Anda di halaman 1dari 21

Semangat Kebangkitan Nasional

Tahun 1908
Kelompok 3:
1. Firdatama F. (11)
2. Frisma Sabila S. (12)
3. Intan Dwi Apsari (16)
4. Malika Diva N. (21)
Pangeran Diponegoro
Sebelum Tahun 1908
1. Diponegoro (Perang Diponegoro)
Perlawanan rakyat Jawa antara lain ketika Pangeran Diponegoro memimpin
perlawanan terhadap Belanda (1825-1820). Perlawanan ini dibantu oleh
Sentot Alibasyah Prawidirdjo, Diponegoro memperoleh kemenangan, hal ini
disebabkan sebagian tentara Belanda dikerahkan untuk memadamkan
perlawanan di luar Jawa (awal pertempuran). Untuk menghadapi pasukan
Diponegoro, Belanda melakukan strategi untuk memperlemah kekuatan
musuh. Mereka mengangkat kembali Sultan Sepuh (Hamengkubuwono II),
bertujuan agar para bangsawan yang membantu Diponegoro kembali ke
istana. Siasat ini tidak berhasil karena Sultan Sepuh tidak lama kemudian
meninggal. Untuk mempersempit ruang gerak Diponegoro, Jendral De Kock
menciptakan strategi benteng stelsel. Pada tahun 1830 Pangeran Diponegoro
diajak berunding oleh De Kock di Magelang. Jendral De Kock berjanji bahwa
jika perundingan gagal, Pangeran Diponegoro bebas kembali ke markasnya.
Namun De Kock berkhianat, Pangeran Diponegoro diasingkan di Manado
lalu dipindahkan ke Makassar hingga akhir hayatnya.
Pangeran Antasari
2. Pangeran Antasari (Perang Banjar)
Perang Banjar berawal ketika Belanda campur tangan
dalam urusan pergantian Raja di Kerajaan Banjarmasin.
Perlawanan dilakukan oleh Prabu Anom dan Pangeran
Hidayat. Pada tahun 1859, Pangeran Antasari memimpin
perlawanan setelah Prabu Anom ditangkap Belanda. Pada
tahun 1862, Pangeran Hidayat menyerah dan berakhirlah
perlawanan Banjar di pulau Kalimantan. Perlawanan
berakhir pada tahun 1945.
Sisingamangaraja XII
3. Perlawanan Sisingamangaraja (Perang Batak)
Peralawanan terhadap Belanda di Sumatra Utara dilakukan oleh
Sisingamangaraja XII. Perlawanan ini dinamakan perang Batak
yang berlangsung selama 29 tahun untuk menghadapi perang
Batak, Belanda menarik pasukan dari Aceh. Kapten Christoffel
berhasil mengepung benteng terakhir Sisingamangaraja di Pak
Pak sehingga pasukan Sisingamangaraja kalah oleh Kapten
Christoffel. Seluruh Tapanuli dapat dikuasai Belanda.
Kesimpulan
 Dari perlawanan ketiga ini tidak ada yang berhasil,
bersifat lokal atau kederahan serta menggunakan senjata
yang tradisional.
Sesudah Tahun 1908
A. Sumpah Pemuda
Makna atau arti :
Merupakan penegas bagi bangsa indonesia untuk sebuah negara
yang memiliki identitas dan dicintai rayatnya.
Peran Pelajar
1. Kami putera dan puteri indonesia mengaku bertumpah darah
yang satu tanah air indonesia.
Sebagai pelajar hal ang harus kita lakukan adalah mencintai tanah air
indonesia dan menjaga tanah air indonesia agar tidak dijajah
kembali.
2. Kami Putera dan puteri indonesia mengaku berbangsa yang satu
bangsa indonesia
Sebagai pelajar kita harus mencintai dan bangga pada bangsa
indonesia serta mencintai produk produk yang dihasilkannya.
3. Kami putera dan puteri indonesia menjunjung tinggi bahasa
persatuan bahasa indonesia.
Sebagai pelajar kita harus bisa berbahasa indonesia dengan baik dan
benar, serta bangga menggunakan bahasa indonesia sebagai bahasa
persatuan.
B. Proklamasi Tahun 1878-1945
 Dari Rengasdengklok, Soekarno - Hatta langsung dibawa ke
rumah Laksamana Muda Maeda. Seorang kepala perwakilan
Angkatan Laut Jepang di Jakarta. Pada jam 23.00 pembicaraan
untuk perumusan teks proklamasi dimulai. Naskah proklamasi
disusun oleh Soekarno, Moh Hatta dan Ahmad Soebardjo.
Perumusan teks proklamasi sampai penandatanganannya baru
selesai pukul 04.00 dini hari tanggal 17 Agustus 1945.
Pembacaan naskah dilakasanakan di halaman rumah ir. Soekarno
dijalan Pegangsaan Timur, Jakarta pada pukul 10.00
Tokoh – Tokoh Kebangkitan Nasional
1. Dr. Soetomo
2. Douwes Dekker
3. Baron Van Houven
4. Mr. Van Deventer
5. H.O.S Tjokroaminoto
6. K.H. Dewantara
7. Dr. Tjiptomangun Kusumo
H.O.S Cokroaminoto
HOS Cokroaminoto
Beliau dikenal sebagai Salah satu Pahlawan Nasional. Nama lengkap beliau adalah Raden
Hadji Oemar Said Tjokroaminoto atau H.O.S Cokroaminotolahir di Ponorogo,
Jawa Timur, 16 Agustus 1882 dan meninggal di Yogyakarta, 17 Desember 1934 pada umur
52 tahun. Tjokroaminoto adalah anak kedua dari 12 bersaudara dari ayah bernama R.M.
Tjokroamiseno, salah seorang pejabat pemerintahan pada saat itu. Kakeknya, R.M. Adipati
Tjokronegoro, pernah juga menjabat sebagai bupati Ponorogo. Sebagai salah satu pelopor
pergerakan nasional, ia mempunyai beberapa murid yang selanjutnya memberikan warna
bagi sejarah pergerakan Indonesia, yaitu Musso yang sosialis/komunis, Soekarno yang
nasionalis, dan Kartosuwiryo yang agamis. Namun ketiga muridnya itu saling berselisih.
Pada bulan Mei 1912, Tjokroaminoto bergabung dengan organisasi Sarekat Islam.
Sebagai pimpinan Sarikat Islam, HOS dikenal dengan kebijakan-kebijakannya yang tegas
namun bersahaja. Kemampuannya berdagang menjadikannya seorang guru yang disegani
karena mengetahui tatakrama dengan budaya yang beragam. Pergerakan SI yang pada
awalnya sebagai bentuk protes atas para pedagang asing yang tergabung sebagai Sarekat
Dagang Islam yang oleh HOS dianggap sebagai organisasi yang terlalu mementingkan
perdagangan tanpa mengambil daya tawar pada bidang politik. Dan pada akhirnya tahun
1912 SID berubah menjadi Sarekat Islam.
 Seiring perjalanannya, SI digiring menjadi partai politik setelah mendapatkan status
Badan Hukum pada 10 September 1912 oleh pemerintah yang saat itu dikontrol oleh
Gubernur Jenderal Idenburg. SI kemudian berkembang menjadi parpol dengan
keanggotaan yang tidak terbatas pada pedagang dan rakyat Jawa-Madura saja. Kesuksesan
SI ini menjadikannya salah satu pelopor partai Islam yang sukses saat itu.

