Anda di halaman 1dari 24

MORFOLOGI DAN ANATOMI

JASAD RENIK
(BAKTERI)
Sel-sel individu bakteri dapat
berbentuk spt :
- ellips/bola (Coccus),
- Batang/silindris (Basil)
- Spiral/helix/Vibrio (Spirillum)

Masing-masing ciri penting


dalam mencirikan morfologi
suatu spesies.
Spesies tertentu bakteri
menunjukkan adanya pola
penataan sel seperti
berpasangan, bergerombol,
rantai atau filamen
Bagian-bagian sel bakteri terdiri atas : (Anatomi sel Bakteri)
A. Dinding sel
B. Isi sel bakteri terdiri atas :
1. Membran sitoplasma 5. Mesosom
2. Sitoplasma 6. Ribosom
3. Nukleoid 7. Granula
4. Plasmid

C. Alat tambahan :
1. Flagella atau silia
2. Fimbria atau phili
3. Kapsula
4. Endospora
I. STRUKTUR LUAR BAKTERI (PERMUKAAN BAKTERI)
1. Dinding sel, berfungsi sebagai :
- Pelindung sel
- Untuk reproduksi
- Pemberi bentuk sel
Dinding sel merupakan struktur yang amat kaku yang memberikan
bentuk pada sel.
Tebal : 10 – 35 nm.
Komposisi kimiawi : Peptidoglikan, yg merupakan polimer amat
besar yg menyusun dinding sel bakteri, yang terdiri dari :
a. N-asetilglukosamin (AGA)
b. N-asetilmuramat (AAM)
c. Suatu Peptida yang terdiri dari 4 atau 5 asam amino yaitu : L-
alanin, D-alanin, asam D-glutamat dan lisin atau asam
diaminopimelat
Dinding sel utuh jg mengandung as. Teikoat, protein, polisakarida,
lipoprotein, lipoplisakarida yang terikat pada peptidoglikan
PERBEDAAN KOMPOSISI DAN STRUKTUR DINDING SEL BAKTERI GRAM
POSITIF DAN GRAM NEGATIF
Ciri-ciri Perbedaan relatif
Gram Positif Gram Negatif
Struktur Tebal (15 – 80 nm) berlapis tunggal Tipis (10 – 15 nm) berlapis tiga
dinding sel (Mono) (multi)
Komposisi -Kandungan lipid rendah (1-4%) -Kandungan lipid tinggi (11-22%
dinding sel -Peptidoglikan mrp komponen -Peptidoglikan jumlahnya sedikit ±
utama & sbg lapisan tunggal : 50% 10% berat kering
berat kering. -Tidak ada asam teikoat
-Pada bbrp sel ada as. teikoat
Kerentanan thd Lebih rentan Kurang rentan
Penisilin
Penghambtan Dihambat dengan nyata Pertumbuhan tidak begitu
pertumbhn ol dihambat
kristal violet
Persyaratan Relatif rumit pada banyak spesies Relatif sederhana
nutrisi
Resistensi Lebih resisten Kurang resisten
gangguan fisik
Most Species of Eubacteria may be
Grouped Based on Staining
• Gram-Negative • Gram-Positive
– Lack thicker layer of – Thicker layer of
peptidoglycan peptidogycan
– Stain purple
– Stain pink
– Exotoxins
– Endotoxins (released
when bacteria die) Gram-positive

Gram- negative
Gb. Anatomi dinding sel bakteri gram positif dan gram negatif
Mengapa setelah pewarnaan gram, bakteri gram positif
berwarna ungu dan gram negatif berwarna merah muda
Larutan dan urutan Reaksi dan tampang bakteri
penggunaannya
Gram Positif Gram Negatif
1. Ungu kristal (Gram A) Sel berwarna ungu Sel berwarna ungu
2. Larutan Yodium (I) Komplek UK-Y terbentuk di Komplek UK-Y terbentuk di
(Gram B) dlm sel, tetap tetap ungu dlm sel, tetap tetap ungu
3. Alkohol (Decolorizer) Ddg sel mengalami Lipid terekstraksi dr ddg sel,
(Gram C) dehidrasi, pori-pori pori-pori mengembang,
menciut, daya rembes ddg kompleks UK-Y keluar dr sel,
sel & membran menurun, sel mjd tidak berwarna (Lipid
UK-Y tdk dpt keluar dr sel, Larut oleh Alkohol)
sel tetap ungu
(Peptidoglikan tidak larut
oleh alkohol)
4. Safranin (merah Sel tidak terpengaruhi, Sel menyerap zat pewarna
muda) (Gram D) tetap berwarna ungu safranin, mjd merah muda
2. Flagellum :
Merupakan rambut pada permukaan sel bakteri yang
mencuat menembus dinding sel & bermula dari tubuh dasar.

