Anda di halaman 1dari 40

KONSTRUKSI BAJA 2

Oleh : Tri Widya Swastika. ST. MT

JURUSAN TEKNIK SIPIL


POLITEKNIK NEGERI JAKARTA
Rencana Pembelajaran Semester
Kombinasi Lentur – Normal
(Batang Lentur - Aksial)
BALOK-KOLOM
Definisi
• Jika pada suatu struktur efek gaya aksial dan
momen lentur tidak dapat di abaikan salah
satunya maka harus didesain dengan
kombinasi aksial-lentur, komponen struktur
tersebut disebut elemen balok-kolom (beam-
column).
• Biasanya terjadi pada struktur statis tak tentu.
Contoh :
Kolom dari suatu Portal
=> disamping menerima gaya normal tekan, juga
menerima momen lentur akibat sambungan kaku
pada balok kolom.
Batang Atas Rangka struktur Atap
=> disamping menerima gaya tekan, juga
menerima momen jika letak gording tidak hanya
pada titik-titik buhul.
Batang Bawah Rangka struktur Atap
=> disamping menerima gaya tarik, juga bisa
menerima momen jika letak penggantung
plafond tidak hanya pada titik-titik buhul.
Contoh struktur Balok – Kolom

Portal statis tak tentu_sumber : Buku Struktur Baja Metode LRFD, Agus
Setiawan
Tahap – Tahap Perencanaan
Batang Aksial - Lentur
a. Periksa Mn (kekuatan momen lentur nominal)
1. Cek kelangsingan/ kekompakan batang -> Local buckling ->
sayap dan badan
2. Cek lateral buckling -> Lb
Contoh:
Jika Bentang Menengah => Lp < LB < LR
Mencari MA, MB dan MC :
Diketahui Mnt x1 = 7,65 tm; Mnt x2 = 10,05 tm dan L kolom = 450 cm

10,05 tm

3,933 t 1,125 Penyelesaian:


A
1,125 MA = 3,933 x 1,125 – 10,05 = -5,625 tm
B MB = 3,933 x 2,250 – 10,05 = -1,200 tm
1,125 MC = 3,933x 3,375 – 10,05 = +3,225 tm
C
3,933 t 1,125 Mmax = 10,05 tm

7,65 tm
b. Rasio Kekutan Batang Aksial – Lentur (Persamaan Interaksi)

Dimana:
Nu = Gaya Aksial terfaktor
Nn = Kuat nominal Aksial
Mu = Momen Lentur terfaktor
Mn = Momen nominal Lentur
Ф = Faktor reduksi u/ kuat tarik
= 0,9 (u/ kuat leleh) dan 0,75 (u/ kuat putus)
Ф b = Faktur reduksi u/ kuat lentur = 0,9
c. Kuat nominal batang Aksial

1. Batang aksial TARIK:


Φ Nn = 0,9. Ag. Fy (Kuat leleh)
Pilih yang terkecil
Φ Nn = 0,75. Ae. Fu (Kuat putus)
2. Batang aksial TEKAN -> Φ Nn = 0,85. Ag. Fy/ῳ
ῳ > 1 = beban luar lebih besar dari beban nominal bahan itu
sendiri.
d. Panjang tekuk (Lk) pada portal
Ib, Lb
Lk AB = kc.Lb
A
Ic, Lc kc dipengaruhi GA dan GB
B Dimana GA dan GB adalah perbandingan
kekakuan antara balok dan kolom
Ib, Lb

IcA IcB
 LcA  LcB
GA  GB 
IbA IbB
 LbA  LbB
Untuk tumpuan sendi, G = 10
Untuk tumpuan jepit, G = 1
K31 K32 K33
GC

K21 K22 Ic22, Lc22 K23

GB
Ib11, Lb11 Ib12, Lb12
K11 K12 K13
Ic12, Lc12

Ic12 Ic 22 Ic 22 Ic32
 
GB  Lc12 Lc 22 GC  Lc 22 Lc32
Ib11 Ib12 Ib21 Ib22
 
Lb11 Lb12 Lb21 Lb22
Nilai kc => Diagram 7.6-2 SNI 1729
Balok Kolom
e. Faktor Pembesaran Momen
1. Struktur Tak Bergoyang
Jika δb > 1 maka Mu mengalami
pembesaran momen
(Faktor pembesaran momen
berpengaruh apabila nilainya > 1)
2. Struktur Bergoyang