Perpecahan SI menjadi dua kubu karena masuknya infiltrasi komunisme memaksa HOS
Cokroaminoto untuk bertindak lebih hati-hati kala itu. Ia bersama rekan-rekannya yang
masih percaya bersatu dalam kubu SI Putih berlawanan dengan Semaun yang berhasil
membujuk tokoh-tokoh pemuda saat itu seperti Alimin, Tan Malaka, dan Darsono dalam
kubu SI Merah. Namun bagaimanapun, kewibaan HOS Cokroaminoto justru dibutuhkan
sebagai penengah di antara kedua pecahan SI tersebut, mengingat ia masih dianggap guru
oleh Semaun. Singkat cerita jurang antara SI Merah dan SI Putih semakin lebar saat
muncul pernyataan Komintern (Partai Komunis Internasional) yang menentang Pan-
Islamisme (apa yang selalu menjadi aliran HOS dan rekan-rekannya). Hal ini mendorong
Muhammadiyah pada Kongres Maret 1921 di Yogyakarta untuk mendesak SI agar segera
melepas SI merah dan Semaun karena memang sudah berbeda aliran dengan Sarekat
Islam. Akhirnya Semaun dan Darsono dikeluarkan dari SI dan kemudian pada 1929 SI
diusung sebagai Partai Sarikat Islam Indonesia hingga menjadi peserta pemilu pertama
pada 1950.
Harapan Sebagai Pelajar
 Sebagai Pelajar Hendaknya kita memiliki sikap toleransi terhadap
sesama untuk mempererat tali persatuan dan persaudaraan.
Sebagai Warga Indonesia dan Pelajar yang menjaga NKRI bersikap
toleransi dan ramah pada sesama sangat penting, jika kita tidak
tahu bertoleransi/menghargai seseorang entah mereka berbeda
ras ataupun agama tali yang mempererat persahabatan akan
terpecah belah maka dari itu bersikap ramah, saling menghargai
dan toleransi sangat penting dimiliki pelajar untuk menjaga tali
persahabatan NKRI
SEKIAN DAN TERIMAKASIH