- Tersusun atas flagelin (sub unit protein)


- Respon terhadap gerakan : taksis (kemotaksis, fototaksis).
- Fungsi : untuk membantu pergerakan (motil), saat
menghampiri sumber nutrisi atau menghindari racun
- Bakteri dpt dikelompokkan berdasarkan jumlah dan letak flagel
Jenis-2 bakteri berdasarkan letak dan jumlah flagel :
1. Atrikus : bakteri yang tidak mempunyai flagel
Cont : Bacillus cereus
2. Monotrikus : mempunyai flagel pada salah satu ujung selnya
Cont : Pseudomonas aeruginosa
3. Lopotrikus : memp 1 berkas flagel pada salah satu ujung
Cont : Pseudomonas fluorescens
4. Amfitrikus : Pada tiap ujung sel ada 1 flagel atau 1 berkas
cont : Spirillum ostreae
5. Peritrikus : terdapat flagel pada seluruh permukaan selnya
cont : Salmonella typhi
Proteus vulgaris
3. Phili
- tersusun atas pilin (suatu protein)
- biasanya pilus terdapat pada bakteri gram negatif
- tersebar di permukaan sel dengan jumlah sekitar 150 buah
Fungsi pilus :
Merupakan embel-2 spt filamen yang
bukan flagel, berukuran lebih kecil,
lebih pendek dan lebih banyak
daripada flagel.
a. pilus bukan sebagai alat gerak
b. pilus F berfungsi dalam
pertukaran materi genetik saat
konjugasi. Pilus jenis ini
memiliki ukuran lebih besar
daripada flagel. Biasanya tiap
sel hanya memiliki satu atau
dua pilus F
c. jenis pilus lain berfungsi sebagai
alat untuk melekat bakteriofaga
(virus bakteri) dan untuk
perlekatan pada sel hewan atau
permukaan substrat yang
merupakan sumber nutriennya.
4. Kapsul
Bakteri seperti Pneumococcus penyebab pneumonia dikelilingi
oleh suatu lapisan bahan kental yang disebut kapsul atau lapisan
lendir. Ukuran kapsul sangat dipengaruhi oleh medium tempat
tumbuh. Ada yang tebal kapsulnya hanya satu persekian diameter
selnya, ada yang jauh lebih besar daripada selnya.
Bagi bakteri, kapsul merupakan penutup lindung dan juga sebagai
gudang makanan cadangan.
Kapsul pada bakteri penyebab penyakit menambah kemampuan
bakteri itu untuk menginfeksi, bila kehilangan kapsul maka ia
dapat kehilangan Virulensinya.
5. Spora
Merupakan tubuh yang secara metabolik dorman, dihasilkan pada
fase lanjut, pada kondisi yang tidak memungkinkan untuk tumbuh.
Pada kondisi yang sesuai, sel akan tumbuh dan berkecambah
menghasilkan sel yang sama seperti asalnya disebut sel Vegetative.
Spora yang berada diluar sel vegetative disebut Eksospora, (Cont :
Actinomycetes dan Kapang)
sedangkan yang berada didalam sel vegetative disebut Endospora .
Spora bersifat tahan terhadap bahan kimia dan perlakuan fisik.
- Mengapa spora tahan terhadap panas : karena sedikitnya air
bebas yang berada di dalam sel
- Mengapa spora tahan terhadap penyinaran (UV) : karena struktur
dinding selnya banyak mengandung senyawa kimia yang
mempunyai ikatan Disulfida. (S=S)
- Mengapa spora tahan terhadap paparan zat-2 kimia : karena
dinding selnya bersifat impermeable sehingga zat kimia apapun
tidak bisa memasuki sel
Gb. Perubahan struktural selama sporulasi pd sel bakteri
Letak endospora di dalam sel pada beberapa sel bakteri :
1. Sentral : spora terletak di tengah-tengah sel
contoh : Bacillus cereus.
2. Terminal : spora terletak/dibentuk di ujung sel
contoh : Clostridum tetani.
3. Subterminal : Spora terletak/dibentuk di dekat ujung
contoh : Clostridium subterminale.