Dimana:

Mntu = Momen Lentur terfaktor akibat Gravitasi


Mltu = Momen Lentur terfaktor akibat beban yang dapat menimbulkan pergoyangan
δb = Faktor pembesaran momen akibat grafitasi (pengaruh P-δ)
δs = Faktor pembesaran momen akibat beban yang dapat menimbulkan
pergoyangan (pengaruh P-Δ)
Contoh soal 1 :
Diketahui :
WF 350x175x7x11 A WF 250x125x6x9
struktur seperti gambar
I x = 13600 cm4 I x = 4050 cm4
5m disamping dengan
Mu1 = 114 kNm
B
Mu2 = 232 kNm
Momen akibat beban gravitasi
Pu = Nu =774 kN
7m 6m

Jawab:
Direncanakan dengan kolom WF 300x300x10x15

Ix = 20400 cm4 r = 18 mm E = 200000 Mpa


Iy = 6750 cm4 bf = 300 mm BJ 41 => fy = 250 Mpa
A = 119,8 cm2 tf = 15 mm
ix = 13,1 cm tw = 10 mm
iy = 7,51 cm d = 300 mm 1 mpa = 1 n/mm2 = 10 kg/cm2
Zx = 1501,12 cm3 h = 234 mm
Ic 20400
 Lc
WF 350x175x7x11 A WF 250x125x6x9
I x = 13600 cm4 I x = 4050 cm4
GA   500  1,559
Ib 4050 13600
B
5m
 Lb 600  700
GB = 1 (Jepit)

7m Didapat nilai Kc = 0,83


6m
-> diagram 7.2-6 (Tak bergoyang)
Penyelesaian:
1.) Kontrol Kekuatan Kolom

Lk x  kc L  0,83x500  415cm 
1,43
 1,05
Lk x 415 1,6  0,67c
x    31,68  200(OK ) Ag. fy11980.(250)
ix 13,1 Nn  
 1,05
 2 EA  2 (2.105 )(119,8 x100)
N ei   N n  285051N  2850,51kN
x 2
31,682
Nu 774
N ei  23539244 N  23539,24kN   0,319  0,2
 .N n 0,85.(2850,51)
31,68 fy
c   0,357 => Rumus Rasio Kekuatan Batang
 E Aksial-Lentur ke 1
=> 1,2 < λc > 0,25
Pakai rumus rasio kekuatan batang Aksial-Lentur ke 1

Nu 8  Mu x Mu y 
    1 Cm = 0,6-0,4β ≤ 1 => β = M1/M2; M1<M2
 .N n 9  b .Mnx b .Mn y 
Cm = 1 => ujung-ujung sederhana
M1 114 Cm = 0,85 => ujung-ujung kaku
Cm  0,6  0,4  0,6  0,4  0,404
M2 232 Maka,
Cm 0,404
bx    0,441  1  dipakaibx  1 Mux   bx .Mu
 Pu   774 
1    1    Mux  1.(232)  232kN
 ei 
P  9236 ,7 

2.) Cek kelangsingan penampang


a. Untuk Sayap (b/2tf) b. Untuk Badan
b 170 300 170 Karena, Nu
   0,319  0,125  Tabel 7.5  1
2.tf fy 30 250  .N n
10  10, 751  PenampangKompak Maka,
h 500  Nu  665
Penampang Kompak, maka   2,33  
tw fy  b. n 
N fy
Mn = Mp
23, 4  63, 024  42, 058
PenampangKompak  Mn  Mp
 p  63, 024
3.) Kontrol Lateral Buckling
Jarak penahan lateral (Lb) = h/4 = 500/4 = 125 cm
Terdapat dinding pada ke 2 sisi kolom

