat. Misalanya
memperhatikan reaksi penonton televisi, bukan hanya mencatat rekasi tersebut,
tetapi juga menilai reaksi tersebut apakah sangat kurang, atau tidak sesuai dengan
apa yang dikehendaki (Arikunto, 2006: 229).
KELEBIHAN DAN KELEMAHAN TEKNIK
PENGUMPULAN DATA KUANTITATIF

KELEBIHAN KEKURANGAN
– Dapat digunakan untuk menduga atau – Berdasarkan pada anggapan-
meramal anggapan (asumsi)

– Hasil analisi dapat diperoleh dengan – Asumsi tidak sesuai dengan realitas
akurat bila digunakan sesuai aturan yag terjadi atau menyimpang jauh
yang kemamampuannya tiak dapat
– Dapat digunakan mengkur intreaksi dijamin bahkan menyesatkan
hubungan antara dua atau lebih – Data harus berdistribusi normal dan
variable hanya dapat digunakan untuk
– Dapat menyederhanakan permasalhan menganalisis data yang populasi atau
sampelnya sama
yang kompleks dan rumir sebelum
model. – Tidak dapat dipergunakan untuk
menganalisisnya dengan cuplikan
(sampel) yang jumlahnya sedikit (>30)