Gb. Bacillus Cereus, Clostridium tetani dan Clostridium botulinum


Perbedaan spora pada Kapang (jamur) dan Bakteri berdasarkan
fungsi dan pembentukannya :
A. Spora pada bakteri : sebagai alat untuk mempertahankan diri
apabila kondisi lingkungan sekitarnya tidak mendukung untuk
tumbuh dan berkembang, seperti pH, suhu, kandungan nutrisi
(senyawa organik), oksigen dsb.
B. Spora pada Kapang : sebagai alat reproduksi baik secara vegetatif
maupun generatif. Spora tersebt dpt bermodifikasi mjd konidia
(seperti Ascomycetes).
II. STRUKTUR DALAM BAKTERI (ANATOMI BAKTERI)

1. Membran Sitoplasma :
disebut juga membran protoplasma/membran plasma.
Tebal 7,5 nm, mrp lapisan tipis yang terletak di sebelah
dalam dinding sel, tersusun 60% protein, 30% lipid, dan
10% karbohidrat
Fungsi membran sitoplasma :
Mempertahankan tekanan osmosa intraseluler
a. sbg barier yang fungsinya mengatur keluar masuk bahan dari
dalam sel atau luar sel. Hanya bahan tertentu yang dpt lewat shg
dinamakan semipermeable membran sitoplasma
b. Sebagai sistem pengangkutan aktif yang disebut Permease
Khusus senyawa tertentu misal Fruktosa tapi tidak utk maltosa, ion-ion
mineral, protein dll. Sistem ini perlu energi & mampu menentukan
konsentrasi di dlm sel yg melampaui konsentrasi substansi di seklling
sel. Masuknya bahan-2 ke dalam sel dg menggunakan Protein Carrier.
c. Mjd tempat bagi reaksi-2 enzim yang terlibat dlm metabolisme
Tepat di luar MS terdpt Ruang Periplasmik dimn byk terdpt Enzim.
Molekul besar dipecah mjd btk sederhana spt asam-2 amino, gula
sederhana & diangkut melalui MS ol sistem pengangkutan permease.
2. Mesosom
Mesos : tengah; Soma : badan
Suatu struktur membranus yg terletak intraseluler. Merupakan lipatan
atau lekukan (folding) dr membran sitoplasma yg berperan aktif pd
proses pembelahan sel dan metabolisme. Pada bakteri gram positif
mesosom lebih besar drpd bakteri gram negatif.

3. Sitoplasma
Cytos : sel; Plasma : substansi
Merpk substansi yg tidak homogen. Semua partikel dlm sitoplasma
diliputi dan disuspensi dlm suspensi cair serta semi solid atau disebut
Matrix, yg mrp campuran kompleks yg mengandung berbagai ion (H+, PO-
3 Na+, Cl- ), asam-asam amino, protein, purin, pirimidin, vitamin dll.
4,
Secara fungsional matrix merupakan :
a. Prekursor ( pendahulu molekul-2 yg tlh disiapkan)dan bhn-2 bangunan
lainnya yg dignk dlm sintesa sel.
B. Sumber tenaga, cont. glukosa
c. Zat-zat buangan.
4. Ribosom
Merupakan struktur makromolekul di dlm sel yg memimpin berbagai
interaksi yg ada hubungannya dg sintesis protein. Ribosom-2 saling
berbeda dlm ukuran dan kepekatan. Oleh krn itu akan didpt
perbedaan pd proses sentrifugasi. Jadi ukuran tgt besarnya koeffisien
sedimentasi ( S= Svedberg). Misal 70 S dan 80 S. Tiap ribosom terdr
atas sub unit kecil ( 30 S) dan sub unit besar ( 50 S). Ribosom ada
kecenderungan utk berkumpul pd molekul mRNA tunggal disebut
Poliribosom atau Polisom. Adanya polisom memungkinkan benang
tunggal mRNA secara serempak diterjemahkan mjd byk polipeptida.
Ribosom sebagian bsr adl rRNA (ribosomal RNA) dg bbrp protein
(ribonukleoprotein). Sebagian kecil dr RNA ribosom adl mRNA
(messanger RNA).
Struktur Ribosom

Susunan Eubacterium /prokaryot Eukaryote


Ukuran keseluruhan 70 S 80 S
Sub unit kecil : 30 S 40 S
- Ukuran RNA 16 S 18 S
- Jumlah nukleotida dalam RNA 1500 2000
Sub unit besar : 50 S 60 S
- Ukuran RNA 23 S 28 S
- Jumlah nukleotida dalam RNA 3000 5000
5. Inti sel

Bahan inti atau DNA pd bakteri menempati hampir di tengah-


tengah sel dan menghubungkan pd sistem membran sitoplasma-
mesosom. DNA terdiri dr asam nukleat yg mjd pusat
penyimpanan sifat genetis dr suatu mahluk hidup.
Sel bakteri kadang jg mempunyai materi genetik ekstra
kromosom yg berupa Small Cyclic DNA yg berada diluar inti yg
disbt Plasmid. Plasmid scr otonom dpt mengadakan replikasi
serta dpt berpindah tempat atau dipindahkan dr satu bakteri ke
bakteri yg lain. Contoh plasmid R-Plasmid yg membawa sifat
resisten terhadap suatu antibiotik.