Anda di halaman 1dari 17

EKSPLORASI DAN EKSPLOITAS

MINYAK DAN GAS


(SISTEM INSTALASI BANGUNAN
LAUT)
Ivan Ardyansyah D33115016
Alan Fhajoeng Ramadhan D33115301
Eksplorasi adalah penyelidikan lapangan untuk mengumpulkan data/informasi selengkap mungkin tentang
keberadaan sumberdaya alam di suatu tempat.
Kegiatan eksplorasi sangat penting dilakukan sebelum pengusahaan bahan tambang dilaksanakan mengingat
keberadaan bahan galian yang penyebarannya tidak merata dan sifatnya sementara yang suatu saat akan habis
tergali. Sehingga untuk menentukan lokasi sebaran, kualitas dan jumlah cadangan serta cara pengambilannya
diperlukan penyelidikan yang teliti agar tidak membuang tenaga dan modal, disamping untuk mengurangi resiko
kegagalan, kerugian materi, kecelakaan kerja dan kerusakan lingkungan.

s i
lo ra
Ek sp
Kajian Geologi
Secara ilmu geologi, untuk menentukan suatu daerah mempunyai potensi akan minyak bumi, maka ada beberapa kondisi
yang harus ada di daerah tersebut. Jika salah satu saja tidak ada maka daerah tersebut tidak potensial atau bahkan tidak
mengandung hidrokarbon. Kondisi itu adalah:

1. Batuan sumber · Migrasi


Yaitu batuan yang menjadi bahan baku pembentukan hidrokarbon. Hirdokarbon yang telah terbentuk dari proses di atas
biasanya yang berperan sebagai batuan sumber ini adalah serpih. harus dapat berpindah ke tempat dimana hidrokarbon
batuan ini kaya akan kandungan unsur atom karbon (C) yang memiliki nilai ekonomis untuk diproduksi. Di batuan
didapat dari cangkang - cangkang fosil yang terendapkan di sumbernya sendiri dapat dikatakan tidak
batuan itu. memungkinkan untuk di ekploitasi karena
hidrokarbon di sana tidak terakumulasi dan tidak
2. Tekanan dan Tempratur dapat mengalir
Untuk mengubah fosil tersebut menjadi hidrokarbon, tekanan
dan temperatur yang tinggi di perlukan. Tekanan dan temperatur
ini akan mengubah ikatan kimia karbon yang ada dibatuan
menjadi rantai hidrokarbon.
· Reservoar
Reservoar adalah batuan yang merupakan wadah bagi
hidrokarbon untuk berkumpul dari proses migrasinya.
Reservoar ini biasanya adalah batupasir dan batuan karbonat,
karena kedua jenis batu ini memiliki pori yang cukup besar
untuk tersimpannya hidrokarbon. Reservoar sangat penting
karena pada batuan inilah minyak bumi di produksi.
· Perangkap
Sangat penting suatu reservoar di lindungi oleh batuan
perangkap. tujuannya agar hidrokarbon yang ada di reservoar
itu terakumulasi di tempat itu saja. Jika perangkap ini tidak ada
maka hidrokarbon dapat mengalir ketempat lain yang berarti ke
ekonomisannya akan berkurang atau tidak ekonomis sama
sekali. Perangkap dalam hidrokarbon terbagi 2 yaituperangkap
struktur dan perangkap stratigrafi.
Kajian Geofisika
 Eksplorasi Minyak
 Data berat jenis
Ini adalah ekplorasi yang dilakukan sebelum pengeboran.
kajiannya meliputi daerah yang luas. dari hasil kajian ini akan Data ini diambil dengan menggunakan alat logging
didapat gambaran lapisan batuan di dalam bumi. dengan bantuan bahan radioaktif yang memancarkan
sinar gamma. Pantulan dari sinar ini akan
 Data resistivity menggambarkan berat jenis batuan. Dapat kita
Prinsip dasarnya adalah bahwa setiap batuan berpori akan di isi bandingkan bila pori batuan berisi air dengan batuan
oleh fluida. Fluida ini bisa berupa air, minyak atau gas. berisi hidrokarbon akan mempunyai berat jenis yang
Membedakan kandungan fluida di dalam batuan salah satunya berbeda.
dengan menggunakan sifat resistan yang ada pada fluida.