E
Lp  1, 76.i y .  373,85cm
fy

Ternyata Lb<Lp => Bentang pendek


=> Mnx = Zx.fy = 375280000Nmm = 375,28 kNm

Dengan persamaan interaksi,


Nu
 0,319  0,2...... pers1
 .N n
Nu 8  Mu x Mu y 
    1
 .N n 9 b Mn x b Mn y 
8  232 
0,319    1
9  337,752 
Profil Kolom WF 300x300x10x15
0,93  1  OK dapat digunakan!
TUGAS BATANG AKSIAL - LENTUR
• Cari objek yang merupakan batang aksial – lentur,
masing-masing kelompok 2 buah objek:
• Berikan penjelasan apakah setiap objek benar2
merupakan batang aksial lentur?
• Dari ke 2 objek pilih salah satu untuk di analisis
kekuatan nominalnya, bandingkan dengan gaya-gaya
yang bekerja.
• Objek setiap kelompok tidak boleh sama.
Contoh Soal 2:
Pu
Δ

5m
Mu

Diketahui :
Pu = 50 kN
Mu = 110 kN (akibat beban horizontal)
Δ = 2 mm
Tentukan profil yang aman untuk batang aksial – lentur
pada struktur tersebut.
Jawab:
Direncanakan profil 250 x 250 x 9 x 14
Ix = 10.800 cm4 Zx = 867 cm3 E = 200 000 Mpa
Iy = 3650 cm4 r = 16 mm BJ 41
A = 92,18 cm2 bf = 250 mm GA = 0
ix = 10,8 cm tw = 9 mm GB = 1
iy = 6,29 cm tf = 14 mm Kc = 1,15

Kontrol Kekuatan Kolom:


Lkx = kc. L = 1,15 x 400 = 460 cm
λx = Lkx/ix = 460/10,8 = 42, 59 < 200
λy = Lkx/ry * (fy/E)^0.5 = 0,324 > 0,25 dan < 1,2
ω = 1,43/ (1,6 – 0,67 λc) = 1,034

Pn = (Ag.fy)/ ω = (9218 x 250)/ 1,034 = 2228, 723 kN


Pei = (π2. E. A)/ (λx)2 = 10019768,61 N = 10 019,77 kN
Pu/ ϕPn = 50/ (0,85. 2228,723) = 0,026 < 0,2

Cmx = 1 – 0,3 (Pu/ Pei) = 0,037 Karena δb < 1 maka Mu TIDAK


δbx = Cmx/ (1- (Pu/Pei)) = 0,0372 < 1 mengalami pembesaran momen
Mux = 1. 110 = 110 kN
Kontrol Penampang
• Badan

Pu/ ϕPn = 0,026 < 0,125


h 500  Pu  665
  2,33   
tw 250   Pn  250
27,78 < 72,852 ≥42,04 => Kompak

 Sayap

b 170

2tf fy
8,929 < 10,75 => Kompak
CONTOH SOAL 3

Periksalah kecukupan profil WF 400.200.8.13 sebagai elemen balok-kolom dari portal


tak bergoyang seperti gambar. (mutu baja BJ 41)

Diketahui bahwa kolom menerima beban aksial tekan


sebesar 15 ton (D) dan 30 ton (L) serta momen lentur
Sebesar 2 ton.m (D) dan 6 ton.m (L). Panjang kolom
diketahui sebesar 3,5 m.

JAWAB :
a. Menghitung beban terfaktor
b. Aksi kolom
menghitung rasio kelangsingan maksimum :

→λc˂1,2
c. Aksi balok
periksa apakah WF 400.200.8.13 kompak atau tidak :

(penampang kompak)

karena maka terletak antara dan (untuk = 1). Namun dalam


kasus ini = 1,67 sehingga ada kemungkinan =
karena tidak boleh melebihi , maka dalam kasus ini = , sehingga

d. Perbesaran momen
rasio kelangsingan kL/r yang diperhitungkan dalam perbesaran momen harus berhubungan
dengan sumbu lenturnya, dalam soal ini sumbu lentur adalah sumbu x, sehingga :
e. Periksa

jadi, profil WF 400.200.8.13 mencukupi untuk memikul beban-beban tersebut, sesuai


dengan desain LRFD.
CONTOH SOAL 4 :
Periksalah apakah profil WF 350.350.12.19 cukup untuk memikul beban aksial tekan
yang terdiri dari beban mati 40 ton dan beban hidup 10 ton, serta momen lentur
sebesar 10 ton.m (D) dan 10 ton.m (L) serta 30 ton.m (beban angin). Struktur tersebut
adalah bagian dari portal dengan pengaku (tak bergoyang). Asumsikan momen lentur
menimbulkan kelengkungan tunggal pada struktur (mutu baja BJ 37).
JAWAB:
a. Menghitung beban terfaktor
kombinasi 1, beban gravitasi:

kombinasi 2, beban gravitasi + angin:

asumsikan 2 kombinasi yang menentukan.

