Anda di halaman 1dari 13

HUKUM RADIOAKTIVITAS

DAN
DISINTEGRASI BERURUTAN

Oleh:
1) Ela Zulia Choirunnisa (4201415059)
2) Puji Asih (4201415064)
RADIOAKTIVITAS / KERADIOAKTIFAN

ATOM
terdiri dari

Inti Atom Elektron-elektron


yang mengitari inti.

Reaksi inti / reaksi nuklir

Bisa terjadi
secara
Buatan  Terjadi pada inti atom stabil maupun tidak stabil.

 Terjadi pada inti-inti atom yang tidak stabil saja.


Spontan  Zat yang mengandung inti tidak stabil disebut
 Zat Radioaktif.
RADIOAKTIVITAS
Penemuan sinar x Melatarbelakangi
Becquerel (1896)
oleh W.C. Rontgen (1895)

Meneliti zat yang bersifat fluorensensi

hasilnya
Sinar yang dipancarkan uranium
dapat menghitamkan film potret
yang masih terbungkus kertas logam.
tapi
Becquerel menemukan bahwa batuan uranium
memancarkan sinar berdaya tembus tinggi
tanpa harus disinari. `

Gejala semacam ini disebut

RADIOAKTIVITAS / KERADIOAKTIFAN
HUKUM RADIOAKTIVITAS

Dari eksperimen, terbukti bahwa radioaktivitas memenuhi hukum eksponensial.


Hal ini diterangkaan apabila peluruhan dianggap sebagai peritiwa statistik.

Sifat statistik

menyatakan bahwa

Peluruhan inti tidak stabil (radioaktivitas) merupakan proses acak


dan tidak mungkin untuk diperkirakan kapan sebuah atom tertentu akan meluruh,
melainkan ia dapat meluruh sewaktu-waktu.
BESARAN RADIOAKTIVITAS
1. Aktivitas Merupakan laju peluruhan inti radioaktif.

Semakin besar aktivitasnya,


semakin banyak inti atom yang meluruh per detik.

Aktivitas α hanya bergantung pada jumlah inti radioaktif N dalam cuplikan


dan juga probabilitas peluruhan λ.

… (1)

Ketika cuplikan meluruh jumlah intinya berkurang sebanyak N buah,


sehingga jumlah inti atom yang tertinggal lebih sedikit.
Jadi jumlah peluruhan per detik makin lama makin berkurang.
BESARAN RADIOAKTIVITAS
1. Aktivitas
Semakin besar aktivitas α, semakin banyak inti atom yang meluruh tiap detik.
Secara sistematis dapat dituliskan

… (2)

Dari persamaan (1) dan (2)

… (3)

Atau

… (4)
BESARAN RADIOAKTIVITAS
1. Aktivitas
Untuk sebuah sampel radioisotop tertentu, jumlah kejadian peluruhan –dN yang akan terjadi
pada selang (interval) waktu dt adalah sebanding dengan jumlah atom yang ada sekarang.
Hasil integral dari persamaan (4) adalah sebagai berikut.

… (5)

Hukum Peluruhan Radioaktivitas Eksponensial.

Jumlah radioaktivitas dalam satuan culikan meluruh terhadap waktu.


BESARAN RADIOAKTIVITAS
1. Aktivitas

Sehingga, aktivitas dapat dituliskan dengan :

… (6)

Satuan dasar untuk mengukur aktivitas curie (Ci). Semula didasarkan pada laju disintegrasi
1 gram radium, namun sekarang didefinisikan sebagai 3,7x1010 peluruhan / detik.
1 curie (Ci) = 3,7 x 1010 peluruhan / detik.
BESARAN RADIOAKTIVITAS
2) Waktu Paruh

Waktu yang diperlukan aktivitas untuk berkurang menjadi separuh aktivitas awal.

… (7)

Atau

… (8)
BESARAN RADIOAKTIVITAS
2) Umur Rata-Rata
Umur atom tertentu yang berdisitegrasi adalah antara nol dan tak tentu karena
tidak diketahui atom mana yang akan berdisintegrasi dalam waktu berikutnya.
Karena itu, perlu didefinisikan umur rata-rata sebagai berikut.

… (9)

Karena
Dan

Maka … (10)
Disintegrasi Berurutan
𝑁1 = 𝑁10 𝑒 −λ1𝑡

λ1
𝑁2 = 𝑁10 𝑒 −λ1𝑡 −𝑒 −λ2𝑡
( λ2 −λ1 )

λ1 λ2
𝑁3 =𝑁10 1 + 𝑒 −λ2𝑡 − 𝑒 −λ1𝑡
( λ2 −λ1 ) ( λ2 −λ1 )
Grafik hubungan jumlah atom
relatif terhadap waktu