 Data porositas
Porositas adalah sifat fisik
batuan reservoir yang
menunjukkan kemampuan
batuan menyimpan fluida
didalam pori-porinya.
Proses Eksplorasi dan Eksploitasi Migas
 Survei Seismik Laut
Survei Seismik laut adalah suatu pekerjaan untuk mencari kandungan minyak dan gas bumi yang ada di lapisan bawah bumi tepatnya di daerah laut.
Namun karena kita tidak mengetahui dimana kandungan minyak bumi itu berada, sehingga diperlukan pemetaan terhadap lapisan bawah bumi.
Syarat untuk dapat memetakan lapisan bawah bumi ada 2 hal :
1. Perlu adanya sumber getaran (Air gun )
2. Perlu adanya alat perekam yang dapat menerima sumber getaran (Hidrophone ).
Prinsipnya : getaran dalam bentuk gelombang udara ( airgun) ditembakkan ke dasar laut, setelah sampai di dasar laut kemudian getaran tersebut
dipantulkan , dan getaran ditangkap kembali oleh hidrophone sebagai perekam getaran.

Ciri Khasnya:

- Survei Seismik berada pada daerah dengan kedalaman > 10 meter. ( Laut
dalam )
- Kabel Streamer yang berisi Hidrophone ( perekam getaran ), ditarik oleh
kapal dan posisinyaa “melayang” ( tidak berada di dasar laut)
- Low Cost dan Waktu Pengukuran relatif lebih cepat.

Videonya disini Gan!!!!


Transition Zone ( Ocean Bottom Cable/ OBC )

Ciri Khasnya:

- Survei Seismik berada pada daerah dengan kedalaman 0-10 meter. (Daerah dangkal) 
- Kabel Streamer yang berisi Hidrophone ( perekam getaran ), dibentangkan di dasar laut.
- High Cost dan Waktu Pengukuran relatif lebih lama.

Catatan : Survei seismik baik menggunakan metode Marine Seismik maupun Transition Zone, dapat dilakukan
secara 2 dimensi maupun 3 Dimensi
 Peralatan utama yang digunakan :
d. Air Gun
a. GPS C-Nav ( DGPS method ) Airgun berfungsi sebagai sumber getaran. Air gun
DGPS memiliki kepanjangan Differensial Global memiliki kekuatan tekanan mencapai 2000 psi atau
Positioning System. Jadi konsepnya hampir sama seperti GPS sekitar 200 kali tekanan ban motor. Tenaga yang
CORS. digunakan adalah tekanan dari udara bebas dan tidak
akan merusak karang yang ada di bawah kapal.
b. Gyro Compass ( Gyroscope )
Alat ini hampir memiliki fungsi yang
sama dengan kompas yaitu
menunjukkan arah utara. Hanya saja
arah utara yang ditunjukkan oleh Gyro
Compass adalah arah utara Geografis
( arah utara sebenarnya )
c. Streamer
Streamer bentuknya seperti kabel yang dibentangkan kemudian
ditarik oleh kapal ( untuk marine seismic), Streamer ini berisi
Hidrophone( alat perekam getaran), ADC (Analog to digital
converter), dan bird (berperan untuk mengatur posisi dan
kedalaman streamer). Total panjang dari streamer biasanya
mencapai 3 km
Eksploitasi
Eksploitasi adalah usaha penambangan dengan maksud untuk menghasilkan bahan galian dan memanfaatkannya.
Kegiatan ini dapat dibedakan berdasarkan sifat bahan galiannya yaitu, galian padat dan bahan galian cair serta gas.

Pengeboran, baik darat maupun lepas pantai, akan dilakukan


setelah para ahli geologi dan geofisika melakukan survey dan
yakin bahwa di wilayah tersebut diduga ada cadangan minyak
atau reservoir. Meskipun di atas dijelaskan mengenai persiapan
pengeboran darat, namun yang akan dibahas berikutnya adalah
proses pengeboran lepas pantai.
Tahap – tahap Eksploitasi Minyak dan Gas Bumi di Laut

Pengeboran lepas pantai dapat dilakukan setelah para ahli geologi melakukan survey dan menduga ada cadangan minyak
di bawah lantai laut.