b. Aksi kolom
menghitung rasio kelangsingan maksimum:
d. Perbesaran momen
perhitungan rasio kelangsingan terhadap sumbu lentur:

(untuk momen konstan)


e. Cek

Jadi, profil WF 350.350.12.19 cukup untuk memikul beban-beban tersebut, sesuai


dengan desain LRFD.
DESAIN LRFD KOMPONEN STRUKTUR
BALOK - KOLOM

Perencanaan komponen struktur balok-kolom, diatur dalam SNI 03-1729-2002 pasal 11.3
yang menyatakan bahwa suatu komponen struktur yang mengalami momen lentur dan
gaya aksial harus direncanakan untuk memenuhi ketentuan sebagai berikut :

Untuk :

Untuk :
= gaya tekan aksial terfaktor

= tahanan tekan nominal dengan menganggap batang sebagai suatu elemen


tekan murni

= faktor reduksi tahanan tekan = 0.85

= momen lentur terfaktor terhadap sumbu x, dengan memperhitungkan efek


orde kedua, yang akan dibahas kemudian

= tahanan momen nominal untuk lentur terhadap sumbu x

= faktor reduksi tahanan lentur = 0.90

= , namun dihitung dengan acuan sumbu y

= , namun dihitung dengan acuan sumbu y


PEMBESARAN MOMEN UNTUK STRUKTUR
TAK BERGOYANG
Untuk suatu komponen struktur tak bergoyang, maka besarnya momen lentur terfaktor harus dihitung
sebagai :

adalah momen lentur terfaktor orde pertama yang diakibatkan oleh beban-beban yang
tidak menimbulkan goyangan, sedangkan adalah faktor perbesaran momen untuk komponen
struktur tak bergoyang, yang besarnya ditentukan sebagai berikut :

= gaya tekan aksial terfaktor


= gaya menurut Euler dengan kL/r
terhadap sumbu lentur dan 1,0
(u/ komponen struktur tak bergoyang)
Nilai :
1. Struktur bergoyang
= 1,0 , untuk komponen struktur dengan ujung sederhana
= 0.85 , untuk komponen struktur dengan ujung kaku

2. Struktur tak bergoyang

Ne=∏EI/Lk²
PERBESARAN MOMEN UNTUK STRUKTUR BERGOYANG
Untuk komponen struktur bergoyang, maka besarnya momen lentur terfaktor, harus
diperhitungkan sebagai berikut :

adalah momen lentur terfaktor orde pertama yang diakibatkan oleh beban-beban yang
dapat menimbulkan goyangan.

atau

= jumlah gaya aksial tekan terfaktor akibat beban gravitasi untuk seluruh kolom pada
satu tingkat yang ditinjau
= gaya menurut Euler dengan kL/r terhadap sumbu lentur dan

= simpangan antar lantai pada tingkat yang sedang ditinjau


= jumlah gaya horizontal yang menghasilkan pada tingkat yang ditinjau
= tinggi tingkat
TEKUK LOKAL WEB PADA KOMPONEN STRUKTUR BALOK-
KOLOM
Untuk menentukan tahana lentur rencana dari suatu profil, akan terlebih dahulu harus diperiksa
kekompakan dari penampang tersebut. Dengan enggunakan notasi maka kelangsingan
dari web dapat dikategorikan menjadi tiga bagian :
1. Jika , maka penampang kompak
2. Jika , maka penampang tak kompak
3. Jika , maka penampang langsing

Tabel SNI 03-1729-2002 memberikan batasan nilai untuk dan , sebagai berikut :

Untuk

Untuk

Untuk semua nilai,

Dengan adalah gaya aksial yang diperlukan untuk mencapai kondisi batas leleh
c. Aksi balok
periksa apakah WF 350.350.12.19 kompak atau tidak:

(penampang kompak)

Beri Nilai