1. Langkah pertama yang dilakukan adalah memasang pipa penghubung (conductor pipe) dandrilling pipe dan
menurunkannya ke dasar laut.
2. Setelah pipa konduktor sampai di dasar laut dan menembus lapisan permukaan
lantai laut, drilling pipe kembali ditarik ke permukaan. Di dalam conductor
pipe terpasang jet bit yang membantu melubangi dasar laut sehingga conductor
pipe dapat terangkat.

3. Kemudian drill bit atau dalam bahasa sehari-hari kita adalah mata bor,
diturunkan dan masuk hingga ke dasar pipa konduktor.

4. Drillbit akan mulai berputar dan melubangi lantai


laut. Drill bit biasanya memiliki nozzle di bagian tengah
nya. Nozzle digunakan untuk menyemburkan air/air laut di
lapisan yang akan digali.
5. Setelah melakukan pengeboran sedalam beberapa
ratus meter, drill bit akan diangkat ke permukaan.
Dan casing pipe dengan ukuran diameter kira-kira 50 cm
(sedikit lebih kecil daripada lubang sumur) diturunkan ke
dalam lubang sumur menggunakandrill pipe. Pipa casing
ini berfungsi untuk melapisi dan menjaga dinding lubang
sumur agar tidak runtuh.

6. Proses penyemenan ini diteruskan hingga ke ujung


atas pipa casing. Jangan disangka bahwa semen yang
digunakan adalah semen yang umum di toko bangunan.
Semen ini khusus dirancang untuk tahan dengan kondisi
air laut dan tekanannya.
7. drill pipe dilepas dan ditarik kembali ke atas.
Selanjutnya adalah menyambung riser pipe. Riser pipe ini
akan berfungsi ganda, salah satunya adalah untuk
sirkulasi mud yang disemburkan melalui ujung drill
bit (akan dibahas lebih jelas nanti). Untuk proses
selanjutnya, ujung dari riser pipe dihubungkan dengan
perangkat khusus yang bernamaBlow Out
Preventer (BOP). BOP ini akan didudukkan di atas
pipa casing yang sudah lebih dahulu terpasang di lantai
laut.

8. Drill bit yang ukurannya lebih kecil dari yang pertama


kali digunakan, diturunkan melalui riser pipe hingga
ke casing pipe. Dan, proses pengeboran pun dilanjutkan.
Bila di atas tadi dijelaskan bahwa untuk membuang
serpihan sedimen digunakan air/air laut, maka di proses
pengeboran kedua ini, mud digunakan untuk membuang
serpihan tersebut. Dengan proses yang
sama, muddisemprotkan dari nozzle yang ada di drill bit.
  Ada beberapa alasan kenapa mud lebih baik daripada air untuk riser
system seperti ini antara lain:
1. Mud memiliki viskositas yang lebih besar daripada air. Artinya, mud jauh
lebih mudah dan mampu lebih banyak mengangkat serpihan sedimen
keluar dari lubang pengeboran.

2. Mud memiliki densitas lebih besar dari air. Ketika


pengeboran semakin jauh ke dalam lapisan batuan,
tekanan dari dinding-dinding lubang bor akan semakin
besar. Bila air (densitas rendah) yang disemprotkan ke
dalam lubang bor, maka lama kelamaan air tidak akan
sanggup menahan tekanan dari dinding-dinding sumur.
Dinding sumur bisa runtuh dan drill bit akan tertahan.
Bila menggunakan mud (densitas lebih besar
daripada air), maka tekanan dari luar sumur bisa
diimbangi oleh tekanan dari dalam sumur yang
diisi dengan mud. Dan mud ini cukup ekonomis
karena mampu dibersihkan, didaur ulang dan
digunakan kembali
9. Setelah mencapai kedalaman yang dituju, drill bit akan ditarik keluar dan diganti
dengandiamond core bit yang memiliki lubang di tengahnya seperti gambar di bawah ini.
Tujuannya adalah untuk mengambil sampel formasi yang sudah dicapai
   10.  Sampel tersebut akan dianalisa untuk memastikan lapisan batuan yang ditembus
adalah formasi reservoir. Setelah itu, geophisical logging tool diturunkan ke dalam lubang
sumur untuk menganalisa dan memberikan informasi kepada geologist mengenai data-
data fisik formasi batuan sepanjang tool tersebut diturunkan di formasi reservoir.
11. Bila ternyata sumur tersebut memang berpotensi
untuk langsung diproduksi, maka casingterakhir akan
diturunkan ke dalam lubang sumur dan dilakukan
proses cementing. Setelah itu, casing tersebut di-
pervorating atau dalam bahasa yang lebih mudah
dilubangi sehingga memungkinkan minyak bumi dialirkan
ke permukaan.

Video disini juga


ada
Dampak positif dan negatif eksplorasi minyak bumi terhadap lingkungan
 Bencana tanah longsor disebabkan oleh penggundulan yang • Eksploitasi hutan di daerah hulu yang dapat
dilakukan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab menghilangkan fungsi hutan di daerah hulu sebagai
terhadap kelestarian hutan. Ketika hutan dalam keadaan penutup lahan terhadap tumpahan air hujan dan
gundul maka formasi tanah akan menjadi larut dan penghambat kecepatan aliran permukaan juga dapat
menggelincir diatas bidang licin pada saat terjadi hujan. menyebabkan banjir
Sehingga bencana banjir yang disertai tanah longsor tidak
 Bencana paling hebat di Indonesia adalah bencana
dapat dihindarkan lagi.
lumpur panas yang terjadi pada bulan Juni 2006.
 Bencana banjir yang selalu terjadi setiap tahun hampir di Peristiwa ini terjdi karena pengeboran yang tidak
seluruh wilayah Indonesia disebabkan oleh polah tingkah sesuai dengan formasi batuan sehingga memotong
manusia yang suka membuang sampah sembarangan yang formasi lumpur dan menembus formasi gas.
mengakibatkan rusaknya tata guna lahan dan air. Tata guna
lahan dan air menyebabkan laju erosi dan frekuensi banjir
meningkat.
 Masalah pemanasan global (Global Warming).
Industrialisasi di seluruh dunia menyebabkan polusi CO2
diudara meningkat dengan cepat menyebabkan terjadinya
bencana pemanasan global. Akibatnya terjadi perubahan
iklim dan kenaikan air laut yang menyebabkan abrasi
pantai.
Kesimpulan
Indonesia merupakan negara yang kaya akan potensi alam seperti munyak bumi, gas batu bara, dan lain
sebagainya. Maka dari itu akan sangat menghasilkan sekali apa bila sumberdaya tersebut di eksploitasi. namun
bukan eksploitasi besar-besaran yang dimaksudkan tetapi eksploitasi yang ber wawasan dengan
lingkungan.ekspolitasi yang memperhatikan dampak sebab akibat serta cara menanggulanginya.
Sebaiknya kepada merka yang berkecimpung dalam dunia industry terutama dalam bidang
pengeksploitasian sumberdaya alamagar lebih berhati-hati dalam mengeksploitasi dan memperhatikan dampak
dari eksploitasi yang dilakukanya itu.
Penerapan teknologi pada industri minyak dan gas (migas) kini menghadapi tantangan berat dari soal
peningkatan produksi, inefisiensi biaya, meroketnya harga minyak dunia hingga tuntutan dampak pencemaran
lingkungan.
Banyak sekali eksploitasi sumber daya alam yang membawa dampak terhadap kehidupan. Segala kegiatan
pembangunan yang berlangsung diharapkan tidak hanya mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, tetapi
juga harus mampu menjaga kelestarian sumber daya alam. Sehingga alam tidak akan kehilangan fungsinya
sebagai pengendali keseimbangan kehidupan. Oleh karena itu setiap pembangunan yang dilakukan harus
berwawasan lingkungan mengenalisis mengenai dampak lingkungan yang akan terjadi.